Pakaian Adat Jawa Tengah

Provinsi Jawa Tengah dikenal sangat kental dengan ragam budayanya yang masih alam dari tahun ke tahunnya.

Nah, salah satu ragam budaya yang dimiliki oleh Jawa Tengah yaitu pakaian adat yang sangat banyak.

Apa aja sih, pakaian adat Jawa Tengah itu? Penasaran? Yuk, simak pada ulasan dibawah ini.


1. Batik Jawa Tengah

Batik Jawa Tengah

Batik yaitu pakaian adat Jawa Tengah yang sangat mendunia. Batik ini, terdiri dari berbagai macam motif.

Motif batik sendiri, dipengaruhi oleh kondisi geografis dan budaya di masyarakat setempat.

Biasanya, batik dari daerah yang pesisir lebih dinamis dalam pemilihan corak dan warnanya dibanding dengan dari daerah yang masih terpengaruh oleh budaya keraton.

Seiring dengan perkembangan zaman, model pakaian batik juga semakin beragam.

Dengan begitu, banyak instansi-instansi yang menjadikan batik sebagai seragam. Mulai dari pemerintahan, sampai instansi pendidikan sekalipun.

Bangga dengan budaya dalam negeri, bukan berarti akan tertinggal dengan persaingan global yang ada.


2. Kebaya Jawa Tengah

Kebaya Jawa Tengah

Kebaya adalah pakaian adat yang dikhususkan buat wanita. Kebaya berasal dari Bahasa Arab abaya yang artinya pakaian.

Biasanya, Kebaya ini dibuat dengan bahan tipis yang dipadukan dengan kain batik, songket, dan sarung.

Kebaya Jawa Tengah memiliki ciri khas tersendiri, biasanya berwarna hitam dan keemasan. Kebaya ini dipadukan dengan jarit bercorak batik khas Jawa.

Bahan batik yang dipakai juga terkenal dengan batik asli yang ditulis secara manual dan bukan batik yang memakai cap seperti jaman modern.

Menggunakan kebaya harus lengkap dengan atribut-atributnya, yaitu seperti dibawah ini:

  • Pakaian atasan berupa kebaya, kemben, kain tapih pinjung, dan stagen.
  • Bawahannya berupa kain jarik berbagai corak khas Jawa Tengah.
  • Konde yang dihias dengan bunga melati pada bagian atasnya.
  • Berbagai macam aksesoris tambahan seperti cincin, kalung, gelang, subang, dan kipas.

Pemakaian kebaya, harus diatur sedemikian rupa yang disesuaikan dengan status sosial orang tersebut.

Seiring berjalannya waktu, kebaya gak pernah kehilangan peminat. Kebaya jadi saksi dari perkembangan Indonesia sejak zaman dulu sampai sekarang.

Pasalnya, kebaya terus mengikuti perkembangan jaman dari tahun ke tahun. Dengan begitu, kebaya bisa bertahan sampai sekarang.


3. Jawi Jangkep

Jawi Jangkep

Jawi Jangkep merupakan pakaian adat Jawa Tengah yang dikhususkan buat pria.

Pakaian adat Jawi Jangkep ini, dibagi menjadi 2 jenis, diantaranya sebagai berikut ini:

  • Jawi Jangkep : Yaitu dipakai pada saat acara formal dan resmi aja dengan menggunakan atasan berwarna hitam.
  • Jawi Jangkep Pandintenan : Yaitu bisa digunakan dalam kegiatan sehari-hari dengan menggunakan atasan berwarna selain hitam.

Dalam menggunakan pakaian adat Jawi Jangkep, harus dilengkapi dengan atribut-atributnya, seperti:

  • Pakaian atasan yang berupa baju beskap yang biasanya memiliki motif bunga dengan bagian belakang yang jauh lebih pendek
  • Bawahan berupa kain jarik yang dililitkan pada ikat pinggang yang tersedia
  • Penutup kepala berupa blankon atau destar
  • Stagen
  • Keris atau wangkingan
  • Ikat pinggang berupa timang, lerep, dan epek
  • Alas kaki berupa sendal selop atau canilan berwarna senada dengan warna pakaiannya
  • Bunga melati yang dililitkan di bagian leher.

Pakaian adat Jawi Jangkep, masih sangat dijaga kelestariannya. Bahkan, pada acara-acara tertentu banyak yang masih memakai Jawi Jangkep.


4. Kanigaran

Kanigaran

Kanigaran yaitu pakaian adat yang dipakai buat para golongan bangsawan yang terbuat dari beludru. Biasanya, kanigaran berwarna hitam.

Pemakaian dari Kanigaran ini, harus dilengkapi dengan kain dodot atau kampuh sebagai bawahannya.

