Kata Sifat

Kata sifat ini sering sekali disebut juga dengan nama lain adjektiva.

Tapi, sebenarnya apa sih, yang dimaksud dengan kata sifat itu? Ingin tahu? Yuk simak ulasannya dibawah ini!


Pengertian Kata Sifat

Pengertian Kata Sifat

Kata sifat adalah kata yang dipakai buat mengungkapkan sifat atau keadaan suatu objek, baik itu benda, manusia, binatang, atau tumbuhan.

Kata sifat bisa menjelaskan, mengubah, atau menambah arti suatu kata benda yang diikutinya sehingga menjadi lebih spesifik.

Kata sifat atau adjektiva ini juga bisa menerangkan kuantitas, kecukupan, urutan, kualitas, atau penekanan pada suatu kata.

Baca juga : Arti Kata Serapan


Fungsi Kata Sifat

Fungsi Kata Sifat

Berikut dibawah ini, ada beberapa fungsi dari kata sifat, diantaranya yaitu:

  • Sebagai pelengkap atau penjelas subjek atau objek.
  • Sebagai predikat dalam suatu kalimat.
  • Sebagai sebuah predikat, tapi letaknya didepan atau sebelum objek.
  • Sebagai pelengkap yang mendampingi subjek utama.

Ciri-Ciri Kata Sifat

Ciri-Ciri Kata Sifat

Ada beberapa ciri-ciri utama dari kata sifat ini yang perlu diketahui, diantaranya sebagai berikut ini:

  • Dapat diingkari atau dibatalkan sifatnya dengan kata “Tidak” atau “Bukan.
  • Dapat diberikan keterangan penguat, seperti sangat, amat, paling, sekali, benar.
  • Dapat diberikan keterangan pembanding, seperti lebih, kurang, paling.
  • Dapat diperluas artinya yaitu dengan pembentukan kata “se-+pengulangan kata+-nya”.
  • Menyatakan suatu keadaan atau kondisi atau sifat benda atau orang.
  • Biasanya terletak sesudah kata benda, tapi pada konteks kalimat tertentu bisa diletakkan sebelum kata benda.

Baca juga : Arti Kata Keterangan


Jenis Kata Sifat

Jenis kata sifat ini dibagi menjadi 3 bagian, diantaranya sebagai berikut ini:

1. Berdasarkan Maknanya (Simantis)

Berdasarkan Maknanya

Berdasarkan maknanya, kata sifat ini dibedakan menjadi 2 yang diantaranya sebagai berikut:

A. Kata Sifat Beritaraf

Ada beberapa jenis kata sifat bertaraf (menyatakan kualitas), diantaranya adalah:

  • Adjektiva Pemberi Sifat : Yaitu kata sifat yang menyatakan kualitas atau intensitas yang dinilai secara fisik atau mental. Contohnya: Bersih, rapi, nyaman.
  • Adjektiva Ukuran : Yaitu kata sifat yang menyatakan kualitas yang bisa diukur dengan ukuran kuantitatif (bisa dinyatakan dalam bilangan). Contohnya: Berat, panjang.
  • Adjektiva Warna : Yaitu kata sifat yang menyatakan warna. Contohnya: Biru, putih
  • Adjektiva Waktu : Yaitu kata sifat yang menunjukkan masa atau periode terhadap suatu pekerjaan atau kejadian. Contohnya: Sebentar, lama.
  • Adjektiva Jarak : Yaitu kata sifat yang menyatakan ruang antara dua benda atau tempat. Contohnya: Jauh, dekat.
  • Adjektiva Sikap Batin : Yaitu kata sifat yang menyatakan emosi atau suasana hati. Contohnya: Bahagia, sedih, marah.
  • Adjektiva Cerapan : Yaitu kata sifat yang menggambarkan sesuatu yang bisa dirasakan oleh panca indera. Contoh: Pahit, manis, bau.

B. Kata Sifat Tidak Bertaraf

Kata sifat tak bertaraf merupakan kata sifat yang menyatakan keanggotaan dalam suatu golongan.

Contohnya: Abadi, bundar, dan lain sebagainya.

2. Berdasarkan Sintaksis

Berdasarkan Sintaksis

Ada beberapa jenis kata sifat berdasarkan sintaksis atau letak fungsinya dalam kalimat, diantaranya yaitu:

A. Adjektiva Atributif

Adjektiva atributif adalah kata sifat yang berfungsi sebagai pelengkap atau penjelas dalam suatu kalimat.

Apabila jenis kata sifat ini terletak setelah subjek, maka biasanya merupakan penjelas dari subjek tersebut.

