Organisasi Militer Regional

Organisasi militer regional pada era perang dingin yaitu aliansi-aliansi dari beberapa negara yang membentuk pertahanan bersama dengan batasan wilayah tertentu aja.

Jadi, untuk kegiatannya juga organisasi ini cuma ada di lingkungan beberapa wilayah aja, dan pemberian aturan dan hukuman cuma pada negara-negara pada kawasan tertentu.

Yuk simak pembahasan tentang organisasi-organisasi militer regional pada saat perang dingin berikut ini.


NATO (North Atlantic Treaty Organization)

NATO (North Atlantic Treaty Organization)

NATO atau North Atlantic Treaty Organization, dalam bahasa Perancis l’Organisation du Traité de l’Atlantiquee Nord atau disingkat OTAN.

Sedangkan, dalam bahasa Indonesia memiliki arti “Pakta Pertahanan Atlantik Utara” yaitu suatu organisasi internasional yang memiliki peran dalam menjaga keamanan secara bersama.

Didirikan di tahun 1949 dan bentuk dukungan terhadap Persetujuan Atlantik Utara yang dilaksanakan dan ditandatangani di Washington, DC pada tanggal 4 April tahun 1949.

1. Tujuan NATO

Tujuannya yaitu buat menjaga keamanan perdamaian bagi para negara anggotanya di dalam bidang politik, militer, dan pertahanan dalam menghadapi ancaman.

Selain itu, ada tujuan lain dari NATO diantaranya yaitu seperti dibawah ini:

  • Menyelesaikan persengketaan dengan secara damai.
  • Mencegah penggunaan kekuatan militer dalam hubungan internasional.
  • Mengembangkan kerjasama ekonomi diantara negara-negara NATO.
  • Menghilangkan persengketaan politik ekonomi internasional.
  • Membela negara anggota dengan prinsip kalo serangan terhadap satu (1) anggota itu berarti serangan terhadap seluruh anggota NATO.

2. Latar Belakang NATO

Berikut dibawah ini, ada beberapa latar belakang dari didirikannya NATO, diantaranya yaitu:

  • Untuk mencegah terjadinya perang pasca Perang Dunia II.
  • Menghambat pengaruh dari komunisme yang dilakukan oleh Uni Soviet.
  • Persaiangan antara paham liberalism (blok barat ) dan komunisme (blok timur).

3. Anggota NATO

Dibawah ini, negara-negara anggota yang berada didalam NATO (North Atlantic Treaty Organization), yaitu:

  • Amerika Serikat
  • Belanda
  • Belgia
  • Italia
  • Canada
  • Luxemburg
  • Norwegia
  • Perancis
  • Portugal
  • Inggris
  • Denmark
  • Islandia.

4. Sejarah NATO

Saat Perang Dunia II, Amerika Serikat, Inggris, dan Prancis yang memiliki atau memiliki paham demokrasi liberal itu bersatu dengan Uni Soviet yang berpaham komunis pada blok sekutu.

Secara nyata, demokrasi liberal (liberalisme) dan ideologi komunisme ini adalah dua paham yang sama-sama saling bertolak belakang.

Tapi, didalam Perang Dunia II kedua paham tersebut kemudian bersatu karena memiliki musuh yang sama yakni fasisme.

Setelah musuh mereka itu dapat dikalahkan, keduanya terlibat dalam pertentangan kembali. Pertentangan itu, lalu memunculkan dua blok, yaitu Blok Barat (AS), dan Blok Timur (Uni Soviet) yang dikenal dengan Perang Dingin (The Cold War).

Lembaga NATO ini terbentuk berupa bagian dari perang dingin yang berlangsung antara Blok Barat dan Blok bagian Timur.

NATO adalah suatu lembaga teritorial yang menggaris bawahi perhatian didalam bidang pertahanan negara-negara Atlantik Utara.

