Doa Terbebas dari Hutang

Yuk, simak pengertian utang piutang, pahala memberikan utang, jenis-jenis utang, doa terbebas utang dan doa buat orang yang memeberi pinjaman berikut ini.

 

Pahala Memberi Utang atau Pinjaman

Pahala Memberi Utang atau Pinjaman

Rasulullah senantiasa menganjurkan, supaya kamu membantu saudara yang kekurangan dan ada dalam penderitaan dan kesengsaraan hidup.

Kalo kamu gak bisa memberi mereka secara cuma – cuma, maka hendaknya kamu bersedia mengutanginya.

Mmeberi pinjaman atau utang pada sesama muslim, akan mendapatkan pahala yang besar.

Rasulullah bersabda:

مَنْ نَفَّسَ عَنْ مُؤْمِنٍ كُرْبَةً مِنْ كُرَبِ الدُّنْيَا ، نَفَّسَ اللَّهُ عَنْهُ كُرْبَةً مِنْ كُرَبِ يَوْمِ الْقِيَامَةِ، وَمَنْ يَسَّرَ عَلَى مُعْسِرٍ ، يَسَّرَ اللَّهُ عَلَيْهِ فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ ، وَمَنْ سَتَرَ مُسْلِمًا ، سَتَرَهُ اللَّهُ فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ

Artinya:

Barang siapa menghilangkan kesusahan seorang mukmin dari kesusahan dunia, maka Allah akan menghilangkan kesusahannya dari kesusahan di hari kiamat.

Barang siapa memberi kemudahan orang miskin, maka Allah akan memberi kemudahan untuknya di hari kiamat. (HR. Ahmad, Muslim, Abu Dawud)

Di sisi lain, Rasulullah selalu mengingatkan kamu agar jangan senang berutang. Karena, berutang tanggung jawabnya itu baik di dunia ataupun akhirat.

Disebutkan dalam hadist Nabi Muhammad:

Demi jiwaku yang ada di Tangan-Nya, seandainya ada seorang laki-laki terbunuh di jalan Allah, kemudian dia dihidupkan lagi, lalu terbunuh lagi, kemudian dihidupkan lagi dan terbunuh lagi, sedang dia memiliki utang, sungguh dia tidak akan masuk surga sampai utangnya dibayarkan. (HR. Nasa’i)

Kalo kamu terpaksa harus berutang, maka sebaiknya kamu cepat – cepat membayarnya saat udah mampu, agar gak terus jadi beban.

Menunda – nunda pembayaran utang saat udah mampu merupakan haram dan termasuk dosa besar.


 

Doa Terbebas dari Hutang

Doa Terbebas dari Hutang

Buat yang punya utang segeralah melunasi utangnya, karena buat yang menunda-nunda buat bayar utang sedangkan dia mampu, maka itu merupakan kezaliman.

Rasulullah bersabda:

مَطْلُ الْغَنِىِّ ظُلْمٌ ، فَإِذَا أُتْبِعَ أَحَدُكُمْ عَلَى مَلِىٍّ فَلْيَتْبَعْ

Artinya:

Menangguhkan utang orang yang mampu adalah suatu kezaliman. Dan, apabila diantara kamu sekalian itu dibayar oleh orang yang mampu dengan cara cicilan maka terimalah yang demikian itu. (HR.Bukhari dan Muslim)

Kalo kamu berutang dengan niat yang benar ingin membayaranya, dan kamu juga berusaha buat melunasinya atau mencicilnya sesuai perjanjian, maka Allah akan memberi rezeki pada kamu buat membayarnya.

Bacaan doa terbebas dari Hutang:

اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ الْهَمِّ وَالْحَزَنِ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ الْعَجْزِ وَالْكَسَ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ الْجُبْنِ وَالْبُخْلِ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ غَلَبَةِ الدَّيْنِ وَقَهْرِ الرِّجَالِ

Allahumma inni audzu bika minal Hammi wal hazan, wa audzu bika minal ‘ajzi wal kasal, wa audzu bika minal jubni wal bukhl, wa audzu bika min ghalabatid dain wa qahrir rijal.

Artinya:

Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada Engkau dari kebingungan dan kesedihan.

Aku berlindung kepada-Mu dari ketidakberdayaan dan kemalasan.

Aku berlindung kepada-Mu dari kepengecutan dan kekikiran.

