Sholat Taubat

Taubat atau at-Taubah berasal dari kata تَوَبَ yang berarti kembali.

Dia telah beraubat artinnya adalah seorang muslim telah kembali kejalan Allah, dan meninggalkan segala dosa dosa.

Taubat berarti kembali kejalan Allah, meninggalkan segala dosa dosa dan kemaksiatan menyesali segala perbuatan dan berjanji untuk tidak mengulanginnya kembali.

Lalu apakah Taubat harus diawali dengan sholat taubat ? berikut penjelasannya.


Apa Itu Sholat Taubat

Shalat taubat adalah shalat yang ditunaikan sebanyak dua rakaat sebagai bentuk penyesalan akibat dosa dosa yang dilakukan oleh seoarang hamba kepada Allah.

Empat ulama mazhab sepakat bahwa sholat taubat adalah sholat yang disunnahkan, sebagaimana hadist yang di ambil dari Abu Bakr Ash Shiddiq, bawha Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

« مَا مِنْ عَبْدٍ يُذْنِبُ ذَنْبًا فَيُحْسِنُ الطُّهُورَ ثُمَّ يَقُومُ فَيُصَلِّى رَكْعَتَيْنِ ثُمَّ يَسْتَغْفِرُ اللَّهَ إِلاَّ غَفَرَ اللَّهُ لَهُ

Tidaklah seorang hamba melakukan dosa kemudian ia bersuci dengan baik, kemudian berdiri untuk melakukan shalat dua raka’at kemudian meminta ampun kepada Allah, kecuali Allah akan mengampuninya.”

HR. Tirmidzi no. 406, Abu Daud no. 1521, Ibnu Majah no. 1395. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih

Meskipun sebagian ulama ada yang mengatakan bahwa hadist ini dhoif atau tidak bisa dijadikan dalil.

Tetapi apabila kita buka Al Qur’an Surah Ali Imran ayat 135 sudah bisa menjadi dalil pendukung, bahwa disyariatkannya sholat taubat.

وَٱلَّذِينَ إِذَا فَعَلُوا۟ فَٰحِشَةً أَوْ ظَلَمُوٓا۟ أَنفُسَهُمْ ذَكَرُوا۟ ٱللَّهَ فَٱسْتَغْفَرُوا۟ لِذُنُوبِهِمْ وَمَن يَغْفِرُ ٱلذُّنُوبَ إِلَّا ٱللَّهُ وَلَمْ يُصِرُّوا۟ عَلَىٰ مَا فَعَلُوا۟ وَهُمْ يَعْلَمُونَ

Dan (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri, mereka ingat akan Allah, lalu memohon ampun terhadap dosa-dosa mereka dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain dari pada Allah? Dan mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu, sedang mereka mengetahui.

Surah Ali Imran ayat 135

Apa Keutamaan Sholat Taubat ?

Sebagaimana hadist yang disampaikan oleh Abu Bakr Ash Shiddiq diatas sudah dapat mewakilkan keutamaan dari sholat taubat tersebut.

Adapun faidah penting yang bisa kita ambil dari dilaksanakannya sholat taubat adalah :

1. Maha Pengampunnya Allah

Allah subhanahu wa ta’alla telah berfirman didalam quran surah Az zumar ayat 53,

قُلْ يَا عِبَادِيَ الَّذِينَ أَسْرَفُوا عَلَىٰ أَنْفُسِهِمْ لَا تَقْنَطُوا مِنْ رَحْمَةِ اللَّهِ ۚ إِنَّ اللَّهَ يَغْفِرُ الذُّنُوبَ جَمِيعًا ۚ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ

Katakanlah: “Hai hamba-hamba-Ku yang malampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dialah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

Surah Az zumar ayat 53,

Meskipun kita telah berbuat dosa, telah berbuat maksiat apa kata Allah ? Jangan lelah, cepat kembali, cepat taubat, cepat mohon ampun “Janganlah kamu berputus ada dari rahmat Allah”.

