Teks Cerita Rakyat

Kamu udah pernah mendengar tentang Teks Cerita Rakyat belum nih?

Kalo belum pernah mendengar, yuk kita simak bersama pembahasan tentang teks cerita rakyat berikut dibawah ini secara lengkap!


 

 

Pengertian

Pengertian

Apa itu teks cerita rakyat? Jadi, teks cerita rakyat yaitu

Cerita yang udah berkembang disetiap daerah dan menceritakan legenda atau asal-usul yang terjadi pada suatu daerah. Cerita yang berasal dari suatu masyarakat dan berkembang dalam masyarakat.

Cerita rakyat yaitu suatu bagian dari sebuah dongeng. Cerita rakyat biasanya, disampaikan dengan cara lisan dan udah berkembang secara turun-turun.

Jadi, banyak yang mengatakan kalo cerita rakyat yaitu suatu bentuk dari sastra lisan. Umumnya, pembuat dari cerita rakyat tersebut gak diketahui identitas dari pengarangnya.

Baca juga : Teks Cerita Sejarah

Tokoh-tokoh yang ada didalam sebuah cerita rakyat biasanya diwujudkan dalam bentuk manusia, dewa, dan juga binatang.


 

 

Fungsi

Fungsi Teks Cerita Rakyat

Berikut dibawah ini, fungsi penting yang ada didalam sebuah teks cerita rakyat, yaitu:

1. Sebagai Sarana Pendidikan

Artinya, cerita rakyat ingin menyampaikan amanat atau pesan yang bisa bermanfaat buat kepribadian dan watak dari para pendengarnya.

 

2. Sebagai Sarana Hiburan

Artinya, bisa mendengarkan cerita rakyat seperti dongeng, legenda atau mite, dan bisa merasakan seperti diajak berkelana kedalam alam lain yang gak bisa kamu temui dalam pengalaman hidup seperti biasanya.

 

3. Sebagai Sarana Penggalang

Artinya, rasa kesetiakawanan yang sangat erat didalam warga masyarakat yang mempunyai cerita rakyat tersebut.

 

4. Fungsi Lainnya

Bisa sebagai pengokohan nilai-nilai sosial budaya yang berlaku didalam masyarakat tersebut.

Didalam cerita rakyat, biasanya terkandung ajaran moral dan etika yang bisa dipakai sebagai pedoman buat masyarakat.

Didalam teks cerita rakyat juga ada pantangan dan larangan yang perlu dihindari dan buat gak melakukannya. Teks cerita rakyat bUAT masyarakat yaitu bisa dijadikan tuntutan tingkah laku didalam pergaulan bebas.


 

 

Ciri-Ciri

Ciri-Ciri Teks Cerita Rakyat

Ada beberapa ciri-ciri dari sebuah teks cerita rakyat yang membedakan dengan cerita lainnya, yaitu:

  • Gak diketahui siapa yang pertama kali menciptakan cerita atau pengarangnya.
  • Mempunyai bentuk-bentukklise dalam pengungkapan atau susunanya.
  • Cerita rakyat pada umumnya disampaikan dengan cara lisan.
  • Disampaikan secara turun-temurun.
  • Bersifat tradisional.
  • Kaya dengan nila-nilai luhur.
  • Mempunyai banyak variasi dan versi.

 

 

Jenis-Jenis

Jenis-Jenis Teks Cerita Rakyat

Menurut William R. Bascom dalam James Danandjaya, teks cerita rakyat dibagi menjadi 3 jenis, diantaranya yaitu:

1. Legenda

Pada zaman dulu, legenda dianggap pernah terjadi tapi gak dianggap suci.

Legenda diperankan oleh toko manusia, meski ada yang mempunyai sifat-sifat yang luar biasa dan ada banyak juga yang sering dibantu oleh makhluk-makhluk ajaib.

Tempat terjadinya legenda tersebut ada didunia yang kamu kenal dan waktu terjadinya juga belum terlalu lama.

 

2. Mitos atau Mite

Mitos yaitu cerita prosa rakyat yang udah dianggap pernah terjadi dan dianggap suci oleh para tuannya atau pemiliknya.

