Doa Sesudah Makan

Avatar
Riki Ramdhani

Mahasiswa Pendidikan Agama Islam di Universitas Muhammadiyah Purwokerto. Founder salah satu program kemanusiaan terbaik di Purwokerto, Musharaka Project.

Apabila seseorang telah selesai menikmati rizki berupa makanan yang Allah berikan kepadannya, maka hendaknnya ia berdoa kepada Allah.

Apa doannya ? ini yang akan kita bahas bersama sama.

Namun sebelum masuk ke doa sesudah makan, perlu kita perhatikan pula adab adab yang bisa kita kerjakan sebelum kita menyudahi makanan kita.

Adab Setelah Makan dan Minum

Adap ketika makan tidak hanya terdapat diawal sebelum kita makan, tetapi Adab setelah makan juga perlu kita perhatikan, agar kita mendapat rahmat dan barokah dari makanan yang kita makan.

Syaikh ‘Abdul Hamid bin ‘Abdirrahman as-Suhaibani pernah menjelaskan mengenai Adab adab seseorang apabila ia telah selesai menyantap makanan, diantarannya.

1. Menghentikan Makan sebelum Kenyang

Makan terlalu banyak sehingga perut terasa sangat penuh, terasa sangat kenyang tentu akan berdampak buruk terhadap diri kita sendiri.

Obesitas, sakit perut, cepat lelah, bahkan menikmati makanan hingga kita merasa sangat kenyang bisa menghilangkan kecerdasan kita.

Maka dari itu sebagai bentuk meneladani Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, hendaknnya kita berhenti makan sebelum kita kenyang.

Rasulullah tidak pernah makan hingga dirinnya sangat kenyang, bahkan saya pernah mendengar dari salah satu ceramah bahwa Rasulullah ketika makan menekuk kakinnya (seperti orang jegang)

Tujuannya agar perutnnya terangkat dan tertahan oleh kaki, sehingga ketika makan akan cepat mudah merasa kenyang. wallahu’alam.

2. Mengambil Makanan yang Jatuh

Apabila seseorang makan biasannya ada suapan makanan yang jatuh kemudian dibiarkan begitu saja.

Padahal Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِذَا وَقَعَتْ لُقْمَةُ أَحَدِكُمْ فَلْيَأْخُذْهَا فَلْيُمِطْ مَا كَانَ بِهَا مِنْ أَذًى وَلْيَأْكُلْهَا وَلاَ يَدَعْهَا لِلشَّيْطَانِ

Apabila suapan makanan salah seorang di antara kalian jatuh, ambilah kembali lalu buang bagian yang kotor dan makanlah bagian yang bersih. Jangan dibiarkan suapan tersebut dimakan setan“.

HR. Muslim no. 2033

Hadist diatas diriwayatkan oleh Jabir bin ‘Abdillah, dimana ia pernah mendengar Rasulullah menyampaikan hadist diatas.

Salah satu hikmah kenapa kita diperintahkan memungut makanan yang jatuh ketika kita sedang makan adalah agar tidak mubadzir.

Karena diluar sana masih banyak orang orang yang mungkin belum bisa menikmati apa yang sedang kita makan.

3. Menjilat Tangan sebelum Mencuci

Asy Syaukani rahimahullah beliau menyampaikan bahwa “Menjilat jari jari dari sisa makanan yang menempel pada jari jari adalah sesuatu yang disyariatkan (dianjurkan)

Kenapa ? karena kita tidak tau dari makanan manakah yang terdapat barokah.

Setiap makanan yang disajikan, kemudian kita memperhatikan adab adab sebelum makan, dan membaca doa sebelum makan memang sudah terdapat barokah.

Tetapi kita tidak tau, dibagian mana dari makanan tersebut yang terdapat barokah, maka dari itu kita disunnahkan untuk menjilat sisa sisa makanan dijari jari kita.

Karena Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

وَلاَ يَمْسَحْ يَدَهُ بِالْمِنْدِيلِ حَتَّى يَلْعَقَ أَصَابِعَهُ فَإِنَّهُ لاَ يَدْرِى فِى أَىِّ طَعَامِهِ الْبَرَكَةُ

Janganlah dia sapu tangannya dengan serbet sebelum dia jilati jarinya. Karena dia tidak tahu makanan mana yang membawa berkah.

HR. Muslim no. 2033

4. Membersihkan Makanan di Sela sela Gigi

Kita tidak hanya diperintahkan untuk membersihkan makanan disela sela jari kita.

Tetapi kita juga diperintahkan untuk segera membersihkan makanan disela sela gigi kita, yang mungkin masih terdapat makanan yang menyangkut dengan berkumut atau menyikat gigi.

