Pakaian Adat Bali

Pulau Bali adalah salah satu provinsi yang memiliki beragam budaya, seperti pakaian adat, rumah adat, tarian, tempat wisata, dan lainnya.

Bahkan, keragaman budaya tersebut udah mendunia dan udah banyak turis-turis yang mengunjungi Bali buat melihatnya.

Pakaian adat Bali juga memiliki nilai filosofis tersendiri. Nilai filosofis tersebut pada dasarnya yaitu kepercayaan yang bersumber pada ajaran Sang Hyang Widhi.

Apa sih itu arti dari Sang Hyang Widhi? Jadi,

Sang Hyang Widhi yaitu dewa yang diyakini bisa memberikan kedamaian, kegembiraan, dan keteduhan buat umat Hindu yang mempercayainya.

Nah, untuk mengetahui apa aja pakaian adat Bali. Yuk, simak ulasannya berikut ini!


 

 

Ciri Khas Pakaian Adat Bali

Ciri Khas Pakaian Adat Bali

Pakaian adat Bali mempunyai beberapa ciri khas yang membedakan dengan pakaian adat lainnya.

Ciri khas pakaian adat Bali ini, terletak pada bentuk fisik atau dari tradisi pemakaiannya juga.

Nah, berikut dibawah ini ada beberapa ciri khas dari pakaian adat Bali yang perlu diketahui, yaitu:

  • Pakaian adatnya unik dan juga menjiwai karakter budaya lokal provinsip Bali.
  • Pakaian adat Bali udah menyatu dengan masyarakat Bali dan menjadi tradisi, jadi digunakan dalam kegiatan sehari-hari.
  • Pakaian adat Bali memiliki nama yang berbeda-beda.

 

 

Daftar Pakaian Adat Bali

1. Kebaya Bali

Kebaya Bali

Kebaya merupakan salah satu pakaian adat Bali yang digunakan oleh kaum wanita/perempuan.

Kalo dilihat, kebaya Bali terlihat hampir seperti pakaian adat Jawa. Tapi, sebenarnya kebaya Bali berbeda dengan kebaya Jawa.

Kebaya Bali mempunyai lengan dan bahu dengan design terbuka, sedangkan kebaya Jawa biasanya berdesign tertutup.

Kebaya Bali digunakan pada saat acara-acara resmi dan penting aja, seperti pernikahan, ritual, keagamaan, hari raya, atau acara resmi lainnya.

Nah, buat pemakaian Kebaya Bali ini biasanya dipakaikan juga sabuk pada bagian tengah dada.

Biasanya, Kebaya Bali berwarna cerah dengan motif yang sangat sederhana. Hal ini, bisa membuat pakaian memancarkan aura keanggunannya.

 

2. Baju Safari

Baju Safari

Baju Safari ini merupakan pakaian adat Bali yang digunakan oleh kaum pria/laki-laki.

Bentuk Baju Safari ini, yaitu seperti kemeja biasa yang disertai dengan kerah dan juga kancing. Dan, dilengkapi dengan saku yang dibuat di bagian kanan dan kiri.

Biasanya Baju Safari ini identik dengan kebersihan, jadi warna baju safari yaitu putih. Warna putih juga bisa melambangkan kesucian dan kesakralan.

 

3. Kemeja Putih

Kemeja Putih

Berbeda dengan Baju Safari Bali yang identik dengan 2 kantong di kanan dan di kiri, kemeja putih ini bebas.

Bebas memiliki arti, kalo ada yang berkantong dan ada yang tidak, ada yang berlengan panjang dan ada juga yang berlengan pendek.

Kemeja putih tersebut, memiliki tujuan yaitu buat mempermudah aturan berpakaian pada saat beribadah.

Jadi, buat masyarakat Bali yang gak memiliki baju safari atau baju safarinya kotor, maka mereka bisa memakai kemeja putih ini.

