Pakaian Adat Banten

Banten merupakan provinsi yang terletak di bagian barat dekat dengan DKI Jakarta.

Dulu, Banten yaitu daerah yang masih ikut dengan provinsi Jawa Barat. Tapi, sejak tahun 2000an Banten udah pecah menjadi provinsi sendiri.

Salah satu contoh budaya adat Banten yang udah tercampur sampai sekarang, menjadi kebanggaan masyarakat Banten yaitu pakaian adatnya.

Pakaian adat Banten adalah pakaian khas dan memiliki keunikan sampai sekarang bisa dikenal sampai ke luar daerah.

Penasaran? Yuk, langsung simak aja pembahasannya berikut dibawah ini!


 

1. Pakaian Adat Banten Pengantin

Pakaian Adat Banten Pengantin

Pakaian adat Pengantin Banten ini, memiliki banyak kemiripan dengan pakaian adat Sunda buat pengantin, mulai dari desain motifnya sampai model bajunya.

Kemiripan antara keduanya tersebut, karena terpengaruh oleh kebudayaan Sunda yang sangat kental di daerah wilayah Banten.

Desain pada pakaian pengantin Banten ini, sangat mewah dan elegan karena akan dipakai dalam acara atau momen yang istimewa.

Pada pakaian ini, ada banyak perlengkapan dan aksesoris yang perlu kamu tahu. Pakaian buat pengantin laki-laki berbeda dengan pakaian buat pengantin perempuan.

Perlengkapan dan aksesoris yang harus ada pada pakaian adat pengantin laki-laki, yaitu:

  • Sabuk atau ikat pinggang yang terbuat dari bahan kain batik dengan motif serupa.
  • Pakaian atasan berupa baju koko dengan kerah di leher.
  • Pakaian bawahan berupa kain samping.
  • Penutup kepala.
  • Selop.
  • Senjata keris atau golok.

Lalu, perlengkapan dan aksesoris pada pakaian adat Banten buat perempuan, diantaranya yaitu:

  • Pakaian atasan berupa baju kebaya.
  • Pakaian bawahan berupa kain samping atau batik.
  • Selendang yang dipakai dengan cara diselempangkan ke bahu.
  • Penutup kepala.

Sebagai catatan, buat perlengkapan pakaian adat pengantin perempuan, penutup kepala biasanya terdiri atas Kembang Goyang berwarna keemasan.

Selain itu, ada juga sebuah susunan bunga melati yang diselipkan di bagian sanggul.

Baca juga : Keunikan Rumah Adat Banten


 

 

2. Pakaian Adat Banten Pangsi

Pakaian Adat Banten Pangsi

Awalnya, pakaian adat Pangsi ini sangat populer di masyarakat Sunda sebagai pakaian adat Jawa Barat.

Tapi, seiring perkembangannya wilayah Banten, pakaian adat Pangsi juga jadi salah satu pakaian adat masyarakat Banten yang dipakai saat melakukan aktifitas sehari-hari.

Selain menjadi pakaian buat melakukan aktifitas sehari-hari, pakaian adat Pangsi ini juga biasa dipakai saat seseorang mengikuti latihan silat tradisional.

Latihan silat tersebut merupakan salah satu adat yang sering digelar oleh masyarakat Banten.

Pakaian adat Pangsi merupakan pakaian adat yang khusus buat kalangan kaum laki-laki Banten.

Sebagai pengetahuan tambahan, nama pakaian adat pangsi ini ternyata merupakan sebuah akronim atau singkatan.

Pakaian adat Pangsi yaitu singkatan dari frase Pangeusi Numpang ka Sisi”.

 Frase tersebut memliki arti pakaian yang menutupi badan.

Pakaian adat Pangsi ini terdiri atas tiga susunan. Tiga susunan tersebut adalah TangtungNangtung, dan Samping.

Cara pemakaian pakaian adat Pangsi, yaitu dengan cara membelitkan dan menumpang seperti saat seseorang sedang memakai sarung.


 

 

 

3. Pakaian Adat Banten Suku Baduy

Pakaian Adat Banten Suku Baduy

Pakaian adat yang satu ini berasal dari Suku Baduy, salah satu suku penghuni wilayah Banten.

Suku Baduy yaitu  masyarakat yang terkenal sebagai suku asli wilayah Banten. Suku Baduy memiliki sisi keunikan yang sangat menarik.

Keunikannya itu terlihat dari sifat Suku Baduy ini. Masyarakat suku Baduy sangat menutup diri dari pengaruh-pengaruh luar, seperti kemajuan teknologi dan perkembangan zaman.

