Komet

Pasti kamu sering dengar istilah komet kan? Apalagi komet ini sering sekali ada di film-film. Lalu sebenarnya jika secara ilmiah, apa sih itu komet?

Penasaran kan? Simak aja pembahasan lengkapnya berikut ini.


Pengertian Komet

Pengertian Komet

Komet yaitu suatu benda langit yang di tutupi oleh kabut tipis panjang dan mirip seperti ekor. Komet juga sering disebut dengan bintang berekor atau lintang kemukus.

Banyak para ahli berpendapat kalo komet yaitu serpihan-serpihan dari tata surya yang terbentuk 4,6 miliar tahun yang lalu.

Komet ini bergerak mengelilingi matahari, lintasannya elips dan sangat lonjong sekali tentunya hal ini beda dari lintasan planet di tata surya.

Kata Komet sendiri berasal dari bahasa Yunani yaitu Kometes yang artinya itu adalah Rambut Panjang. Komet sendiri terdiri dari kumpulan partikel debu dan gas yang membeku.

Buat panjang ekor komet bisa mencapai jutaan kilometer dan beberapa komet menempuh jarak yang lebih jauh dari komet saat mengelilingi matahari.

Karena jarak yang bervariasi, maka waktu komet dalam mengelilingi matahari juga dapat berbeda beda.

Beberapa komet bahkan membutuhkan ribuan tahun buat menyelesaikan satu kali mengorbit matahari, garis tengah inti komet cuma sekitar 8 – 25 km.


 

Sejarah dan Teori Terbentuknya Komet

Sejarah dan Teori Terbentuknya Komet

Kemunculan komet udah disadari oleh leluhur sejak lama, dulunya komet dipercaya sebagai suatu pertanda akan datangnya bencana besar.

Bangsa Cina saat itu mempercayai, kalo komet yaitu objek luar angkasa yang beredar sama halnya dengan planet.

 

Bangsa Yunani beranggapan, kalo terlihatnya komet merupakan fenomena atmosfer yang disebabkan oleh uap air dari permukaan bumi dan banyak asumsi dari para ahli tentang fenomena komet dari masa ke masa.

Isaac Newton lalu menentukan metode agar bisa menghitung orbit sebuah komet. Newton mengungkapkan, kalo komet yang terlihat pada Desember 1680 membentuk orbit parabola yang panjang.

Edmond Halley mendukung teori Newton, jadi diambil suatu kesimpulan kalo komet yang mereka amati yaitu komet yang sama dan komet adalah objek yang mengelilingi matahari sama seperti kebanyakan objek di tata surya.

Banyak teori dan hipotesis yang diperkenalkan buat proses terbentuknya komet dalam satu abad terakhir.

Teori yang paling dapat diterima yaitu yang menyebutkan, kalo komet terbentuk pada saat yang sama dengan saat terbentuknya tata surya.

Dalam teori ini disebutkan, kalo dulu matahari dikelilingi oleh kabut besar yang terdiri dari material komet. Jarak sabuk komet ini beberapa ratus kali jarak bumi ke matahari.

Lalu, gangguan dari objek di luar tata surya menyebabkan beberapa material tersebut keluar dari sabuknya jadi memasuki tata surya dan di dalam tata surya mereka dipengaruhi oleh aktivitas planet dan bintang – bintang jadi jaraknya dengan matahari beda-beda.


 

Asal – Usul Komet

Asal - Usul Komet

Komet berasal dari awan Oort yang terletak di sisi luar sistem tata surya dan awan Oort ini berisi triliunan komet didalamnya.

Seiring berjalannya waktu, komet-komet berpisah dari awan dan terlempar ke matahari. Inti komet berada di pusat, terbuat dari gas serta debu buatan dan merupakan benda padat yang stabil.

Pada saat komet mendekati matahari, sebagian materi tersebut terlempar dari permukaan inti komet.

Komet baru yang saat ini teramati, tampaknya berasal dari selubung benda es besar yang berada di sekitar satu tahun cahaya dari matahari.

Model ini dikembangkan pada tahun 1950-an oleh astronom Belanda yaitu Jan Oort (1900 – 1992). Awan Oort yang belum teramati tersebut bisa memuat 100 miliar benih komet didalamnya.