Aku berlindung kepada-Mu dari lilitan hutang dan penindasan orang.

Dan, kalo kamu meninggal sebelum utang itu terlunasi, maka utang kamu itu masih terhutang yang akan jadi kekuasaan Rasulullah menagihnya di akherat.

Rasulullah bersabda:

Barang siapa dari umatku menanggung utang, dan dia udah bersungguh-sungguh membayarnya, lalu dia meninggal sebelum melunasinya, maka aku adalah walinya. (HR. Bukhari dan Muslim)


 

Tindakan Hendak Membayar Utang

Tindakan Hendak Membayar Utang

Apa sih, yang perlu dilakukan saat hendak membayar hutang?

Selain membaca dan mengamalkan doa membayar hutang, kamu juga perlu melakukan kebaikan pada orang yang udah berjasa mengutangi kamu.

Rasulullah bersabda:

Sebaik – baik kamu adalah yang paling baik dalam membayar utangnya. (HR. Bukhari dan Muslim)

Dalam berbuat baik saat akan membayar hutang ada dua hal, seperti berikut ini:

1. Mendoakan Orang yang Memberi Utang

Mendoakan orang yang udah memberi kamu utang, sebagaimana doa yang diajarkan oleh Nabi Muhammad SAW.

Bacaan doa buat pemberi utang:

بَارَكَ اللهُ لَكَ فِيْ أَهْلِكَ وَمَالِكَ

Baarakallahu laka fii ahlika wamaalika

Artinya:

Semoga Allah memberikan berkah kepadamu dalam keluarga dan hartamu. (HR. Nasa’I, Ibnu Majah dan Ibnu Sunni)

Dalam doa itu, kamu meminta pada Allah agar memberikan keberkahan kepadanya, baik kepada keluarga dan hartanya.

Karena, utang itu berkaitan dengan hal keduniaan jadi yang kamu minta adalah bertambahnya kebaikan dalam hal dunianya.

Bersedekah itu dapat mendatangkan keberkahan rezeki, maka apalagi mengurangi harta kepada orang yang membutuhkan, tentunya akan mendatangkan keberkahan juga.

Dengan doa keberkahan ini, kita meminta pada Allah agar mewujudkan janji keberkahan yang udah difirmankan Allah dalam surah At-Taghaabun ayat 17:

اِنۡ تُقۡرِضُوا اللّٰہَ قَرۡضًا حَسَنًا یُّضٰعِفۡہُ لَکُمۡ وَ یَغۡفِرۡ لَکُمۡ ؕ وَ اللّٰہُ شَکُوۡرٌ حَلِیۡمٌ

Artinya:

Kalo kamu meminjamkan pada Allah pinjaman yang baik, niscaya Allah melipat gandakan balasannya kepadamu dan mengampuni kamu.

Dan, Allah Maha Pembalas Jasa lagi Maha Penyantun. (QS. At-Taghaabun ayat 17)

 

2. Membaguskan Pembayaran Utangnya

Kamu memberikan pembayaran yang lebih baik daripada harta yang dulu kita utang.

Contoh: Kalo kamu berutang uang 500.000, maka saat melunasinya kamu bisa memberinya uang kelebihan 50.000.

Ingat! Hal ini bukan berarti kita memberi bunga, karena gak ada perjanjian sebelumnya.

Dalam hal ini, kamu cuma ingin berbuat baik kepadanya dengan menyedekahkan uang kelebihan tersebut.

Kalo kamu gak ingin berbuat baik kepadanya dengan menyedekahkan uang kelebihan tersebut, itu juga gak mengapa.

Imam Nawawi berkata:

Disunnahkan buat orang yang punya utang atau lainnya, mengembalikan (utangnya) dengan sesuatu yang lebih baik dari apa yang ada padanya. Ini termasuk bagian dari sunnah dan aklaqul karimah.

Dan, itu bukan termasuk utang yang menarik manfaat (bunga), karena sesungguhnya hal itu terlarang. Sebab, yang dilarang yaitu yang ada perjanjian sewaktu akad utang.

Nah, itu tadi pembahasan mengenai doa dan hadist terbebas dari hutang yang perlu diketahui.

Avatar
Aditya Rangga

Pelajar yang insyaallah tidak pelit ilmu

Update : 21 Maret 2020 - Published : 21 Maret 2020