Organisasi NATO ini dibentuk yaitu sebagai bagian dari perang dingin yang terjadi pada Blok Barat dan Blok Timur.

NATO merupakan suatu organisasi regional yang fokus terhadap perhatian didalam bidang pertahanan negara-negara Atlantik Utara.

NATO (North Atlantic Treaty Organization) ini berdiri disebabkan semakin menyebarnya pengaruh Uni Soviet dengan komunismenya di Eropa Barat.

Selain itu, terjadi ketegangan yang hebat dan persaingan negara super power yaitu Amerika Serika dan Uni Soviet sesudah Perang Dunia II berakhir.

Untuk memperlambat pengaruh paham komunis tersebut, maka negara-negara seperti Amerika Serika, Canada, Perancis, Belgia, Luxemburh, Italia, Norwegia, Denmark, Islandia, dan Portugal sama-sama bertanda tangan pada naskah Perjanjian Atlantik Utara tanggal 4 April 1949 di Brussels, Belgia.

5. Negara yang Bergabung Saat Perang Dingin

Dibawah ini, ada beberapa negara yang bergabung saat perang dingin, diantaranya yaitu:

  • Yunani
  • Turki
  • Jerman
  • Spanyol.

Selain itu, ada beberapa negara yang bergabung setelah Perang Dingin:

  • Republik Ceko
  • Polandia
  • Hungaria
  • Bulgaria
  • Estonia
  • Latvia
  • Lituania
  • Rumania
  • Slovakia
  • Slovenia
  • Albania
  • Kroasia
  • Montenegro.

SEATO (Southeast Asia Treaty Organization)

SEATO (Southeast Asia Treaty Organization)

1. Latar Belakang SEATO

Amerika Serikat membentuk kerja sama militer yang disebut “South East Asia Treaty Organization atau SEATO”.

Organisasi ini ditujukkan buat menahan laju perluasan komunis di Asia Tenggara. Karena Amerika Serikat mulai melihat Asia Tenggara sebagai daerah yang potensial bagi perkembangan komunisme.

Hal tersebut, ditambah dengan terbentuknya negara Republik Rakyat Cina (RRC) pada tanggal 1 Oktober 1949.

Makanya, Amerika Serikat melakukan serangkaian tindakan pembendungan (Containment Policy) buat perkembangan komunisme di kawasan tersebut.

Tindakan itu terbagi dalam bentuk bantuan ekonomi, dukungan politik dan bantuan militer yang diberikan kepada negara-negara yang terletak di Asia Tenggara.

Berkaitan dengan itu, buat memperkuat pengaruhnya di kawasan itu Amerika Serikat membentuk SEATO pada tanggal 8 September 1954 yang bertujuan membendung komunisme.

Anggota-anggota dari Pakta Pertahanan itu adalah Amerika Serikat, Inggris, Prancis, Thailand, Philipina, Pakistan, Australia, dan Selandia Baru.

2. Pembentukan SEATO

SEATO merupakan organisasi internasional untuk pertahanan kolektif, ditandatangani di Manila, Filipina.

Lembaga formal SEATO dibentuk pada pertemuan mitra perjanjian di Bangkok pada bulan Februari 1955.

Pertemuan itu dihadiri oleh perwakilan beberapa negara yaitu Amerika, Inggris, Australia, Pakistan, Prancis, Thailand, Selandia Baru, dan Filipina.

Kemudian, menandatangani Deklarasi Pakta Pertahanan Asia Tenggara (Southeast Asian Treaty Organization atau SEATO).

Organisasi tersebut didirikan untuk memblokir berkembangnya komunisme lebih lanjut di Asia Tenggara.

Selain itu, berdasarkan perjanjian itu, para anggota akan memberikan bantuan militer pada negara anggota lainnya yang diserang oleh pihak luar. Markas besar organisasi itu berlokasi di Bangkok, Thailand.