Karena dengan adannya sisa makanan yang menempel digigi kita akan menimbulkan bakteri apabila tidak segera dibersihkan. Dan bisa menimbulkan bau mulut, yang akan membuat tidak nyaman orang disekeliling kita.

Selain itu, dengan mulut ini lah kita senantiasa berdzikir kepada Allah.

5. Berdoa memuji Allah

Setelah kita selesai menikmati rizky yang Allah berikan berupa makanan dan minuman yang dapat meningkatkan daya tahan tubuh kita.

Maka segeralah memuji Allah dan berdoa kepada Allah, agar apa yang kita makan bisa bermanfaat bagi tubuh kita dan menjadi berkah terhadap diri kita.

Lalu doa apa yang kita panjatkan ketika selesai makan ?


Bacaan Doa Sesudah Makan

Salah satu adab setelah selesai makan adalah membaca doa dan memuji Allah subhanahu wa ta’alla.

Ada banyak hadist yang membahas mengenai doa setelah makan ini, diantarannya hadist dari Abu Umamah, bahwa ia berkata “Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika selesai makan beliau membaca,

Alhamdulillahi kastiron thoyyiban mubarokan fiih, ghoiro makfiyyin wa laa muwadda’in wa laa mustaghnan ‘anhu robbanaa

Artinnya :

Segala puji hanyalah milik Allah, yang Allah tidak butuh pada makanan dari makhluk-Nya, yang Allah tidak mungkin ditinggalkan, dan semua tidak lepas dari butuh pada Allah, wahai Rabb kami)

HR. Bukhari no. 5458

Itulah salah satu dalil dari diperintahkannya kita untuk membaca doa setelah makan.

Tapi selain hadist diatas, ada juga hadist yang lebih mashyur dikalangan masyarakat kita mengenai doa sesudah makan.

Yaitu hadist yang diambil dari Mu’adz bin Anas, bahwa ia mendengar dari ayahnya, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Barang siapa yang selesai makan makanan kemudian ia membaca…

Bacaan Doa Sesudah Makan Arab

الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِى أَطْعَمَنِى هَذَا وَرَزَقَنِيهِ مِنْ غَيْرِ حَوْلٍ مِنِّى وَلاَ قُوَّةٍ. غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

Bacaan Doa Sesudah Makan Latin

“Alhamdulillaahilladzii ath’amanii haadzaa wa rozaqoniihi min ghoiri haulin minnii wa laa quwwatin”

Arti Bacaan Doa Sesudah Makan

Segala puji bagi Allah yang telah memberiku makanan ini, dan merizkikan kepadaku tanpa daya serta kekuatan dariku), maka diampuni dosanya yang telah lalu.

(HR. Abu Daud no. 4043, Tirmidzi no. 3458, Ibnu Majah no. 3285 dan Ahmad 3: 439. Imam Tirmidzi, Ibnu Hajar dan ulama lainnya menghasankan hadits ini)

Bacaan doa selesai makan “Alhamdulillaahilladzii ath’amanii haadzaa wa rozaqoniihi min ghoiri haulin minnii wa laa quwwatin” sudah sangat mashyur dikalangan masyarakat kita.

Namun tidak semua orang hafal doa tersebut, lalu bagaimana jika kita tidak hafal doa sesudah makan tersebut ?

Maka cukuplah kita membaca Alhamdulillah” dalilnya apa ?

Dari Anas bin Malik, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِنَّ اللَّهَ لَيَرْضَى عَنِ الْعَبْدِ أَنْ يَأْكُلَ الأَكْلَةَ فَيَحْمَدَهُ عَلَيْهَا أَوْ يَشْرَبَ الشَّرْبَةَ فَيَحْمَدَهُ عَلَيْهَا

Sesungguhnya Allah Ta’ala sangat suka kepada hamba-Nya yang mengucapkan tahmid (alhamdulillah) sesudah makan dan minum

HR. Muslim no. 2734

Imam an Nawawi mengomentari hadist diatas, bahwa kata beliau “Apabila seseorang selesai makan lalu mencukupkan dengan membaca “alhamdulillah”, maka ia sudah dikatakan menjalankan sunnah”.


Daftar Pustaka :

  1. Rumaysho.com, Muhammad Abduh Tuasikal, MSc “Adab Makan Penuh Barokah (1)
  2. Rumaysho.com, Muhammad Abduh Tuasikal, MSc “Adab Makan Penuh Barokah (2)
  3. Almanhaj.or.id, Syaikh ‘Abdul Hamid bin ‘Abdirrahman as-Suhaibani, “Adab adab Makan dan Minum”