Doa Ketika Marah

Kenapa sih, kok tiba – tiba suka marah engga jelas? Sebenarnya, apa sih penyebab dari marah sendiri? Terus gimana sih, cara buat meredam marah yang berlebihan?

Pengin tahu, gimana cara mengatasi marah tersebut? Langsung aja simak pembahasan berikut ini.


Dampak dari Marah

Pengertian Marah

Ada beberapa fakta mengungkapkan, kalo marah ini mempunyai dampak yang cukur besar terhadap kesehatan, diantaranya yaitu:

1. Gejala Psikologis

Marah akan menjadikannya rentan terkena penyakit hati, yang nantinya juga akan berdampak pada kesehatan fisik kalian.

Orang yang marah akan dipengaruhi sifat kritis, pendengki, pendiam, cemburuan, percaya diri rendah, agresif, mudah menilai orang dengan negatif, depresi, gelisah, lesu, mudah lelah, dan selalu gak enak perasaannya.

Begitu besarnya dampak negatif dari emosi marah tersebut. Gak cuma buat diri sendiri aja, bahkan buat diri orang lain juga.

Marah yang meledak – ledak akan menjadikan pelakunya berlaku destruktif dan merusak.

Marah yang dibiarkan meluap itu berasal dari godaan setan, kalo hal itu dituruti maka akan menjauhkan seseorang dari mengingat tuntunan Allah dan Rasul-Nya.

Marah yang seperti itu merupakan bara api yang ditiupkan setan ke dalam hati anak Adam.

Sesungguhnya, amarah itu berasal dari setan. (HR. Ahmad dan Abu Dawud)

2. Gejala Geologis

Berdasarkan gejala biologis, marah cuma akan membawa akibat buruk buat kesehatan seseorang.

Orang yang sedang marah akan mengalami tekanan darah yang meningkat, hormone stress meningkat, napas jadi pendek, jantung berdebar.

Marah juga akan membuat badan gemetar, pupil mata berkontraksi dengan gak teratur, kekuatan fisik meningkat, cara bicara dan gerak lebih cepat dan sering lebih sensitif.

Kemudian, tanda – tanda ini akan mengakibatkan pergerakan sel dan hormon dalam tubuh menjadi gak normal.


Cara Mengendalikan Marah

Cara Mengendalikan Marah

Islam gak melarang adanya marah tersebut, karena marah merupakan fitrah yang diciptakan Allah SWT buat manusia.

Islam ini cuma, mengarahkan kamu dalam menghadapi sifat emosional yang kamu alami itu.

Saat marah, Islam mengarahkan buat menyingkapi dengan bijak. Gak memendamnya dalam hati yang akan menimbulkan penyakit dan gak membiarkannya meluap tanpa kontrol sampai merusak.

Tapi, buat mengendalikan emosi marah ini kamu bisa lakukan dengan dua cara, diantaranya sebagai berikut:

1. Membaca Doa Istiadzah untuk Menutup Pintu Masuk Setan

Bacaan doa Istiadzah:

Bacaan doa Istiadzah

A’uudzu billahi minas syaithanir rajiim

Artinya:

Aku berlindung kepada Allah dari godaan setan yang terkutuk.

Lalu, Rasulullah bersabda:

Sungguh, aku akan mengajari suatu kalimat, yang apabila ia mengucapkannya maka akan hilang apa yang ia dapatkan (marah).

Jika ia membaca, “Auudzubillahi minasy syaitaanir rajiim”, niscaya hilanglah apa yang ia dapatkan. (HR. Ahmad, Bukhari, dan Muslim)

Dengan membaca doa istiadzah ini, maka setan akan menyingkir dan pergi jadi dia gak mampu lagi mengobarkan bara api amarah di hati kamu.

2. Membaca Doa Ketika Marah

infografis doa ketika marah

Bacaan doa ketika marah:

اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِيْ ذَنْبِيْ ، وَأَذْهِبْ غَيْظَ قَلْبِيْ ، وَأَجِرْنِيْ مِنَ الشَّيْطَانِ

Allahummaghfirli dzanbi, wa adzhib ghaizha qalbi, wa ajirni minas syaithani

Artinya:

Ya Allah, ampunilah dosaku, redamlah murka hatiku, dan lindungilah diriku dari pengaruh setan.