Berikut dibawah ini, ada beberapa negara-negara yang masuk kedalam anggota SEATO, yaitu:

  • Australia
  • Bangladesh (sebagai Pakistan Timur)
  • Perancis
  • Selandia Baru
  • Pakistan
  • Filipina
  • Thailand
  • Kerajaan Inggris
  • Amerika Serikat.

3. Respon Indonesia Terhadap SEATO

Bagi Indonesia pembentukan SEATO yang diprakarsai oleh Amerika Serikat yaitu menolak dengan tegas.

Selain bertentangan dengan politik luar negeri babas aktif yang diumumkan oleh H. Hatta tanggal 2 September 1948 di muka sidang KNIP.

Indonesia juga sebagai negara yang baru aja lepas dari alam kolonialisme dimana perasaan-perasaan nasionalisme masih terasa kuat.

Selain itu, Indonesia dalam mencapai kemerdekaan memerlukan perjuangan darah dan air mata dari rakyat Indonesia.

Makanya, penentuan kebijakan luar negeri bukan didasari oleh dorongan atau tekanan dari negara-negara besar tapi didasari oleh kepentingan rakyat Indonesia sendiri.

4. Pembubaran SEATO

Tanggal 30 Juni 1977, SEATO dibubarkan setelah terjadinya perubahan besar di kawasan Asia Tenggara.

Khususnya yang terkait dengan kekalahan Amerika Serikat (US) dalam Perang Vietnam.


Pakta Warsawa

Pakta Warsawa

Pakta Warsawa atau Warsaw Pact atau Treaty Of Friendship, Cooperation and Mutual Assistance.

Yaitu sebuah aliansi perlawanan kolektif yang ditandatangani di Warsaw, Polandia antara Uni Soviet dan 7 Negara Satelit dari Eropa Tengah dan Eropa timur.

Pakta Warsawa adalah “The Military Complement” buat Council for Mutual Economic Assistance (CoMEcon).

Sebuah organiasasi ekonomi regional untuk negara-negara sosialis dari Eropa tengah dan timur.

Pakta Warsawa ini dibuat sebagai reaksi dari integrasi Jerman barat kepada NATO yang dimiliki oleh AS dan sekutunya.

Perlu diketahui, setelah berakhirnya Perang Dunia II, ada dua kekuatan besar yang saling bersebrangan ideologi yaitu Uni Soviet dan Amerika Serikat.

Kedua negara ini, saling berebut pengaruh kekuasaan di negara-negara dunia dengan cara membentuk aliansi-aliansi pertahanan.

Pakta Warsawa merupakan aliansi pertahanan negara-negara komunis-sosialis di kawasan Eropa Timur.

Pakta Warsawa terbentuk pada tanggal 14 Mei 1955 dalam pertemuan negara-negara Blok Timur di Warsawa, Polandia.

1. Latar Belakang Pakta Warsawa

Pembentukan Pakta Warsawa tidak bisa terlepas dari keputusan Amerika Serikat dan sekutunya buat mendirikan aliansi pertahanan NATO.

Pembentukan Pakta Warsawa dilatar belakangi oleh kekhawatiran Uni Soviet dan negara-negara Blok Timur atas keberadaan NATO yang sewaktu-waktu bisa jadi ancaman buat negara-negara Blok Timur.

Selain itu, Uni Soviet menganggap bahwa Amerika Serikat dan Blok Barat berusaha buat mengembalikan kekuatan militer (remiliterisasi) Jerman Barat dengan memasukannya ke aliansi NATO.

2. Pembentukan Pakta Warsawa

Pembentukan Pakta Warsawa pada awalnya, diusulkan oleh Perdana Menteri Uni Soviet bernama Nikita Khruschev.

Realisasi pembentukan Pakta Warsawa dilaksanakan melalui pertemuan antara negara Blok Timur di Warsawa pada 14 Mei 1955.