Gangguan gravitasi dari bintang lain disekitar matahari bisa mengganggu keseimbangan awan ini dan mengirimkan beberapa komet secara acak menuju matahari.

Komet tersebut akan jadi komet periode panjang, yang orbitnya hampir parabola dan periode revolusinya mengelilingi matahari mencapai 200 sampai jutaan tahun.

Komet dengan periode yang lebih pendek, mengorbit seperti planet dan berasal dari sabuk Kuiper. Sabuk ini berada lebih dekat ke Tata Surya dalam dari pada Awan Oort.

Kalo sebuah komet lewat di dekat sebuah planet-planet besar terutama Yupiter, komet akan dipengaruhi oleh gravitasi planet tersebut.

Komet bisa jatuh ke planet atau dipercepat lajunya dan keluar dari Tata Surya, atau bergerak dalam orbit lonjong lebih dekat lagi ke Matahari.

 

 

Arah Ekor Komet

Arah Ekor Komet

Ekor komet merupakan hasil penguapan dari inti komet dan arah ekor komet selalu menjauhi matahari. Semakin dekat dengan matahari maka penguapan semakin besar dan ekor semakin panjang.

Sedangkan kalo jauh dari matahari, maka penguapan gak akan terjadi dan ekor komet juga gak terbentuk.

Atau, Ekor ion bisa mencapai 100 juta kilometer dan terbentuk dari proses ionisasi gas pada saat berinteraksi dengan angin matahari dan ekor komet selalu menjauhi matahari.

Karena, angin matahari menerpa awan gas yang melingkupi komet dan saat komet mendekati matahari, ekornya terbentang ke belakang.


 

Ciri – Ciri Komet

Ciri-Ciri Komet

Dibawah ini ada beberapa ciri – ciri dari Komet yang harus kamu ketahui, diantaranya sebagai berikut:

  • Komet ini bukanlah bintang, tapi komet adalah benda angkasa yang terbentuk dari debu dan es. Sebagian besar cahayanya berasal dari matahari.
  • Komet juga dikenal dengan gas pijar, dengan garis edar yang berbeda-beda.
  • Terlihat juga mempunyai ekor pada saat mendekati matahari, jadi sering disebut dengan bintang berekor.
  • Arah ekor komet selalu menjauhi matahari dan ekornya juga sangat panjang yang bisa mencapai jutaan kilometer.
  • Lintasan dari sebuah komet bentuknya itu elips serta sangat lonjong dan lebih panjang dari pada lintasan planet.
  • Komet memutari matahari, jadi termasuk dalam sistem tata surya.
  • Komet bisa terlihat pada saat masih jauh dari Matahari, bagian yang pertama kali dilihat yaitu inti komet.
  • Komet adalah benda angkasa yang mirip asteroid, tapi hampir seluruhnya terbentuk dari gas (karbon dioksida, metanam air) dan debu yang membeku.
  • Komet adalah benda angkasa seperti lapisan batu yang terlihat mempunyai cahaya, disebabkan adanya gesekan-gesekan atom-atom yang ada di udara.

 

Bagian – Bagian dari Komet

Bagian - Bagian dari Komet

Komet mempunyai beberapa bagian – bagian yang tersekat – sekat seperti bagian inti, ekor dan lain sebagainya.

Terus, apa aja keterangan bagian – bagian komet tersebut? Berikut ini, merupakan bagian – bagian komet yang harus kamu ketahui:

1. Inti Komet

Inti komet adalah bagian yang paling terlihat dari bumi, saat posisi komet masih jauh dari matahari. Bagian inti komet juga merupakan bagian yang paling padat.

Diameter dari inti komet ini mencapai beberapa kilometer, berbeda – beda antara satu komet dengan komet lainnya.

Inti komet terbentuk dari penguapan bahan – bahan es yang sangat mudah menguap menjadi gas – gas yang terlihat berpijar.

 

2. Koma

Koma merupakan daerah yang penuh kabut atau daerah yang mirip dengan tabir yang menyelimuti inti komet.

Daerah ini sebagai daerah yang pekat, karena terkena uap dari inti komet yang semakin mengepul kalo dekat dengan matahari.

 

3. Lapisan Hidrogen

Lapisan hidrogen juga salah satu bagian dari komet. Lapisan hidrogen ini merupakan lapisan yang menyelubungi koma, jadi gak tampak oleh mata manusia.

