Konjungsi

Apa sih, yang dimaksud dengan konjungsi itu?

Konjungsi yaitu kata buat menghubungkan kata-kata, ungkapan-ungkapan atau kalimat-kalimat dan sebagainya serta tidak buat tujuan atau maksud tertentu.

Konjungsi gak dihubungkan dengan objek, konjungsi gak menerangkan kata, konjungsi ada cuma menghubungkan kalimat-kalimat atau kata-kata dan sebagainya.

Kata yang sama bisa merupakan preposisi didalam bagian yang satu, kata kerja pada bagian yang lain.

Ingin tahu lebih lengkap? Yuk simak ulasan berikut ini!


 

 

Pengertian Konjungsi Menurut Para Ahli

Pengertian Konjungsi Menurut Para Ahli

1. Menurut Kridalaksana (1994:102)

Konjungsi fungsinya buat meluaskan satuan yang lain dalam konstruksi hipotaktis dan selalu menghubungkan dua satuan lain atau lebih dalam konstruksi.

Konjungsi menghubungkan bagian-bagian ujaran yang setataran ataupun yang gak setataran.

 

2. Menurut Chaer (2000:140)

Konjungsi adalah kata-kata yang dipakai buat menghubungkan kata dengan kata, klausa dengan klausa, atau kalimat dengan kalimat.

 

3. Menurut Sumarlan (2003:32)

Konjungsi yaitu salah satau jenis kohesi gramatikal yang dilakukan dengan cara menghubungkan unsur yang satu dengan yang lain dalam wacana.


 

 

Fungsi Konjungsi

Fungsi Konjungsi

Ada beberapa fungsi utama dari konjungsi yang perlu diketahui, diantaranya sebagai berikut ini:

  • Memberi petunjuk dari sisimana aja pembaca wajib memahami cerita supaya terurut.
  • Mempermudah pembaca guna memahami pesan yang disampaikan di setiap paragraf.
  • Menghubungkan makna tersirat yang disampaikan antar paragraf.
  • Menghubungkan 2 paragraf yang berhubungan satu dengan lainnya.
  • Membentuk alur cerita yang saling berhubungan.

 

 

Ciri-Ciri Konjungsi

Ciri-Ciri Konjungsi

Berikut dibawah ini, ada beberapa ciri-ciri konjungsi, diantaranya adalah:

  • Berada di awal paragraf yang maknanya berkaitan dengan paragraf sebelumnya.
  • Konjungsi antarparagraf punya beberapa tujuan yaitu menambah, mempertentangkan, membandingkan, menyatakan akibat atau hasil, menjelaskan tujuan, intensifikasi, menyatakan waktu dan menyatakan tempat.

 

 

Jenis Konjungsi

Jenis Konjungsi

Berdasarkan perilaku sintaksisnya, konjungsi dibedakan menjadi beberapa, diantaranya yaitu:

1. Konjungsi Temporal

Konjungsi temporal yaitu konjungsi yang menghubungkan dua peristiwa yang berbeda, berkaitan dengan waktu.

Berikut dibawah ini, beberapa jenis konjungsi temporal yaitu:

A. Konjungsi Temporal Sederajat

Konjungsi temporal sederajat ini, gak bisa dipakai di awal kalimat, dan umumnya dipakai pada kalimat majemuk setara.

B. Konjungsi Temporal Tidak Sederajat

Konjungsi temporal tidak sederajat ini, menghubungkan kalimat yang gak setara atau kalimat bertingkat.

 

2. Konjungsi Kausalitas

Konjungsi kausalitas merupakan konjungsi yang menjelaskan hubungan sebab akibat suatu peristiwa.

Konjungsi kausalitas ini, memiliki beberapa jenis yang diantaranya dibawah:

A. Konjungsi Kausal Syarat

Konjungsi ini, saling menyatukan akibat dan sebab dengan menerapkan syarat buat terjadinya akibat tersebut.

B. Konjungsi Kausal Alasan

Konjungsi ini, menyebutkan adanya alasan atau penyebab dari suatu kejadian yang menimbulkan akibat.

C. Konjungsi Kausal Simpulan

Konjungsi kausal simpulan ini, memuat suatu kesimpulan dari adanya sebab dan akibat.

D. Konjungsi Kausal Akibat

Konjungsi kausal akibat ini, memuat akibat yang terjadi sehingga menimbulkan sebab.

E. Konjungsi Kausal Untuk

Konjungsi kausal untuk ini, menyatakan suatu sebab haruslah membentuk akibat.

 

3. Konjungsi Koordinatif

Konjungsi koordinatif yaitu konjungsi yang menghubungkan dua unsur atau lebih dan unsur tersebut memiliki kedudukan yang sama.

