Doa Setelah Adzan

Adzan adalah seruan atau panggilan ibadah bagi umat muslim untuk seger menunaikan ibadah shalat wajib.

Adzan ini dikumandankan oleh seorang muadzin yaitu seseorang yang bertindak untuk mengumandangkan adzan sebagai tanda waktu shalat.

Hukum Adzan

Hukum adzan ini para ulama berbeda pendapat, ada yang mengatakan hukumnya sunnah muakkad, dan adapula yang berpendapat bahwa Adzan adalah Fardhu Kifayah.

Namun Syaikh Al Albani mengatakan bahwa :

Orang yang mengatakan bahwa adzan adalah sebuah sunnah sungguh merupakan kesalahan, karena adzan termasuk kedalam syi’ar islam terbesar, maka yang benar adalah Adzan merupakan sebuah Fardhu Kifayah, sebagaiman yang dijelaskan oleh Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah.

Bacaa Al Fatawa (1/67-68 dan 4/20)

Adzan hanya dikumandangan oleh LAKI-LAKI, adapun wanita tidak diwajibkan atau disunnahkan untuk melakukan adzan.

HR Al Abaihaqi

Syarat Syarat Adzan

1. Telah Masuk Waktu Shalat

Adzan boleh dilakukan apabila sudah memasuki waktu shalat, karena pengertian dari adzan sendiri adalah penandan waktu shalat.

Namun terdapat pengecualian pada waktu dikumandangkannnya adzan shubuh.

Adzan shubuh boleh dikumandangkan dua kali, yaitu sebelum masuk waktu shubuh, sebagai penanda bahwa waktu shubuh sebentar lagi akan tiba, yang kedua ketika waktu shubuh (terbitnya fajar shidiq).

Mengenai perihal adzan shubuh ini ulama berbeda pendapat, ulama yang berpendapat bahwa adzan shubuh boleh dlakukan dua kali diantarannya “Imam Malik, Imam Syafi’i, Imam Ahmad, Imam Auza’i, Imam Ishaq, Abu Tsauri, Abu Yusuf dan juga Ibnu Hazm”

2. Berniat Adzan

Niat tidak harus dilafadzkan, apabila kita sudah berkeinginan dalam hati untuk melakukan adzan, berarti itu sudah termasuk niat.

Niat juga cukup mengharap ridho Allah semata, bukan karena ingin dipandang sebagai orang yang sholeh karena rajin mengumandangkan adzan.

3. Dikumandangkan dalam Bahasa Arab

Dalam mengumandangkan adzan wajib menggunakan bahasa arab.

Apabila mengumandangkan adzan tidak menggunakan bahasa arab, maka adzannya tidak sah.

Demikian yang disampaikan oleh para ulama kita seperti Imam Hanafi, Imam Hambali dan juga Imam Syafi’i.

4. Tidak Ada Lahn

Apa itu lahn ? Lahn adalah pengucapan lafadz adzan yang merubah makna adzan.

Maka dari itu kita perlu belajar ilmu tajwid, jadi tidak hanya ketika kita membaca al qur’an saja yang wajib memperhatikan hukum tajwid.

Dalam pelafadzan adzan kita juga perlu memperhatikan tajwid dan bacaan adzan agat tidak keliru dan merubah makna adzan.


Lafadz Adzan

Bacaan Adzan Arab


(٢x) اَللهُ اَكْبَرُ،اَللهُ اَكْبَرُ

(٢x) أَشْهَدُ اَنْ لاَ إِلٰهَ إِلَّااللهُ

(٢x) اَشْهَدُ اَنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ اللهِ

(٢x) حَيَّ عَلَى الصَّلاَةِ

(٢x) حَيَّ عَلَى الْفَلاَحِ

(١x) اَللهُ اَكْبَرُ ،اَللهُ اَكْبَرُ

(١x) لَا إِلَهَ إِلَّااللهُ

Bacaan Adzan Latin

Allaahu Akbar, Allaahu Akbar (2x)

Asyhadu allaa illaaha illallaah (2x)

Asyhadu anna Muhammadar rasuulullah (2x)

Hayya ‘alashshalaah (2x)

Hayya ‘alalfalaah (2x)

Allaahu Akbar, Allaahu Akbar (1x)

Laa ilaaha illallaah (1x)

Arti Bacaan Adzan

Allah Maha Besar, Allah Maha Besar

Aku menyaksikan bahwa tiada Tuhan selain Allah

Aku menyaksikan bahwa nabi Muhammad itu adalah utusan Allah

Marilah Sholat

Marilah menuju kepada Kemenangan

Allah Maha Besar, Allah Maha Besar

Tiada Tuhan selain Allah


Amalan Ketika Mendengar Adzan

Sedikit yang tau kalau ternyata Rasulullah pernah mengajarkan kita amalan amalan yang bisa kita lakukan ketika kita mendengar adzan.

