Sistem Pemilu di Indonesia

Pemilu dilaksanakan di Indonesia pertama kali yaitu pada tahun 1955 yang mempunyai payung hukum yang cukup kuat.

Yaitu pada Undang undang no.27 tahun 1953 yang menyatakan, kalo pemilu dilakukan harus secara langsung, umum, bebas, dan rahasia.

Sistem pemilu di Indonesia merupakan sebuah cara buat menerapkan dan memberi kebebasan seluas-luasnya pada setiap warga negara agar memakai hak pilihnya buat memilih wakil rakyat yang dinginkan.

Kamu ingin tahu, apa aja sistem pemilu yang ada di Indonesia ini? Yuk langsung aja simak ulasannya berikut ini!


Asas-Asas Pemilu

Asas-Asas Pemilu

1. Asas Langsung

Apa itu asas langsung dalam pemilu? Jadi,

Asas langsung adalah rakyat bisa langsung memilih calon pemimpin yang sesuai dengan pikiran dan hati, tanpa diwakili siapapun.

Nah, buat seseorang yang sedang sakit bisa langsung memberikan suaranya dirumahnya dengan pengawasan dari pihak panitia, supaya kertas tersebut gak dibuat curang.

2. Asas Umum

Asas umum merupakan pemilihan umum berlaku buat siapa aja, gak memandang jenis kelamin, pekerjaan, dan status sosial seseorang.

Pemilu merupakan hak setiap warga negara yang udah memenuhi syarat, contohnya udah berusia 17 tahu atau udah menikah dan sehat jasmani rohani.

3. Asas Bebas

Pemilu berlaku buat segenap warga negara Indonesia yang tinggal dikawasan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) atau yang sedang tinggal diluar negeri.

Pemilu bisa dilakukaan di negara lain yang sebelumnya udah melewati beberapa prosedur ijin yang resmi dari pihak pemerintaha negaar itu sendiri dan duta besar.

Nah, setiap pemilih itu bisa berhak mengubah calon pemimpin yang akan dipilihnya tanpa ancaman atau paksaan orang lain.

4. Asas Rahasia

Memilih calon pemimpin tidak bisa diberitahukan pada orang lain bahkan padaa pihk panitia sekalipun agar tercipta suasana yang tetap aman, gak memicu keributan dan saling menghina cuma karena beda pilihan.

Pihak panitia pemilu juga gak diperbolehkan buat memberitahukan pilhan orang lain, pilihan diri sendiri, bahkan dilarang bertanya pada pemilih tentang calon pemimpin yang mana yang akan dipilihnya.

5. Asas Adil

Semua pemilih mendapatkan hak dan perlakuan yang sama termasuk perlindungan dari adanya ancaman dan kecurangan dari pihak-pihak tertentu.

Para pemilih yang berusia manula, gak diperbolehkan ditinggalkan begitu aja tanpa pemberitahuan.

Dari beberapa kasus yang pernah terjadi, ada beberpa oknum dan orang yang gak bertanggung jawab mengendalikan situasi tertentu.

Seperti membiarkan para manula terlambat datang dalam pemilu, yang akhirnya mereka kehilangan hak pilihnya karena alasan waktu pemilu udah habis.

6. Asas Jujur

Pemilu harus diaksanakan dengan jujur dan apa adanya tanpa ada perwakilan dari keluarga, teman, atau orangtua atau lewat perantara lainnya.

Saat penghitungan suara dilakukan, maka pihak panitia penyelenggara pemilu harus menperbolehkan masyarkat ikut menyaksikan acara penghitungan suara tersebut.

Jadi, intinya yaitu Penghitungan suara harus secara transparan, melibatkan masyarakat, dan secara langsung.


Sistem Pemilu di Indonesia

Sistem Pemilu di Indonesia

Ada beberapa sistem pemilu di Indonesia yang menjadikan pemilu tersebut sesuatu yang istimewa buat seluruh warga negara yang ada dalam kawasan Negara Kesatuan republik Indonesia.

1. Sistem Hak Pilih

Sistem hak pilih ini cuma bisa dipakai satu kali dengan usia yang udah 17 tahun atau udah menikah dan mempunyai jiwa raga yang sehat (gak gila).

Hak pilih gak bisa diwakilkan oleh siapapun dan apapun alasannya. Kalo gak sanggup datang pada tempat pemilu, maka seseorang dianggap sebagai golongan putih (golput).

Sebaiknya pakailah hak pilih, karena jadi golput itu cuma melenyapkan hak dan menggagalkan harapan kamu dalam menentukan seorang pemimpin yang diinginkan.

