Contoh Kasus Pelanggaran HAM di Indonesia dan Dunia

Pelanggaran HAM adalah suatu tindakan yang dilakukan oleh seseorang atau sekelompok orang atau aparat negara atau kelalaian hukum yang secara sengaja atau tidak sengaja menyebabkan berkurangnya, tercabutnya, atau terhalanginya hak orang lain.

Di Indonesia dan di dunia, pelanggaran HAM banyak terjadi.

Contoh kasus pelanggaran HAM akan dibahas pada paragraf berikutnya.

Contoh Kasus Pelanggaran HAM Internasional

Di dunia internasional, kasus pelanggaran HAM banyak sekali terjadi.

Kasus-kasus tersebut terjadi sejak zaman perang dunia hingga zaman modern sekarang ini.

Berikut ini contoh kasus pelanggaran HAM Internasional.

1. Kasus muslim Rohingya di Myanmar

pelanggaran ham di rohingya

Muslim Rohingya tinggal di negara bagian Rakhine, Myanmar.

Mereka sudah tinggal di tempat itu sejak nenek moyang mereka.

Namun, pada tahun 2015, Pemerintah Myanmar, mengusir mereka dan membantai mereka yang tidak mau pindah.

Mereka diberantas haknya karena mereka adalah kaum minoritas dan dianggap tidak memiliki kewarganegaraan.

Pada tahun pertama, sebanyak 80.000 warga Rohingya kehilangan tempat tinggal, 1200 warga hilang, dan 650 orang tewas.

Menurut laporan Reuters, sebanyak 700.000 warga etnis Rohingnya melarikan diri dari serangan militer Myanmar selama pelanggaran HAM yang berlangsung dari tahun 2016 hingga 2017.

 

2. Kasus pelanggaran HAM Israel terhadap Palestina

pelanggaran ham di palestina

 

Israel adalah negara bentukan orang Yahudi yang mengungsi di Palestina.

Pada awalnya, orang-orang Yahudi tersebut hidup rukun berdampingan dengan orang Palestina.

Namun, lama-kelamaan mereka malah membentuk negara dan mengakui tanah Palestina yang mereka tinggali sebagai kekuasaan mereka.

Kini, Israel telah mencaplok wilayah kekuasaan Palestina serta mengusir warganya hingga negara ini menjadi negara kecil dan mudah ditindas.

Militer Israel juga rajin melakukan serangan militer kepada warga Palestina.

Banyak warga sipil dan bahkan relawan yang menjadi korban serangan tersebut.

Israel juga mengadakan blokade, sehingga warga Palestina memiliki akses yang sangat terbatas.

Mereka hanya bisa mengakses makanan dan obat-obatan, itu saja dalam jumlah terbatas.

Akses keluar masuk Palestina juga diperketat oleh militer Israel.

 

3. Kekejaman Hitler di Jerman

Adolf Hitler

Pada zaman rezim Adolf Hitler, warga Yahudi yang tinggal di Jerman merasakan kehidupan yang mencekam.

Mereka diusir dan dibantai secara besar-besaran oleh pemimpin Nazi ini.

Pembantaian ini dikenal dengan nama holokaus dan menewaskan sekitar 6 juta orang Yahudi.

Pembantaian massal ini terjadi pada era perang dunia ke dua.

Orang yahudi Eropa yang tinggal di Jerman atau wilayah kekuasaannya akan dibawa ke kamp konsentrasi.

Di sana, mereka disiksa atau diperintah melakukan kerja paksa hingga akhirnya meninggal.

Sebagian lainnya di bawa ke kamp pemusnahan dimana mereka dimasukkan ke dalam kamar gas hingga tewas.

 

4. Kekejaman Husni Mubarak di Mesir

pelanggaran ham di mesir

Husni Mubarak adalah diktator Mesir yang berkuasa selama 30 tahun, yaitu sejak 1981 sampai 2011.

Ia didesak mundur oleh para pendemo di Kairo.

Para pendemo ini kemudian ditembaki oleh pasukan pengikut Mubarak hingga ratusan demonstran tewas.

