Vira Mahdiya

Mahasiswi yang hobi menulis, olahraga dan bersosial media.

WTO Dalam Perdagangan Antar Negara

World Trade Organisation sangatlah penting di era globalisasi seperti sekarang ini.

Setiap negara, bahkan setiap orang yang ada di dalamnya seakan-akan bisa saling berkomunikasi satu sama lain, tanpa pernah merasa ada jarak geografis yang membatasi.

Sehingga dibutuhkan aturan perdagangan yang bisa mengikat semua orang dalam bidang perdagangan tersebut.

Organisasi dunia yang bergerak di bidang perdagangan ini tidak hanya terbatas pada komoditas tertentu saja.

Melainkan semua produk perdagangan yang semakin hari semakin kompleks.

Bisa dalam bentuk barang, jasa, bahkan hingga ide.

Semuanya diatur dalam sistem yang bisa saling menguntungkan antar semua pihak.

 

Pengertian

pengertian WTO

WTO adalah sebuah organisasi internasional yang mengatur perdagangan antar negara.

Perdagangan menjadi sektor yang sangat krusial, dan menjadi pondasi penggerak ekonomi di setiap negara.

Jika tidak ada organisasi yang mengatur hubungan perdagangan antar negara, bisa memicu banyak konflik antar negara.

Oleh karena itulah World Trade Organisation dibentuk.

 

Sejarah WTO

sejarah WTO

Organisasi yang mengatur perdagangan sebelum WTO sebenarnya sudah ada.

Organisasi tersebut dikenal dengan nama General Agreement On Tariffs and Trade (GATT) yang sudah ada sejak 1947.

GATT ini sudah direncanakan sebagai organisasi perdagangan internasional (ITO), karena memang sudah dirasa sangat perlu dalam mengatur sektor perdagangan antar negara.

GATT juga sudah direncanakan sebagai bagian dari Havana Carter yang sudah disetujui oleh 53 negara.

Tetapi ITO gagal didirikan karena berbagai macam faktor, salah satunya ternyata dari Amerika Serikat.

Amerika merasa terancam akan kehilangan kuasa dalam mengatur kondisi perdagangan mereka.

Ketidaksetujuan AS ini diungkapkan dalam Konferensi Amerika Serikat, sehingga ITO ditunda dalam peresmiannya.

Di sisi lain, GATT terus berusaha untuk mencari dukungan.

Dan akhirnya dari GATT inilah disepakati sebuah organisasi perdagangan internasional sementara sebagai sebuah organisasi yang akan melahirkan WTO.

 

Latar Belakang Berdirinya WTO

latar belakang WTO

Sama halnya dalam sejarah berdirinya World Trade Organisation, dimana GATT sebagai sebuah kesepakatan bersama dari berbagai negara.

Organisasi ini terus menerus menguatkan diri, karena melihat kebutuhan banyak negara akan sebuah aturan yang bisa melindungi negara berkembang, dan juga mengatur perdagangan agar tidak terjadi konflik yang berkelanjutan.

Untuk membentuk Internasional Trade Organisation tersebut, kemudian ada tiga kerangka yang dikeluarkan.

Yaitu Internasional Munetary Fund (IMF), International Bank for Reconstruction and Development (IBRD), dan yang terakhir adalah GATT itu sendiri.

Dari kerangka itu kemudian, kesepakatan demi kesepakatan akhirnya dipenuhi dan menjadi penguat dari kebutuhan organisasi perdagangan internasional, yang kini disebut sebagai World Trade Organisation.

 

Fungsi WTO

fungsi WTO

1. Mengatur Perjanjian Antar Negara Dalam Perdagangan

Seluruh anggota dari WTO harus mematuhi peraturan di dalamnya.

Karena setiap proses perdagangan yang terjadi dalam setiap negara sangat rentan dan krusial.

Dengan adanya aturan tersebu diharapkan kondisi perdagangan di dalam negara atau juga antar negara akan lebih kondusif, lebih teratur, aman, dan terjaga.

2. Mendorong Arus Perdagangan Antar Negara

Banyak sekali hambatan ketika terjadi proses perdagangan antar banyak pihak apalagi ketika pihak yang terkait adalah negara.

WTO bisa menjadi media terbaik dalam menghilangkan hambatan-hambatan tersebut.

Dengan mediasi dalam bentuk aturan yang mengikat, akan membuat arus perdagangan semakin baik dan lancar, sehingga roda perekonomian dunia pun akan terus berputar.

3. Menyelesaikan Sengketa Dagang

Hubungan perdagangan antara dua negara seringkali terjadi masalah.

Banyak hal menjadi pemicunya, bisa dalam bentuk diskriminasi, permasalahan batas negara, sejarah lama, dan lain sebagainya.

Karena itulah harus ada pihak ketiga dalam menyelesaikan konflik perdagangan tersebut, yaitu pihak netral yang tidak mempunyai kepentingan dari dua negara yang bersengketa dalam perdagangan tersebut.

4. Sebagai Forum Negosiasi Perdagangan

Organisasi ini juga bisa menjadi salah satu media terbaik dalam merumuskan berbagai masalah terkait dengan perdagangan.

Sehingga dilakukan berbagai macam negosiasi kepada beberapa pihak atau seluruh anggota WTO dalam menentukan aturan-aturan di masa yang akan datang.