1. Mengucapkan Sebagaimana Muadzin

Mengikuti bacaan sebagaimana yang dibacakan muadzin ketika mengumandangkan Adzan, adalah salah satu amalan yang bisa kita lakukan ketika mendengar adzan.

Yaitu apabila muadzin, membaca lafadz adzan kita mengikuti bacaan sebagaimana yang dibaca oleh muadzin.

Tetapi apabila muadzin sampai di lafadz “Hayya ‘alashshalaah” dan “Hayya ‘alalfalaah” kita menjawab “Lahaula Walakuata Illabillah”.

2. Bershalawat kepada Rasulullah

Pada saat dikumandangkan adzan kita juga diajarkan untuk membaca shalawat kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Atau juga bisa membaca shalawat Ibrahimiyyah sebagaimana yang kita baca pada saat tasyadud dalam shalat.

3. Membaca Doa Setelah Adzan

Dari Jabir bin Abdillah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

Barangsiapa yang mendengar adzan kemudian ia membaca doa :

Bacaan Doa Setelah Adzan Arab

اللَّهُمَّ رَبَّ هَذِهِ الدَّعْوَةِ التَّامَّةِ وَالصَّلاَةِ الْقَائِمَةِ آتِ مُحَمَّدًا الْوَسِيلَةَ وَالْفَضِيلَةَ وَابْعَثْهُ مَقَامًا مَحْمُودًا الَّذِى وَعَدْتَهُ

Bacaan Doa Setelah Adzan Latin

Allahumma robba hadzihid da’watit taammah wash sholatil qoo-imah, aati Muhammadanil wasilata wal fadhilah, wab’atshu maqoomam mahmuuda alladzi wa ‘adtah’

Arti Bacaan Doa Setelah Adzan

Ya Allah, Rabb pemilik dakwah yang sempurna ini (dakwah tauhid), shalat yang ditegakkan, berikanlah kepada Muhammad wasilah (kedudukan yang tinggi), dan fadilah (kedudukan lain yang mulia). Dan bangkitkanlah beliau sehingga bisa menempati maqom (kedudukan) terpuji yang telah Engkau janjikan padanya]

HR Bukhari no.614

Maka ia akan mendapat syafa’at dari Rasulullah kelak.

4. Membaca Kalimat Tauhid

Selain membaca doa setelah adzan diatas, ada juga amalan yang bisa kita lakukan untuk mendapatkan ampunan dari Allah subhanahu wa ta’alla.

Sebagaimana yang disampaikan oleh Sa’ad bin Abi Waqqash, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيكَ لَهُ وَأَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ رَضِيتُ بِاللَّهِ رَبًّا وَبِمُحَمَّدٍ رَسُولاً وَبِالإِسْلاَمِ دِينًا

Asyhadu alla ilaha illallah wahdahu laa syarika lah wa anna muhammadan ‘abduhu wa rasuluh, radhitu billahi robbaa wa bi muhammadin rosulaa wa bil islami diinaa

Artinya : aku bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yang berhak disembah selain Allah, tidak ada sekutu baginya, dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya, aku ridha sebagai Rabbku, Muhammad sebagai Rasul dan Islam sebagai agamaku)”

HR. Muslim no. 386

Maka kata Rasulullah dosa dosanya akan diampuni oleh Allah Subhanahu wa ta’alla.

5. Berdoa

Diantara waktu mustajab untuk berdoa adalah waktu diantara adzan dan iqomah.

Dari Abdullah bin Amr bahwa seseorang pernah berkata kepada Rasulullah, “Ya Rasulullah, sesungguhnya muadzin itu telah mengungguli kami dalam beramal kepada Allah”

Kemudian Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

قُلْ كَمَا يَقُولُونَ فَإِذَا انْتَهَيْتَ فَسَلْ تُعْطَهْ

Ucapkanlah sebagaimana disebutkan oleh muadzin. Lalu jika sudah selesai kumandang azan, berdoalah, maka akan diijabahi (dikabulkan).

HR. Abu Daud no. 524 dan Ahmad

Al Hafizh Abu Thohir mengatakan bahwa hadist diatas adalah hadist hasan.

Itulah beberapa amalan yang bisa kita lakukan ketika kita mendengar adzan.

Imam Ibnul Qayyim pernah berkata :

“Lima Amalan diatas adalah amalan yang bisa kita lakukan sehari semalam, dan yang bisa melakukannya hanyala orang orang yang As Saabiquun, yaitu orang orang yang semangat dalam kebaikan.”

Lihat Jalaa-ul Afham, hal.333

Daftar O

Avatar
Riki Ramdhani

Mahasiswa Pendidikan Agama Islam di Universitas Muhammadiyah Purwokerto. Founder salah satu program kemanusiaan terbaik di Purwokerto, Musharaka Project.

Update : 23 Juli 2020 - Published : 5 Juni 2020