Shalat Ghaib

Shalat Ghaib adalah shalat yang dilaksanakan untuk menghormati orang yang sudah meninggal dunia dan jenazahnnya tidak ada ditempat.

Perihal syariat mengenai shalat ghaib ini ada perbedaan dikalangan ulama diantarannya :


Syariat Shalat Ghaib

1. Ulama yang Membolehkan Shalat Ghaib

Ulama yang membolehkan dilakukannya shalat ghaib ini adalah Imam Asy Syafi’i dan juga Imam Abu Ahmad bin Hambal.

Dimana beliau mengambil dalil, ketika Nabi shalllallahu ‘alaihi wa salam mensholat ghaibkan Raja An Najasy (saat ini dikenal sebagai Ethiopia).

Sedangkan saat itu nabi berada di Madinnah.

2. Ulama yang Tidak Membolehkan Shalat Ghaib

Ulama yang tidak membolehkan dilakukannya shalat ghaib ini adalah Imam Malik dan juga Imam Abu Hanifa.

Dalilnnya, karena shalat ghoib yang dilakukan Nabi kepada Raja An Najasy itu, khusus hanya untuk beliau saja bukan untuk masyarakat umum.

3. Ulama yang merinci Shalat Ghaib

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah mengambil pendapat bahwa, apabila ada seorang muslim yang meninggal dunia dan belum ada yang mensholatinnya, kita perlu untuk melakukan sholat ghaib untuk menghormatinnya.

Namun apabila ada seorang muslim yang meninggal dunia dan tidak ada mensholatinnya, maka kita juga tidak perlu mendirikan shalat ghaib untuk menghormatinnya.

Karena telah gugur shalat ghaib apabila sudah dilakukannya shalat jenazah.

Dalilnya, tidak ada riwayat mengenai anjuran melaksanakan shalat ghaib kecuali yang dilakukan Nabi kepada Raja An Najasy.

Yang dimana Raja An Najasy ini meninggal dunia di tengah-tengah kamu nasrani.

4. Pendapat Lainnya

Adapun pendapat lainnya yang sampaikan oleh Syaikh Ibnu Utsaimin dan sebagian Ulama.

Bahwa kita boleh mendirikan shalat ghaib kepada orang yang telah banyak memberikan kebermanfaatan bagi Agama Islam.

Namun bagi orang yang tidak seperti itu, tidak perlu mendirikan shalat ghaib.


Sebab melakukan Sholat Ghaib

Adapun sebab kita mendirikan shalat ghaib ini yaitu untuk mendoakan dan menghormati orang yang telah meninggal dunia.

Sebagai bentuk terimakasih kita atas jasanya yang telah bermanfaat bagi masyarakat banyak.


Tata Cara Sholat Ghaib

Tata cara dilaksanakannya shalat ghaib ini yaitu sebagaimana dilaksanakannya shalat jenazah.

Perbedaannya jika shalat jenazah shalat didirikan berada di satu tempat dengan si mayit (atau berada di satu wilayah orang yang meninggal tadi)

Sedangkan shalat ghaib ini dilakukan oleh orang yang tidak satu tempat dengan si mayit (atau berada jauh tidak satu wilayah dengan orang yang meninggal tadi)

Tata Carannya adalah :

  1. Melaksanakan Takbiratul Ihram (Allahu’akbar).
  2. Membaca Ta’aawudsz (Audzubillah Himinas Syaiton Nirojim) kemudian membaca basmalah (Bismillahirrahmanirrahim).
  3. Membaca surah Al Fatihah.
  4. Melakukan takbir tedua (Allahu’akbar).
  5. Membaca shalawat kepada Nabi sebagaimana yang kita baca pada Tasyahud akhir dalam shalat fardu.
  6. Melakukan takbir ketiga (Allahu’akbar).
  7. Membaca doa untuk si mayit, sebagaimana yang sudah dijelaskan dalam hadist hadist shahih.
  8. Melakukan takbir keempat atau terakhir, kemudian dibarengi dengan salam (assalamu alaykum) kekanan dan kekiri.

