Sejarah Batu Quran

Batu Quran adalah sebuah batu yang dipercaya oleh masyarakat setempat bahwa siapa saja yang melakukan tawaf atau berkeliling sebanyak 7 kali putaran dibatu tersebut maka segala permintaannya akan dikabulkan oleh Allah.

Hal ini tentu sebuah kesyirikan, karena Rasulullah saja tidak pernah melakukan hal tersebut, bahkan Allah Subhanahu wa ta’alla berfirman,

وَلْيَطَّوَّفُوا بِالْبَيْتِ الْعَتِيقِ

Hendaklah mereka melakukan Thawaf sekeliling rumah yang tua itu (Baitullah).

Qs. Al-Hajj 22:29

Sejarah Batu Qur’an Banten

Sejarah batu quran yang paling masyur dikalangan masyarakat sekitar, bahwa dahulu kala ada seorang ulama dari daerah tersebut yaitu Syaikh Mansyuruddin yang pergi ke Mekah.

Syaikh Mansyuruddin ini dikenal memiliki kekuatan yang luar biasa, bahkan ia dikenal bersahabat dengan bangsa jin dan mampu berkominkasi dengan hewan harimau.

Ketika beliau berada di Mekah, beliau hendak pulang ke tanah air namun tidak melalui jalur darat ataupun udara.

Tetapi beliau Syaikh Mansyuruddin ini menyelam kedalam sumur zam zam, hingga tembus ke kota pandeglang banteng.

Setelah itu tak lama muncul air dari bekas lubang selaman Syaikh Mansyuruddin yang tak kunjung berhenti, masyarakat sekitar percaya bahwa air tersebut adalah air dari sumur zam zam.

Karena takut jamaah haji kekurangan air karena air zam zam bocor, maka diambilkan al quran untuk menutup lubang tersebut, tak lama al quran itupun berubah menjadi batu.

Hingga saat ini Batu tersebut dikenal sebagai batu al qur’an, banyak orang yang percaya bahwa siapa saja yang melakukan tawaf di batu tersebut, maka segala permintaannya akan dipenuhi.


Ketidakbenaran Mitos Batu Al Qur’an

Mitos adannya batu al quran ini tentu menyimpang dari akidah islam, karena bertentangan dan tidak ada dalil yang mendukung adannya hal tersebut.

Hal tersebut bisa dilihat dari beberapa faktor, seperti :

1. Air Zam Zam Bocor

Penyimpangan yang pertama adalah bahwa masyarakat sekitar percaya bahwa air yang muncul dari lubang itu adalah air zam zam.

Sedangkan sampai dengan hari inipun pemerintah arab saudi belum menyalurkan air zam zam ke madinah, dimana madinnah adalah kota suci kedua setelah mekkah.

Jamaah yang pergi haji ataupun umrah pasti akan mengunjungi kota ini.

Dan untuk persediaan air zam zam pemerintah arab saudi masih menggunakan tanki tanki berisi air zam zam yang dialokasikan untuk jamaah yang ada dimadinnah.

Jadi bagaimana mungkin, air yang keluar dari lubang Syaikh Mansyuruddin itu merupakan air zam zam.

2. Jamaah Kekurangan Air Zam Zam

Masyarakat yang percaya bahwa air yang muncul dari lubang Syaikh Mansyuruddin itu adalah air zam zam, maka mereka menutupnya dengan Al Qur’an karena khawatir jamaah haji ataupun umrah akan kekurangan Air Zam zam.

Hal ini tentu sebuah penyimpangan, karena bertentangan dengan makna zam zam itu sendiri.

Apa itu zam zam ? Zam Zam berarti “Kumpul dan jangan berhenti”.

Keberkahan air zam zam tidak hanya dirasakan oleh Ismail As, melainkan juga untuk kita, sampai dengan detik ini air zam zam tidak pernah berhenti untuk mengeluarkan airnya.

Dan apabila datang musim haji mekah tidak pernah kekurangan air zam zam, begitu juga sebaliknya apabila sedang bukan musim haji air zam zampun tidak pernah luber atau meluap menutupi kota mekah.

Inilah keberkahan air zam zam, lalu bagaimana mungkin jamaah haji akan kekurangan air ?

3. Tawaf 7 Kali di Kabulkan Segala Doa

Allah Subhanahu wa ta’alla berfirman,

وَلْيَطَّوَّفُوا بِالْبَيْتِ الْعَتِيقِ

Hendaklah mereka melakukan Thawaf sekeliling rumah yang tua itu (Baitullah).

Qs. Al-Hajj 22:29

Tidak ada tawaf selain di mekkah, lalu bagaimana mungkin orang yang tawaf di batu quran akan mendapat ganjaran dikabulkan segala doa ???

Mari kita menjadi muslim yang baik, muslim yang kuat akidahnnya jangan sampai akidah kita tergadaikan dengan cerita atau mitos yang tidak ada dalil tentangNya.

Sungguh dosa besar yang paling besar adalah dosa syirik, maka dari itu mari kita perbaiki iman kita, keyakinan kita agar kita bisa mengambil pelajaran dari segala peristiwa yang ada dihadapan kita.


Lokasi Batu Qur’an Pandeglang

Lalu apakah kita tidak boleh mengunjungi lokasi batu qur’an tersebut ?

Kata siapa tidak boleh ? Tentu boleh saja tetapi bukan untuk percaya terhadap apa yang berkembang mengenai mitos adannya batu qur’an ini.

Lokasi Batu Qur’an ini berada di Jl. Cikoromoy, Gunungsari, Mandalawangi, Kadungbunbang, Cimanuk, Kabupaten Pandeglang, Banteng.


Daftar Pustaka :

  1. Almanhaj.or.id Ustadz Khalid Syamhudi Lc, “Thawaf Dalam Pandangan Fiqh Islam”
  2. Journal.Uin-alauddin.ac.id Muhamad Sidik Sabry, “Hadist Hadist Tentang Tawaf”
  3. Muslim.or.id dr. M Saifudin Hakim, M.Sc., Ph.D, “Keutamaan dan Keistemawaan Air Zamzam”
  4. Cerdika.com Riki Ramdhani, “Sejarah Batu Qur’an Pandeglang”
Avatar
Riki Ramdhani

Mahasiswa Pendidikan Agama Islam di Universitas Muhammadiyah Purwokerto. Founder salah satu program kemanusiaan terbaik di Purwokerto, Musharaka Project.

Update : 4 Juli 2020 - Published : 4 Juli 2020

       

Tinggalkan komentar