Mubarak juga terkenal otoriter dan kejam…

Selama masa kepemimpinannya, banyak terjadi kasus penyiksaan dan penculikan yang dibuat-buat oleh polisi.

Target polisi tersebut adalah orang-orang oposisi.

Selain itu, banyak tahanan yang mengalami perlakuan kejam.

Sehingga, dilaporkan bahwa, dari tahun 2000 hingga 2009, ada 125 kasus penyiksaan yang berakibat tewasnya tahanan.

 

5. Pelanggaran HAM Uni Soviet terhadap Afghanistan

pelanggaran ham uni soviet terhadap afganistan

 

Pada tahun 1979 hingga 1990, Uni Soviet yang kini pecah menjadi Rusia dan negara lainnya melakukan intervensi terhadap Afghanistan.

Pada awalnya, 85 ribu tentara Uni Soviet datang ke negara ini untuk membantu pemerintah mengatasi pergolakan yang sedang terjadi dan mereka berniat menciptakan perdamaian.

Akan tetapi, alasan ini ternyata hanya kedok belaka.

Mereka malah memecah Afghanistan menjadi beberapa negara bagian.

Tentara Soviet juga menyerang siapa saja yang dianggap mencurigakan serta menghalangi tujuan mereka.

Akibatnya, banyak warga Afghanistan yang tewas.

 

6. Pelanggaran HAM di Suriah di bawah kepemimpinan Bashar Al Assad

pelanggaran ham di suriah

 

Bassar Al Ashad adalah pemimpin Suriah.

Ia memimpin negara ini sejak tahun 2000, menggantikan ayahnya yang telah meninggal.

Rezim pemerintahannya merupakan sebuah rezim yang kejam.

Banyak kebijakan presiden ini yang ditentang oleh warga melalui demonstrasi.

Bashar Al Assad dan pengikutnya yang tidak terima didemo, akhirnya menyerang para demonstran.

Alhasil, kerusuhan terjadi dan puluhan warga sipil tewas ditembak pasukan militer.

Selama rezim ini, ada banyak sekali kekejaman yang terjadi.

Penyiksaan, pemerkosaan wanita Yazidi, dan penyerangan terhadap kelompok-kelompok yang dianggap pemberontak.

Hingga kini perang saudara di Suriah masih berlangsung dan mengakibatkan 500 ribu orang tewas dan 11 juta orang mengungsi.

 

7. Pembantaian muslim Bosnia

pembantaian di Bosnia

Pada tahun 1992 hingga 1995, sebuah perang sipil terjadi antara Bosnia dan Serbia.

Perang ini terjadi setelah negara Yugoslavia pecah menjadi negara-negara kecil.

Dalam perang ini, 800 muslim Bosnia yang tinggal di Sebrenica dibantai.

 

8. Kekejaman Rezim Apartheid

Kejahatan Apharteid

 

Rezim apartheid atau kulit putih berkuasa di Afrika Selatan setelah perang Dunia II.

Dalam kekuasaan rezim ini, ras kulit hitam atau berwarna dipisahkan dalam berbagai segi kehidupan.

Warga kulit putih yang sebenarnya warga minoritas menguasai 80% wilayah Afrika Selatan.

Sisanya, yang dikenal dengan sebutan homeland, diperuntukkan bagi warga kulit hitam.

Salah satu contoh politik apartheid ini adalah pemisahan fasilitas publik.

Rumah sakit, objek wisata, sekolah, dan fasilitas lain yang digunakan oleh warga kulit putih tidak boleh digunakan oleh warga kulit hitam.

Warga asli Afrika Selatan juga harus memiliki izin jika ingin meninggalkan homeland.

Karena tindakan diskriminasi yang sangat tidak manusiawi ini, warga kulit hitam melakukan protes.

Namun sayangnya, protes ini hanya berujung pada tewasnya 500 sampai 1000 warga kulit hitam.

 


Contoh Kasus Pelanggaran HAM di Indonesia

Meski Indonesia adalah negara yang relatif kecil, namun ada cukup banyak kasus pelanggaran HAM yang terjadi.