Pertemuan tersebut menghasilkan Pact of Mutual Assistance and Unified Command (PMAUC) atau Pakta Warsawa.

Dibawah ini, ada beberapa negara-negara yang tergabung dalam Pakta Warsawa, diantaranya yaitu:

  • Uni Soviet
  • Albania
  • Bulgaria
  • Polandia
  • Rumania
  • Cekoslovakia
  • Jerman Timur
  • Hongaria.

3. Tujuan Pakta Warsawa

Berikut dibawah ini, ada beberapa tujuan pembentukan Pakta Warsawa, diantaranya yaitu:

  • Mengimbangi kekuatan aliansi pertahanan NATO.
  • Meningkatkan kerjasama pertahanan dan militer negara-negara Blok Timur.
  • Saling membantu kalo salah satu negara anggota Pakta Warsawa mengalami masalah pertahanan atau keamanan.

4. Pembubaran Pakta Warsawa

Pembubaran Pakta Warsawa bekaitan dengan krisis yang dialami oleh Uni Soviet dan negara-negara komunis pada tahun 1990an.

Krisis tersebut disebabkan oleh kemunculan gelombang revolusi demokratik di kawasan Eropa Timur dan adanya perpecahan antara negara-negara komunis.

Krisis yang dialami oleh Uni Soviet dan negara komunis menyebabkan perpecahan internal Pakta Warsawa.

Akhirnya, Pakta Warsawa secara resmi dibubarkan pada tanggal 31 Maret 1991 dalam pertemuan antarnegara anggota Pakta Warsawa di kota Praha, Ceko.


CENTO

CENTO

CENTO (The Central Treaty Organisation) yaitu sebuah pakta pertahanan yang terbentuk pada masa perang dingin, tepatnya pada tahun 1955.

Pada awal berdirinya, CENTO bernama Pakta Baghdad karena didirikan di Baghdad, Irak.

CENTO merupakan organisasi yang beranggotakan beberapa negara yaitu Inggris, Turki, Irak, Iran dan Pakistan.

Organisasi ini memiliki negara yang bertindak sebagai pengawas dalam organisasi, negara yang dimaksud yaitu Amerika Serikat.

1. Latar Belakang Pembentukan CENTO

Pembentukan CENTO tidak terlepas dari keadaan sistem Internasional yang bipolar pada saat itu.

Ada dua polar utama dalam sistem Internasional, Amerika Serikat dan Uni Soviet.

Kedua polar utama itu saling berebut pengaruh, keduanya berusaha mempengaruhi negara-negara lain buat mau bergabung dan bekerja sama dengan mereka.

Kedua polar tersebut bisa dibilang saling bertentangan:

  • Blok Barat yang dipimpin oleh Amerika Serikat yaitu negara-negara yang menganut sistem politik demokrasi liberal.
  • Blok Timur yang dipimpin oleh Uni Soviet yaitu negara- negara yang menganut sistem komunis sosialis.

Kedua blok tersebut, berusaha mencari pengikut sebanyak-banyaknya dengan menyebarkan ideologi yang mereka terapkan.

Regional Timur Tengah tidak mau kalah dari ajang perebutan pengaruh itu. Di region ini, Amerika Serikat bergerak lebih cepat daripada Uni Soviet.

Untuk mencegah penyebaran ideologi komunisme Amerika Serikat berniat membentuk sebuah pakta pertahanan di kawasan Timur Tengah.

Ide pembentukan ini mulai muncul pada awal tahun 1950an, saat itu ketegangan di Timur Tengah sedang meningkat akibat dari konflik Arab-Israel.

Hal ini membuat pembentukan pakta pertahanan jadi terhambat, karena Israel merupakan sekutu dari negara-negara Barat khususnya Amerika Serikat.

Situasi ini, membuat Amerika Serikat dan Inggris melakukan fokus pendekatan pada negara-negara yang berbatasan langsung dengan Uni Soviet seperti Iran dan Irak.