Masyaallah, bahkan Allahpun menunjukan kita bagaimana cara bertaubat, sebagaimana yang dijelaskan oleh hadist dari abu bakr diatas.

2. Meningkatkan Takwa

Selain itu sholat taubat juga mengingatkan kita sebagai seorang muslim untuk senantiasa meningkatkan taqwa kita kepada Allah.

Dan menjauhi segala larangan larangan Allah, karena kita tidak tau kapan waktu kita kembali kepadaNya.

Apabila kita lalai kemudian kita berbuat maksiat dan diberikan kesempatan untuk bertaubat kepada Allah, itu masih lebih baik.

Yang tidak baik adalah apabila kita lalai, kemudian kita diwafatkan dalam keadaan bermaksiat kepada Allah. Naudzubillah Min Dzalik

3. Menyesali Segala Perbuatan

Yang dimaksud meminta ampun kepada Allah, dalam hadist diatas adalah menyesali segala perbuatan maksiat yang telah dikerjakan.

Dan bersungguh sungguh untuk meninggalkannya dan berjanji untuk tidak mengulanginnya lagi.

Hal ini akan membuat manusia menjadi lebih semangat untuk meningkatkan taqwa kepada Allah.

4. Merasa Takut Berbuat Maksiat

Tingkatan tertinggi orang yang bertaubat dari maksiat yang ia pernah kerjakan adalah ia menyesalinnya.

Dan kata Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu,

“Sesungguhnya orang yang beriman (bertaubat) memandang dosannya seperti memandang sebuah Gunung (besar) yang takut gunung itu akan menimpa dan membinasakannya”


HR al-Bukhari (no. 5949

Kapan Waktu Dilakukannya Sholat Taubat?

Sholat taubat adalah sholat yang didirikan tanpa adannya waktu khusus untuk mendirikannya.

Kita boleh saja mendirikan sholat taubat diwaktu siang ataupun malam, yang terpenting kita perlu memperhatikan waktu waktu yang diharamkan untuk mendirikan sholat.

Diantara waktu yang dilarang mendirikan sholat adalah :

  1. Dari Waktu Bada Shubuh sampai terbit matahari
  2. Waktu matahari terbit hingga matahari meninggi (kurang lebih 15 menit sejak waktu terbit)
  3. Ketika matahari di atas kepala tidak condong ke timur atau barat.
  4. Waktu ketika bada Ashar hingga matahari mulai tenggelam.
  5. Dari matahari mulai tenggalam sampai matahari tenggelam sempurna.

Diluar waktu itu, kita boleh mendirikan sholat taubat.

Apabila seseorang berbuat maksiat, ia wajib bertaubat kepada Allah, adapun dengan mendirikan sholat taubat dua rakaat itu sunnah dilakukan sebagaimana hadist yang disampaikan oleh Abu Bakr Ash Shiddiq

Untuk waktunnya bebas memilih, dengan catatan diluar waktu waktu yang diharamkan untuk mendirikan sholat.


Syarat Syarat Taubat

Sholat taubat adalah salah satu cara yang bisa kita lakukan untuk kembali kepada Allah.

Menyesali segala perbuatan yang kita lakukan agar Allah senantiasa mengampuni dosa dosa kita.

Tapi ada hal lain yang perlu kita perhatikan ketika kita hendak betaubat kepada Allah.

1. Ikhlas

Bertaubat kepada Allah dilakukan dengan sepenuh hati, Ikhlas dan hanya mengharap ridho dan ampunan Allah.

Bukan karena ingin dilihat orang bahwa kita telah bertaubat atau kepentingan tujuan duniawi saja.

2. Menyesal

Menyesali perbuatan yang telah dilakukan adalah salah satu syarat taubat.