Diantara doa doa yang bisa kamu panjatkan ketika melaksanakan shalat ghaib adalah :

1. Doa Orang Meninggal Dewasa

اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لَهُ وَارْحَمْهُ وَعَافِهِ وَاعْفُ عَنْهُ، وَأَكْرِمْ نُزُلَهُ، وَوَسِّعْ مَدْخَلَهُ، وَاغْسِلْهُ بِالْمَاءِ وَالثَّلْجِ وَالْبَرَدِ، وَنَقِّهِ مِنَ الذُّنُوبِ والْخَطَايَا كَمَا يُنَقَّى الثَّوْبُ الْأَبْيَضُ مِنَ الدَّنَسِ، وَأَبْدِلْهُ دَارًا خَيْرًا مِنْ دَارِهِ، وَزَوْجًا خَيْرًا مِنْ زَوْجِهِ، وَأَدْخِلْهُ الْجَنَّةَ، وَأَعِذْهُ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ وَمِنْ عَذَابِ النَّار, وَافْسَحْ لَهُ فِي قَبْرِهِ، ونَوِّرْ لَهُ فِيهِ

Ya Allah, ampuni dan rahmatilah dia. Selamatkanlah dan maafkanlah dia. Berilah kehormatan untuknya, luaskanlah tempat masuknya. Mandikanlah dia dengan air, es, dan embun. Bersihkanlah dia dari kesalahan sebagaimana Engkau bersihkan baju yang putih dari kotoran. Gantikanlah baginya rumah yang lebih baik dari rumahnya, isteri yang lebih baik dari isterinya. Masukkanlah dia ke dalam surga, lindungilah dari azab kubur dan azab neraka. Lapangkanlah baginya dalam kuburnya dan terangilah dia di dalamnya.”

HR. Muslim.

2. Doa Orang Meninggal Anak-anak

‏اللّهُمَّ اجْعَلْهُ لِوَالِدَيْهِ فَرَطًا وَأَجْرًا وشَفِيعًا مُجَابًا‏

Ya Allah, jadikanlah dia sebagai simpanan, pahala, dan sebagai syafaat yang mustajab untuk kedua orang tuanya.”

HR. Al-Bukhari

اللَّهُمَّ ثَقِّلْ بِهِ مَوَازِينَهُمَا، وَأَعْظِمْ بِهِ أُجُورَهُمَا، وَأَلْحِقْهُ بِصَالِحِ سَلَفِ الْمُؤْمِنِينَ، وَاجْعَلْهُ فِي كَفَالَةِ إِبْرَاهِيمَ، وَقِهِ بِرَحْمَتِكَ عَذَابَ الْجَحِيمِ‏

Ya Allah, perberatlah karenanya timbangan kebaikan kedua orang tuanya, perbanyaklah pahala kedua orang tuanya, dan kumpulkanlah dia bersama orang-orang shalih terdahulu dari kalangan orang yang beriman, masukkanlah dia dalam pengasuhan Ibrahim, dan dengan rahmat-Mu, peliharalah dia dari siksa neraka Jahim.”


Bacaan Niat Sholat Ghaib

Bacaan niat yang dibacakan ketika kita melaksanakan shalat ghaib yang mashyur adalah :

أُصَلِّيْ عَلَى المَيِّتِ الغَائِبِ أَرْبَعَ تَكْبِيْرَاتٍ فَرْضَ كِفَايَةٍ لِلهِ تَعَالَى

Latin :

Ushalli ‘alāl mayyitil ghā’ibi arba‘a takbīrātin fardha kifāyatin lillāhi ta‘ālā. 

Artinya :

Aku menyengaja sembahyang jenazah ghaib empat takbir fardhu kifayah karena Allah SWT.

Dan apabila kita tidak hafal kita cukup meniatkan dalam hati saja.

Karena niat itu adalah al qashu atau sebuah keinginan.

Apabila kita sudah berkeinginan untuk melakukan sebuah ibadah, tanpa perlu di ucapkan itu sudah termasuk sebagai Niat.


Tata Cara Sholat Ghaib

Avatar
Riki Ramdhani

Mahasiswa Pendidikan Agama Islam di Universitas Muhammadiyah Purwokerto. Founder salah satu program kemanusiaan terbaik di Purwokerto, Musharaka Project.

Update : 30 Juli 2020 - Published : 20 Mei 2020

       

Tinggalkan komentar