Rumah Adat Sulawesi Utara

Pulau Sulawesi emang menjadi salah satu dari lima pulau besar di Indonesia.

Sama seperti daerah lainnya, pulau ini juga menyimpan begitu banyak budaya yang cantik dan unik.

Salah satunya budaya yang ada di Sulawesi Utara, dimana pada tempat ini memiliki rumah adat yang setiap strukturnya berkaitan dengan adat kepercayaan.

Melihat keindahan rumah adat ini, hendaknya kita melestarikan peninggalan budaya di Sulawesi Utara.

Apa aja sih, rumah adat Sulawesi Utara ini? Penasaran? Yuk simak ulasannya berikut ini.


Rumah Adat Sulawesi Utara Walewangko

Rumah Adat Sulawesi Utara Walewangko

Nama Walewangko atau rumah Pewaris ini sebenarnya diambil dari nama salah satu desa di Minahasa, terdiri dari dua kata yaitu “wale” dan “bale”.

Arti dari kedua kata tersebut yaitu tempat buat melakukan aktivitas bersama keluarga.

Bentuk dari rumah Walewangko ini sangat khas dengan dua tangga, yang berada di sisi depan rumah.

Menurut kepercayaan masyarakat sekitar, filosofi dari kedua tangga ini berkaitan dengan kepercayaan suku Minahasa buat mengusir roh jahat.

Kalo roh tersebut naik melalui tangga, maka dia akan turun melalui tangga lainnya. Hal ini yang jadi alasan, mengapa tangga Walewangko saling berlawanan.

Sama seperti rumah adat Sulawesi lainnya, rumah adat Walewangko ini juga tergolong rumah panggung.

Setiap tiangnya terbuat dari kayu dengan ukuran yang besar dan kuat, supaya bisa buat menopang rumah.

Pada bagian atap rumah ini, dulu terbuat dari daun rumbia. Tapi, saat ini atapnya memakai seng atau tanah liat.

1. Bagian Rumah Adat Walewangko

Rumah adat Walewangko di bagi menjadi 3 bagian yaitu bagian depan, bagian belakang, dan bagian kolong.

A. Bagian Depan

  • Bagian Lesar : Yaitu sebutan bagian depan dari Walewangko, bagian ini gak dilengkapi dinding seolah sebuah beranda.
  • Bagian Sekay : Yaitu serambi bagian depan, sekay dilengkapi dinding dan letaknya persis setelah pintu masuk.
  • Bagian Pores : Yaitu tempat penerima tamu, di sebelah Sekay.

B. Bagian Belakang

Pada bagian belakang rumah, ada beberapa balai yang fungsinya sebagai tempat menyimpan alat memasak dan peralatan makan.

Ruangan bagian belakang dari Walewangko juga dipakai buat mencuci. Bagian belakang rumah ada sebuah loteng, yang disebut dengan nama Soldor.

Fungsi dari soldor ini juga sama, yaitu buat menyimpan bahan seperti hasil panen atau makanan.

C. Bagian Kolong

Pada bagian ketiga dari Walewangko, ada bagian kolong rumah. Meski terlihat hanya sebuah kolong, nyatanya tempat ini juga difungsikan oleh warga Sulawesi Utara.

Bagian kolong rumah dipakai buat menyimpan berbagai alat pertanian seperti gerobak, papan kayu, balok, sampai alat pertanian.

Bagian kolong ini juga sering digunakan warga sekitar, buat kandang hewan peliharaan ataupun ternak.

2. Keunikan Rumah Adat Walewangko

Kalo kamu melihat rumah adat Walewangko secara keseluruhan, maka kamu akan takjub dengan bentuk dan struktur rumah adat dari Sulawesi Utara ini.

Rumah adat Walewangko ini, dibuat dengan struktur yang simetris dan bangunannya tampak sangat megah dengan bentuknya yang merupakan rumah panggung.

Seperti sebuah istana, rumah adat Walewangko memiliki jalan masuk dan keluar berupa 2 tangga pada arah berlawanan.

Selain itu, mulai dari tangga sampai kompleks rumah, akan dikelilingi oleh sebuah pagar dengan ukiran yang cantik.

Warna dan bahan yang terbuat dari kayu, membuat rumah adat Walewangko tersebut selalu terlihat dingin atau adem.

Tapi, supaya semakin memperlacar sirkulasi udara didalam rumah, Walewangko juga dilengkapi dengan begitu banyak jendela.

Dengan bahan dasar pembuatan rumah yang dingin, ditambah dengan jendela yang memperlancar sirkulasi udara membuat rumah adat Walewangko sangat nyaman buat ditempati.