5. Memonitor Kebijakan Perdagangan Sebuah Negara

Kebijakan perdagangan dalam sebuah negara bisa menjadi penyebab terganggunya perdagangan negara lain.

Sehingga hal itu bisa dimonitoring dan dilakukan beberapa solusi yang tepat agar dapat memberikan jaminan terhadap pihak yang berkaitan tersebut, dan setiap anggota tidak perlu merasa khawatir akan terjadi perubahan yang signifikan terhadap perdagangan antar negara.

6. Memberikan Bantuan Kepada Negara-Negara Berkembang

Negara berkembang mempunyai kapasitas dan kapabilitas yang berbeda dengan negara maju dalam hal perdagangan.

Oleh karenanya, WTO juga bisa memberikan bantuan terhadap negara berkembang secara teknis agar bisa meningkatkan daya gerak roda ekonomi di dalam negera berkembang.

 

Prinsip-Prinsip WTO

prinsip-prinsip WTO

Ada beberapa prinsip-prinsip umum yang dipegang oleh WTO dalam sistem perdagangan internasional.

Beberapa prinsip WTO tersebut adalah sebagai berikut:

1. Perdagangan tanpa diskriminasi

WTO yang mengatur banyak anggota dari berbagai negara harus bertindak secara adil.

Tidak boleh ada perlakuan khusus yang dilakukan oleh WTO.

Perlakuan khusus terhadap sebuah negara akan berdampak pada perpecahan.

Ketidakadilan bisa mengakibatkan konflik yang sangat besar, karena melibatkan negara-negara.

Apalagi kita tahu, banyak negara yang memiliki koalisi masing-masing, sehingga adanya diskriminasi dalam WTO akan bisa berakibat sangat fatal.

2. Perdagangan yang lebih bebas dan bertahap

WTO bisa mengatasi berbagai masalah yang membatasi proses perdagangan di dunia ini.

Dengan begitu diharapkan perdagangan yang terjadi akan semakin intens, lebih meningkat, dan bisa membuat perdagangan lebih bebas tanpa harus meninggalkan peraturan yang mengikat.

3. Dapat Diprediksi

Kepastian dalam perdagangan menjadi sesuatu yang sangat penting.

Dengan kepastian harga, kepastian komoditas, dan berbagai macam kepastian lainnya dalam bidang perdagangan akan membuat semua pihak merasa aman, dan mendapatkan risiko kerugian sangat kecil.

4. Mempromosikan Persaingan yang Adil

Salah satu tujuan dari WTO adalah bisa menciptakan suasana perdagangan yang terbuka, bebas, dan kompetitif.

Dengan begitu maka akan memberikan suasana persaingan yang adil kepada setiap anggota dalam melakukan proses perdagangan.

5. Mendorong Pembangunan Ekonomi

WTO juga akan mendorong pembangunan di setiap negara.

Pembangunan tersebut hanya bisa dilakukan ketika kondisi perekonomian semakin baik, roda perekonomian berputar dengan kencang, sehingga akan membuat optimisme yang tinggi terhadap setiap negara anggota WTO tersebut.

 

Perangkat Hukum WTO

perangkat hukum wto

Perangkat hukum WTO ini mempunyai beberapa fungsi yang dapat menyelesaikan sengketa perdagangan yang terjadi.

Beberapa perangkat hukum WTO tersebut adalah:

1. General Trade on Tariff and Trade (GATT)

GATT merupakan pondasi pertama berdirinya World Trade Organisation, sehingga tidak bisa dipisahkan dari WTO.

GATT digunakan sebagai sebuah metode atau cara dalam mengatur regulasi terkait dengan barang yang akan diperdagangkan antar negara.

2. General Agreement on Trade and Service (GATS)

Perbedaan antara GATT dan GATS adalah terkait dengan produk yang diperdagangkan oleh antar negara.

GATT mengatur regulasi untuk produk yang berupa barang, sedangkan untuk GATS adalah sebuah regulasi yang berkaitan dengan produk berupa jasa.

Dengan demikian ketika ada sebuah badan usaha yang akan menawarkan jasa, akan diatur dan dilindungi oleh GATS, asalkan telah masuk ke dalam keanggotaannya.

3. Agreement on Trade-Related Aspect of Intelectual Property Rights (TRRIPS)

TRRIPS ini juga hampir sama dengan beberapa regulasi sebelumnya, hanya berbeda produk saja.

Untuk TRRIPS merupakan sebuah regulasi yang mengatur terkait dengan perdagangan yang bersifat ide atau kreatifitas.

Produk tersebut bisa dalam bentuk hak cipta, hak paten, merek barang, dan merek dagang lainnya.

Hal ini sangat penting karena bisa mencegah adanya plagiat dari karya atau produk orang lain.

4. Dispute Settlement Understanding (DSU)

DSU ini akan menjaga arus perdagangan antar negara bisa berjalan kondusif dan lancar.

Sehingga semua anggota bisa menjalankan perdagangan internasional dengan lebih baik dan mendapatkan keuntungan dari proses perdagangan tersebut.


World Trade Organisation menjadi sebuah organisasi yang sangat penting bagi setiap negara di dunia.

Adanya WTO ini juga bisa menjadi peredam konflik yang terjadi antar dua negara atau lebih.

Sehingga dengan begitu perekonomian dunia akan semakin baik, dan meningkatkan perekonomian setiap negara dalam menjaga ketertiban dunia.

Kategori PPKN
       

Tinggalkan komentar