Berikut ini beberapa contoh kasus pelanggaran HAM di Indonesia.

1. Tragedi Trisakti

Monumen Trisakti

Tragedi Trisakti terjadi pada 12 Mei 1998.

Dalam tragedi ini terjadi peristiwa penembakan mahasiswa Universitas Trisakti.

Pada tahun 1998, terjadi krisis moneter yang berakibat ke banyak sektor.

Keadaan ini mengundang aksi protes mahasiswa.

Pada tanggal tersebut mahasiswa Universitas Trisakti mengadakan longmarch menuju gedung MPR/DPR untuk kemudian melakukan demo.

Namun, sebelum sampai di gedung tersebut, aksi ini ditentang oleh polisi.

Setelah kedua pihak berunding, disepakati bahwa Polisi dan mahasiswa sama-sama mundur.

Saat mahasiswa mundur kembali ke kampus mereka, terjadi sebuah provokasi yang menyebabkan beberapa mahasiswa terpancing.

Akhirnya kerusuhan pun terjadi, polisi melakukan penembakan sehingga empat mahasiswa tewas dan beberapa luka-luka.

 

2. Pembunuhan Munir

Tragedi Munir

Munir Said Thalib adalah seorang aktivis HAM.

Ia telah banyak melakukan pembelaan hukum pada orang-orang tertindas.

Salah satunya adalah menjadi pembela keluarga korban penculikan paksa yang terjadi pada tahun 1997 dan 1998.

Munir juga merupakan pengkritik pemerintah yang berkuasa saat itu.

Di tahun 2004, Munir ditemukan tewas dalam pesawat yang menuju Amsterdam.

Hasil autopsi yang dilakukan oleh tim forensik Belanda menemukan adanya senyawa arsenik dalam jasad Munir.

Hasil ini mengindikasikan bahwa aktivis HAM ini sengaja diracun oleh pihak tertentu yang bermaksud menyingkirkannya.

 

3. Peristiwa Tanjung Priok

Tragedi Tanjung Priok

Peristiwa Tanjung Priok terjadi pada 12 September 1984.

Berdasarkan hitungan resmi, peristiwa ini menyebabkan 24 orang tewas serta 54 orang terluka.

Akan tetapi, menurut perkiraan, ada lebih dari lebih dari 100 warga Tanjung Priok yang tewas, hilang, ataupun terluka.

Peristiwa ini diawali dengan kedatangan anggota Bintara ke Masjid As Saadah yang berlokasi di Tanjung Priok.

Ia memerintahkan pengurus masjid tersebut untuk melepas spanduk yang berbau kritik pemerintah.

Pihak masjid menolaknya dan anggota Bintara ini melepas atribut-atribut tersebut dengan cara masuk ke masjid tanpa melepas alas kaki.

Tindakan tersebut sangat tidak sopan dan menyulut kemarahan pengurus masjid beserta warga.

Mereka membakar motor dan menyerang anggota Bintara tersebut.

Pengurus masjid dan warga yang menyerangnya kemudian ditangkap.

Dua hari setelah penangkapan tersebut, warga muslim Tanjung Priok melakukan aksi protes untuk membebaskan kawan mereka.

Aksi ini dilakukan oleh ribuan orang namun tidak berhasil.

Kerusuhan pun terjadi dan pihak militer menembaki demonstran.

Selain korban tewas dan luka, kerusuhan ini juga mengakibatkan banyak orang ditahan.

 

4. Pembunuhan Marsinah

Tragedi Marsinah

Marsinah adalah seorang buruh pabrik di Jawa Timur dan juga aktivis pada zaman Orde Baru.

Pada tahun 1993, Gubernur Jawa Timur mengeluarkan surat edaran yang berisi agar perusahaan di Jawa Timur menaikkan upah buruh sebesar 20% dari gaji pokok.

Akan tetapi PT tempat Marsinah bekerja, PT Catur Putra Surya, tidak terlalu setuju dengan himbauan ini.

Akibatnya, Marsinah dan kawan-kawannya mogok kerja dan melakukan demonstrasi pada tanggal 3 dan 4 Mei 1993.

