Rumah Adat Kalimantan Barat

Dengan kekayaan budaya yang dimiliki oleh Indonesia, membuat setiap daerah memiliki ciri khasnya masing-masing.

Dari Sabang sampai Merauke, selalu bisa membuat terpukau kalo menyangkut tentang kebudayaan didalamnya.

Kebudayaan dan ciri khasnya ini, akan tercermin pada banyak hal, mulai dari baju adat sampai dengan rumah adatnya.

Salah satunya adalah provinsi Kalimantan Barat ini, yang memiliki rumah adat yang sangat unik dan keren.

Mengingat, provinsi Kalimantan Barat ini ditinggali oleh dua suku besar, yaitu suku Dayak dan suku Melayu.

Ingin tahu? Apa aja sih, rumah adat Kalimantan Barat itu? Yuk, simak ulasannya dibawah ini!


1. Rumah Adat Kalimantan Barat Panjang

Rumah Adat Kalimantan Barat Panjang

Rumah adat Panjang adalah rumah adat yang menjadi ikon dan simbol yang mewakili provinsi Kalimantan Barat.

Tapi, keberadaan rumah adat Panjang saat ini semakin sedikit bahkan bisa dikatakan hampir mendekati kepunahan.

Karena pada tahun 1960an, pemerintah menghancurkan beberapa rumah adat panjang sebab dicurigai menganut komunis.

Padahal, rumah adat panjang ini adalah pusat dari kehidupan masyarakat Dayak, Kalimantan Barat.

Kalo dilihat dari bentuknya, rumah adat panjang ini hampir mirip dengan rumah adat yang ada di Kalimantan Tengah.

Dari namanya yang merupakan rumah Panjang, ukuran yang dimiliki rumah tradisional ini juga gak biasa.

Dibangun dari bahan kayu, rumah panjang biasanya memiliki ukuran hingga mencapai 180 meter dengan lebar mulai dari 6-30 meter. Untuk tingginya bisa mencapai 5-8 meter.

Bentuk rumah adat panjang merupakan rumah panggung, jadi harus menaiki tangga buat bisa sampai didalam rumah.

Biasanya, tangga tersebut jumlahnya ganjil dan disesuaikan berdasarkan luas rumah. Semakin besar, maka akan semakin banyak tangganya.

Tangganya akan dibuat dari kayu ulin yang udah terkenal akan kekokohan dan kekuatannya.

Buat bagian lantainya, terbuat dari bahan belahan bambu atau kayu belahan pinang yang dibentuk bulat.

Pada dindingnya akan disekat-sekat menggunakan papan dengan beberapa ruangan didalamnya.


2. Rumah Adat Kalimantan Barat Betang

Rumah Adat Kalimantan Barat Betang

Rumah adat Kalimantan Barat Betang ini, memiliki bentuk bangunan yang unik dan sangat bervariasi.

Dimana, ukurannya bisa menyesuaikan dengan seberapa banyak anggota keluarga yang akan menghuninya.

Pada umumnya, rumah adat Betang memiliki ukuran dengan panjang mencapai 150 meter dan lebar bangunan mencapai 30 meter.

Rumah adat dengan gaya arsitektur rumah panggung ini biasanya dibangun dengan ketinggian 3-5 meter diatas permukaan tanah.

Hal tersebut dimaksudkan, supaya rumah Betang aman dari banjir dan serangan dari hewan buas.

Selain itu, ruangan bawah rumah juga bisa dimanfaatkan sebagai tempat buat menyimpan alat pertanian dan bahkan hasil pertanian.

Umumnya, suku Dayak akan tinggal di rumah adat Kalimantan Barat Betang secara turun temurun.

Dimana, setiap rumah tangga akan menempati satu bilik yang diberi sekat dengan bagian lainnya.

Selain digunakan sebagai tempat tinggal, rumah adat Betang ini juga biasa digunakan buat menggelar berbagai acara adat.


3. Rumah Adat Kalimantan Barat Baluk

Rumah Adat Kalimantan Barat Baluk

Rumah adat Baluk merupakan rumah tradisional yang berasal dari suku Dayak Bidayuh yang ada di Kalimantan Barat.

