Kjokkenmoddinger

Ada banyak sekali kebudayaan – kebudayaan yang ada di dalam sejarah ini.

Nah, salah satu kebudayaan yang merupakan bukti-bukti dari peradaban manusia prasejarah yaitu kebudayaan Kjokkenmoddinger.

Apa sih yang dimaksud dengan Kjokkenmoddinger?

Ingin tahu? Berikut penjelasan tentang kebudayaan Kjokkenmoddinger yang mungkin masih asing dan sulit buat di ucapkan. Yuk simak!



Apa Itu Kjokkenmoddinger?

Apa Itu Kjokkenmoddinger

Kjokkenmoddinger itu berasal dari bahasa Denmark, yaitu “Kjokken” yang artinya dapur. Sedangkan, kalo “Modding” itu artinya sampah.

Jadi, 

Kjokkenmoddinger yaitu suatu tumpukan atau timbunan kulit siput dan kerang yang menggunung di sepanjang pantai Sumatera bagian timur, yang terletak antara Langsa di Aceh sampai Medan.


 

Peninggalan Kebudayaan Kjokkenmoddinger

Peninggalan Kebudayaan Kjokkenmoddinger

Kehidupan manusia purba pada saat itu emang sangat bergantung dari hasil menangkap siput dan kerang, karena ditemukannya sampah kedua binatang laut tersebut dengan ketinggian sekitar 7 meter.

Kemudian di tahun 1925, diperkuat oleh penelitian yang dilakukan oleh Von Stein Callenfals dimana dia udah menemukan jenis kapak genggam pada bukit kerang tersebut yang beda dari kapak genggam yang ada di zaman paleolithikum.

Kapak genggam yang ditemukan di bukit kerang itu diberi nama pebble atau lebih dikenal dengan nama kapak Sumatera.

Kapak jenis ini terbuat dari batu kali yang pecah, sisi bagian luarnya dibiarkan begitu aja dan sisi bagian dalamnya dikerjakan sesuai dengan keperluannya.

Selain kapak Sumatera, di bukit karang itu juga ditemukan jenis batu pipisan yaitu batu – batu yang digunakan sebagai alat penggiling yang dipakai buat menghaluskan cat merah.

Cat tersebut kira-kira dipakai dalam acara keagamaan atau ilmu sihir. Kapak lain yang ditemukan pada zaman ini yaitu kapak pendek yang berbentuk setengah lingkaran seperti kapak genggam.

Berdasarkan pecahan tengkorak dan gigi yang ditemukan pada kebudayaan Kjokkenmoddinger, maka diperkirakan kalo manusia purba yang hidup pada zaman mesolitikum yaitu bangsa Papua Melanesoide

Dengan adanya kebudayaan Kjokkenmoddinger ini, maka udah memberikan informasi kalo di zaman mesolithikum, manusia purba pada umumnya pernah menempati lingkungan tepi pantai.


Nah, itulah sedikit penjelasan mengenai Kebudayaan Kjokkenmoddinger tersebut. Semoga bisa menambah wawasan dalam belajar 😀

Avatar
Aditya Rangga

Pelajar yang insyaallah tidak pelit ilmu

Update : 2 Juni 2020 - Published : 2 Juni 2020

       

Tinggalkan komentar