Awan di lapisan hidrogen sangat tebal, sampai diameternya bisa mencapai 20 juta kilometer.

 

4. Ekor

Ekor komet merupakan bagian yang paling menakjubkan dari sebuah komet. Bagian ini yang paling banyak menyita perhatian dan sekaligus sebagai sebab nama komet ini.

Ekor komet merupakan gas bercahaya yang terjadi saat komet lewat di dekat matahari dan ekor ini adalah bagian yang terbakar oleh matahari.

Saat terbakar, maka bagian ini akan membentuk sebuah ekor dan ukurannya bisa sangat panjang sampai berpuluh-puluh kilometer.

 

5. Jet Komet

Jet komet yaitu gas baru yang keluar dari titik lemah permukaan inti komet, akibat pemanasan yang gak merata. Aliran gas dan debu ini bisa menyebabkan perubahan pemanasan yang gak merata.

Pernah ditemukan, kalo karbon dioksida padat bisa keluar dari inti komet, makanya inilah yang disebut dengan jet.

Pengukuran yang dilakukan buat mengetahui bahan penyusunnya ini, dilakukan dengan spektrum inframerah.


 

Jenis – Jenis Komet

Jenis - Jenis Komet

Ada 2 jenis – jenis Komet, yaitu jenis komet berdasarkan lintasannya dan komet berdasarkan jumlah kemunculannya. Berikut, dibawah ini penjelasan lengkap satu persatu.

 

1. Jenis Komet Berdasarkan Lintasannya

Kalo dilihat dari bentuk atau pada panjang lintasannya, jenis komet ini dibagi menjadi 2 yaitu:

a. Komet Berekor Panjang

Komet berekor panjang yaitu komet yang mempunyai lintasan yang sangat jauh, komet ini akan lewat daerah-daerah diangkasa yang dingin sekali, jadi akan menyerap gas-gas di daerah yang dilewatinya.

Saat komet ini mendekat ke matahari, komet ini akan melepaskan gas-gas jadi akan membentuk koma dan ekor yang panjang sekali.

Contoh dari komet berekor panjang ini, yaitu komet Halley yang bisa terlihat itu sekitar 76 tahunan sekali.

 

b. Komet Berekor Pendek

Komet berekor pendek yaitu komet yang lintasannya pendek, jadi hal ini menyebabkan komet menyerap gas-gas pada daerah yang udah dilewatinya dan itu juga sedikit.

Jadi, pada saat komet ini mendekat ke matahari, gas-gas yang dilepaskan juga sedikit jadi akan terlihat mempunyai ekor pendek dan ada juga yang terlihat hampir gak punya ekor.

Contoh dari komet berekor pendek ini, yaitu komet Encke yang melintas dan mendekati matahari sekitar 3,3 tahun sekali.

 

2. Jenis Komet Berdasarkan Jumlah Kemunculannya

Kalo dilihat dari jumlah kemunculannya, komet jenis ini dibagi menjadi 2 yaitu:

a. Komet Nonperiodik

Komet nonperiodik yaitu suatu komet yang kemunculannya, cuma sekali. Komet ini diperkirakan mempunyai orbit yang sangat panjang dan lama buat melewati satu putaran.

Contohnya: Komet Arend-Roland, komet Ikeya-Seki, komet Lulin, komet Brooks, dan komet Kohoutek.

 

b. Komet Periodik

Komet periodik merupakan suatu komet yang kemunculannya, cuma beberapa kali pada saar dilihat dari bumi.

Komet periodik ini, rata-rata mempunyai jarak orbit yang lebih pendek yang membuat untuk kembali pada satu titik yang sama dan itu bisa ditempuh dalam waktu yang jauh lebih cepat.

Jadi, hal ini gak mengherankan kalo komet periodik bisa dilihat cuma beberapa tahun sekali.

Contohnya: Komet Hartley, komet Kopff, komet Halley, dan komet Encke.

 

 

Contoh – Contoh Komet

Contoh - Contoh Komet

Nih, ada beberapa contoh-contoh nama komet yang harus kamu tahu, diantaranya sebagai berikut:

1. Komet Halley

Komet Halley yaitu sebuah komet yang muncul atau yang bisa terlihat oelh mata manusia di bumi itu sekitar 76 tahunan sekali.