2. Sistem Pemilihan

Sistem pemilihan adalah sistem yang mempunyai 2 kategori pemilihan.

a. Secara Mekanis.

Dimana, masyarakat secara individu punya hak masing-masing dalam memilih, mengeluarkan suaranya setiap tempat pemilu buat satu wilayah perwakilan yang ada pada PARPOL yang diinginkan.

b. Secara Organes

Sekelompok individu yang hidup dalam keragaman perbedaan, tapi bersatu jadi satu kesatuan yang kuat dalam memanfaatkan hak pilihannya tanpa ada intuminasi, deskriminasi, dan tekanan dari pihak manapun.

3. Sistem Pembagunan Daerah Pemilihan

Apa itu sistem pembangunan daerah pemilihan? Adalah,

Sebuah daerah yang memiliki warga yang cukup banyak, tapi belum sepenuhnya merasakan pembanguanan yang merata dari segala sektor kehidupan, dengan adanya pemilu rakyat dengan mudah akan memilih calon pemimpin yang mendukung pembangunan wilayah mereka agar sejajar dengan pembangunan diwilayah lain.

4. Sistem Percalonan

Apa sih, yang dimaksud dengan sistem percalonan itu? Ya, sistem percalonan yaitu:

Calon pemimpin akan dipromosikan oleh partai pendukungnya sambil memberitahukan wacana istimewa yang akan dibuat untuk kemajuan pembangunan didalam negeri kalo terpilih nanti.

Kampanye yang dilakukan agar masyarakat bisa melihat, mengetahui, memahami, dan menyelami latar belakang calon pemimpin dan memilih calon pemimpinnya yang sesuai dengan tujuan mereka.


Sistem Pemilu yang Saling Berhubungan

Sistem Pemilu yang Saling Berhubungan

1. Sistem Pemilu Proporsional

Sistem pemilu proporsional ini lebih memakai pertimbangan dan pemikiran yang logis, mengenai jumlah penduduk serta jumlah kursi di suatu daerah pemilihan.

Makanya, daerah yang punya penduduk lebih besar bisa dipastikan akan dapat jumlah kursi dalam jumlah yang besar juga. Begitu juga sebaliknya!

2. Sistem Pemilu Distrik

Sistem pemilu distrik merupakan pemilihan umum yang mengandalkan daerah penduduk dan bukan dilihat dari berapa jumlah penduduk yang ada didalamnya.

Walaupun banyak calon pemimpin yang ditawarkan dalam berkampanye, tapi saat pemilu berlangsung cuma satu yang akan jadi pemenangnya.

3. Sistem Pemilu Kombinasi/Campuran

Pemilihan kombinasi merupakan gabungan antara sistem pemilu yang memakai sistem pemilu proporsional dan juga distrik.

Contohnya: Sebagian anggota dari parlemen negara dipilih dengan memakai sistem proporsional dan yang setengah lainnya menjalani pemilihan dalam sistem distrik.


Manfaat adanya Pemilu

Manfaat adanya Pemilu

Ada banyak sekali manfaat yang bisa diambil dengan adanya PEMILU ini, diantaranya sebagai berikut ini:

  • Pemilu bisa dijadikan sarana terbaik buat melakukan pergantian pemimpin secara konstitusional, kondusif, dan bisa dirasakan kinerja pemimpinnya selama 5 tahun berkuasa. Kalo rakyat tidak puas, maka bisa menggantikannya dengan sosok yang baru melalui pemilu.
  • Pemilu bisa dijadikan sebagai tempat rakyat buat mengeluarkan pendapat, tentang siapa yang layak dipilih mereka buat memimpin negara atau sebagai wadah buat ikut berpartisipasi dalam proses politik.
  • Pemilu bisa dijadikan sebagai tempat buat para pemimpin politik buat mendapatkan legitimasi dan mendapatkan kepercayaan dari rakyat.
  • Pemilu bisa dijadikan sebagai wadah buat mewujudkan kedaulatan rakyat yang kuat dan gak bisa diintimidasi oleh pihak manapun dan punya hak penuh buat memilih calon pemimpin sesuai dengan keinginan tanpa paksaaan, ancaman, atau tekanan dari orang lain agar gak jadi tindakan penyalahgunaan kewenangan.

Nah, itulah penjelasan terlengkap mengenai Sistem Pemilu di Indonesia yang perlu kalian semua ketahui.

Supaya, nanti kalo saatnya Pemilihan Umum kamu gak bingung dalam melakukan pimilihan. Semoga bisa membantu dan bermanfaat 😀

Avatar
Aditya Rangga

Pelajar yang insyaallah tidak pelit ilmu

Update : 14 Juni 2020 - Published : 14 Juni 2020