Selain demonstrasi, Marsinah beserta 13 perwakilan buruh juga melakukan perundingan dengan pihak pabrik.

Pada tanggal 5 Mei, siang harinya, 13 teman Marsinah ditangkap Kodim Sidoarjo karena tuduhan menghasut para buruh agar tidak masuk kerja dan mengadakan rapat gelap.

Mereka dipaksa untuk mengundurkan diri. Marsinah kemudian datang ke Kodim untuk menanyakan dimana rekan-rekannya.

Malamnya, Marsinah menghilang.

Teman-temannya tidak ada yang tahu keberadaannya.

Mereka mencarinya selama tiga hari namun tidak menemukannya.

Marsinah baru ditemukan pada 8 Mei 1993 dalam keadaan meninggal.

Hasil autopsi menyebutkan bahwa Marsinah mengalami penyiksaan berat.

 

5. Pelanggaran HAM di Aceh

pelanggaran ham aceh

 

Pada tahun 1990 hingga 1998 terjadi pemberontakan rakyat Aceh.

Salah satu sebabnya adalah karena mereka tidak puas dengan pemerintah sehingga ingin memisahkan diri.

Oleh karenanya, pemerintah Indonesia mengadakan operasi militer di provinsi ini.

Akibat dari operasi militer ini, ada beberapa kasus pelanggaran HAM yang terjadi.

Operasi ini tidak hanya menewaskan pemberontak namun juga warga sipil.

Banyak warga Aceh yang meninggal akibat operasi ini.

Menurut catatan, ada sekitar 9 ribu hingga 12 ribu korban jiwa yang jatuh dalam operasi militer yang berlangsung selama 8 tahun ini.

 

6. Bom Bali

tragedi bom bali

 

Bom Bali adalah aksi terorisme yang mengakibatkan ratusan korban tewas dan luka-luka.

Aksi terorisme ini dilakukan oleh kelompok teroris Solo dan Serang.

Beberapa pelakunya adalah Imam Samudra, Amrozi, dan Dulmatin.

Ada dua peristiwa bom Bali yang terjadi.

Yang pertama adalah pada tanggal 12 Oktober 2002.

Pada saat itu, bom meledak di Kuta.

Bom ini menyebabkan 202 orang tewas dan 209 luka-luka.

Sebagian besar korban tersebut adalah wisatawan asing.

Yang ke-dua terjadi pada tanggal 1 Oktober 2005.

Ada tiga bom yang meledak pada malam itu, 1 di Kuta dan 2 di Jimbaran.

Bom ini menewaskan 23 orang, 4 diantaranya adalah wisatawan asing dan 3 adalah teroris.

 

7. Pembantaian Rawagede

pembantaian rawagede

 

Kampung Rawagede terletak di Karawang.

Pada agresi militer pertama, tepatnya 9 Desember 1947, terjadi pembantaian di kampung ini yang dilakukan oleh Belanda.

Pembantaian Rawagede menewaskan 431 penduduk.

Kurang lebih setahun kemudian, Belanda kembali menyerang kampung ini tanpa alasan.

Sebanyak 35 warga Rawagede tewas akibat serangan ini.

Pengadilan HAM Internasional baru memproses kasus ini berpuluh-puluh tahun kemudian.

Pada September 2011, pengadilan memutuskan bahwa pemerintah Belanda bersalah dan harus bertanggung jawab serta memberikan kompensasi kepada keluarga korban pembantaian ini.

 

8. Penculikan aktivis 97/98

penculikan 97/98

Pada tahun 1997 dan 1998, Indonesia mengalami pergolakan yang cukup hebat.

Ketidakpuasan terhadap pemerintah membuat banyak aktivis semakin vokal menyuarakan penolakan pada pemerintah.

Keadaan genting menjelang pemilu 97 dan menjelang Sidang MPR 98 ini berbuntut penghilangan orang secara paksa.

Sebanyak 23 aktivis hilang pada periode tersebut. Sembilan diantara mereka dilepaskan kembali.

Satu korban ditemukan tewas.

Dan 13 korban hilang, lainnya tidak pernah kembali hingga kini.

