Sejarah Perang Dingin

Perang dingin atau Cold War yaitu masa-masa konflik antara Amerika Serikat dan Uni Soviet dengan sekutu mereka masing-masing yang tergabung ke Blok Barat dan Blok Timur.

Perang dingin dimulai pada tahun 1947 dan berakhir pada tahun 1991.

Perang yang lebih terlihat seperti persaingan ideologi antara sosialisme dan komunisme yang dipimpin oleh Uni Soviet melawan liberalisme dan kapitalisme yang dipimpin oleh Amerika Serikat.

Persaingan ideologi itu, lalu diikuti oleh persaingan di aspek lain seperti ilmu pengetahuan, teknologi, ekonomi, sosial, dan budaya.


Awal Mula Terjadinya Perang Dingin

Awal Mula Terjadinya Perang Dingin

Sebagian pendapat menyatakan kalo perang dingin atau ketegangan antara AS-Soviet dimulai sejak keduanya jadi pemenang perang dunia II.

Sedangkan, pendapat lain menyatakan kalo sejak Revolusi Bolshevik di Rusia pada tahun 1917, karena Soviet mengisolasi diri.

Lenin mengatakannya sebagai respon atas dikelilinginya Soviet oleh kapitalis-kapitalis dunia.

Ketidakpercayaan Soviet dengan negara-negara barat seperti Perancis, Inggris, dan AS selain karena perbedaan ideologi juga disebabkan oleh banyak hal.

Seperti lambatnya pembuatan front barat melawan Jerman dalam Perang Dunia II, menyebabkan jatuhnya jutaan tentara Soviet pada front timur.

Jerman mendorong Soviet hingga Stalingrad, di tepi sungai Volga selangkah lagi menuju Moskow.

Soviet sendiri tidak tertarik turut berperang, tapi serangan Jerman ke timur menuju kilang-kilang minyak di Kaukasus memaksa Stalin buat bergabung dengan sekutu.

Memenangkan perang bersama AS dan sekutu melawan Jerman, Soviet tetap menempatkan negara barat sebagai musuh kapitalis.

Upaya yang perlu dilakukan adalah memperluas pengaruh komunisme ke negara-negara netral agar memenangi adu pengaruh melawan blok barat.

Tapi, Soviet dan AS tidak ingin merusak perdamaian antara keduanya yang bisa mengguncang dunia, jadi berperang secara “dingin” adalah sikap yang diambil.

Meski begitu, beberapa kali ketegangan terjadi sehingga perang antara keduanya berada di ujung tanduk.


Apa Hubungannya Dengan Tembok Berlin?

Apa Hubungannya Dengan Tembok Berlin

Sejarah Perang Dingin diawali dengan didirikannya Tembok Berlin yang membagi Jerman Barat dan Jerman Timur tahun 1946.

Perdana Menteri Inggris bernama Winston Churcill, menjuluki Tembok Berlin dengan Iron Curtain atau Tirai Besi.

Tirai Besi tidak sekedar membagi Jerman jadi dua, tapi juga membagi Eropa jadi dua ideologi yaitu Kapitalis dan Komunis.

Tembok Berlin ini, membuat rakyat Amerika Serikat mengutuk sikap Stalin dan Uni Soviet. Pemerintah Amerika Serikat langsung bereaksi dengan cepat.

Tidak cuma Amerika Serikat, Uni Soviet juga bereaksi. Agen intelijen Uni Soviet di seluruh dunia mulai membangkitkan komunisme dengan semangat perjuangan melawan kapitalis barat.

Para komunis di Perancis dan Italia mengungkap keinginan Amerika Serikat untuk menguasai Eropa.

Uni Soviet menekan Turki dan Iran yang pro Amerika Serikat. Perang Saudara pecah di Cina dan Yunani.

Sejak 1947, Uni Soviet udah memperlihatkan aktivitasnya untuk menyebarkan komunisme ke Eropa Barat.

Pada tahun tersebut, dimulailah perseteruan dua negara adidaya yang menandai dimulainya Perang Dingin.