Pendekatan pembentukan pakta pertahanan di Timur Tengah dimulai dari negara-negara yang udah jadi sekutu Amerika Serikat, yaitu:

  • Turki yang tergabung dalam NATO (North America Treaty Organization).
  • Pakistan yang tergabung sebagai anggota paling barat dari SEATO (South East Asia Treaty Organization).

Pembentukan pakta pertahanan dilakukan melalui perjanjian di Baghdad antara Irak dan Turki, lalu diikuti oleh Pakistan, Iran, dan Inggris.

Amerika Serikat tidak menandatangani perjanjian dalam pakta pertahanan tersebut.

Tapi, tetap tergabung sebagai pengawas dan anggota dari pertemuan komite. Inggris bertindak sebagai pemimpin dalam pakta pertahanan ini.

2. Pembubaran CENTO

Setelah Irak keluar dari CENTO pada 1958, keberadaan CENTO tidak memberikan bantuan yang cukup signifikan kepada anggotanya.

Pada tahun 1979 terjadi revolusi Islam Iran yang membuat hubungan Iran-Amerika Serikat memburuk, hal ini berlanjut dengan keluarnya Iran dari CENTO pada 1979.

Pakistan mengikuti jejak Iran, Pakistan keluar dari CENTO pada 1979, karena CENTO tidak memberikan bantuan saat Pakistan sedang berkonflik dengan India.

Situasi tersebut membuat CENTO resmi membubarkan diri pada tahun 1979, organisasi ini cuma bertahan selama 24 tahun.


ANZUS (The Australia, New Zealand, United States Security Treaty)

ANZUS (The Australia, New Zealand, United States Security Treaty)

Tanggal 26 Januari 1788, Inggris membentuk koloni kulit putih di Australia. Awalnya, keamanan dan pertahanan dari Australia dibantu dan dijamin oleh Pemerintah Inggris.

Tapi, Negara induk (Inggris) yang secara strategis jauh dengan Australia menyebabkan warga Australia merasa terancam dari serangan dan ancaman dunia luar.

Awalnya,Australia dan Selandia Baru bekerjasama dengan Inggris sejak tahun 1788, buat menjaga keamanan dan pertahanan negaranya.

Tapi, saat Perang Dunia II berlangsung, Inggris kurang memperhatikan kawasan Pasifik Selatan ditambah juga dengan kekalahan Inggris pada Perang Dunia II.

Dimana, pasukan Inggris tidak mampu melawan Jepang, jatuhnya Malaya dan benteng pertahanan Inggris di Singapura dan pemboman atas Darwin oleh tentara Jepang.

Saat perang berlangsung, Inggris tidak mampu membantu Australia menahan dan melawan serangan-serangan yang terjadi.

Di lain pihak, saat Australia membutuhkan bantuan dan pertolongan buat melawan serangan Jepang, Amerika Serikat membantu Australia menghadapi serangan Jepang.

Bahkan pada bulan Mei 1942, armada gabungan Amerika Serikat dan Australia berhasil mengusir kekuatan Jepang dalam pertempuran Laut Karang.

Dan pada bulan Juni, berhasil mengalahkan Jepang dalam pertempuran di Midway.

Kemenangan Amerika Serikat dalam Perang Dunia II menunjukkan pentingnya peran Amerika Serikat sebagai pengawal pertahanan dan keamanan Australia dan Kawasan Asia Pasifik.

Jadi, Australia dan Selandia Baru membentuk pakta pertahanan ANZUS (Australia, New Zealand and United States).

Pembentukan ANZUS tersebut, bisa juga dikatakan sebagai strategy of denial toward United Kingdom.

Jadi, kiblat Australia dan Selandia Baru berubah dari Pax Britannica ke Pax Americana.

