Pengertian Fabel

Apa sih, yang dimaksud dengan Fabel itu? Jadi, Fabel merupakan

Salah satu dongeng yang menampilkan tokoh-tokoh binatang sebagai pemeran utamanya.

Tokoh tersebut bisa berpikir, berperasaan, berbicara, bersikap, emosi, dan berinteraksi seperti manusia pada umumnya.

Fabel ini bersifat didaktis buat mendidik. Fabel dipakai sebagai kiasan kehidupan manusia dan buat mendidik masyarakat.

Fabel disebut juga dengan cerita moral, karena cerita didalamnya mengandung pesan moral pada pembaca.

Yuk simak pembahasan lebih lengkap tentang Fabel dibawah ini!


 

 

Pengertian Fabel Menurut Para Ahli

Pengertian Fabel Menurut Para Ahli

Berikut dibawah ini, ada beberapa pengertian Fabel menurut para ahli, diantaranya yaitu:

1. Menurut KBBI

Fabel berasal dari Bahasa Inggris, yaitu “Fable” artinya cerita yang menggambarkan watak dan budi manusia yang diperankan oleh hewan.

 

2. Menurut Danandjaja (2002:26)

Tokoh utamanya yaitu binatang peliharaan dan hewan liar yang bisa berbicara dan berakal budi seperti manusia.


 

 

Ciri-Ciri Fabel

Ciri-Ciri Fabel

Fabel mempunyai ciri-ciri yang berbeda dengan jenis dongeng lainnya. Nah, berikut ini beberapa ciri utama dari fabel, yaitu:

  • Tokoh utama binatang.
  • Alur ceritanya sederhana.
  • Cerita singkat dan bergerak cepat.
  • Karakter tokoh gak diuraikan secara terperinci.
  • Gaya penceritaan secara lisan.
  • Pesan atau tema kadang-kadang dituliskan dalam cerita.
  • Pendahuluan sangat singkat dan langsung.

 

 

Struktur Teks Cerita Fabel

Struktur Teks Cerita Fabel

Fabel mempunyai struktur teks yang unik dan sedikit berbeda dengan jenis dongeng lainnya. Berikut ini strukturnya:

  • Judul, yaitu kepala karangan yang fungsinya buat mengarahkan pikiran pembaca tentang gambaran umum isi fabel.
  • Orientasi, yaitu kalimat yang ada pada awal cerita yang fungsinya buat pengenalan waktu, tempat, dan karakter/tokoh.
  • Komplikasi, merupakan bagian dimana munculah sebuah masalah atau konflik pada cerita fabel tersebut.
  • Klimaks, merupakan konflik mencapai puncaknya.
  • Resolusi, merupakan bagian penyelesaian masalah atau pemecahan konflik pada cerita fabel tersebut.
  • Koda, yaitu pesan moral dari pengarang (gak semua pengarang menyantumkan koda pada ceritanya) atau penyelesaian masalahnya.

 

 

Jenis-Jenis Fabel

Jenis-Jenis Fabel

Dilihat dari waktu munculnya, fabel bisa dikelompokkan menjadi 2 jenis, diantaranya yaitu:

1. Fabel Klasik

Apa itu Fabel Klasik? Jadi, Fabel Klasik merupakan

Cerita yang udah ada sejak zaman dahulu, tapi gak diketahui persis waktu munculnya dan diwariskan secara turun-temurun melalui sarana lisan.

Ciri-Ciri Fabel Klasik, yaitu:

  • Cerita fabel klasik biasanya sangat pendek.
  • Tema yang diangkat dalam fabel klasik sangat sederhana.
  • Fabel klasik sarat dengan pesan moral atau petuah kepada pembacanya.
  • Tokoh hewan dalam fabel masih mempunyai sifat hewani.

Contohnya:

  • Cerita Kancil dan Buaya
  • Cerita Gagak dan Elang
  • Cerita Kalkun dan Elang
  • Cerita Semut dan Belalang dan lain sebagainya.

 

2. Fabel Modern

Apa sih, yang dimaksud dengan Fabel Modern? Jadi, Fabel Modern merupakan

Cerita yang muncul dalam waktu relatif belum lama dan sengaja ditulis oleh pengarang sebagai ekspresi kesastraan.

Banyak juga yang dibuat dengan berdasarkan keadaan yang saat ini sedang terjadi. Kalo dilihat dari jumlahnya, fabel modern lebih banyak daripada Fabel Klasik.

Pelajari Juga : Teks Cerita Rakyat

Tokoh binatang pada fabel modern ini biasanya lebih beragam, bisa dari binatang apa aja seperti contohnya ular, burung, singa, ikan dan lain sebagainya.

