Sistem Informasi Manajemen

Apa sih, yang dimaksud dengan sistem informasi manajemen itu?

Yaitu sekelompok atau sekumpulan proses dimana data bisa diolah, dianalisis, dan ditampilkan supaya data itu jadi berguna buat kebutuhan pengambilan suatu keputusan.

Sistem tersebut merupakan alat yang sangat berguna buat menunjang dan mengendalikan operasi perusahaan. 

Tujuan utama dari sistem ini, yaitu buat mengumpulkan dan mengatur semua data dari berbagai tingkat perusahaan, meringkas, lalu memfasilitasi dan meningkatkan kualitas dari pengambilan keputusan buat meningkatkan produktivitas dan profitabilitas sebuah perusahaan. 

Sistem informasi manajemen ini, berbasis komputer dan bisa berupa lembar excel atau platform yang lebih kompleks.

Selain itu, data bisa diakses dan diolah secara internal atau eksternal. Jadi, sistem informasi yang digunakan lebih efisien dan produktif.


 

 

Pengertian Sistem Informasi Manajemen Menurut Ahli

Pengertian Sistem Informasi Manajemen Menurut Ahli

1. Menurut Bodnar dan Hopwood

Yaitu kumpulan perangkat keras dan perangkat lunak yang dirancang buat mentrasformasikan data dalam bentuk informasi yang berguna. (Accounting Information System)

 

2. Menurut L. Jamers Havery

Yaitu prosedur logis dan rasional buat melakukan atau merancang suatu rangkaian komponen yang berhubungan satu sama lain.

 

3. Menurut Azhar Susanto

Yaitu kumpulan atau grup dari sub sistem atau bagian atau komponen apapun biak fisik atau non fisik yang saling berhubungan satu sama lain dan berkenaan dengan pengendalian, pengevaluasian, dan perbaikan berkelanjutan.

 

4. Menurut Ludwig Von Batalanfy

Yaitu seperangkat unsur yang saling terkait dalam suatu antar relasi diantara unsur-unsur tersebut dengan lingkungan.


 

 

Fungsi Sistem Informasi Manajemen

Fungsi Sistem Informasi Manajemen

Berikut dibawah ini, ada fungsi utama dari sistem informasi manajemen yang bisa kamu ketahui, diantaranya yaitu:

  • Membantu dalam proses pengambilan keputusan
  • Membantu dalam menentukan suatu masalah
  • Membantu dalam hal membandingkan kinerja bisnis
  • Membantu dalam hal koordinasi antar departemen.

Baca juga : Pengertian dan Tujuan Manajemen Pemasaran


 

 

Komponen Sistem Informasi Manajemen

Komponen Sistem Informasi Manajemen

Sebuah sistem informasi manajemen perlu dibangun dengan beberapa komponen yang saling berkaitan dan memiliki pengaruh terhadap informasi satu dengan informasi yang lain.

Perancangan sebuah Sistem Informasi Manajemen melibatkan komponen seperti berikut ini:

1. Manusia

Dalam sebuah Sistem Informasi Manajemen, manusia merupakan peranan yang sangat penting.

Peran dari manusia sendiri adalah merancang, mengolah, mengoperasikan, membangun, dan menggunakan sistem tersebut. 

Jadi, informasi yang dihasilkan pada sistem informasi manajemen akan memberikan manfaat buat manusia dan bisnis yang dijalankan.

Sumber daya manusia sangat diperlukan, supaya bisa terciptanya sebuah sistem yang berjalan dengan baik dan semestinya.

 

2. Informasi

Sistem informasi manajemen dibuat oleh manusia buat menghasilkan informasi dari data yang bersifat mentah, sehingga jadi data yang bisa diolah dan bisa berguna.

Informasi yang berguna disini yaitu informasi yang relevan, dapat dibandingkan, memiliki akurasi tinggi, tepat waktu, dan dapat dipertanggungjawabkan. 

Informasi yang udah memenuhi syarat diatas, akan memberikan manfaat yang besar buat manusia dan bisnis yang dijalankan.

Pengolahan data dan informasi akan lebih mudah dan teruji, kalo dalam bisnis yang dikembangkan memakai sistem informasi manajemen yang tepat.

 

3. Sistem

Sistem informasi manajemen yaitu sebuah sistem besar dimana terbentuk dari beberapa subsistem yang berbeda tugasnya, tapi saling terhubung dan terintegrasi.