Mitos atau mite biasanya, ditokohkan oleh dewa atau makhluk dengan kekuatan setengah dewa.

Peristiwa tersebut terjadi didunia lain atau dunia yang gak seperti kamu kenal dan waktu terjadinya mitos tersebut terjadi pada masa lalu.

 

3. Dongeng

Dongeng yaitu prosa rakyat yang dianggap benar-benar terjadi atau nyata yang dianggap oleh pemiliknya atau empunya.

Dongeng atau cerita tersebut gak terkait oleh tempat ataupun waktu kejadian.


 

 

Macam-Macam

Macam-Macam Teks Cerita Rakyat

Ada beberapa macam-macam dari sebuah cerita rakyat, diantaranya sebagai berikut ini:

1. Sage

Sage merupakan suatu cerita rakyat yang berdasarkan peristiwa sejarah yang dicampur dengan fantasi rakyat.

Contohnya: Hikayang Hang Tuah, Syariah Melayung, Ciung Wanana, dan lain sebagainya.

 

2. Legenda

Legenda merupakan cerita rakyat yang mengisahkan riwayat dari terjadinya suatu wilayah atau tempat.

Contohnya: Tangkuban Perahu, Malin Kundang, Dongeng Batok, Dongeng Banyuwangi, Dongeng Rawa Pening, dan lain sebagainya.

 

3. Fabel

Fabel merupakan cerita rakyat yang menokohkan hewan atau binatang sebagai lambang pengajaran moral.

Contohnya: Cerita Si Kancil yang Cerdik, Hikayat kalila, Kancil dan Buaya, dan lain sebagainya.

 

4. Mite

Mite merupakan cerita rakyat yang berhubungan dengan suatu kepercayaan pada suatu benda yang berbau ghaib.

Contohnya: Jaka Tarub, Nyi Roro Kidul, dan lain sebagainya.

 

5. Jenaka

Jenaka merupakan suatu cerita rakyatdengan perilaku orang malas, orang bodoh atau juga cerdik masing-masing sifat tersebut dilukiskan dengan cara humor.

Contohnya: Pak Kodok, Lebai Malang, Pak Belalang, Pak Pender dan lain sebagainya.

 

6. Paralel

Pararel merupakan suatu cerita yang diperankan oleh manusia dan juga binatang.

Contohnya: Anjing yang Loba, Hikayah Mahabrata, Hikayah Ramayana, Semut dan Belalang, dan lain sebagainya.

 

7. Parabel

Parabel merupakan cerita yang menggambarkan suatu cerita moral dengan para tokoh yang diperankan oleh benda mati.

Contohnya: Kisah sepasang Slop.

 

8. Cerita Terbingkai

Cerita terbingkai merupakan suatu cerita yang didalamnya mempunyi cerita lagi.

Contohnya: 1001 Malam.


 

 

Unsur-Unsur

Unsur-Unsur Teks Cerita Rakyat

Dalam setiap karya sastra mempunyai unsur-unsur pembangunan atau unsur sastra, begitu juga dengan teks cerita rakyat.

Unsur sastra dalam cerita rakyat, diantaranya yaitu sebagai berikut ini:

1. Unsur Intrinsik

Unsur instrinsik merupakan unsur yang bisa membangun cerita dari dalam. Unsur-unsur instrinsik ini seperti:

a. Tema

Tema adalah pokok pikiran yang dipakai sebagai dasar pengarang, ide pokok permasalahan, dan pokok pengarang.

 

b. Alur

Alur yaitu jalannya cerita, rangkaian dari suatu peristiwa yang membentuk cerita dengan dasar hubungan sebab dan akibat.

Umumnya alur ada 3 macam, yaitu seperti berikut dibawah ini:

  • Alur mundur yaitu suatu peristiwa yang diceritakan kembali.
  • Alur maju yaitu suatu peristiwa-peristiwa yang disajikan dengan cara berurutan dari peristiwa pertama ke peristiwa selanjutnya.
  • Alur gabungan merupakan alur gabungan dari alur maju dan mundur.