Tahapan Perang Dingin

Berikut dibawah ini, ada beberapa tahapan yang ada dalam perang dingin, diantaranya yaitu:

1. Tahap Perang Dingin Pertama (1947 – 1953)

Tahap Perang Dingin Pertama

Pada masa tersebut ada beberapa kejadian di Eropa, seperti:

  • Doktrin Truman.
  • Politik containing di Berlin.
  • Rencana Marshall.
  • Kebangkitan komunis di Cekoslowakia.
  • Joseph Broz Tito yang membelot dari komunis.
  • Berdirinya organisasi militer bernama NATO yang merupakan aliansi militer Blok Barat.

Ada dua kejadian di Asia, diantaranya seperti:

  • Kemenangan Mao Zedong dan Cina Komunis atas Chiang Kai Sek dan Cina Nasionalis di Perang Saudara Cina.
  • Dimulainya Perang Saudara Korea.

Korea Utara yang berhaluan komunis dan dipimpin oleh Kim Il-Sung didukung oleh Uni Soviet, Cina dan negara-negara berhaluan komunis.

Sedangkan, Korea Selatan yang anti komunis dan dipimpin oleh Syngman Rhee didukung oleh negara-negara barat.

2. Tahap Perang Dingin Pertama (1953 – 1956)

Tahap Perang Dingin Pertama (1953 - 1956)

Pada tahun 1953, terjadi pemberontakan komunis di Kuba. Pemberontakan yang dipimpin oleh Fidel Castro dan Che Guevara berhasil menggulingkan rezim Fulgencio Batista.

Dengan kemenangan tersebut, membuat Amerika Serikat mengembargo Kuba.

Selain itu, di tahap kedua ini NATO mulai berekspansi, meletus perang di Indocina, aliansi SEATO dan METO terbentuk, krisis di Matsu, Quemoy dan Suez.

Kemudian pada tahun 1955, terbentuklah Pakta Warsawa yang merupakan tandingan dari NATO.

Pakta Warsawa ini, perjanjian militer antara negara-negara di kawasan Eropa Timur yang berhaluan komunis.

3. Tahap Perang Dingin Pertama (1956 – 1958)

Tahap Perang Dingin Pertama (1956 – 1958)

Terjadi pemberontakan melawan rezim komunis di Hungaria pada tahun 1956.

Uni Soviet berhasil memadamkan pemberontakan tersebut dan juga menindas para pemberontak.

Amerika Serikat tentu marah melihat penindasan ini, sehingga hubungan Amerika Serikat dan Uni Soviet memanas.

Selain itu, dunia arab terjadi krisis seperti Lebanon, Yordania, dan Irak. Krisis juga sempat dua kali terjadi antara Taiwan dan Republik Rakyat Cina (RRC).

4. Tahap Perang Dingin Pertama (1958 – 1962)

Tahap Perang Dingin Pertama (1958 - 1962)

Di tahun 1959, terbentuklah Tirai Bambu. Namanya mengingatkan Tirai Besi.

Bisa dibilang, Tirai Bambu yaitu versi Asia dari Tirai Besi yang merupakan garis demarkasi antara RRC yang menganut komunis dan negara-negara anti komunis.

Uni Soviet juga menambah dukungan buat pasukan Vietnam Utara. Krisis Laos juga terjadi yang berhubungan dengan perang Vietnam yang berhasil menggulingkan Kerajaan Laos.

Pada tahun 1962, terjadi Krisis Rudal Kuba. Ini terjadi karena Amerika Serikat rudal balistiknya di Italia dan Turki.

Lebih dari seratus rudal buatan Amerika Serikat mampu menjangkau Moskow.

Sebagai aksi balasan, Uni Soviet menaruh rudalnya di Kuba. Krisis rudal ini nyaris saja membawa dunia ke perang nuklir.

Setelah bernegosiasi, Uni Soviet bersedia menarik kembali rudalnya dari Kuba.

Amerika Serikat juga bersedia menarik kembali rudalnya dari Italia dan Turki serta tidak akan menginvasi Kuba tanpa provokasi langsung.

Di internal kubu komunis sendiri, Cina dan Soviet, juga terjadi masalah. Dua negara komunis raksasa itu, sempat pisah mulai 1956-1966 karena perbedaan dalam menafsirkan Marxis-Leninisme.

