Rumah Adat NTB

Provinsi Nusa Tenggara Barat atau NTB selain menyuguhkan keindahan alamnya, juga memiliki budaya yang gak kalah menarik, lho!

Masyarakat yang mendiami provinsi kepulauan ini memiliki banyak budaya, termasuk bagaimana mereka membangun rumah adat.

Banyaknya bangun tradisional berupa rumah adat, merupakan salah satu bukti dari keunikan ragam budaya tersebut.

Seperti rumah adat di daerah lainnya, rumah adat di NTB juga mengandung makna dan filosofinya sendiri.

Mereka membangun hunian yang cocok dengan lingkungan dimana mereka tinggal, mulai dari daerah bantaran sungai, pesisir, sampai daerah pegunungan.

Penasaran? Makanya, langsung aja simak ulasannya berikut dibawah ini yuk!


1. Rumah Adat NTB Bale Jajar

Rumah Adat NTB Bale Jajar

Rumah adat yang ini merupakan tempat tinggal masyarakat suku Sasak dengan ekonomi menengah ke atas.

Di bagian dalamnya, ada dua bagian utama, yaitu dalem bale yang berjumlah dua dan juga satu sesangkong.

Sesangkong sendiri, yaitu serambi yang fungsinya sebagai tempat menyimpan bahan makanan dan keperluan rumah tangga.

Seperti kebanyakan rumah adat NTB lainnya, Bale Jajar juga menggunakan jerami buat atap dan anyaman bambu buat bagian dinding.

Biasanya, di area depan rumah adat Bale Jajar ada sekepat dan di bagian belakang ada sekenam. Berikut penjelasannya:

  • Berugaq Sekepat

Masyarakat Sasak gak mau menerima sembarangan orang masuk kedalam rumah. Makanya, mereka membuat saung atau Berugaq Sekepat yang berdiri terpisah dari rumah tinggal.

Berugaq Sekepat mempunyai empat tiang sebagai pondasi dan dibuat dengan konsep panggung.

Jarak lantai ke tanah yaitu sekitar 40-50 cm. Disini, biasanya penghuni menerima tamu atau orang asing.

  • Berugaq Sekenam

Berbeda dengan Sekepat, Berugaq Sekenam biasanya dibangun di belakang rumah.

Bentuknya mirip, cuma aja ada enam tiang yang digunakan sebagai pondasi bangunan.

Area ini, biasa digunakan sebagai tempat berkumpul keluarga dan melangsungkan kegiatan belajar mengajar.


2. Rumah Adat NTB Bale Tani

Rumah Adat NTB Bale Tani

Bangunan rumah adat NTB Bale Tani ini, biasanya dihuni oleh masyarakat Sasak yang bekerja sebagai petani.

Berbeda dengan bangunan lainnya, rumah adat Bale Tani dibuat menempel dengan tanah.

Lantainya dibangun dengan menggunakan tanah liat, batu bata, abu jerami, getah pohon, dan kotoran sapi atau kerbau yang udah dibakar.

Ruangan di dalamnya terbagi menjadi sesangkok, dalem bale atau kamar buat anggota keluarga perempuan, dan pawon atau dapur.


3. Rumah Adat NTB Bale Bonder

Rumah Adat NTB Bale Bonder

Kalo di Sumbawa kamu bisa melihat rumah adat Dalam Loka, maka di daerah Lombok kamu akan melihat beragam Bale.

Bale merupakan bangunan adat suku Sasak dan dibangun dengan beratapkan jerami atau ilalang.

Salah satunya adalah rumah adat Bale Bonder, yaitu bangunan berbentuk segi empat dan ditopang oleh 9-18 tiang.

Dinding Bale Bonder dibangun dengan menggunakan bambu yang dianyam dan atapnya tampak seperti kopiah hitam.

Fungsi utama rumah adat Bale Bonder ini, yaitu sebagai hunian pejabat desa atau dusun, makanya posisi bangunan biasanya ada di tengah pemukiman.

Gak cuma itu, di rumah adat Bale Bonder juga biasanya berlangsung pengadilan yang berkaitan dengan pelanggaran hukum adat.