 

c. Latar

Latar merupakan keterangan suatu tempat, waktu dan suasana terjadinya peristiwa. Latar dibagi menjadi 3 jenis, yaitu:

  • Latar Tempat

Latar tempat yaitu lokasi atau pembangunan fisik yang menjadi tempat terjadinya peristiwa-peristiwa didalam teks cerita rakyat.

  • Latar Waktu

Latar waktu merupakan waktu atau masa tertentu terjadinya suatu peristiwa.

  • Latar Suasana

Latar suasana yaitu unsur intrinsik yang berkaitan dengan keadaan psikologis yang timbul sendirinya dengan jalanya cerita. Suatu cerita akan jadi menarik karena berlangsung didalam suasana tertentu.

 

d. Tokoh dan Penokohan

Penokohan yaitu suatu lukisan watak dari pelaku atau cara dari pengarang menggambarkan sifat atau watak dari seorang tokoh.

Tokoh bisa ditunjukan pada orang atau pelaku cerita, sedangkan penokohan yaitu sikap kualitas dari pribadi sang tokoh.

Tokoh dibedakan menjadi 2 kelompok, yaitu:

  • Protagonis

Protagonis yaitu tokoh yang berfungsi memberikan empati, simpati, dan melibatkan diri secara emosional pada tokoh tersebut.

Tokoh yang disikapi demikian tersebut, disebut dengan tokoh protagonis atau yang mempunyai sifat baik.

  • Antagonis

Antagonis merupakan suatu tokoh yang berfungsi buat menimbulkan suatu konflik atau pembuat masalah dan berposisi dengan tokoh protagonis. Tokoh antagonis biasanya mempunyai sifat yang jahat.

 

e. Sudut Pandang

Kedudukan dari seorang pengarang didalam cerita atau cara pandang pengarang. Setiap pengarang mempunyai sudut pandang cerita yang berbeda-beda.

Ada yang memakai sudut pandang orang pertama (saya atau aku), ada yang menggunakan sudut pandang dari orang kedua (kau atau kamu), dan ada juga yang menggunakan sudut pandang orang ketiga dia (ia atau juga nama orang).

 

f. Amanat

Amanat merupakan suatu pesan yang ingin disampaikan oleh seorang pengarang pada si pendengar.

 

2. Unsur Ekstrinsik

Unsur ekstrinsik merupakan unsur yang ada diluar cerita atau sastra, tapi turut menentukan bentuk dan isi dari suatu karya atau cerita.

Unsur ekstrinsik cerita yaitu seperti berikut ini: Politik, agama, aliran, moral, sejarah, psikologi, sosial bidaya, dan lain sebagainya.


 

 

Contoh Teks Cerita Rakyat

Batu Menangis

Batu Menangis

Alkisah, tinggal seorang gadis dan janda miskin di suatu desa yang ada di daerah Kalimantan.

Anak dari janda miskin ini sangat cantik, tapi perilakunya buruk dan juga manja. Suatu saat, sang ibu membawa anak gadis tersebut buat berbelanja ke desa.

Di sepanjang perjalanan banyak orang yang bertanya pada anak tersebut tentang siapakah seseorang yang berjalan di belakangnya. 

Awalnya, anaknya menjawab kalo ibunya tersebut merupakan pembantunya. Jawaban kedua, dia mengatakan kalo ibunya tersebut merupakan budaknya.

Sang anak melakukan hal seperti ini secara berulang kali. Jadi, saat orang-orang menanyakan tentang ibunya, dia selalu menjawab gak sesuai dengan yang sebenarnya.

Semakin lama, ibunya gak tahan mendengar jawaban dari sang anak tersebut pada setiap orang yang bertanya.

Kemudian, ibu tersebut berdoa supaya anaknya mendapatkan hukuman. Anaknya dengan perlahan berubah jadi sebuah batu.

Anak tersebut meminta ampun saat sampai di setengah badan. Tapi, gadis tersebut udah terlambat meminta maaf karena dia akhirnya berubah jadi batu menangis.


Semoga artikel diatas bermanfaat! 😀

Avatar
Aditya Rangga

Pelajar yang insyaallah tidak pelit ilmu

Update : 17 Agustus 2020 - Published : 17 Agustus 2020

       

Tinggalkan komentar