Rumah Adat Maluku

Bicara soal Pulau Maluku, pasti akan teringat dengan destinasi wisata alam yang sangat eksotis dan juga rempah-rempahnya yak.

Tapi, sama seperti masing-masing provinsi di Indonesia lainnya, Maluku sendiri memiliki rumah adat yang unik.

Nah, keunikannya ini bisa kamu lihat pada gaya arsitektur yang memiliki filosofi tersendiri.

Penasaran kan? Yuk, langsung simak aja ulasannya berikut dibawah ini!


1. Rumah Adat Maluku Sasadu

Rumah Adat Maluku Sasadu

Rumah adat Maluku Sasadu ini, merupakan rumah peninggalan otentik dari suku Sahu dari Halmahera.

Walaupun konsepnya sama dengan rumah Baileo yang terbuka, tapi ada banyak perbedaan yang cukup signifikan pada rumah adat Maluku Sasadu ini.

  • Pertama, rumah adat Maluku Sasadu itu bukan rumah panggung melainkan rumah atap.
  • Kedua, dari segi bahan utama, rumah adat Maluku Sasadu lebih memakai dedaunan, seperti ijuk, daun kelapa, dan daun sagu.
  • Pancang-pancang tiang ini terdiri dari beberapa pintu yang fungsinya berbeda buat akses perempuan, laki-laki, dan tamu.
  • Terakhir, fungsi rumah adat Maluku ini lebih digunakan buat acara publik atau musyawarah.

Filosofi rumah adat Maluku Sasadu ini adalah keterbukaan, kestabilan, dan kearifan. Ini tercermin dari arsitektur bagian atap yang lebih pendek dan tanpa dinding.

Baca juga : Jenis Rumah Adat Papua

Bagian atap dilengkapi dengan bola ijuk dan ukiran adat yang berbentuk perahu sebagai bentuk kebanggaan masyarakat Maluku yang merupakan keturunan pelaut handal.


2. Rumah Adat Maluku Hibualamo

Rumah Adat Maluku Hibualamo

“Hibua” artinya rumah dan “lamo” artinya besar. Maka, rumah adat Maluku Hibualamo ini, secara harfiah berarti rumah besar.

Rumah adat Maluku Hibualamo, tergolong lebih modern dibandingkan dengan kedua jenis rumah adat Sasadu dan Baileo.

Bahkan, rumah adat Maluku Hibualamo ini dilengkapi dengan dinding solid, seperti model rumah modern pada umumnya.

Rumah adat Maluku Hibualamo tetap punya ciri khas tersendiri, yaitu berbentuk perahu yang mencerminkan budaya maritim Tobelo dan Galela, yang mana keduanya adalah suku pelaut.

Rumah adat Hibualamo dilengkapi dengan delapan pintu masuk di empat penjuru mata angin dan ukurannya cukup luas.

Sedangkan, pewarnaan rumah adat Maluku ini biasanya menggunakan empat warna, yaitu merah, kuning, hitam, dan putih yang masing- masing berarti gigih, megah, solider, dan suci.

Fungsinya, rumah adat Maluku ini sering dipakai buat berkumpul, terutama buat merayakan upacara adat menjelang masa panen.

Selain itu, bisa juga digunakan untuk kegiatan masyarakat lain, seperti ramah-tamah antar suku.


3. Rumah Adat Maluku Baileo

Rumah Adat Maluku Baileo

Rumah adat Maluku yang paling terkenal adalah Rumah Adat Baileo. Model ini termasuk yang paling banyak dipakai, jadi sering dianggap sebagai perwakilan rumah adat Maluku secara umum.

Dengan konsep arsitektur terbuka, rumah adat Maluku Baileo berbentuk panggung persegi dengan ketinggian antara satu sampai dua meter.

Filosofi gak berdinding ini berasal dari kepercayaan masyarakat setempat yang memudahkan roh-roh leluhur saat keluar masuk rumah Baileo.

Selain itu, ada juga tempat sesaji khusus di bagian depan yang bernama Pamali. Dari segi bahan, model rumah adat Maluku ini menggunakan kayu buat struktur utamanya.

Sedangkan, dindingnya memakai tangkai rumbia yang disebut gaba-gaba. Buat atapnya juga memakai bahan rumbia.

Nah, buat pondasi bangunan, rumah adat Maluku Baileo ditopang dengan tiang-tiang kayu kelapa pendek yang ditanam ke dalam tanah.

Keunikan rumah adat Maluku Baileo juga hadir pada bagian lantai rumah panggung yang memakai bahan papan. Alas lantai ini, lalu disusun pada kerangka tanpa dipaku alias teknik kunci.

Meski begitu, hasil lantai rumah adat Maluku Baileo ini tetap rapi, kuat, dan gak berderit.

Selain itu, di sekeliling dalam rumah adat Maluku ini juga akan terlihat ukiran ayam atau anjing yang berpasangan, bulan, bintang atau matahari berwarna-warni.

Nah, kalo kamu lihat dari segi fungsi, rumah adat Maluku ini dahulunya untuk rumah raja atau kepala desa.

Rumah adat Maluku Baileo, juga digunakan sebagai rumah ibadah, balai desa, area musyawarah dan tempat tinggal.

Bagian dalam rumah adat Maluku Baileo cukup luas walau cuma terdiri dari dua ruangan aja, yaitu buat kebutuhan sosial dan privasi.


Itulah pembahasan lengkap mengenai Rumah Adat Maluku beserta gambarnya diatas. Gimana? Mudah dipahami kan?

Oiya, kalo ada kekurangan atau pertanyaan lainnya, langsung tulis aja dikolom komentar dibawah ini yak!

Semoga bisa membantu dan bermanfaat! 😀

Beri konten ini 5 bintang dong
[Total: 1 Average: 5]
Avatar
Aditya Rangga

Pelajar yang insyaallah tidak pelit ilmu.

Update : 24 Februari 2021 - Published : 24 Februari 2021