Diagram Batang

Pada pelajaran matematika, ada materi tentang pengumpulan dan penyajian data statistik.

Sebuah data bisa ditampilkan dalam berbagai macam bentuk, agar lebih mudah dalam membandingkan antara masing-masing pengelompokan data yang diperoleh.

Nah, salah satunya adalah dengan menggunakan diagram batang.

Apa sih, diagram batang itu? Gimana cara membuatnya? Penasaran? Yuk simak pembahasannya!


Pengertian Diagram Batang

Pengertian Diagram Batang

Diagram batang atau diagram balok yaitu grafik yang menunjukkan angka atau set dalam bentuk persegi panjang atau bujur sangkar yang mewakili frekuensi dari suatu nilai data tertentu.

Secara umum, grafik batang menggambarkan sebuah perubahan nilai-nilai objek atau data penelitian selama periode waktu tertentu.

Grafik batang menunjukkan, kalo batang vertikal dan horizontal dan memiliki lebar yang sama dengan batang yang dipisahkan.

Semakin besar frekuensi, maka semakin panjang pula persegi panjang yang mewakilinya.

Diagram batang biasa digunakan dalam penyajian data tunggal atau berkelompok dan berguna buat melihat tingkat fluktuasi dari suatu data.

Fungsi diagram batang yaitu buat mempermudah mencari/melihat data dalam jangka waktu yang lama atau yang lalu.

Kenapa? Karena, diagram batang sangat mudah mencatat sebuah data yang dimasukkan pada waktu lalu dan sangat mudah dilihat kapan data tertinggi dan terendah.


Tujuan Diagram Batang

Tujuan Diagram Batang

Semua grafik dalam bentuk apapun bertujuan menampilkan data dalam bentuk visual yang mudah buat dipahami.

Tujuan diagram batang yaitu buat menyampaikan informasi kuantitas suatu kategori tertentu, supaya lebih mudah dipahami trennya.

Pada awalnya, data ditampilkan dalam bentuk tabel, tapi tabel tersebut sedikit lebih sulit buat dibaca.

Sedangkan,

Pada diagram batang terlihat jelas mana data yang paling besar, kecil, tren data, dan analisis kuantitatif lainnya, cuma dengan melihat diagram batang tersebut.

Diagram batang memiliki 2 jenis, yaitu diagram batang vertikal dan diagram batang horizontal.

Pada diagram batang vertikal, nama data ada pada sumbu X vertikal dan kuantitas data ada pada sumbu Y vertikal.

Sedangkan pada diagram horizontal, nama data ada pada sumbu Y vertikal dan kuantitas data ada pada sumbu X horizontal.


Jenis Diagram Batang

1. Diagram Batang Vertikal

Yaitu diagram yang penulisan nama kategorinya terletak pada sumbu horizontal dan nilai frekuensinya terdapat pada sumbu vertikal.

Sehingga, batang-batang yang digambarkan seolah-olah berdiri tegak ke atas.

Contohnya:

Diagram Batang Vertikal

2. Diagram Batang Horizontal

Yaitu diagram yang penulisan nama kategorinya terletak pada sumbu vertikal dan nilai frekuensinya terdapat pada sumbu horizontal.

Sehingga, batang-batang yang digambarkan seolah-olah akan mendatar ke arah samping.

Contohnya:

Diagram Batang Horizontal

3. Diagram Batang Majemuk

Yaitu diagram yang menyajikan lebih dari satu kegiatan pengumpulan data. Jadi, setiap kelas memiliki lebih dari satu diagram batang.

Contohnya:

Diagram Batang Majemuk

Pada diagram batang majemuk, ada 2 jenis data yang dimasukkan dalam satu kategori.

Digambarkan secara bersebelahan dan berbeda warna, supaya mudah untuk membandingkannya.

4. Diagram Batang Bertingkat

Yaitu diagram yang menampilkan beberapa kegiatan dalam satu batang pada setiap kelasnya.

Contohnya:

Diagram Batang Bertingkat

Pada diagram batang bertingkat, ada 2 jenis data yang digambarkan dalam satu batang. Jadi, satu batang memuat 2 jenis data.


