Pentingnya Skala Prioritas yang Efisien

Idealnya setiap orang memiliki skala prioritasnya masing-masing.

Bukan tanpa alasan, skala prioritas dibutuhkan agar pemenuhan kebutuhan kamu dapat dilakukan dengan lebih efisien dan tepat.

Tidak hanya kebutuhan diri sendiri, skala kebutuhan ini juga dipengaruhi oleh berbagai faktor dan akan dijelaskan pada artikel ini.

Untuk bisa membuat skala kebutuhan yang efektif, kamu harus bisa secara objektif melihat kebutuhan dan kemampuan yang kamu miliki agar daftar dalam skala tersebut dapat terpenuhi dengan baik.

Jika kamu masih bingung apa itu skala prioritas dan bagaimana cara menyusunnya, simak penjelasan di bawah ini:

Pengertian Skala Prioritas

Skala prioritas adalah daftar penyusunan kebutuhan seseorang berdasarkan tingkat kepentingannya.

Kebutuhan yang semakin penting ditempatkan pada point-point awal, kemudian menyusul kebutuhan lainnya yang bersifat dapat ditunda atau tidak dalam kondisi urgent.

Dengan menyusun skala prioritas, seseorang dapat mengetahui apa saja kebutuhannya dan kebutuhan apa yang harus didahulukan.

Skala kebutuhan ini juga membantu seseorang agar mampu memaksimalkan kemampuannya dalam memenuhi kebutuhan pribadinya.


Faktor yang Mempengaruhi Skala Prioritas

Untuk membuat sebuah skala kebutuhan, terdapat beberapa faktor yang mampu mempengaruhinya.

Tidak hanya diri kamu sendiri, ternyata beberapa hal di sekitar kamu juga memiliki andil dalam terbentuknya struktur prioritas.

Berikut ini beberapa faktor tersebut:

Tingkat Pendapatan

Menurut ilmu ekonomi, pendapatan adalah nilai yang dapat dikonsumsi seseorang dalam periode tertentu.

Pendapatan seseorang dipengaruhi juga oleh berbagai faktor, seperti tingkat pendidikan, intelegensi, keterampilan dan lain-lain.

Tingkat pendapatan juga memiliki pengaruh yang sangat besar dalam skala kebutuhan seseorang.

Semakin tinggi pendapatan yang kamu miliki, maka semakin banyak pilihan alternatif kebutuhan hidup kamu.

Kamu juga memiliki kemungkinan yang lebih besar untuk memenuhi kebutuhan hidup. 

Sebaliknya, semakin rendah pendapatan seseorang, maka alternatif pilihan dan kemampuan pemenuhan kebutuhan akan semakin kecil juga kemampuannya.

Dari pernyataan di atas, maka dapat disimpulkan bahwa tinggi atau rendahnya pendapatan seseorang

akan sangat berpengaruh pada skala prioritas dan kemungkinan pemenuhan kebutuhan hidupnya.

Status Sosial

Status sosial adalah kondisi kedudukan seseorang dalam lingkungan sosialnya.

Status tersebut bisa didapatkan secara otomatis (gelar keturunan keraton), pemberian orang lain (marga yang dibeli atau diberikan) dan didapatkan atas usaha dirinya sendiri (gelar pendidikan, kemampuan finansial).

Setelah memiliki status sosial tertentu, seseorang akan menentukan apa saja kebutuhan hidup yang harus dipenuhi dalam posisi status sosial tersebut.

Sebagai contoh, seorang pemulung membeli pakaian di pasar dengan harga kurang dari Rp 50.000.

Sedangkan seorang CEO sebuah perusahaan membeli pakaian di butik dengan harga di atas Rp 10 juta.

Dari kedua contoh kasus di atas, jelas memperlihatkan kebutuhan yang berbeda dalam status sosial yang juga berbeda.

Baju yang dibutuhkan dalam contoh kasus di atas juga membuktikan bahwa status sosial diikuti dengan

tuntutan-tuntutan dari lingkungan sehingga menjadi kebutuhan pribadinya.

Lingkungan Sosial

Berada dalam lingkungan sosial tertentu akan membuat skala prioritas seseorang pun cenderung mengikuti lingkungannya tersebut.

Sebagai contoh, jika kamu hidup di kota besar seperti Jakarta, maka skala kebutuhan kamu mungkin adalah membeli apartemen dan mobil.

Tapi jika kamu hidup di pedesaan, kebutuhan kamu mungkin akan lebih memilih membeli tanah dan menjadikannya lahan pertanian maupun perkebunan.

Dalam lingkungan sosial yang berbeda, terdapat kepentingan atau nilai lingkungan yang kamu dapatkan.

Misalnya di kota besar kamu harus menyesuaikan lingkungan dengan cara menggunakan barang bermerk atau kendaraan yang bagus.


