Pakaian Adat Kepulauan Riau

Berbicara mengenai pakaian adat Kepulauan Riau, berarti juga membahas pakaian dalam kebudayaan Melayu.

Jadi secara umum, tradisi berbusana masyarakat Kepri memiliki kemiripan dengan pakaian adat Riau.

Sama juga dengan sejumlah daerah yang kebudayaan masyarakatnya dipengaruhi oleh budaya Melayu.

Meski begitu, produk kebudayaan Kepulauan Riau juga mendapat pengaruh dari budaya etnis lain karena Kepulauan Riau juga merupakan provinsi multietnis.

Ingin tahu? Apa aja pakaian adat dari Kepulauan Riau ini? Yuk, langsung simak ulasan dibawah ini!


1. Pakaian Adat Kepulauan Riau Kebaya Labuh

Pakaian Adat Kepulauan Riau Kebaya Labuh

Kebaya Labuh adalah jenis Baju Kurung khas wanita Melayu. Desainnya longgar pada lubang lengan, perut, dan juga dada.

Bentuknya memanjang sejajar pangkal paha atau menjuntai menutupi bagian lutut.

Seperti Kebaya lainnya, pakaian adat Kebaya Labuh umumnya memiliki 3 kancing depan sehingga bagian bawahnya terbuka dan melebar.

Konon, pakaian adat Kebaya Labuh termasuk kedalam jenis Baju Kurung Tertua yang tetap ada sampai sekarang.

Dulu, Kebaya Labuh adalah pakaian dalam upacara kebesaran Melayu dalam lingkup kerajaan.

Sekarang, penggunaan Kebaya Labuh biasanya pada upacara adat, seperti upacara pernikahan atau buat acara-acara yang bersifat resmi lainnya.

Kebaya Labuh dipadukan dengan kain songket atau bisa juga kain batik sebagai bawahan sarungnya.

Sebagai kelengkapan pakaian pengantin tradisional Melayu, baju ini lebih indah dengan banyak aksen hiasan, seperti selendang, bros, ikat pinggang.

Selain itu, tidak lupa juga memakai “Gandik”, semacam mahkota hiasan kepala.

Busana adat pengantin Kepulauan Riau berwarna kuning keemasan. Warna kuning menggambarkan kekuasaan dan kemegahan.

Selain pengantin, dengan fungsi dan makna tersendiri, ada juga busana berwarna merah yang menggambarkan kebahagiaan dan keberanian, dan warna hijau yang berarti kesetiaan.

Dalam pemakaiannya, pakaian adat tradisional Kepulauan Riau memiliki tata cara tertentu.

Contohnya, cara mengikat kain bawahan berbeda antara seorang, baik laki-laki atau perempuan, yang belum menikah dan udah menikah.

Ikatan sisi kiri berarti belum menikah, ikatan sisi kanan berarti udah menikah.


2. Pakaian Adat Kepulauan Riau Teluk Belanga

Pakaian Adat Kepulauan Riau Teluk Belanga

Pakaian adat Teluk Belanga dari Kepulauan Riau adalah pakaian adat khusus buat kaum laki-laki.

Uniknya, ada sebagian orang Melayu yang hanya mengenal Teluk Belanga.

Masyarakat Melayu Pontianak misalnya, cuma mengenal Teluk Belanga laki-laki dan Teluk Belanga wanita. Teluk Belanga sendiri juga merujuk pada Baju Kurung.

Baju kurung awalnya memang merupakan jenis pakaian laki-laki dan perempuan.

Dulu, masyarakat Melayu cuma mengenakan penutup tubuh bagian bawah aja, termasuk kaum perempuannya.

Dalam karya kesusastraan Sejarah Melayu (Malay Annals), Baju Kurung hadir seiring masuknya Islam pada kisaran tahun 1400.

Teluk Belanga dalam pakaian adat laki-laki Kepulauan Riau hadir dengan warna polos, seperti hitam, abu-abu, atau warna lain yang netral.

Bagian atas berupa baju berlengan panjang dengan penggunaan kancing yang udah baku. Bisa memakai 1 kancing (Tulang Belut), 3 dan 5 kancing (Cekak Musang).

Penggunaan kancing tersebut memiliki makna tersendiri, lho.

Satu kancing bermakna tauhid, 3 kancing mewakili Allah, Muhammad, dan Adam, sedangkan 5 kancing simbol dari rukun Islam.

Kemudian, bagian bawah busana Teluk Belanga yaitu celana panjang yang berwarna sama dengan bajunya.

Celana panjang, lalu berpadu dengan sarung atau selendang songket yang melingkari pinggang sebatas lutut. Selain itu, ada juga penutup kepala.

Buat upacara adat, penutup kepalanya disebut tanjak yang berbahan kain songket dan berbentuk segi empat. Terkadang, ada juga yang memakai songkok atau peci.

Selebihnya, pakaian laki-laki dalam adat pernikahan lebih banyak dengan penambahan berbagai aksesoris atau perhiasan.

Memakai kalung, pengging atau ikat pinggang, dan selempang yang terselampir pada sisi kanan bahu.

Lengkap juga dengan senjata berupa keris, buat melambangkan kewibawaan dan kegagahan.


Itulah beberapa penjelasan mengenai Pakaian Adat Kepulauan Riau. Mudah dipahami kan?

Selamat belajar dan semoga bisa bermanfaat serta membantu 😀

Beri konten ini 5 bintang dong
[Total: 1 Average: 5]
Avatar
Aditya Rangga

Pelajar yang insyaallah tidak pelit ilmu.

Update : 4 April 2021 - Published : 4 April 2021