Cara Membuat Diagram Batang

Cara Membuat Diagram Batang

Cara untuk membuat diagram dalam bentuk batang untuk penyajian suatu data, yaitu sebagai berikut ini:

  • Mengumpulkan seluruh data dan mengelompokkannya pada masing-masing kategori dan frekuensi nilainya dengan benar.
  • Membuat dua sumbu vertikal dan horizontal.
  • Kalo akan dibuat batang vertikal, maka tulislah frekuensi nilainya pada sumbu vertikal dan nama kategorinya pada sumbu horizontal.
  • Kalo akan dibuat batang horizontal, maka tulislah frekuensi nilainya pada sumbu horizontal dan nama kategorinya pada sumbu vertikal.
  • Tulislah frekuensi nilai mulai dari yang terendah hingga paling tinggi. Lalu, buatlah garis-garis bantu pada tiap-tiap frekuensi nilai buat memudahkan dalam membuat dan menentukan tinggi atau panjang batangan pada tiap-tiap kategori.
  • Berilah nama pada masing-masing batangan kategori sesuai dengan frekuensi nilai yang udah dikelompokan sebelumnya.
  • Berilah judul pada diagram yang udah selesai dibuat.

Baca juga : Diagram Venn


Contoh Soal Diagram Batang

Contoh Soal Diagram Batang

1. Setelah pelaksanaan ujian semester selesai, udah diperoleh nilai rata-rata siswa pada pelajaran PPKN untuk tiap-tiap kelas 1 yaitu seperti:

  • Kelas 1 A = 8,5
  • Kelas 1 B = 8
  • Kelas 1 C = 9
  • Kelas 1 D = 7,5
  • Kelas 1 E = 8

Kalo data tersebut dibuat kedalam bentuk diagram batang, maka hasilnya seperti dibawah ini:

Contoh Soal ke-1 Diagram Batang

Dari contoh penyajian data nilai siswa diatas, maka kamu bisa mengamati kalo kelas I C memiliki peringkat tertinggi dan kelas 1 D memiliki peringkat terendah. Sedangkan, kelas 1 B dan 1 E memiliki peringkat yang setara.

2. Setelah diadakan sensus penduduk, maka diperoleh hasil jumlah warga laki-laki dan perempuan buat masing-masing RT 01 sampai RT 04, yaitu seperti:

  • RT 1 = laki-laki 45 orang, perempuan 40 orang.
  • RT 2 = laki-laki 50 orang, perempuan 45 orang.
  • RT 3 = laki-laki 45 orang, perempuan 50 orang.
  • RT 4 = laki-laki 40 orang, perempuan 40 orang.

Kalo data tersebut dibuat kedalam bentuk diagram batang, maka hasilnya seperti dibawah ini:

Contoh Soal ke-2 Diagram Batang

Dari contoh penyajian data jumlah penduduk tersebut, kita dapat menyimpulkan bahwa :

  • Jumlah warga laki-laki RT 01 lebih banyak dari jumlah warga perempuan.
  • Jumlah penduduk RT 02 dan RT 03 sama banyak.
  • Jumlah warga laki-laki terbanyak terdapat pada RT 02.
  • Jumlah penduduk perempuan terbanyak terdapat pada RT 03.
  • Jumlah warga laki-laki dan perempuan di RT 04 sama banyak.

Dari kedua contoh diatas, kamu bisa membandingkan frekuensi nilai dari masing-masing kategori.

Pada contoh pertama, kamu bisa membandingkan nilai rata-rata matematika dari kelas 1 A sampai kelas 1 E.

Sedangkan pada contoh kedua, kita dapat membandingkan jumlah penduduk laki-laki dan perempuan pada tiap-tiap RT.

Semoga bisa membantu. Jangan lupa buat selalu belajar di cerdika.com yak! 😀

Aditya Rangga

Pelajar yang insyaallah tidak pelit ilmu.

Update : 19 April 2021 - Published : 19 April 2021