Cara Menyusun Skala Prioritas

Setelah mengetahui pengertian dan faktor yang mempengaruhi skala prioritas, sekarang saatnya kamu

mengetahui apa saja kebutuhan yang kamu miliki dan membentuknya menjadi sebuah daftar.

Untuk membantu kamu menyusun hal tersebut, di bawah ini adalah beberapa cara yang bisa kamu pertimbangkan.

Tingkat Urgensi

Dalam pembahasan ini, tingkat urgensi diartikan sebagai sebuah kebutuhan yang bersifat mendesak atau harus lebih didahulukan.

Dengan adanya urgensi pada kebutuhan tersebut, tentu kamu harus menempatkan kebutuhan itu pada point atas dalam sebuah skala kebutuhan agar kebutuhan tersebut lebih dahulu dipenuhi sebelum kebutuhan lainnya.

Dalam proses ini kamu harus mampu melihat secara objektif kebutuhan apa yang benar-benar urgent sehingga tingkat kepentingan akan kebutuhan kamu tersebut tepat sasaran dan efisien. 

Berikut ini adalah contoh kasus dalam menyusun sebuah skala prioritas dengan tingkat urgensi yang tinggi.

Kamu adalah seorang mahasiswa di sebuah Universitas di Jakarta.

Kamu ditugaskan untuk membeli sebuah buku yang akan digunakan dalam mata kuliah tertentu.

Pertemuan berikutnya dari mata kuliah tersebut dijadwalkan tiga hari kemudian.

Tapi hari ini teman kamu mengajak untuk pergi makan bersama teman-teman yang lainnya.

Masalahnya adalah uang saku yang kamu punya hanya cukup untuk membeli buku atau pergi dengan teman-teman, sehingga kamu harus menentukan salah satu dari kedua pilihan tersebut dalam skala kebutuhan kamu.

Dalam keadaan seperti ini kamu diharuskan untuk menentukan kebutuhan mana yang memiliki tingkat urgensi yang lebih tinggi, yaitu membeli buku.  

Kesempatan yang Dimiliki

Sebuah kesempatan terkadang datang dalam waktu yang sangat jarang atau bahkan belum pernah.

Untuk menempatkan kebutuhan ini dalam skala kebutuhan, kamu perlu mempertimbangkan apakah kesempatan tersebut layak untuk didahulukan atau tidak.

Jika kesempatan tersebut seringkali datang, sehingga kamu bisa memilih untuk melakukannya di kemudian hari, maka kesempatan itu tidak termasuk dalam kebutuhan yang harus segera dipenuhi.

Tapi jika kesempatan itu sangat jarang terjadi, mungkin kamu harus menempatkannya dalam daftar atas skala kebutuhan kamu. 

Sebagai contoh, kamu mendapat undangan wawancara kerja di sebuah perusahaan dan kamu benar-benar ingin bekerja di sana.

Tapi kemudian orang tua kamu mengajak pergi liburan bersama keluarga pada tanggal yang sama dengan undangan wawancara tersebut.

Dalam kondisi ini, kamu harus mempertimbangkan kesempatan mana yang lebih jarang datang dan harus kamu dahulukan di antara dua pilihan tersebut.

Sebaiknya kamu memilih kesempatan wawancara kerja, karena kesempatan itu mungkin tidak akan terjadi lagi atau akan terjadi dalam jangka waktu yang tidak diketahui.

Pertimbangan Masa Depan

Faktor yang tidak kalah penting dalam penyusunan skala prioritas adalah pertimbangan masa depan.

Meskipun masa depan adalah rencana jangka panjang, namun kamu harus mempersiapkannya dari sekarang.

Untuk menentukan pilihan di antara dua opsi yang sulit, kamu harus mengurangi penyesalan atas pilihan tersebut.

Contoh kasusnya adalah kamu seorang siswa SMA yang akan kuliah.

Kamu mendapat surat undangan dari universitas negeri di kotamu, tapi jurusan yang ditawarkan tidak kamu sukai.

Di waktu yang sama kamu juga menginginkan sebuah jurusan di universitas yang berada di luar kota.

Kedua pilihan tersebut sangat sulit, mengingat keduanya memiliki kelebihannya masing-masing.

Maka dari itu, kamu harus bisa menentukan sebuah pilihan dan akan berdampak pada masa depan kamu di kemudian hari.

Kemampuan Diri

Mengukur kemampuan diri sebagai acuan dalam menentukan skala kebutuhan termasuk hal yang penting dilakukan.

Jika kamu menentukan sebuah pilihan tapi tidak dibarengi dengan kemampuan diri, maka pilihan tersebut hanya akan menjadi sia-sia.

Dalam penyusunan skala prioritas, kemampuan diri adalah tolak ukur yang sangat penting. Tidak hanya kemampuan ekonomi saja, tetapi juga kemampuan tenaga, waktu dan keahlian.