Dengan hati yang ingat kepada Allah SWT, maka kemarahan tersebut yang tadinya meluap menjadi reda.

Rasa kesal dan jengkel yang tadinya menguasai hati menjadi sirna, dan pikiran yang tadinya kacau menjadi terkontrol lagi.


Apa sih manfaat berdoa ketika marah?

Manfaat Doa Ketika Marah

Doa istiadzah dan doa ketika marah ini mempunyai kekuatan buat menolak kemarahan. Disebabkan oleh kandungan kata-kata yang ada dalam bacaan doa tersebut.

1. Teringat Kekuasaan Allah SWT

Dengan membaca doa istiadzah dan doa ketika marah, maka akan ingat pada kekuasaan, wewenang dan keperkasaan Allah SWT.

Kamu akan kembali disadarkan pada makna hakikat tauhid, yaitu kalo sejatinya gak ada yang berbuat, kecuali cuma Allah semata.

Dia-lah yang mempunyai kehendak, yang menciptakan, dan yang menggerakkan makhluk – makhluk-Nya di muka bumi ini.

Kalo kamu marah pada seseorang karena sifatnya, ucapannya, kelakuannya, tindak – tanduknya atau lainnya. Maka sama halnya kamu udah marah pada Allah.

Kalo kamu jengkel dan benci pada orang yang memaki – maki kamu, atau menipu kamu. Maka sama juga kamu jengkel dan benci pada Allah.

Kalo kamu mencela, mencemooh, dan menyumpahi seseorang yang kamu marahi. Maka sama halnya kamu udah mencela Allah.

Ingat! Niscaya kamu akan sadar kalo kemarahan kamu itu sungguh gak patut dan gak layak sama sekali.

2. Mengusir Setan yang Menggoda Kamu Jadi Marah

Karena marah itu datangnya dari godaan setan yang terkutuk, maka dengan membaca doa istiadzah ini setan akan pergi terbirit-birit.

Kemudian, saat setan menyingkir, pasti mudah buat kamu untuk mengingat kepada Allah SWT.

3. Teringat pada Dosa dan Kesalahan Kamu pada Allah

Dengan membaca doa ketika marah, kamu akan teringat dosa – dosa kamu kepada Allah SWT.

Sebagaimana hal tersebut, udah tertulis di dalam kalimat “ighfir lii dzambi” yang artinya ampunilah dosau.

Jadi, belajarlah buat memaafkan kesalahan orang lain akan menyucikan jiwa kamu, meninggikan kedudukan kamu, dan menguntungkan diri kamu sendiri.

Belajar buat memaafkan orang lain merupakan langkah yang penting buat menggapai maghfirah-Nya dan ridha-Nya.

Barang siapa menolak kemarahannya, maka Allah akan menolak siksa-Nya darinya. (HR.Thabrani).

Ketahuilah kalo amarah merupakan perasaan. Karena, amarah akan mengubah kesan kamu terhadap manusia. Amarah akan menggantikan persepsi positif jadi negatif.


Marah yang Baik

marah yang baik

Perlu diingat juga kalo marah itu gak selamanya jelek. Ada juga marah yang positif dan baik, loh!

Marah yang positif ini fungsinya buat melindungi kamu, memelihara hubungan kamu, mewujudkan harapan dan cita-cita, dan cara pandang kamu pada dunia.

Marah yang baik merupakan marah yang dilakukan buat perkara yang tepat, di saat yang tepat, dan dengan cara yang tepat juga.

Sebagai seorang mukmin, kamu dituntut buat selalu bisa mengendalikan marah.

Jadi, kemarahan kamu itu karena menemui kezhaliman dan diungkapkan dengan gak meninggalkan keadilan. Kemarahan kamu bukan karena dorongan nafsu, tapi karena Allah.

Beri konten ini 5 bintang dong
[Total: 0 Average: 0]
Avatar
Aditya Rangga

Pelajar yang insyaallah tidak pelit ilmu.

Update : 20 Juni 2020 - Published : 21 Maret 2020

       

Tinggalkan komentar