Biasanya, Suku Baduy terbagi menjadi dua kelompok, yaitu Suku Baduy Dalam dan Suku Baduy Luar. Ada sedikit perbedaan antara keduanya.

  • Suku Baduy Dalam, gak pernah ingin menerima dan gak ingin berinteraksi dengan masyarakat luar daerah.
  • Suku Baduy Luar, masih menerima dan mau berinteraksi dengan masyarakat dari luar daerah. Tapi, interaksi tersebut juga tetap ada batasan-batasannya.

Dua macam Suku Baduy tersebut ,memiliki perbedaan dalam beberapa hal. Salah satu perbedaan yang mencolok yaitu dalam masalah pakaian adat.


 

 

4. Pakaian Adat Banten Suku Baduy Dalam

Pakaian Adat Banten Suku Baduy Dalam

Ada 2 jenis pakaian adat dari Suku Baduy Dalam, yaitu pakaian adat buat laki-laki dan pakaian adat buat perempuan.

Pakaian adat Suku Baduy Dalam yang khusus buat oleh kaum laki-laki bernama “Jamang Sangsang”.

Cara pemakaian pakaian adat Jamang Sangsang, yaitu dengan cara menyangsangkan atau menggantungkan ke badan.

Bahan dasar untuk membuat pakaian adat Jamang Sangsang yaitu pintaian kapas asli yang merupakan hasil tani dari hutan.

Selanjutnya, para pengrajin akan menjahitnya secara manual dengan tangan.

Desain pakaian adat Suku Baduy Dalam yang khusus buat kaum laki-laki biasanya adalah dengan warna putih.

Warna tersebut melambangkan kesucian Suku Baduy yang tidak terpengaruh dengan budaya luar

Sedangkan, desain pakaian adat Suku Baduy Dalam yang khusus buat kaum perempuan yaitu dengan warna biru ketuaan.

Pakaian adat yang khusus buat kaum perempuan ini memiliki panjang dari dada hingga tumit. Biasanya, para kaum perempuan mengenakan pakaian ini saat beraktifitas sehari-hari dalam rumah.


 

 

5. Pakaian Adat Banten Suku Baduy Luar

Pakaian Adat Banten Suku Baduy Luar

Pakaian adat dari Suku Baduy Luar memiliki nama “Baju Kampret” yang memiliki arti unik yaitu “Kelelawar”.

Desain pakaian adat Suku Baduy Luar yaitu dengan warna hitam dan tampilannya cukup dinamis dan elegan.

Pada pakaian adat Suku Baduy Luar ini, ada banyak sekali kemajuan dari pada pakaian adat Suku Baduy Dalam.

Kenapa? Karena, proses produksi pakaian adat ini yaitu dengan jahitan mesin, kancing, dan juga kantong.

Selain itu, bahan untuk membuat pakaian adat Suku Baduy Luar juga lebih bebas, gak harus murni terbuat dari kapas murni.

Salah satu cara buat membedakan orang Suku Baduy Luar dengan orang Suku Baduy Dalam, yaitu dengan cara melihat ikat kepala yang mereka kenakan.

Ikat kepala yang biasa buat orang Suku Baduy Luar memilik warna biru tua dan bermotif batik. Sedangkan, ikat kepala untuk orang Suku Baduy Dalam memiliki warna putih.


 

 

6. Pakaian Adat Banten Modern

Pakaian Adat Banten Modern

Masyarakat Banten memiliki pakaian adat tersendiri yang mereka pakai saat menghadiri acara pernikahan atau lebih familiar dengan nama baju pengantin.

Pakaian adat pengantin Banten bisa kelompokkan menjadi 2, yaitu pakaian buat laki-laki dan pakaian buat perempuan.

Biasanya, pada pakaian pengantin laki-laki ada berbagai aksessoris, mulai dari penutup kepala, baju koko, kain samping, ikat pinggang, sampai selop.

Sedangkan,

Pada pakaian pengantin perempuan, ada perlengkapan hiasan-hiasan berupa kembang giyang, rangkaian bunga melati, kebaya, selendang, dan selop.

Pada pakaian adat Banten Modern, ada tambahan aksessoris-aksessoris lain. Tujuanya tetap sama, yaitu buat meambahkan kesan cantik dan elegan pada pakaian ini.

Selain itu, ada juga buat motif dan desain pakaiannya tetap sama dengan desain motif pakaian adat Banten pada umumya.


Semoga bisa membantu dan juga bermanfaat buat kalian semua sobat cerdika 😀

Beri konten ini 5 bintang dong
[Total: 2 Average: 3]
Avatar
Aditya Rangga

Pelajar yang insyaallah tidak pelit ilmu.

Update : 5 April 2021 - Published : 5 April 2021