Sedangkan apabila terletak setelah objek, maka merupakan penjelas dari objek tersebut.

Contohnya: Dila sudah tumbuh menjadi putri yang cerdas dan baik hati.

B. Adjektiva Predikatif

Adjektifa predikatif adalah kata sifat yang berfungsi sebagai predikat pada suatu kalimat.

Contohnya: Rumah baru itu sangat nyaman.

C. Adjektiva Predikatif Inversi

Adjektifa predikatif inversi yaitu jenis kata sifat yang juga berfungsi sebagai predikat dalam sebuah kalimat, tapi ada pada awal kalimat.

Contohnya: Indahnya pemandangan desa dari puncak gunung ini.

3. Berdasarkan Bentuknya

Berdasarkan Bentuknya

Jenis kata sifat berdasarkan bentuknya ini dibagi lagi menjadi 2 bagian, diantaranya adalah:

A. Kata Sifat Dasar

Kata sifat dasar yaitu kata sifat asli yang gak mengalami proses afiksasi (pengimbuhan) dan gak bisa diuraikan jadi bentuk yang lebih sederhana.

Berikut beberapa contoh kata sifat dasar, yaitu seperti: Indah, baru, banyak, tinggi, sedikit, lama dan lain sebagainya.

B. Kata Dasar Turunan

Kata sifat turunan (Polifermis) yaitu kata sifat yang udah mengalami proses afiksasi (pengimbuhan), pengulangan/reduplikasi, pemajemukan, dan penyerapan.

Secara umum, terdapat 4 kelompok kata sifat atau adjektiva turunan, diantaranya yaitu:

  • Adjektiva Turunan Pengimbuhan (Afiksasi)

Contohnya:

Sebaik (imbuhan se-), Terindah (Imbuhan ter-)

  • Adjektiva Turunan Pengulangan

Proses pengulangan tersebut biasanya mengikuti pola “Se- + kata sifat dasar + nya”.

Contohnya:

Sepintar-pintarnya, Sebaik-baiknya, Seberat-beratnya, Semarah-marahnya, Seburuk-buruknya

  • Adjektiva Turunan Majemuk

Kata sifat majemuk yaitu kata sifat yang terbentuk dari gabungan dua atau lebih kata sifat dasar yang menghasilkan makna baru, atau maknanya berbeda dari kata sifat dasar pembentuknya.

Contohnya:

Lemah Lembut, Rendah Hati, Berjiwa bersih dan lain sebagainya.

  • Adjektiva Turunan Serapan

Kata sifat serapan yaitu kata sifat yang berasal dari bahasa asing yang kemudian diserap dan dijadikan bagian dari bahasa indonesia.

Contohnya:

Aktif, Struktural, Duniawi dan lain sebagainya.


Contoh Kata Sifat

Contoh Kata Sifat

Berikut dibawah ini, ada beberapa contoh kata sifat berdasarkan jenisnya, diantaranya adalah:

  • Baca baik-baik perintah soal sebelum menjawab pertanyaan saat ujian besok.
  • Perusahaan besar itu memiliki karyawan yang sangat banyak.
  • Pemandangan di pulau terpencil itu sangat indah dan asri.
  • Ketua RT komplek perumahan kami terkenal dengan sifat lapang dada.
  • Perilaku Fadlan tidak sebaik kakaknya yang ramah dan sopan kepada orang tua.
  • Anak kecil biasanya takut dan tak bisa tidur saat suasana gelap gulita.
  • Sepandai-pandainya seorang juara, dia pasti pernah mengalami kegagalan.
  • Kumpulkan koin sebanyak-banyaknya agar dapat ditukarkan dengan hadiah yang menarik.
  • Baik buruknya perilaku seorang anak merupakan cerminan atau hasil didikan orang tua.
  • Saat malam minggu kawasan perumahan ini  selalu berisik karena adanya acara muda mudi.

Itulah beberapa penjelasan lengkap mengenai kata sifat beserta beberapa contohnya.

Gimana? Mudah dipahami kan pembahasan diatas tadi? Semoga bisa membantu dan bermanfaat 😀

Oiya, kalo ada kekurangan atau pertanyaan soal pembahasan diatas? Langsung tulis aja di kolom komentar dibawah ini yak!

Beri konten ini 5 bintang dong
[Total: 0 Average: 0]
Avatar
Aditya Rangga

Pelajar yang insyaallah tidak pelit ilmu.

Update : 22 Januari 2021 - Published : 22 Januari 2021