Pakaian adat ini, juga paling sering dipilih oleh para calon pengantin. Karena, kanigaran memiliki nilai dan makna yang sangat tinggi dan kental.

Kanigaran merujuk pada dandanan khusus pengantin dari keluarga kerajaan di Kesultanan Ngayogyakarta yang disebut paes ageng kanigaran.

Riasan tersebut, dipersilakan buat dipakai oleh masyarakat umum pada masa pemerintahan Sultan HB IX.

Tapi, perias harus udah tahu dan terlatih dalam melakukan riasan tersebut. Perias juga harus tahu cara memakai dan apa aja aksesoris yang harus dipakai.

Karena, pakaian adat Kanigaran memiliki aturan khusus tersendiri yang harus dilaksanakan oleh para perias.


5. Surjan

Surjan

Surjan yaitu pakaian adat Jawa Tengah yang berupa kemeja atasan. Sama dengan Jawi Jangkep, Surjan juga pakaian khusus pria.

Pakaian adat Surjan berlengan panjang dengan kerah tegak dan terbuat dari kain bermotif lurik atau bunga.

Sebenarnya, Surjan udah ada sejak zaman Mataram Islam yang diciptakan pertama kali oleh Sunan Kalijaga.

Surjan memiliki beberapa kancing yang terpasang di bagian kerah, dada kiri dan kanan, serta dada dekat perut yang memiliki jumlah kancing berbeda di setiap tempat.

Dibawah ini, jumlah kancing yang memiliki makna tersendiri, yaitu:

  • Di bagian kerah, ada 6 buah kancing yang bisa melambangkan 6 rukun iman.
  • Di bagian dada kiri dan kanan, ada 2 buah kancing yang bisa melambangkan 2 kalimat Syahadat.
  • Di bagian dada dekat perut, ada 3 buah kancing yang bisa melambangkan nafsu manusia yang harus dikendalikan.

Pemakaian Surjan, dulunya terbatas pada bangsawan dan para abdi keraton. Tapi, saat ini surjan banyak digunakan oleh rakyat biasa.


6. Basahan

Basahan

Basahan merupakan salah satu pakaian adat Jawa Tengah yang digunakan oleh pengantin wanita.

Pakaian adat Basahan ini, berasal dari warisan kebudayaan Mataram.

Sama seperti Kanigaran, basahan juga merujuk pada dandanan khusus pengantin dari keluarga kerajaan di Kesultanan Ngayogyakarta yang disebut paes ageng kanigaran.


7. Beskap

Beskap

Beskap yaitu pakaian adat buat laki-laki dari Jawa Tengah yang awalnya adalah bagian dari Jawi Jangkep.

Tapi, dengan seiring perkembangan jaman Beskap dan Jawi Jangkep sering dikenakan secara terpisah.

Beskap memiliki warna yang sangat beragam, tapi biasanya identik dengan warna gelap dan selalu polos.

Tekstur dari pakaian adat Beskap ini, tebal disertai dengan kerah baju yang gak memiliki lipatan.

Pakaian adat Beskap memiliki perbedaan ukuran potongan pada bagian depan yang gak simentris.

Tujuan dari ketidaksimetrisan, yaitu buat antisipasi pemakaian aksesoris keris yang mungkin cukup berat.

Pakaian Adat Beskap dibagi menjadi 4 jenis, diantaranya yaitu:

  • Beskap gaya Yogya : Yaitu beskap yang merujuk pada pakem Keraton Kasultanan.
  • Beskap gaya Solo : Yaitu beskap yang terinspirasi dari pakem budaya Keraton Kasunanan.
  • Beskap landung : Yaitu beskap dengan bagian depan yang panjang.
  • Beskap gaya kulon.

Kancing pada Beskap, ada pada sisi kanan dan kiri dengan pola yang bisa dibilang cukup unik yaitu menyamping.

Biasanya, Beskap dipadupadankan dengan jarik yang memiliki corak khas Jawa Barat yang digunakan buat menutupi kaki.


8. Jarik

Jarik

Jarik adalah sebuah kain yang bermotifkan batik dengan berbagai corak khas dari Jawa Tengah.

Buat masyarakat Jawa Tengah, Jarik memiliki filosofi tersendiri yaitu sebuah tingkatan dalam hidup.

Pada jaman dulu, jarik ini digunakan oleh pria ataupun wanita buat kegiatan sehari-hari.

Tapi seiring berkembangnya zaman, pakaian adat Jawa Tengah Jarik udah mulai di tinggalkan.

Kalaupun ada, sekarang Jarik mungkin masih digunakan oleh para nenek-nenek dan pada saat acara tertentu aja.