 

4. Kamen

Kamen

Kamen yaitu kain yang digunakan sebagai bawahan dari pakaian adat Bali. Biasanya, Kamen digunakan oleh penduduk asli Bali.

Kamen memiliki persamaan dengan sarung yang berbentuk persegi dengan kain tertentu, kalo diamati dengan seksama. Kamen terbuat dari kain yang tipis.

Kamen ini juga bisa dipakai oleh wanita ataupun pria dengan aturan pemakaian yang berbeda.

Pemakaian kamen buat wanita yaitu dengan cara diikatkan melingkar pada bagian pinggang dari sisi kiri ke kanan. Lalu, ikat pada sebuah selendang yang dibawa agar kamen tidak lepas.

Sedangkan,

Pemakaian kamen buat pria yaitu dengan cara diikatkan melingkar pada bagian pinggang dari sisi kiri ke kanan. Lalu, pada bagian depan di buat lipatan dengan simpul.

Simpul pada pemakaian Kamen tersebut, bisa melambangkan pengabdian atau dharma.

Simpulnya juga di buat lancip dan ada bagian yang menjulur ke tanah. Hal ini dimaksudkan, sebagai simbol penghormatan pada tanah leluhur.

Biasanya, para pria memakai 2 lembar kain buat menutupi bagian bawahnya. Kain bagian dalam disebut dengan kamen dan kain bagian luar disebut dengan saput.

Baik wanita ataupun pria, harus mematuhi jarak kamen dengan telapak kaki udah ditentukan, yaitu sekitar satu jengkal.

 

5. Saput

Saput

Sapu merupakan sejenis kain bercorak yang biasanya dipakai pada bagian lapisan atas dari Kamen.

Jadi, pemakaian pakaian adat Bali Saput ini yaitu setelah Kamen terpakai dengan sempurna.

Ada juga cara buat memakai Saput ini, yaitu dengan mengikatkannya di sekitar pinggang dan diputar dari kanan ke kiri.

Kain Saput ini, sering sekali digunakan dalam berbagai upacara keagamaan atau pernikahan oleh masyarakat Bali.

 

6. Saput Poleng

Saput Poleng

Berbeda dengan saput, saput poleng adalah kain kotak-kotak berwarna hitam putih yang biasanya disampirkan diatas pohon, patung, dan dipakai masyarakat Bali pada saat upacara.

Kain Saput Poleng merupakai kain khusus yang di anggap sakral oleh masyarakat Bali.

 

7. Selendang

Selendang

Selendang yaitu salah satu pelengkap dari pakaian adat Bali yang sangat diperlukan. Dengan begitu, masyarakat Bali wajib memiliki selendang ini.

Selendang menjadi pakaian pengganti buat pakaian adat dalam melakukan sebuah ritual penyembahan atau sesajen.

Bagi mereka yang menjalankan ritual tersebut, selendang bermakna sebagai pengikatan diri dari tingkah laku atau nafsu yang buruk.

Selain itu, selendang juga bermakna sebagai pembatas tubuh bagian bawah dengan bagian atas.

 

8. Sabuk Prada

Sabuk Prada

Sabuk prada adalah sabuk yang biasa digunakan wanita buat menahan kamen. Sabuk prada ini biasanya memiliki warna yang mencolok dan memiliki motif khas Bali.

Pemakaian dari Sabuk Prada ini memiliki makna khusus, yaitu menggambarkan kalo tubuh wanita harus dilindungi.

Terutama, rahim yang merupakan anugerah dari Tuhan, jadi pemakaian sabuk ini juga diletakkan di bagian perut.

 

9. Udeng

Udeng

Udeng adalah penutup kepala atau ikat kepala yang menjadi salah satu pelengkap dari pakaian adat Bali.

Udeng di buat dari kain yang dijahit sampai membentuk simpul pada bagian tengahnya.

Udeng Bali ini dibagi menjadi 2 jenis, diantaranyayaitu:

  • Udeng Polos : Yaitu udeng yang biasa digunakan pada saat mengikuti kegiatan upacara keagamaan.
  • Udeng Berwarna : Merupakan udeng yang biasa digunakan buat aktivitas sehari-hari.