4. Rumah Adat NTB Bale Lumbung

Rumah Adat NTB Bale Lumbung

Bentuk bangunan rumah adat Bale Lumbung ini sangat unik, berupa rumah panggung dengan ujung atap yang melebar dan runcing.

Jarak atap ke tanah cuma sekitar 1,5 – 2 meter dengan diameter 1,5 – 3 meter.

Sebagaimana namanya, rumah adat Bale Lumbung ini memiliki fungsi sebagai lumbung atau ruang penyimpanan hasil panen.

Inilah yang membuat masyarakat membangun rumah adat Bale Lumbung dengan konsep rumah panggung.

Supaya hasil panen yang disimpan gak rusak oleh banjir ataupun hama tikus.


5. Rumah Adat NTB Dalam Loka

Rumah Adat NTB Dalam Loka

Rumah adat yang paling terkenal di Nusa Tenggara Barat yaitu Dalam Loka, yang berarti istana dunia dalam bahasa Sumbawa.

Dalam Loka dibangun pertama kali pada masa pemerintahan kerajaan Sumbawa.

Fungsi rumah adat Dalam Loka ini yaitu sebagai pusat pemerintahan dan tempat tinggal para raja.

Uniknya, rumah adat Dalam Loka berdiri dengan ditopang oleh 99 tiang, jumlah yang sama dengan Asmaul Husna.

Menurut beberapa sumber, hal tersebut emang sengaja dilakukan supaya rumah berdiri dengan kuat.

Selain itu, Sumbawa emang dikenal sebagai daerah yang erat memegang syariat Islam jadi aspek budayanya ikut terpengaruh.

Penopang tersebut, terbagi menjadi dua bagian yang disebut dengan Bala Rea atau graha besar.

Nah, kalo buat pembagian ruangannya sendiri yaitu seperti berikut ini:

  • Ruang Dalam di sisi Timur : Berisi empat kamar untuk putri dan putra raja yang sudah menikah.
  • Ruang Dalam di sisi Barat : Berfungsi sebagai tempat salat dan ibadah.
  • Ruang Dalam di sisi Utara : Digunakan untuk ruang tidur dayang dan permaisuri.
  • Lunyuk Agung di bagian depan bangunan : Berfungsi sebagai tempat musyawarah, pertemuan, dan resepsi.
  • Lunyuk Mas di sebelah Lunyuk Agung : Khusus untuk istri menteri, permaisuri, dan tempat staf ketika upacara adat.
  • Ruang Sidang di belakang Bala Rea : Sebagai tempat tidur dayang dan berlangsungnya sidang saat siang.
  • Kamar mandi berada di luar ruangan induk.
  • Bala Bulo : Menjadi area keluarga atau tempat bermain anak raja.
  • Di area luar Dalam Loka terdapat lonceng istana, gapura, rumah jama, dan kebun.

6. Rumah Adat NTB Istana Sumbawa

Rumah Adat NTB Istana Sumbawa

Istana megah yang terletak di Kota Sumbawa ini, bisa kamu lihat sampai saat ini. Istana ini dibangun pada masa Sultan Muhammad Jalaludin Syah III.

Kamu jangan berharap akan melihat rumah megah yang terbuat dari beton. Istana ini terbuat dari anyaman bambu dan juga atap jerami.

Rumah adat Istanam Sumbawa ini, berbentuk panggung dengan tiang terbuat dari kayu besar.

Bagian depannya berupa tangga lorong dengan yang ditutupi atap tinggi. Rumah ini, pada zaman dulu dipakai sebagai tempat tinggal keluarga kerajaan dan penyimpanan bahan makanan.

Desainnya yang berbentuk panggung emang digunakan buat menghindari serangan hewan buas atau bencana banjir.


Itulah pembahasan lengkap mengenai beberapa Rumah Adat Nusa Tenggara Barat. Gimana? Mudah dipahami kan?

Semoga ulasan diatas, menjadi penyemangat buat kamu untuk mencintai budaya tanah air.

Selamat belajar dan semoga bermanfaat 😀

Beri konten ini 5 bintang dong
[Total: 1 Average: 5]
Avatar
Aditya Rangga

Pelajar yang insyaallah tidak pelit ilmu.

Update : 8 Maret 2021 - Published : 8 Maret 2021