Konjungsi koordinatif selalu terletak diantara unsur-unsur yang digabungkan. Unsur itu bisa berupa kata atau klausa.

Nah, berikut dibawah ini ada jenis-jenis konjungsi koordinatif, yaitu:

A. Konjungsi Koordinatif Penambahan

Konjungsi ini menerangkan kalo satu klausa atau kata merupakan penambahan atau pelengkap dari klausa lainnya.

B. Konjungsi Koordinatif Pendampingan

Konjungsi ini menerapkan kalo salah satu kata atau klausa adalah penambahan atau pelengkap dari kalimat atau klausa lainnya.

C. Konjungsi Koordinatif Pemilihan

Konjungsi koordinatif pemilihan ini menyatakan kalo dua unsur yang digabungkan bersifat opsional atau pilihan.

D. Konjungsi Koordinatif Perlawanan

Konjungsi koordinatif perlawanan ini menyatakan kalo dua unsur yang dihubungkan saling berlawanan.

 

4. Konjungsi Subordinatif

Konjungsi subordinatif yaitu konjungsi yang menghubungkan dua klausa atau lebih dan klausa tersebut gak memiliki kedudukan yang sama.

Salah satu dari klausa tersebut merupakan anak kalimat dari kalimat induknya.

Konjungsi subordinatif bisa diletakkan di tengah atau di depan unsur-unsur yang dihubungkan.

Konjungsi subordinatif dibagi menjadi beberapa, diantaranya sebagai berikut ini:

A. Subordinatif yang Menyatakan Waktu

Konjungsi subordinatif ini menyatakan terjadinya suatu peristiwa, yaitu waktu permulaan, bersamaan, berurutan, dan batas akhir.

B. Subordinatif yang Menyatakan Syarat

Konjungsi subordinatif yang menyatakan syarat, diantaranya yaitu kalau, manakala, jikalau, apabila, jika, bilamana, asalkan.

C. Subordinatif yang Menyatakan Suatu Pengandaian

Konjungsi ini diantaranya andaikan, seandainya, umpamanya, andaikata, sekiranya, seumpama.

D. Subordinatif yang Menyatakan Tujuan atau Harapan

Konjungsi subordinatif yang menyatakan tujuan atau harapan ini menggunakan kata biar, agar, supaya.


 

 

Contoh Konjungsi

Contoh Konjungsi

Dibawah ini, ada beberapa contoh konjungsi berdasarkan jenisnya, yaitu:

1. Contoh Konjungsi Temporal

A. Contoh Konjungsi Temporal Sederajat

Contohnya:

  • Kemudian
  • Sebelumnya
  • Lalu
  • Sesudahnya
  • Selanjutnya

Contoh dalam kalimat:

  • Bersihkan luka pada kakimu, kemudian oleskan obat.
  • Pada bulan lalu, Amir dan keluarganya pergi liburan ke Bali.

B. Contoh Konjungsi Temporal Tidak Sederajat

Contohnya:

  • Apabila
  • Ketika
  • Hingga
  • Sejak
  • Sementara
  • Bila
  • Sebelum
  • Waktu
  • Demi
  • Saat
  • Sambil

Contoh dalam kalimat:

  • Sebelum kelasnya dimulai, ibu guru meminta kami memperkenalkan diri.
  • Ibu akan berangkat ke pasar, saat matahari terbit.

 

2. Contoh Konjungsi Kausalitas

A. Contoh Konjungsi Kausal Syarat

Contohnya:

  • Jika
  • Kalau
  • Bila

Contoh dalam kalimat:

  • Jika barang tersebut sesuai dengan selera, kamu bisa memilikinya.
  • Kelas akan cepat bersih, kalau kita semua mau bekerja sama.

B. Contoh Konjungsi Kausal Alasan

Contohnya:

  • Karena

Contoh dalam kalimat:

  • Dia nyaris tertabrak mobil, karena kurang berhati-hati saat mau menyeberang di jalan.

C. Contoh Konjungsi Kausal Simpulan

Contohnya:

  • Dengan demikian
  • Jadi

Contoh dalam kalimat:

  • Dengan demikian, dapat disimpulkan kalo kejadian tersebut merupakan salah-satu bencana alam.
  • Jadi sudah berkali-kali dihukum, dia tidak juga jera melakukannya.

D. Contoh Konjungsi Kausal Akibat

Contohnya:

  • Sebab itu
  • Sehingga
  • Oleh karena itu
  • Maka

Contoh dalam kalimat:

  • Jumlah penderita yang terjangkit virus semakin meningkat. Oleh sebab itu, kita harus menjaga kebersihan dan menghindari kontak fisik dengan orang lain.