Pemakaian udeng tersebut, menjadi suatu hal yang spesial buat masyarakat Bali, terutama buat kaum pria.

Udeng dipakai pada saat sedang menggunakan pakaian adat Bali atau sedang beribadah didalam candi.

Tapi, beberapa pria tetap menggunakan udeng meskipun gak sedang mengikuti acara atau gak sedang beribadah.

Hal tersebut, disebabkan karena oleh rasa kesadaran budaya yang tinggi dari masyarakat Bali.

Selain itu, masyarakat Bali juga ingin menciptakan kekhasan kalo pria akan lebih baik memakai udeng kapanpun dan dimanapun mereka berada.

 

10. Pusung

Pusung

Pusung atau sanggul merupakan hiasan yang dipakai oleh wanita di kepala layaknya adat Jawa Tengah.

Pusung yang digunakan oleh wanita Bali dibagi menjadi 2 jenis, diantaranya yaitu:

  • Pusung Kepupu : Merupakan pusung yang biasanya digunakan oleh wanita yang berstatus janda.
  • Pusung Gonjer : Yaitu pusung yang biasanya digunakan oleh wanita yang masih lajang atau belum menikah.

 

11. Payas Agung

Payas Agung

Payas Agung yaitu pakaian adat Bali yang dipakai khusus buat acara pernikahan. Pakaian adat ini, bisa menjadi simbol kemewahan buat kedua mempelai.

Kemewahan tersebut, bisa dilihat dari perpaduan warna dari pakaian adat tersebut, yaitu perpaduan antara merah, emas, dan putih.

Ketiga warna tersebut merupakan warna yang menjadi representasi kemewahan di Bali.

Kemewahan tersebut semakin terlihat pada mahkota yang berukuran cukup besar yang dipakai kedua mempelai.

Payas Agung buat wanita memakai kain atau sesanteng yang sengaja dililitkan pada bagian tubuh atas. Buat bagian bawahnya, memakai kain tenun songket motif khas Bali yang mewah.

Sedangkan,

Payas Agung buat pria dilengkapi dengan keris dan bawahan berupa kain songket motif khas Bali yang mewah juga pastinya.

 

12. Payas Madya

Payas Madya

Payas madya merupakan salah satu pakaian adat Bali yang memiliki tingkatan dibawah payas agung.

Pemakaian dari payas madya juga fleksibel dengan aturan pemakaiannya yang gak terlalu ketat.

Bahkan, atasannya juga bisa menggunakan baju kaos, kaos polo, ataupun kemeja.

Sedangkan, buat bagian bawahan, harus disertai dengan senteng atau selendang dan juga kamen.

Payas Madya Bali tersebut, bisa digunakan buat aktivitas sehari-hari.

 

13. Payas Alit

Payas Alit

Payas alit yaitu salah satu jenis pakaian adat yang sering dipakai saat masyarakat Bali ingin melangsungkan ibadah ke pura.

Payas alit biasanya berwarna putih. Karena, warna putih dapat melambangkan kebersihan, kesucian, dan juga kesakralan.

Payas alit buat wanita berupa kebaya yang dilengkapi dengan kamen dan selendang.

Sedangkan,

Payas alit buat pria berupa baju safari atau kemeja putih yang dilengkapi dengan kemen dan udeng.


Itulah pembahasan lengkap mengenai beberapa Pakaian Adat Bali. Gimana? Mudah dipahami kan?

Semoga ulasan diatas, menjadi penyemangat buat kamu untuk mencintai budaya tanah air, salah satunya pulau Bali ini.

Selamat belajar dan semoga bermanfaat 😀

Beri konten ini 5 bintang dong
[Total: 1 Average: 5]
Avatar
Aditya Rangga

Pelajar yang insyaallah tidak pelit ilmu.

Update : 13 Maret 2021 - Published : 13 Maret 2021