1. Latar Belakang ANZUS

Dibawah ini, ada beberapa latr belakang dibentuknya pertahanan ANZUS di kawasan Asia Pasifik, yaitu:

  • Dibentuknya aliansi pertahanan ANZUS karena ketakutan dan kekhawatiran Australia dan Selandia Baru atas ancaman dari utara.
  • Inisiatif yang berasal dari Menteri Luar Negeri Australia (1949-1951) yaitu Perry C. Spender. Menurutnya, Australia harus membentuk pakta keamanan di kawasan Pasifik.
  • Dalam pandangan Spender, bahaya yang paling besar bagi Asia Pasifik yaitu komunis dari China adalah basis komunis di Asia.
  • Inisiatif Spender ini di dukung oleh Menteri Luar Negeri New Zealand, Frederick W. Doidge.

Lalu, rencana kerjasama pertahanan itu dibicarakan dengan John Foster Dulles sebagai Wakil Truman dalam mendiskusikan konsep awal perjanjian ANZUS.

Akhirnya, September 1951 di San Fransisco, Pakta Pertahanan ANZUS disepakati dan ditandatangani oleh:

  • Perry C. Snider (Australia).
  • C.A. Berendson (New Zealand).
  • Dean Acheson, John Foster Dulles, Alexander Willey, John F. Sparkman (Amerika Serikat).

2. Prinsip Pakta ANZUS

Dimana prinsip-prinsip dasar dalam Pakta ANZUS yang disepakati oleh ketiga negara anggota, seperti:

  • Saling membantu dalam mencegah para agresor yang mungkin muncul di kawasan Australia, Selandia baru dan Amerika Serikat.
  • Mengkoordinasikan pertahanan bersama di kawasan Pasifik.
  • Membendung pengaruh komunisme yang dianggap sebagai agresor di kawasan Asia Pasifik terutama dari China dan Uni Soviet.
  • Meningkatkan kerjasama militer untuk mencegah terjadinya agresi negara lain ke kawasan Pasifik.
  • Keterikatan dalam menghadapi segala serangan bersenjata bersama karena ancaman terhadap salah satu anggota juga merupakan ancaman bagi anggota lainnya. (Poin ini adalah poin inti dan terpenting, dimana melalui pernyataan itu baik Australia, Selandia Baru, dan Amerika Serikat berkomitmen buat membentuk sebuah aliansi pertahanan (collective defense).

3. Kerjasama Aliansi ANZUS

Bentuk-bentuk perjanjian dan kerjasama yang ada didalam aliansi pertahanan ANZUS, yaitu:

  • Kerjasama bilateral mengenai masalah pertahanan dan keamanan dalam praktek kegiatan bisnis.

Dimana, ketiga negara anggota bisa mengakses pendidikan, pelatihan, dan teknologi militer yang dimiliki oleh satu sama lain.

  • Negara-negara anggota aliansi harus menyokong perjanjian atau pertempuran Amerika Serikat di wilayah Asia Pasifik.

Disini, aliansi ANZUS menjadi kunci yang penting buat Amerika Serikat sebagai dasar jaringan persekutuan bilateral Asia Pasifik yang juga melibatkan Jepang, Korea, Thailand dan Filipina.

Jaringan persekutuan dan hubungan yang strategis ini merupakan inti sikap Amerika Serikat di Asia.

Dengan begitu, Amerika Serikat bisa mengontrol stabilitas keamanan regional di kawasan Asia Pasifik khususnya.

Dalam pakta tersebut,  juga ada kesepakatan kalo negara-negara anggota akan saling mendukung kapanpun dibutuhkan.


Itulah beberapa pembahasan lengkap mengenai Organisasi Militer Regional. Gimana? Sangat mudah dipahami kan?

Semoga pembahasan diatas, bisa membantu dan bermanfaat untuk kalian semua sobat cerdika.com 😀

Aditya Rangga

Pelajar yang insyaallah tidak pelit ilmu.

Update : 16 Agustus 2021 - Published : 16 Agustus 2021