Komet halley sangat terkenal dibandingkan dengan komet yang lainnya. Karena, komet halley sangat terang dan punya ekor yang panjang jadi bisa terlihat oleh mata manusia tanpa dengan bantuan alat teleskop.

 

2. Komet Hyakutake

Komet hyakutake yaitu sebuah komet yang mempunyai ekor sangat panjang dibanding dengan komet yang lainnya dan komet ini diberi nama Hayakutake, karena komet ini ditemukan oleh astronom dari Jepang yaitu Yuji Hyakute.

Periode orbitnya ini, mencapai 15.000 tahun, karena disebabkan oleh pengaruh gaya gravitasi planet raksasa di tata surya, yang periode orbitnya mencapai 72.000 tahun.

Jadi, buat bisa melihat lagi komet hayakutake ini diperlukan waktu sekitar 72.000 tahun.

 

3. Komet Encke

Komet Encke yaitu sebuah komet yang mempunyai periode sekitar 3,3 tahun, dan komet Encke mempunyai ekor yang pendek.

Nama komet Encke ini berdasarkan orang yang melakukan perhitungan terhadap lintasan orbitnya, yaitu Johann Franz Enncke, sedangkan yang menemukannya yaitu Pierre Mechain.

 

4. Komet McNaught

Komet McNaught yaitu komet yang ditemukan pada tanggal 7 agustus 2006 oleh astronom yang bernama H. McNaught, jadi komet ini diberi nama sesuai dengan nama penemunya.

Komet McNaught ini mendekati jarak terdekat dengan matahari (perihelion) pada tanggal 12 januari 2007, yang merupakan komet paling terang sejak 40 tahun terakhir dan bisa terlihat oleh mata, tanpa bantuan alat teleskop.

 

5. Komet West

Komet West ini terlihat pada tahun 1976, dan komet west adalah salah satu komet yang terang pada saat melintasi tata surya bagian dalam.

Komet ini kira-kira mempunyai periode orbit sekitar 558.000 tahun, lama banget yak!

 

6. Komet Hale – Bopp

Komet hale-bopp yaitu sebuah komet yang paling banyak diamati pada abad 20, karena komet ini termasuk komet yang paling terang dalam sejarah modern dan bisa terlihat oleh mata manusia selama 18 bulan.

 

7. Komet Shoemaker Levy-9

Pada tahun 1994, komet Shomaker-Levy 9 ini terjebak oleh gaya tarik Jupiter dan masuk kedalam atmosfer Jupiter. Komet ini lalu menabrak Jupiter dan meninggalkan lubang sebesar bumi.

 

8. Komet Ikeya-Seki

Komet Ikeya-Suki adalah komet yang ditemukan secara independen oleh Kaoru Ikeya dan Tsutomu Seki. Pada tanggal 18 September 1965, pertama kali diamati sebagai objek teleskopik samar.

Perhitungan pertama orbitnya itu pada tanggal 21 Oktober, yaitu sekitar 450.000 kilometer diatas pemukaan dan mungkin akan jadi sangat terang.

Saat mendekati perihelion, pengamat mengatakan kalo itu jelas terlihat di langit siang hari disamping Matahari. Di Jepang, dimana mencapai perihelion pada tengah hari, terlihat bersinar pada besarnya -10.

Ikeya-Seki merupakan anggota dari Sungrazers Kreutz, yang adalah fragmen dari sebuah komet besar yang pecah pada 1106.

 

9. Komet Kohoutek

Komet Kohoutek pertama kali terlihat pada tanggal 7 Maret 1973 oleh Ceko astronom Lubos Kohoutek. Komet ini dicapai perihelion pada tanggal 28 Desember pada tahun yang sama.

Komet Kohoutek adalah komet periode panjang dan penampakan sebelumnya yaitu sekitar 150.000 tahun yang lalu, penampakan berikutnya akan berada sekitar 75.000 tahun lagi.

Pada kemunculannya, tahun 1973 itu mempunyai lintasan hiperbolik (e > 1) karena gangguan gravitasi dari planet raksasa. Karena jalurnya, ilmuwan berteori kalo Kohoutek adalah Awan Oort Obyek.

Dengan itu, diyakini kemungkinan kalo ini adalah kunjungan pertama ke komet dalam tata surya, yang akan menghasilkan sebuah tampilan spektakuler outgassing.

       

Tinggalkan komentar