Contoh, jika kamu ingin membeli sebuah tas baru karena tas yang lama rusak dan tidak bisa digunakan lagi.

Kamu ingin sekali membeli tas dengan harga Rp 300.000 tapi tabungan yang kamu miliki hanya Rp 200.000 sehingga kamu butuh waktu lama lagi untuk menabung.

Pada waktu yang sama, kamu menemukan tas dengan harga Rp 200.000 tapi kamu tidak suka dengan modelnya.

Dalam pilihan ini, sebaiknya kamu memilih tas yang sesuai dengan kemampuan ekonomi yang kamu miliki.

Dilihat dari segi fungsinya pun tas tersebut tidak berbeda.


Tabel Skala Prioritas

Berikut ini adalah tabel skala prioritas yang dibuat oleh Steven R. Covey.

Tabel ini dibuat dengan harapan dapat memudahkan seseorang dalam menyusun skala kebutuhan. 

Dalam tabel ini sudah di klasifikasikan kebutuhan-kebutuhan apa saja yang harus diutamakan.

Tabel Skala Prioritas

MendesakKurang Mendesak
PetingI    II
Kurang PentingIIIIV

Keterangan

Kuadran I          : Kebutuhan dengan kepentingan yang mendesak dan harus segera dipenuhi

Kuadran II         : Kebutuhan dengan kepentingan yang tidak terlalu mendesak dan dapat ditunda

Kuadran III        : Kebutuhan yang kurang penting namun mendesak dan harus segera dipenuhi

Kuadran IV        : Kebutuhan yang kurang penting dan tidak mendesak sehingga bisa ditunda

Setelah mengetahui tabel skala prioritas tersebut, kamu harus melakukan beberapa langkah untuk menyusun skala kebutuhan pribadimu:

  1. Tulis daftar kebutuhan kamu dan hilangkan kebutuhan yang tidak benar-benar penting.
  2. Susun daftar kebutuhan tersebut dari kebutuhan yang paling mendesak hingga yang tidak terlalu mendesak.
  3. Buat daftar yang berbeda dengan urutan kebutuhan yang memiliki manfaat paling optimal.
  4. Terakhir, susun daftar kebutuhan tersebut menggunakan tabel di atas.

Contoh Skala Prioritas

Berikut ini adalah contoh penyusunan skala kebutuhan dengan menggunakan tabel skala prioritas di atas.

Kamu adalah mahasiswa yang merantau dan tinggal sendiri di sebuah indekos.

Setiap bulan kamu memiliki beberapa kebutuhan sebagai berikut:

  1. Membeli buku untuk mata kuliah.
  2. Biaya transportasi dan makan setiap hari (Rp 30.000 per hari).
  3. Membeli sepatu baru karena sedang tren.
  4. Membeli peralatan mandi dan self care.
  5. Membayar iuran organisasi Rp 50.000.

Dengan kebutuhan sebanyak itu, uang yang diberikan orang tuamu tidak bisa memenuhi semuanya, sehingga kamu harus membuat skala kebutuhan berdasarkan kepentingannya.

Tabel skala kamu akan menjadi seperti ini:

Tabel Skala Prioritas

                   MendesakKurang Mendesak
Peting1.     Biaya transportasi dan makan setiap hari (Rp 30.000 per hari) 2.     Membeli buku untuk mata kuliah3.  Membeli peralatan mandi dan self care  
Kurang Penting4.     Membayar iuran organisasi Rp 50.0005. Membeli sepatu baru karena sedang tren

Setelah mengetahui apa itu prioritas dan bagaimana cara menyusun skala kebutuhan yang sudah dijelaskan di atas, kamu sudah bisa mulai membuat tabel skala prioritas kebutuhan pribadimu sendiri.

Yang harus diingat ketika membuat sebuah skala kebutuhan adalah objektivitas kamu dalam melihat sebuah kebutuhan.

Kamu juga harus bisa membedakan antara kebutuhan dengan keinginan.

Jika kedua hal tersebut bercampur, maka skala prioritas kamu menjadi tidak efisien.


Daftar Pustaka

Daftar Pustaka

Bangsawan. 2015. Ekonomi. Manajemen Pemasaran Usaha Kecil. Yogyakarta : Graha Ilmu.

Sujarweni. 2015. Ekonomi. Statistik Untuk Bisnis dan Ekonomi. Yogyakarta : Pustaka Baru Press.

Beri konten ini 5 bintang dong
[Total: 0 Average: 0]
Avatar
Vira Mahdiya

Saya mendalami Ilmu Pengetahuan Sosial sewaktu SMA dan sekarang Alhamdulillah menjadi mahasiswi di salah satu universitas favorit di Yogyakarta

Update : 16 November 2020 - Published : 16 November 2020