Bahkan Umar ibnu khattab, ‘Ali dan juga Ibnu Mas’ud sahabat yang mulia mengatakan “Taubat adalah dengan menyesal”

Apabila kita menyesali perbuatan maksiat yang kita lakukan, kemudian kita menangisi perbuatan maka kata Malik bin Dinar,

Menangisi dosa-dosa itu akan menghapuskan dosa-dosa sebagaimana angin mengeringkan daun yang basah.

Lihat Jaami’ul ‘Ulum wal Hikam,

3. Betekad Untuk Tidak Mengulangi

Apabila seseorang yang telah bertaubat tetapi tidak bertekad untuk tidak mengulanginnya lagi maka kata sebagian ulam “orang tersebut tidak benci terhadap maksiat yang ia kerjakan”

Namun apabila seseorang telah bertekad, telah menyesali segala perbuatan kemaksiatannya, tetapi dilain waktu ia kembali melakukan maksiat.

Allahpun berfirman :

ا تَقْنَطُوا مِنْ رَحْمَةِ اللَّهِ ۚ

Janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah.

Qs Az Zumar ayat 53

Karena sesungguhnya orang orang yang beriman itu adalah orang orang yang menyadari apabila ia berbuat salah, ia segera menjemput ampunan Allah.

4. Menyegerakan Taubat

Menyegarakn bertaubat kepada Allah adalah sesuatu yang wajib dilakukan.

Jangan sampai kita menunda nunda taubat yang ingin kita lakukan.

Karena kita tidak tau, bisa jadi Ajal lebih dulu datang dibanding Ampunan Allah, Naudzubillah Min Dzalik

Maka dari itu apabila kita sadar kita telah berbuat salah, maka seketika itu juga kita memohon ampun kepada Allah dan bertaubat kepada Allah.

Bahkan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :


إِنَّ اللهَ يَبْسُطُ يَدَهُ بِاللَّيْلِ لِيَتُوْبَ مُسِيْءُ النَّهَارِ ، وَبِالنَّهَارِ لِيَتُوْبَ مُسِيْءُ اللَّيْلِ

“Sungguh, Allah meluaskan tangan-Nya pada malam hari untuk menerima taubat dari hamba yang bermaksiat di siang hari. Dan Allah meluaskan tangan-Nya pada siang hari untuk menerima taubat dari hamba yang bermaksiat di malam hari.” 

HR. Muslim)

Tata Cara Sholat Taubat

Sholat taubat adalah sholat yang didirkan sebanyak 2 rakaat, untuk tata cara pelaksanaannya sama saja dengan sholat sunnah pada biasannya.

1. Berwudhu

2. Berdiri (bagi yang mampu berdiri)

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

Shalatlah dalam keadaan berdiri. Jika tidak mampu, kerjakanlah dalam keadaan duduk. Jika tidak mampu lagi, maka kerjakanlah dengan tidur menyamping.

3. Takbiratul Ihram

Takbiratul Ihram ini adalah dengan mengucap “allahu akbar”

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مِفْتَاحُ الصَّلاَةِ الطُّهُورُ وَتَحْرِيمُهَا التَّكْبِيرُ وَتَحْلِيلُهَا التَّسْلِيمُ

Pembuka shalat adalah thoharoh (bersuci). Yang mengharamkan dari hal-hal di luar shalat adalah ucapan takbir. Sedangkan yang menghalalkannya kembali adalah ucapan salam.

4. Membaca Surah Al Fatihah (Pada setiap Rakaa’at Shalat)

Sholat yang didirikan tanpa membaca surah al fatihah maka tidak sah shalat yang dirikan.

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

لاَ صَلاَةَ لِمَنْ لَمْ يَقْرَأْ بِفَاتِحَةِ الْكِتَابِ

Tidak ada shalat (artinya tidak sah) orang yang tidak membaca Al Fatihah.

Setelah selesai membaca surah Al Fatihah, disunnahkan untuk membaca surah al qur’an yang kita hafal dan kita bisa.