Rumah Adat Sulawesi Utara Bolaang Mongondow

Rumah Adat Sulawesi Utara Bolaang Mongondow

Nama Bolaang Mongodow yaitu salah satu daerah di provinsi Sulawesi Utara, dimana daerah tersebut sangat kaya akan kebudayaan.

Kebudayaan yang dimiliki oleh Bolaang Mongodow ini karena pada raja terdahulu, semua sistem dan aspek kehidupan diatur dengan tatanan adat.

Luas dari daerah Boolang Mongondow bisa mencapai 8000 KM2 atau sekitar 54% dari luas daerah Propinsi Sulawesi Utara.

Daerah Boolang Mongondow ini lalu dibagi jadi 4 kabupaten pada tahun 2008 yaitu:

  • Boolang Mongondow
  • Boolang Mongondow Timur
  • Boolang Mongondow Utara
  • Boolang Mongondow Selatan
  • Dan, 1 Kotamadya yang diberi nama Kota Kotamobagu.

Sampai saat ini, Bolaang Mongondow ditetapkan jadi satu daerah dengan nama Propinsi Bolaang Mondondow Raya.

Pada daerah ini juga masih ada rumah adat asli, yang jadi hunian masyarakat sekitar. Umumnya, warga yang menempati rumah adat yaitu mereka yang berumur diatas 80 tahun.

1. Bagian Rumah Adat Bolaang Mongondow

Rumah adat Bolaang Mongondow memiliki ciri khas pada bagian atap, bentuknya melintang dan bubungan yang sedikit curam.

Perbedaan Bolaang Mongondow dan Walewangko bisa dilihat pada bagian tangganya.

Kalo Walewangko memiliki tangga di bagian kanan dan kiri depan rumah, kalo Bolaang Mangodow memiliki tangga di depan rumah.

Bagian tangga ini, juga dilengkapi dengan serambi tanpa dinding, yang juga dimiliki pada bagian belakang rumah.

Bagian dari rumah Bolaang Mongondow juga dibedakan menjadi 3 yaitu bagian tengah, atas, dan bawah.

Nah buat bagian bawah rumah, terdiri dari beberapa kayu selebar dengan lebar rumah dan disebut dengan Olad.

Lantai dari rumah Bolaang Mongondow disebut dengan Talog, sedangkan kayu penyangganya disebut dengan Oigi.

Buat bagian tengah rumah, dibedakan jadi 2 ruangan. Ruangan inti yang berupa ruang depan dan ruang makan, dan ruangan tidur atau dapur yang ada di bagian belakang rumah.

Saat ini, desain ruangan di dalam Boolang Mongondow gak selalu sama dengan aslinya.

Banyak sekali warga sekitar yang udah melakukan renovasi, dan menyesuaikan dengan desain modern.

2. Jenis Rumah Adat Bolaang Mongondow

Rumah adat asal Bolaang Mongondow ini memiliki beberapa jenis, dimana jenis ini buat membedakan siapa yang menghuni rumah tersebut, yaitu:

  • Rumah Rara Raja

Merupakan bangunan rumah panggung yang megah dan disebut Komalig.

Sedangkan buat para bangsawan, mereka tentu meninggikan status sosialnya dan gak menghuni rumah yang sama dengan masyarakat biasa.

  • Rumah Masyarakat Biasa

Mereka akan menyebut rumah adat Bolaang Mongondow dengan sebutan Silidan.

Rumah adat Bolaang Mongoondow ini juga memiliki jenis buat rumah penduduk, atau pondok kecil yang sederhana.

Rumah pondok kecil tersebut dinamakan dengan Lurung atau Laig.

Bolaang Mongondow juga ada yang dipakai buat rumah darurat, atau tempat peristirahatan pada pekerja kebun.

Rumah baut pekerja kebun ini dinamakan dengan Genggulang.

Sedangkan, buat warga permanen yang tinggal di Bolaang Mongondow, mereka akan menghuni rumah yang disebut dengan Baloi.


Itulah pembahasan lengkap mengenai beberapa Rumah Adat Sulawesi Utara diatas. Gimana? Mudah dipahami kan?

Oiya, kalo ada kekurangan atau pertanyaan lainnya, langsung tulis aja dikolom komentar dibawah ini yak!

Semoga pembahasan diatas membantu dan bermanfaat buat kalian semua 😀

Aditya Rangga

Pelajar yang insyaallah tidak pelit ilmu.

Update : 4 Maret 2021 - Published : 4 Maret 2021