Subsistem dalam sistem informasi manajemen bertugas buat mengumpulkan, mengolah, dan menyempurnakan data sehingga menghasilkan sebuah informasi.

 

4. Organisasi Manajemen

Setiap usaha dan bisnis membentuk organisasi manajemen buat mencapai tujuan dari usaha dan bisnisnya.

Fungsi dari organisasi manajemen sendiri yaitu buat mengorganisir, melaksanakan, merencanakan, dan mengontrol operasional perusahaan atau organisasi.

 

5. Pengambilan Keputusan

Pengambilan keputusan bisa diambil apabila bisnis tersebut memiliki informasi yang relevan dan bisa dipertanggungjawabkan.

Seorang pebisnis atau pengusaha gak bisa mengambil keputusan dengan baik apabila gak adanya sistem informasi manajemen sebagai wadah buat mengelola informasi.

Bisa dikatakan, kalo dasar pertimbangan buat mengambil sebuah keputusan yaitu menggunakan sistem informasi manajemen.

Selain itu, informasi juga harus bersifat relevan dan mengandung fakta dan gak ada unsur rekayasa.


 

 

Jenis Laporan yang Dihasilkan

Jenis Laporan yang Dihasilkan

Umumnya, sistem informasi manajemen dipakai buat menyimpan data dan membuat laporan yang akan dipakai sebagai analisis dan membuat keputusan.

Nah, berikut ini ada beberapa jenis laporan yang dihasilkan dari sistem informasi manajemen, yaitu:

1. Real-Time

Jenis laporan yang pertama berupa real-time atau laporan tersebut bisa dimonitoring secara langsung.

Laporan jenis ini biasanya dipakai dalam bisnis buat melihat setiap perubahan pada informasi secara langsung dan gak ada batasan waktu. 

Seperti halnya, seorang pada customer service yang memonitoring lonjakan volume panggilan jadi bisa menyelesaikan permasalahan tersebut secepatnya.

Dengan laporan jenis real-time ini, kamu juga bisa meningkatkan produktivitas dari bisnis yang kamu jalankan.

 

2. Ad-Hoc

Laporan tersebut, cuma dibuat satu kali oleh pengguna buat menjawab pertanyaan. Kalo laporan tersebut berguna, maka kamu bisa mengubah laporan tersebut jadi laporan terjadwal. 

Laporan jenis ini, cuma bisa digunakan sekali dan berfungsi untuk membuat laporan dalam jangka waktu yang pendek.

Didalam sebuah bisnis dibutuhkan sistem yang bisa mengelola laporan secara cepat dan sangat cocok untuk menggunakan ad-hoc.

 

3. Dijadwalkan

Laporan terjadwal memungkinkan perusahaan atau organisasi buat mengelola data secara berkala dari waktu ke waktu. Pemohon udah menyediakan buat menarik dan mengatur data. 

Contoh dari laporan yang dijadwalkan yaitu seorang distributor bisa membandingkan angka penjualan dari toko yang berbeda dan memakai parameter yang berbeda.

Hal tersebut bisa meningkatkan keuntungan dari bisnis dan bisa memonitoring kondisi pasar bisnis dengan baik.


 

 

Contoh Sistem Informasi Manajemen

Contoh Sistem Informasi Manajemen

Berikut dibawah ini, ada beberapa contoh dari sistem informasi manajemen untuk bisnis yang kamu kembangkan, yaitu:

1. Decision Support System (DSS)

Sistem ini sangat membantu seorang manajer dalam mengambil sebuah keputusan dengan cara mengamati lingkungan didalam perusahaan.

Pengamatan disini sangat penting agar bisnis yang dijalankan dapat berkembang dan meningkatkan produktivitas.

 

2. Executive Support System (ESS)

Sistem ini cenderung menguntungkan pada seorang manajer. Karena, mampu membantu manajer dalam membantu berinteraksi dengan lingkungan perusahaan.

Interaksi tersebut dapat berupa bantuan grafik dan alat komunikasi lain sebagainya.

 

3. Expert System (ES) dan Artificial Intelligent (AI)

Dalam sistem ini, sedikit berbeda dengan sistem yang lain, karena penerapannya menggunakan kecerdasan buatan.

Fungsi dari sistem ini yaitu bisa menganalisis permasalahan dengan bantuan tenaga ahli yang udah diprogram sebelumnya.

Contoh dari penerapan ES dan AI diantaranya adalah seperti pembuatan sistem jadwal mekanik.