5. Ruku’

Ketika ruku’ kita bisa membaca doa :

سُبْحَانَ رَبِّىَ الْعَظِيمِ

“Subhaana robbiyal ‘adhiimi wabihamdih.”

Artinnya : Mahasuci Tuhanku yang Mahaagung dan segala puji bagi-Nya.

6. I’tidal

I’tidal adalah bangkit dari Ruku’, dengan membaca “Sami ‘Alloohu Liman Hamidah”

Dan kemudian dilanjutkan dengan membaca :

رَبَّنَا لَكَ الْحَمْدُ مِلْءَ السَّمَوَاتِ وَالأَرْضِ وَمِلْءَ مَا شِئْتَ مِنْ شَىْءٍ بَعْدُ

“Rabbanaa Lakal Hamdu Mil’us Samaawati Wa Mil’ul Ardhi Wa Mil ‘Umaasyi’ta Min Syai’in Ba’du.”

7. Sujud

Ketika sujud kita berdoa,

سُبْحَانَ رَبِّىَ الْأَعْلَى وَبِحَمْدِهِ

“Subhaana robbiyal ‘a’la wabihamdih”

Artinnya : Mahasuci Tuhanku yang Mahatinggi dan segala puji bagi-Nya.

8. Duduk diantara dua sujud

Ada banyak lafadz doa duduk diantara dua sujud yang bisa kamu baca, contohnnya doa duduk diantara dua sujud yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad,

رَبِّ اغْفِرْ لِي ، وَارْحَمْنِي ، وَاجْبُرْنِي ، وَارْفَعْنِي ، وَارْزُقْنِي ، وَاهْدِنِي

Robbighfirlii Warhamnii, Wajburnii, Warfa’nii, Warzuqnii, Wahdinii

Artinya : Ya Allah ampunilah aku, rahmatilah aku, perbaikilah keadaanku, tinggikanlah derajatku, berilah rezeki dan petunjuk untukku).

HR. Ahmad, 1:371. Syaikh Syu’aib Al-Arnauth mengatakan bahwa haditsnya hasan

8. Salam

Setelah selesai mendirikan shalat sebanyak 2 rakaat dan satu salam, kita diperintahkan untuk banyak beristighfar.

Doa Sholat Taubat

Tidak ada bacaan atau doa khusus apabila kita selesai mendirikan shalat taubat.

Kita hanya diperintah untuk memperbanyak beristighfar memohon ampun kepada Allah, sambil merenungi dan menyesali perbuatan dosa yang telah kita lakukan.

Bacaan Istighfar yang bisa kita panjatkan sangat banyak macamnnya, contohnnya doa yang di contohkan oleh Abu Bakr Ash Shiddiq, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alahi wa sallam bersabda,

اللَّهُمَّ إِنِّى ظَلَمْتُ نَفْسِى ظُلْمًا كَثِيرًا وَلاَ يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلاَّ أَنْتَ ، فَاغْفِرْ لِى مَغْفِرَةً مِنْ عِنْدِكَ ، وَارْحَمْنِى إِنَّكَ أَنْتَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ

“Allahumma Innii Zholamtu Nafsii Zhulman Katsiiran Wa Laa Yaghfirudz Dzunuuba Illaa Anta Faghfirlii Maghfiratan Min ‘Indika Warhamnii Innaka Antal Ghafuurur Rahiim”

Ya Allah, sungguh aku telah menzhalimi diriku sendiri dengan kezhaliman yang banyak, sedangkan tidak ada yang dapat mengampuni dosa-dosa kecuali Engkau. Maka itu ampunilah aku dengan suatu pengampunan dari sisi-Mu, dan rahmatilah aku. Sesungguhnya Engkau Maha Pengampun lagi Maha Penyayang

HR. Bukhari no. 834 dan Muslim no. 2705

Atau kita juga bisa membaca bacaan istighfar atau doa lainnya yang biasa kita bacakan selepas sholat seperti :