Perbedaan tersebut, juga dipengaruhi oleh perbedaan kepentingan antar dua negara di Perang Dingin.

5. Tahap Perang Dingin Pertama (1962 – 1985)

Tahap Perang Dingin Pertama (1962 - 1985)

Pada tahun 1968, para komunis di Kamboja yang dipimpin oleh Pol Pot berhasil menggulingkan Kerajaan Kamboja dan menggantinya dengan negara komunis.

Lalu tahun 1969, kubu komunis Cina dan Uni Soviet juga sempat terjadi konflik masalah perbatasan setelah sebelumnya mereka udah menyelesaikan masalah perbedaan pendapat di tahun 1966.

Pakta Warsawa juga sempat melakukan serangan ke Cekoslovakia dengan nama “Operasi Danube” untuk menormalisasi keadaan.

Pada tahun 1979, Uni Soviet menyerang Afganistan. Konflik ini berakhir pada tahun 1989 dan memaksa Uni Soviet menarik pasukannya kembali.


Akhir dari Perang Dingin

Akhir dari Perang Dingin

Ada beberapa kejadian sebelum Sejarah Perang Dingin berakhir, seperti:

  • Mulai tahun 1970, keadaan antar negara di dunia mulai membaik dan konflik udah berkurang secara berangsur-angsur.
  • Masalah Berlin Barat udah selesai pada tahun 1971.
  • Inggris bergabung ke Masyarakat Ekonomi Eropa.
  • Barat berhasil memperbaiki hubungan dengan Cina, Amerika Serikat dan Uni Soviet menandatangni perjanjian SALT I dan SALT II untuk mengurangi persenjataan strategis.
  • Ronald Reagan yang berhasil berdialog secara intensif dengan Mikhail Gorbachev dan Deng Xiaoping yang berhasil melakukan reformasi ekonomi setelah Mao Zedong meninggal.

Uni Soviet mulai berubah saat Mikhail Gorbachev ditunjuk oleh komite sentral Partai Komunis Uni Soviet jadi sekretaris jenderal.

Dia menerapkan politik glasnost yang berarti keterbukaan atau transparansi dan perestroika yang berarti restrukturisasi ekonomi.

Glasnost membuat masyarakat Rusia tahu akan baik buruknya kondisi dalam negeri, sedangkan perestroika bertujuan untuk memperbaiki kondisi ekonomi Uni Soviet yang buruk.

Gorbachev juga menarik pasukan dan dukungan Uni Soviet di seluruh dunia, memperbaiki hubungan Uni Soviet dan Cina, mengutuk invasi Irak atau Kuwait, memperbaiki hubungan dengan Israel dan menghentikan bantuan kepada Kuba.

Amerika Serikat dan Uni Soviet terus melakukan pembicaraan intensif. Dua negara ini, berdialog di Malta dan mendeklarasikan berakhirnya Perang Dingin.

Lalu, dialog berlanjut di kapal layar Soviet yang bernama Maxim Gorky. Dua negara adidaya setuju buat mengurangi kekuatan milter dan senjata di Eropa.

Mikhail Gorbachev juga berkata, bahwa dia tidak akan memulai perang terbuka melawan Amerika Serikat.

Akhir abad-20 adalah tahun-tahun berakhirnya Perang Dingin. Pada November 1989, Tembok Berlin atau Tirai Besi runtuh.

Bubarnya Pakta Warsawa pada tahun 1991 menandai runtuhnya Blok Komunis atau Blok Timur.

Kebijakan-kebijakan politik yang dilakukan oleh Mikhail Gorbachev seperti yang udah dijelaskan di paragraf sebelumnya menuntun runtuhnya Uni Soviet.

Bersamaan dengan runtuhnya Uni Soviet, ideologi komunisme juga runtuh.


Itulah beberapa pembahasan lengkap mengenai Sejarah Perang Dingin. Gimana? Sangat mudah dipahami kan?

Semoga pembahasan diatas, bisa membantu dan bermanfaat untuk kalian semua sobat cerdika.com 😀

Aditya Rangga

Pelajar yang insyaallah tidak pelit ilmu.

Update : [modified_date] - Published : [publish_date]