9. Sinjang / Dodot

Sinjang / Dodot

Sinjang atau dodot adalah kain batik panjang yang digunakan buat menutup badan yang bagian bawah.

Keberadaan dari pakaian adat Sinjang/Dodot ini, juga tidak terlalu penting tapi juga dibutuhkan.

Sinjung atau dodot, udah jarang diketahui oleh generasi muda saat ini karena penggunaannya juga udah jarang.


10. Kemben

Kemben

Kemben yaitu salah satu pelengkap dari sebuah pakaian adat Jawa Tengah.

Pakaian adat Jawa Tengah Kemben ini, tujuan penggunaannya yaitu buat menutup dada seorang wanita.

Kemben terbuat dari kain panjang, yang dililitkan dari daerah dada sampai bawah pinggul seorang wanita.

Pakaian adat Kemben gak akan terlihat, karena pemakaianannya didalam pakaian adat Jawa Tengah lainnya.


11. Stagen

Stagen

Stagen yaitu pelengkap dari sebuah pakaian adat aja. Stagen berupa gulungan kain yang panjang yang juga dipakai di bagian dalam.

Stagen bisa dipakai buat menahan jarik, supaya tidak melorot atau jatuh dan bisa juga dipakai buat terapi perut, supaya perut gak buncit.

Saat ini, Stagen udah sangat sulit ditemukan. Dengan begitu, pemakaian stagen jadi sangat jarang dan cuma beberapa aja yang menggunakannya.


12. Tapih Pinjung

Tapih Pinjung

Kain Tapih Pinjung yaitu kain yang dipakai pada bagian pinggang dengan cara melilitkannya dari kiri ke kanan mulai dari perut sampai pinggang.

Kain tapih pinjung terbuat dari kain jarik bermotif batik yang dipakai buat menutupi stagen supaya gak terlihat.

Kain tapih pinjung ini, cuma dijadikan sebagai penambah dari berpakaian adat khususnya buat pakaian adat Jawa Tengah.

Dan, tidak ada salahnya kalo kamu tetap membudidayakan peninggalan nenek moyang ini.


13. Blangkon

Blangkon

Blankon yaitu penutup kepala yang terbuat dari kain yang diikat. Biasanya, Blankon bercorak larik.

Blankon fungsinya yaitu buat menyembunyikan rambut yang panjang.

Konon katanya, rambut panjang tersebut adalah aib, maka kamu harus selalu menyembunyikan aib tersebut dengan blankon.

Ada monjolan dari kain yang di bundel pada bagian belakang blankon. Monjolan tersebut jadi ciri khas dari blankon itu sendiri.

Ada juga dua ikatan pada bagian belakang blankon yang diikat dengan kuat.

Dua ikatan itu, diibaratkan dengan dua kalimat syahadat dan diikat kuat memiliki makna kalo seseorang harus memiliki pendirian yang kuat.


14. Kuluk

Kuluk

Kuluk yaitu pelengkap dari sebuah pakaian adat yang memiliki fungsi hampir sama dengan blankon yaitu menutupi kepala.

Cuma, pakaian adat Kuluk tersebut cuma digunakan oleh laki-laki pada saat acara pernikahannya.

Dulu, Kuluk ini digunakan oleh banyak raja-raja buat menghadiri berbagai upacara kerajaan.

Makanya, Kuluk ini cuma dipakai pada acara tertentu aja dan gak semua orang bisa menggunakan pakaian adat satu ini.


15. Keris

Keris

Keris yaitu pelengkap paling utama yang harus ada dalam pemakaian adat Jawa Tengah buat seorang pria.

Serasa ada yang kurang, kalo gak memakai keris sebagai hiasannya. Keris digunakan cuma sebagai hiasan yang diletakkan di punggung.

Karena cuma sebagai hiasan, jadi keris ini bukan keris asli dan tajam.

Cuma sepotong kayu yang diukir menyerupai keris sungguhan dan dikemas dengan tempat keris sungguhan.

Keberadaan dari Pakaian adat Jawa Tengah Keris ini tentunya membuat adat jawa menjadi sangat unik.

Hanya aja, saat ini udah sangat jarang buat menemukan orang yang memakai pakaian surjan dan keris dalam kehidupan sehari-hari.


Itulah pembahasan lengkap mengenai beberapa Pakaian Adat Jawa Tengah. Gimana? Mudah dipahami kan?

Semoga ulasan diatas, menjadi penyemangat buat kamu untuk mencintai budaya tanah air, salah satunya Jawa Tengah ini.

Selamat belajar dan semoga bermanfaat 😀

Aditya Rangga

Pelajar yang insyaallah tidak pelit ilmu.

Update : 14 Maret 2021 - Published : 14 Maret 2021