E. Contoh Konjungsi Kausal Untuk

Contohnya:

  • Untuk itu
  • Agar

Contoh dalam kalimat:

  • Masyarakat diminta untuk diam di rumah, agar penyebaran virus tidak semakin parah.

 

3. Contoh Konjungsi Koordinatif

 

A. Contoh Konjungsi Koordinatif Penambahan

Contohnya:

  • Dan

Contoh dalam kalimat:

  • Ibu dan ayah pergi ke Padang
  • Mereka makan dan minum di kantin.
  • Ketua kelas rajin dan pandai.
  • Alina belajar bahasa Jepang dan adiknya belajar bahasa Inggris.
  • Buruk dan baik perlu dipertimbangkan terlebih dahulu.
  • Kami memerlukan, pensil, kertas, penggaris, gunting, dan busur.

B. Contoh Konjungsi Koordinatif Pendampingan

Contohnya:

  • Serta

Contoh dalam kalimat:

  • Saat bangun tidur, aku merapikan tempat tidur, serta memasukan baju kotor ke keranjang.

C. Contoh Konjungsi Koordinatif Pemilihan

Contohnya:

  • Atau

Contoh dalam kalimat:

  • Makan nasi atau roti bagi saya tidak menjadi masalah.
  • Jangan menginjak atau mencabut rumput yang ada di taman.
  • Kaya atau miskin di hadapan Tuhan tidak ada bedanya.
  • Aku tidak tahu apakah orang-orang itu jujur atau tidak jujur.
  • Saya yang datang ke rumahmu, atau kamu yang datang ke sini?
  • Kamu mau minum air putih, teh, susu, atau kopi?

D. Contoh Konjungsi Koordinatif Perlawanan

Contohnya:

  • Melainkan
  • Tetapi

Contoh dalam kalimat:

  • Dia anak yang malas, tetapi cerdas.
  • Kelas itu bersih dan rapi, tetapi papan tulisnya kotor.
  • Saya ingin berangkat lebih pagi, tetapi tidak ada kendaraan.

 

4. Contoh Konjungsi Subordinatif

A. Contoh Subordinatif yang Menyatakan Waktu

Contohnya:

  • Waktu permulaan : Sejak, sedari
  • Waktu bersamaan : Sementara, seraya, sewaktu, sambil, tatkala, serta, selagi, ketika, selama
  • Waktu berurutan : Sesudah, selesai, seusai, sehabis, sebelum, begitu, setelah
  • Waktu batas akhir : Sampai, hingga

Contoh dalam kalimat:

  • Sejak tinggal di desa, ia menjadi anak yang rajin.
  • Ia mengucap syukur seraya berkata “terima kasih telah mengundang kami”.
  • Sehabis bermain-main, malamnya saya tidur nyenyak
  • Saya belajar terus hingga lupa makan dan minum.

B. Contoh Subordinatif yang Menyatakan Syarat

Contohnya:

  • Kalau
  • Manakala
  • Jikalau
  • Apabila
  • Jika
  • Bilamana
  • Asalkan

Contoh dalam kalimat:

  • Apabila tadi aku melakukan hal tersebut, pasti aku tidak akan bisa pulang ke rumah.
  • Kalau kamu melihat si Hernan, kamu langsung bilang atau telfon ke ibu.
  • Kamu boleh main dirumah teman, asalkan jangan pulang sampai larut malam.

C. Contoh Subordinatif yang Menyatakan Suatu Pengandaian

Contohnya:

  • Andaikan
  • Seandainya
  • Umpamanya
  • Andaikata
  • Sekiranya
  • Seumpama

Contoh dalam kalimat:

  • Seandainya aku tidak pindah ke kota ini, kita tidak akan pernah bertemu.

D. Contoh Subordinatif yang Menyatakan Tujuan atau Harapan

Contohnya:

  • Biar
  • Agar
  • Supaya

Contoh dalam kalimat:

  • Jangan diungkit-ungkit perkara tersebut, supaya tidak timbul lagi perselisihan.

Itulah beberapa penjelasan lengkap mengenai pengertian konjungsi beserta beberapa contohnya.

Gimana? Mudah dipahami kan pembahasan diatas tadi? Semoga bisa membantu dan bermanfaat 😀

Oiya, kalo ada kekurangan atau pertanyaan soal pembahasan diatas? Langsung tulis aja di kolom komentar dibawah ini yak!

 
 
 
 

Aditya Rangga

Pelajar yang insyaallah tidak pelit ilmu.

Update : 19 Mei 2021 - Published : 22 Januari 2021