 

4. Knowledge Work System (KWS)

Sistem ini lebih mengarah dalam hal mengintegrasikan pengetahuan baru kedalam sebuah organisasi atau entitas.

Pengetahuan maksudnya, yaitu sebuah hal baru yang bisa meningkatkan produktivitas dalam bisnis yang kamu jalankan.

 

5. Informatic Management System (IMS)

Dalam sistem ini, mendukung proses spektrum tugas dalam organisasi. Maksud spektrum itu, adalah menggabungkan beberapa tugas jadi satu dan saling terintegrasi.

Selain itu, Informatic Management System juga bisat menyatukan beberapa fungsi informasi dengan program komputerisasi seperti e-procurement. 

Sistem Informatic Managemen System ini, sangat cocok buat menganalisis sebuah informasi buat mengambil keputusan. 

 

6. Office Automation System (OAS)

Sistem ini, yang digunakan buat mempermudah dan memperlancar komunikasi antar departemen dalam satu perusahaan.

Kemudian, bisa juga buat mengintegrasikan antar server dalam perusahaan. Contohnya adalah penggunaan email.

 

7. Transaction Processing System (TPS)

Sistem ini  berfungsi buat melakukan proses data dalam jumlah besar dan transaksi yang besar dan dilakukan secara rutin.

Transaction Processing System ini, sangat cocok buat bisnis yang bergerak dalam hal keuangan seperti inventaris, bank, dan lainnya.

 

8. Supply Chain Management (SCM)

Supply Chain Management ini, sangat bermanfaat bagi pihak manajemen buat melakukan integrasi data.

Contohnya seperti manajemen suplai bahan baku dimulai dari pemasok, produsen, pengecer, sampai konsumen.

 

9. Enterprise Resource Planning (ERP)

Buat sistem ini sangat sering digunakan oleh perusahaan besar. Gak menutup kemungkinan, perusahaan kecil atau rintisan juga bisa menggunakan sistem ini.

Enterprise Resource Planning sendiri digunakan buat memanajemen dan mengelola data yang terintegrasi antar unit dalam perusahaan.

 

10. Group Decision Support System (GDSS) dan Computer-Support Collaborative Work System (CSCWS)

GDSS adalah sistem yang berfungsi buat mencari solusi dari sebuah permasalahan yang diperoleh melalui pengumpulan pengetahuan dalam kelompok dan gak bersifat individu.

Pada umumnya, bisa berupa kuesioner, skenario, ataupun konsultasi. Contoh dari sistem tersebut adalah e-government.


 

 

Manfaat Sistem Informasi Manajemen

Manfaat Sistem Informasi Manajemen

Dengan memakai sistem informasi manajemen pada perusahaan, maka bisa meningkatkan kinerja dari bisnis yang dijalankan.

Berikut dibawah ini, ada beberapa manfaat dari penggunaan sistem informasi manajemen dalam bisnis, yaitu:

  • Manajer bisa membandingkan hasil kinerja yang udah direncanakan dan bisa menganalisis kelemahan dan kekuatan dalam kinerja dan rencana bisnis.
  • Seorang manajer juga bisa memiliki kemampuan buat menerima umpan balik dari kinerja dari bisnis yang dijalankan.
  • Manajemen mendapatkan gambaran umum dari setiap operasi yang dilaksanakan.
  • Banyak keputusan yang dialih tugaskan dari manajemen atas menuju ke level organisasi yang lebih efisien, dengan memperhatikan faktor pengalaman dan pengetahuan yang dimiliki.
  • Organisasi bisa memaksimalkan manfaat dari investasi dengan cara melihat dan mengidentifikasi apakah sistem dan informasi berfungsi dengan semestinya atau tidak.
  • Perusahaan bisa mendorong proses peningkatan alur kerja, jadi menghasilkan penyelarasan terhadap proses bisnis yang lebih baik dengan kebutuhan setiap pelanggan. 
  • Meningkatkan kualitas dari sumber daya manusia jadi dalam sistem unit kerja bisa lebih sistematis dan terorganisir.

Itulah pembahasan lengkap mengenai Sistem Informasi Manajemen diatas. Gimana? Mudah dipahami kan?

Semoga pembahasan diatas membantu dan bermanfaat buat kalian semua 😀

Aditya Rangga

Pelajar yang insyaallah tidak pelit ilmu.

Update : 20 Februari 2021 - Published : 20 Februari 2021