Ciri-Ciri Fabel Modern, yaitu:

  • Cerita fabel modern bisa panjang atau pendek.
  • Karakter setiap tokoh dalam fabel modern dibuat unik.
  • Fabel modern terkadang berupa epik atau saga.
  • Tema ceritanya cenderung lebih rumit.

 

 

Unsur Intrinsik dalam Fabel

Unsur Intrinsik dalam Fabel

Di dalam sebuah fabel, terdapat unsur-unsur yang bisa dijadikan sumber identifikasi yang terdiri dari :

  • Tema, merupakan sebuah ide atau juga gagasan inti sebuah cerita.
  • Latar, merupakan bagian yang melingkupi latar tempat, waktu, sosial, dan emosional.
  • Tokoh, merupakan para pelaku yang terlibat di dalam suatu cerita (binatang).
  • Watak tokoh, merupakan sifat-sifat yang digambarkan oleh tokoh cerita (seperti misalnya sifat manusia).
  • Konflik, merupakan munculnya sebuah permasalahan didalam cerita.
  • Amanat, merupakan pesan yang terkandung di dalam cerita.
  • Cara Penceritaan, merupakan Sudut pandang yang digunakan didalam cerita.
  • Tujuan Komunikasi Fabel, merupakan sebuah cerita yang menginspirasi, menghibur, dan juga mendidik.
  • Alur, merupakan Jalan cerita (alur maju).
  • Pesan, merupakan pesan yang ingin disampaikan oleh si penulis kepada pembaca.

 

 

Kaidah Kebahasaan Cerita Fabel

Kaidah Kebahasaan Cerita Fabel

Berikut ini, ada beberapa kaidah kebahasaan dari sebuah teks cerita fabel yang bisa kamu ketahui, yaitu:

1. Menggunakan Kata Kerja

Salah satu kaidah atau unsur kebahasaan dalam sebuah teks cerita fabel yaitu adanya kata kerja.

Kata kerja dalam cerita fabel dibagi jadi dua bagian, yaitu kata kerja aktif transitif dan kata kerja aktif intransitif.

  • Kata Kerja Aktif Transitif

Kata kerja aktif transitif, yaitu kata kerja aktif yang memerlukan objek dalam kalimat. Contohnya memegang, mengangkat.

  • Kata Kerja Aktif Intransitif

Kata kerja aktif intransitif, yaitu kata kerja aktif yang gak memerlukan objek dalam kalimat. Contohnya diam.

 

2. Penggunaan Kata Sandang (Si dan Sang)

Pada teks cerita fabel sering sekali adanya penggunaan kata sandang si dan sang.

Berikut ini, ada beberapa contoh penggunaan kata sandang (si dan sang) yang ada pada teks cerita fabel.

Contohnya:

  • Sang kecoa berkeliling taman sambil menyapa binatang-binatang yang ada di taman itu.
  • Sang kecoa mengejek jangkrik yang jelek yang gak bisa pergi kemana-mana.
  • Sang kecoa selalu membanggakan dirinya yang bisa pergi ke tempat dia suka.
  • Si jangkrik cuma diam aja mendengar ejekan tersebut.
  • “Aku adalah jangkrik yang pernah kau ejek,” kata si kupu-kupu.

Kaidah penulisan (si dan sang) terpisah dengan kata yang diikutinya. Kata (si dan sang) ditulis dengan huruf kecil, bukan huruf kapital.

Perhatikan contoh penggunaan dalam kalimat-kalimat tersebut. Bedakan dengan contoh berikut ini:

  • “Bagaimana caranya agar si kecil rajin belajar?” Tanya ibu.
  • Kedua orang itu, si Kecil dan si Kancil, adalah pembantu di pasar.

Kata kecil pada kalimat (1) ditulis dengan huruf kecil karena bukan nama. Pada kalimat (2) Kecil ditulis dengan huruf /K/ kapital karena dimaksudkan sebagai panggilan atau nama julukan.

 

3. Penggunaan Kata Keterangan Tempat dan Waktu

Dalam teks cerita fabel, biasanya memakai kata keterangan tempat dan kata keterangan waktu buat menghidupkan suasana. 

Buat keterangan tempat biasanya memakai kata depan (di) dan keterangan waktu biasanya memakai kata depan (pada) atau kata yang menunjukkan informasi waktu.

Contohnya:

  • Dikisahkan pada suatu hari yang cerah ada seekor kecoa berjalan-jalan di taman.
  • Pada suatu pagi sang kecoa kembali berjalan ke taman itu. Karena hujan, dimana-mana ada genangan lumpur.
  • Si kupu-kupu mengangkat ranting itu dan menurunkannya di tempat yang aman.
  • Kamu cuma bisa menggantung di ranting itu.