Penculikan yang dilakukan oleh aparat negara ini terjadi di Solo, Lampung, dan paling banyak di Jakarta.

 

9. Tragedi Semanggi

tragedi semanggi

 

Tragedi semanggi terjadi dua kali, yaitu Tragedi Semanggi I dan Tragedi Semanggi II.

Tragedi Semanggi I terjadi pada November 1998.

Masa transisi pemerintahan dari Orde Baru ke Reformasi mengakibatkan banyak kekacauan.

Alhasil, demo besar-besaran pun terjadi. tragedi ini menyebabkan 17 orang tewas.

Tragedi Semanggi II terjadi pada September 1999.

Aksi-aksi yang dilakukan oleh para mahasiswa mengakibatkan reaksi keras militer yang berjaga.

Bentrok massa dan aparat ini menyebabkan satu mahasiswa tewas di Jakarta, 2 mahasiswa tewas di Lampung, dan satu tewas di Palembang.

 

10. Pembantaian Santa Cruz

pembantaian santa cruz

 

Pembantaian Santa Cruz terjadi di Dili, Timor Timur, pada tanggal 12 November 1991.

Tragedi ini diawali dengan rencana kedatangan anggota parlemen Portugal dan 12 wartawan.

Akan tetapi, pemerintah Indonesia keberatan dengan kedatangan salah satu perwakilan wartawan yang berkebangsaan Australia.

Wartawan ini dicurigai mendukung kemerdekaan Timor Leste.

Mahasiswa yang mengetahui pembatalan ini pun merasa sangat kecewa.

Buntut kekecewaan ini adalah terjadinya konfrontasi antara pihak pro integrasi dan pihak pro kemerdekaan pada tanggal 28 Oktober 1991.

Konfrontasi ini menyebabkan dua orang tewas, Sebastiao Gomes dari pro kemerdekaan dan Afonso Henriques dari pro integrasi.

Mahasiswa menjadi semakin marah, mereka pun mengadakan aksi protes saat proses pemakaman Gomes.

Ketika jenazah Gomes dibawa ke tempat pemakaman, militer Indonesia menembaki para pelayat dan pendemo.

Akibat serangan ini, 271 orang tewas, 250 orang menghilang, dan 382 orang terluka.


Contoh kaus pelanggaran HAM di atas membuktikan bahwa pelanggaran hak asasi manusia dapat terjadi di negara mana saja, entah itu negara besar ataupun kecil.

Contoh-contoh tersebut juga membuktikan bahwa kekuasaan menjadi salah satu penyebabnya.

Pergolakan politik, konflik etnis, dan penguasa diktator dapat menyulut terjadinya pelanggaran HAM.

Avatar
Vira Mahdiya

Saya mendalami Ilmu Pengetahuan Sosial sewaktu SMA dan sekarang Alhamdulillah menjadi mahasiswi di salah satu universitas favorit di Yogyakarta

Update : 30 April 2020 - Published : 3 Januari 2020

       

Satu pemikiran pada “Contoh Kasus Pelanggaran HAM di Indonesia dan Dunia”

  1. Kasus Munir adalah kasus pelanggaran HAM yang masih menjadi misteri dan ironi. Beliau meninggal di atas langit Rumania dalam perjalan ke Belanda, akibat keracunan dosis tinggi Arsenik yang dicampur dalam hidangan yang tersaji dalam pesawat.

    Belum jelas mengapa ketua KONTRAS ini dibunuh. Banyak dugaan kalau beliau hendak melapor ke Mahkamah Internasional perihal pelanggaran HAM, lalu dibungkam dengan cara dibunuh.

    Namun pada akhirnya, ada seseorang yang ditahan sebagai pelaku pembunuhan berencana ini yaitu Pollycarpus, pilot pesawat yang Munir tumpangi dalam perjalanannya.

    Kasus ini akan menjadi misteri selamanya kalau tidak pernah diusut. Makanya para aktivis menggerakkan semboyan ‘Menolak Lupa’ agar kasus Munir segera menemukan titik terang.

    Balas

Tinggalkan komentar