Membaca Doa Sayyidul Istighfar

Bacaan Doa Sayyidul Istighfar Arab

اَللَّهُمَّ أَنْتَ رَبِّيْ ، لَا إِلٰـهَ إِلاَّ أَنْتَ خَلَقْتَنِيْ وَأَنَا عَبْدُكَ ، وَأَنَا عَلَى عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَا اسْتَطَعْتُ ، أَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا صَنَعْتُ ، أَبُوْءُ لَكَ بِنِعْمتِكَ عَلَيَّ ، وَأَبُوْءُ بِذَنْبِيْ فَاغْفِرْ لِيْ ، فَإِنَّهُ لَا يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلاَّ أَنْتَ

Bacaan Doa Sayyidul Istighfar Latin

“Allaahumma anta robbii, laa ilaaha illaa anta, kholaqtanii, wa anaa ‘abduka, wa anaa ‘alaa ‘ahdika wa wa’dika mas-tatho’tu, a’uudzu bika min syarri maa shona’tu, abuu-u laka bini’matika ‘alayya, wa abuu-u laka bi-dzanbii, faghfir lii, fa-innahu laa yagh-firudz-dzunuuba illaa anta.”

Arti Bacaan Doa Sayyidul Istighfar

Ya Allah, Engkau adalah Tuhanku, tidak ada sesembahan yang berhak disembah kecuali Engkau, Engkaulah yang menciptakan aku. Aku adalah hambaMu. Aku akan setia pada perjanjianku denganMu semampuku. Aku berlindung kepadaMu dari kejelekan yang kuperbuat. Aku mengakui nikmatMu kepadaku dan aku mengakui dosaku, oleh karena itu, ampunilah aku. Sesungguhnya tiada yang mengampuni dosa kecuali Engkau.

HR. Al Bukhari no. 5522

Membaca Doa Istighfar Nabi Adam

Bacaan Doa Istighfar Nabi Adam Arab

رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنْفُسَنَا وَإِنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِينَ

Bacaan Doa Istighfar Nabi Adam Latin

“Rabbanaa zhalamnaa anfusanaa wa-in lam taghfir lanaa watarhamnaa lanakuunanna minal khaasiriina.”

Arti Doa Istighfar Nabi Adam

Ya Tuhan kami, kami telah menzalimi diri kami sendiri. Jika Engkau tidak mengampuni kami dan memberi rahmat kepada kami, niscaya kami termasuk orang-orang yang rugi.

Qs Al A’raf 23

Membaca Doa Istighfar Nabi Yunus

Bacaan Doa Istighfar Nabi Yunus Arab

لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ سُبْحَانَكَ إِنِّي كُنْتُ مِنَ الظَّالِمِينَ

Bacaan Doa Istighfar Nabi Yunus Latin

“Laa ilaaha illaa anta, subhaanaka, innii kuntu minadz dzaalimiin.”

Arti Bacaan Doa Istighfar Nabi Yunus

Ya Allah, Tiada Tuhan selain Engkau. Maha Suci Allah. Sesungguhnya aku telah menganiaya diriku sendiri dan aku termasuk golongan orang yang zalim.

Qs Al Anbiya : 87

Membaca Doa Istighfar Nabi Musa

Bacaan Doa Istighfar Nabi Musa Arab

قَالَ رَبِّ اِنِّيْ ظَلَمْتُ نَفْسِيْ فَاغْفِرْ لِيْ فَغَفَرَ لَهٗ ۗاِنَّهٗ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ

Bacaan Doa Istighfar Nabi Musa Latin

Qaala Rabbi Innii Zhalamtu Nafsii Faighfir Lii Faghafara Lahu Innahu Huwa Alghafuuru Alrrahiimu

Arti Bacaan Doa Istighfar Nabi Musa

Dia (Musa) berdoa, “Ya Tuhanku, sesungguhnya aku telah menzalimi diriku sendiri, maka ampunilah aku.” Maka Dia (Allah) mengampuninya. Sungguh, Allah, Dialah Yang Maha Pengampun, Maha Penyayang.

