Jenis Pelanggaran HAM

Halo sobat cerdika, udah sampe materi mana nih belajarnya?

Admin mau ngajak belajar PPKn lagi nih, lebih tepatnya mengenal lebih jauh tentang jenis-jenis pelanggaran HAM.

Penasaran apa aja?

Simak artikel dibawah ini ya…

 

Pengertian HAM

Pengertian HAM

Hak asasi manusia (HAM) adalah hak mendasar yang dimiliki oleh setiap manusia sejak ia lahir.

HAM ini dimiliki oleh siapa saja, tidak peduli apa suku, agama, dan jenis kelamin orang tersebut.

Hak asasi tidak boleh dilanggar, semua harus melindungi dan menegakkannya.

Namun, masih saja ada kasus pelanggaran HAM yang terjadi.

Ada dua jenis pelanggaran HAM, yaitu berat dan ringan.

Pelanggaran HAM adalah tindakan seseorang atau sekelompok orang baik disengaja ataupun tidak yang secara hukum menghilangkan, mengurangi, atau membatasi hak orang lain.

Hak yang dihilangkan, dikurangi, atau dibatasi ini dapat berupa:

  • Hak hidup
  • Hak memperoleh kesejahteraan
  • Hak mendapat keadilan
  • Hak kebebasan pribadi
  • Hak untuk berkeluarga
  • Hak untuk beragama

Kasus Pelanggaran HAM yang Berat dan Contohnya

kasus pelanggaran HAM

Jenis pelanggaran HAM berat adalah tindakan yang melanggar hak asasi seseorang atau sekelompok orang serta menimbulkan tercabutnya hak seseorang.

Berikut ini contoh kasus pelanggaran HAM berat.

Kejahatan kemanusiaan

kejahatan kemanusiaan

Kejahatan kemanusiaan adalah kejahatan yang dilakukan kepada seseorang atau sekelompok orang hingga hak mendasar mereka terampas sepenuhnya.

Beberapa contoh kasus kejahatan kemanusiaan adalah:

  • Perbudakan
  • Pembunuhan
  • Penganiayaan yang menyebabkan cacat fisik atau mental
  • Kejahatan apartheid

Kejahatan ini merupakan diskriminasi atau pemisahan ras yang dilakukan agar ras yang satu mendapat hak istimewa sedangkan ras yang lain tertindas.

Kejahatan apartheid terjadi di Afrika Selatan dari tahun 1948 hingga 1990.

Penentang utama kejahatan ini adalah Nelson Mandela

 

Genosida

kejahatan genosida

Genosida adalah pembunuhan massal atau pembantaian besar-besaran dan sistematis pada suatu bangsa atau suku tertentu yang bertujuan untuk memusnahkan suku tersebut hingga tak tersisa lagi.

Contoh kasus genosida adalah:

  • Pembantaian 2 juta warga Kamboja yang dilakukan oleh Khmer merah antara tahun 1975 hingga 1979.
  • Pembantaian terorganisir terhadap suku Tutsi di Rwanda pada tahun 1994. Pembantaian ini menewaskan 800 ribu orang dalam waktu 100 hari.
  • Pembantaian muslim Rohingnya oleh Myanmar dari tahun 2016-2017. Pembantaian ini menyebabkan lebih dari 2000 orang meninggal dan ratusan ribu orang melarikan diri dari negara ini serta menjadi pengungsi di negara lain.

Penyebab kasus pelanggaran berat biasanya adalah konflik etnis dan agama.

Sebuah kelompok biasanya merasa bahwa diri mereka adalah yang paling benar dan paling baik.

Sehingga, mereka tega membantai dan menindas kelompok lain.

Selain itu, penyalahgunaan kekuasaan juga mengakibatkan jenis pelanggaran ini.

Dalam kasus-kasus tertentu, pemerintah yang berkuasa dan otoriter tidak ragu untuk membantai penguasa sebelumnya yang mereka gulingkan beserta para pengikut mereka.

 

Kasus Pelanggaran HAM yang Ringan dan Contohnya

pelanggaran HAM ringan

Jenis pelanggaran HAM ringan ini adalah pelanggaran hak yang sifatnya ringan serta terjadi dalam kehidupan sehari-hari.

Berikut ini beberapa contoh pelanggaran HAM ringan.

  1. Pencurian
  2. Pencemaran nama baik
  3. Pengancaman
  4. Penghinaan
  5. Kekerasan fisik yang sifatnya ringan
  6. Menghalangi orang lain untuk beraspirasi

Penyebab pelanggaran HAM ringan biasanya adalah keegoisan seseorang.

Tidak adanya rasa toleransi dan hanya mementingkan diri sendiri membuat orang dengan mudah melanggar hak orang lain.


Kelalaian pemerintah dalam menjamin penegakan serta perlindungan HAM adalah penyebab eksternal seseorang melakukan pelanggaran HAM ringan.

Kedua jenis pelanggaran HAM tersebut harus diminimalisir agar kehidupan di negara dan di dunia ini aman sentosa.

Berbagai upaya dapat dilakukan untuk mengurangi jumlah pelanggaran HAM.

Beberapa diantaranya adalah memberi pendidikan karakter kepada anak-anak, sosialisasi HAM, dan menegakkan prinsip-prinsip Pancasila.

Avatar
Vira Mahdiya

Saya mendalami Ilmu Pengetahuan Sosial sewaktu SMA dan sekarang Alhamdulillah menjadi mahasiswi di salah satu universitas favorit di Yogyakarta

Update : 30 April 2020 - Published : 4 Maret 2020