Ciri khas dari rumah adat Baluk ini adalah cenderung sangat berbeda dengan rumah tradisional lainnya.

Dimana, rumah adat yang dimiliki oleh suku Dayak Bidayuh ini memiliki fungsi sebagai tempat buat digelarnya ritual bagi suku tersebut.

Acara ritual tersebut diselenggarakan secara tahunan usai menuai padi dan buat menghadapi musim penanaman tahun selanjutnya.

Biasanya, ritual tersebut akan diselenggarakan pada tanggal 15 juni setiap tahunnya.

Rumah adat Baluk tersebut, memiliki bentuk bangunan bundar dengan diameter sekitar 10 meter dan tinggi mencapai 12 meter.

Pondasi rumah Baluk, disanggah dengan menggunakan beberapa kayu penopang dan 20 tiang kayu utama.

Ketinggian dari bangunan tersebut memiliki filosofi yang menggambarkan kedudukan atau tempat Kamang Triyuh yang wajib dihormati.

Baca juga : Jenis Rumah Adat Maluku


4. Rumah Adat Kalimantan Barat Melayu

Rumah Adat Kalimantan Barat Melayu

Rumah adat Melayu ini, ternyata gak cuma ada di provinsi Riau aja, lho. Karena di Kalimantan Barat, kamu juga bisa menemukan rumah adat ini.

Dimana, rumah adat Melayu yang ada di Kalimantan Barat ini terdiri dari beberapa bagian yang masing-masing memiliki fungsi yang berbeda.

Beberapa diantaranya berfungsi sebagai balai pertemuan rakyat, kantor sekretariat, taman bermain, tempat wisata, bahkan kios penjualan.

Bangunan rumah adat Melayu memiliki atap yang kabarnya memiliki pengaruh gaya dari bentuk atap bangunan Jawa yang berbentuk segitiga.

Desain atap tersebut dibuat supaya udara bisa berganti dengan baik dan tidak membuat ruangan menjadi panas.


5. Rumah Adat Kalimantan Barat Betang Radakng

Rumah Adat Kalimantan Barat Betang Radakng

Saat kamu mengunjungi Pontianak, pasti rumah adat Betang Radakng ini bisa langsung ditemukan.

Bangunannya begitu khas, seakan menyambut siapa aja yang singgah ke kota Khatulistiwa ini. Rumah Adat Dayak Radakng ini bahkan pernah menyabet rekor MURI dunia.

Mengingat di Indonesia sendiri belum ada bangunan rumah adat yang ukurannya sebesar rumah adat satu ini.

Menariknya lagi, letaknya juga berada di tengah kota, sehingga bisa sebagai wisata juga.

Rumah adat Kalimantan Barat Betang Radakng ini memiliki ukuran panjang sekitar 138 m dengan tinggi sekitar 7 m.

Dengan ukuran sebesar itu, membuat rumah satu ini menjadi bangunan yang paling mewah dan sangat kental dengan corak Dayak.

Rumah adat Betang Radakng ini, sengaja dibangun sebagai replika dan gak ada suku Dayak yang menempatinya.

Gak cuma dijadikan sebagai destinasi wisata, berbagai kesenian suku Dayak juga kerap di lakukan di rumah adat ini.

Betang Radakng sendiri adalah rumah adat khas Kalimantan Barat yang juga disebut dengan nama rumah betang atau rumah panjang.

Nama ini diambil dari bahasa suku Dayak Kanayat. Dirancang khusus, rumah adat ini bisa menampung penghuni sampai 600 orang pada bagian ruang utamanya.

Dilengkapi dengan halaman luas yang mirip, sehingga dijadikan sebagai pusat pertunjukkan sampai budaya lokal lengkap dengan ciri khas Dayak yang kental.


Gimana? Mudah dipahami kan? Selamat belajar dan semoga bermanfaat! 😀

Beri konten ini 5 bintang dong
[Total: 1 Average: 5]
Avatar
Aditya Rangga

Pelajar yang insyaallah tidak pelit ilmu.

Update : 24 Februari 2021 - Published : 24 Februari 2021