QS. Al-Qasas: 16

Membaca Doa Istighfar Rasulullah

Bacaan Doa Istighfar Rasulullah Arab

سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوبُ إِلَيْكَ

Bacaan Doa Istighfar Rasulullah Latin

“Subhanakallahumma wa bihamdika asyhadu alla ilaaha illa anta, astaghfiruka wa atuubu ilaik”

Arti Bacaan Doa Istighfar Rasulullah

Maha Suci Engkau Ya Allah, segala pujian untuk-Mu, aku bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yang berhak disembah selain Engkau dan aku meminta ampunan dan bertaubat pada-Mu.

HR. Abu Daud, no. 4857

Niat Sholat Taubat

Niat itu adalah al qasdhu atau keinginan didalam hati, apabila kita sudah berkeinginan dalam hati untuk mendirikan sholat taubat maka tanpa perlu pelafadzkan kita sudah dikatakan berniat.

Adapun Bacaan niat shalat taubat yang mashyur dikalangan masyarakat kita seperti bacaan niat,

Bacaan Niat Sholat Taubat Arab

أُصَلِّيْ سُنَّةَ التَّوْبَةِ رَكْعَتَيْنِ لِلَّهِ تَعَالَى

Bacaan Niat Sholat Taubat Latin

“Ushollii sunnatat taubati rok’ataini lillaahi ta’aalaa.”

Arti Bacaan Niat Sholat Taubat

“Aku berniat melakukan sholat sunnah taubat dua rakaat karena Allah Ta’ala.”

Sesungguhnya, orang orang yang beriman itu adalah orang orang yang salah kemudian menyadari kesalahannya kemudian bertaubat kepada Allah.

Orang yang sadar dirinnya adalah orang tidak baik, orang yang banyak berbuat salah, orang yang banyak berbuat dosa bisa jadi dia adalah orang yang paling baik.

Tapi sebaliknya, orang yang merasa dirinnya baik, alim, tidak pernah berbuat salah atau dosa, bisa jadi orang tersebut adalah orang yang paling buruk.

Kalau kita tidak mampu berlomba dengan orang sholeh dalam ketataan kepada Allah, maka berlombahlah dengan para pendosa dalam beristighfar kepada Allah.

Adi Hidayat Lc Ma

Daftar Pustaka :

  1. Rumaysho.com, Ustadz Abdullah bin Taslim al-Buthoni, MA, “Keutamaan Sholat Taubat”
  2. Rumaysho.com, Muhammad Abduh Tuasikal, MSc, “Manhajus Salikin: Rukun Shalat (Ucapan dan Gerakan) serta Wajib Shalat”
  3. Rumaysho.com, Muhammad Abduh Tuasikal, MSc, “Manhajus Salikin: Sunnah Shalat”
  4. Rumaysho.com, Muhammad Abduh Tuasikal, MSc, “Lima Waktu Terlarang Shalat”
  5. Rumaysho.com, Muhammad Abduh Tuasikal, MSc, “Manhajus Salikin: Variasi Bacaan Ketika Duduk antara Dua Sujud ”
  6. Rumaysho.com, Muhammad Abduh Tuasikal, MSc, “Anjuran Shalat Taubat”
  7. Muslim.or.id, Ustadz Abu Hudzaifah Yusuf, “Syarat Agar Taubat Diterima “.
Avatar
Riki Ramdhani

Mahasiswa Pendidikan Agama Islam di Universitas Muhammadiyah Purwokerto. Founder salah satu program kemanusiaan terbaik di Purwokerto, Musharaka Project.

Update : 20 Juni 2020 - Published : 30 Mei 2020

       

Tinggalkan komentar