 

4. Penggunaan Kata Hubung (Lalu, Kemudian, Akhirnya)

Kata (lalu dan kemudian) mempunyai makna yang sama. Kata tersebut, dipakai sebagai penghubung antarkalimat dan intrakalimat.

Kata (akhirnya) biasanya dipakai buat menyimpulkan dan mengakhiri informasi dalam paragraf atau dalam teks.

Contohnya:

  • Setelah mendengar berita kebakaran itu. Amir pergi ke luar, kemudian berlari, lalu berteriak sambil menangis.
  • Lalu, sang kecoa memegang erat ranting itu.
  • Kemudian, sang kecoa berterima-kasih pada kupu-kupu karena kupu-kupu udah menyelamatkan nyawanya.
  • Akhirnya, sang kecoa berjanji pada kupu-kupu kaloa dia gak akan menghina semua makhluk ciptaan Tuhan yang ada di taman itu.

 

 

Cara Menyusun Teks Cerita Fabel

Cara Menyusun Teks Cerita Fabel

Buat kamu, yang akan membuat atau menyusun teks cerita fabel secara baik dan benar, coba yuk lihat caranya berikut ini:

  • Amatilah perilaku binatang yang ada disekitarmu.
  • Lalu, tentukan hal yang menarik yang kamu amati sehingga menjadi tema tulisanmu. Tema yang disarankan berkaitan dengan kebaikan yang bisa diambil dari perilaku binatang.
  • Buatlah kerangka teks cerita fabel yang terdiri atas struktur teksnya, yaitu orientasi,komplikasi, resolusi, dan koda. Kamu harus ingat bagian yang termasuk orientasi, komplikasi, resolusi, dan koda.
  • Buatlah ide pokok atau gagasan yang ingin kamu tulis di dalam keempat bagian teks tersebut.
  • Hubungkan antara ide pokok pada setiap bagian itu dengan menggunakan kata sambung yang sudah kamu pelajari. Kalo perlu kamu mampu membuat dan menambahkan kalimat lain jadi teks kamu lebih menarik dan mudah dipahami.
  • Saat menyusun teks berdasarkan hasil pengamatanmu itu, kamu harus menerapkan unsur kebahasaan, seperti ejaan, pilihan kata, tanda baca, dan kalimat.
  • Setelah kamu berhasil menyusun teks cerita fabel, baca dan cermati lagi teks hasil karyamu itu. Lengkapi kekurangan dan kesalahan yang terjadi.
  • Kemudian, diskusikan karyamu dengan gurumu. Mintalah dia membaca dan memeriksanya.
  • Sebelum dipubliksikan, perbaiki hasil teks yang disusun sesuai dengan masukan teman dan gurumu.
  • Kalo udah dianggap sempurna, publikasikan teks yang udah kamu susun tersebut di majalah dinding sekolah atau kamu bisa mengirimnya ke media massa di daerah kamu.

 

 

Contoh Cerita Fabel

Contoh Cerita Fabel Snow White

Cerita Putri Salju (Snow White)

1. Orientasi

Suatu ketika, hidup seorang gadis bernama Putri Salju. Dia tinggal bersama paman dan bibinya, karena orang tuanya udah meninggal.

 

2. Komplikasi

Suatu hari, dia mendengar paman dan bibinya berbicara tentang rencana meninggalkan istana, karena mereka berdua ingin pergi ke Amerika dan mereka gak punya cukup uang buat membawa Putri Salju.

Putri Salju gak ingin paman dan bibinya melakukan hal tersebut, jadi dia memutuskan akan lebih baik kalo dia pergi.

Pagi harinya, dia pergi dari rumah saat paman dan bibinya sedang sarapan. Dia lari ke dalam hutan.

 

3. Resolusi

Lalu dia melihat gubuk kecil. Dia mengetuk pintu tapi gak ada yang menjawab jadi dia masuk dan merasa ngantuk.

Sementara itu, tujuh kurcaci udah pulang dari pekerjaannya. Mereka masuk, di sana mereka menemukan Snow White tertidur.

Kemudian Snow White terbangun. Dia melihat kurcaci tersebut. Kurcaci tersebut berkata “Siapa nama kamu? “Snow White menjawab, “Nama saya Snow White.”

 

4. Koda

Mick, salah satu dari kurcaci tersebut berkata, “Kalo kamu mau, kamu bisa tinggal disini bersama kami.” Snow White berkata, “Oh, bolehkah? Terimakasih.”

Kemudian, Snow White menceritakan semua kisahnya dan akhirnya Snow White dan 7 kurcaci hidup bahagia selamanya.


Gimana pembahasan tentang Pengertian Fabel diatas? Sangat mudah dipahami kan?

Semoga bermanfaat 😀

Avatar
Aditya Rangga

Pelajar yang insyaallah tidak pelit ilmu

Update : 5 September 2020 - Published : 5 September 2020