Kubisme

Apa sih, yang dimaksud dengan kubisme itu?

Kubisme yaitu aliran seni rupa yang memuat beberapa sudut pandang dari suatu objek atau figur dalam satu gambar yang sama, jadi menghasilkan lukisan yang terfragmentasi dan terdeformasi.

Aliran ini juga seakan memecah gambar melalui penyederhanaan objek sampai menyerupai bentuk geometris.

Suatu lukisan potret bisa terdiri dari angle samping dan angle depan secara bersamaan, jadi akan menghasilkan kejanggalan yang artistik.

Kubisme yaitu suatu aliran dalam seni rupa yang bertitik tolak dari penyederhanaan bentuk alam secara geometris.

Kubisme menggambar alam menjadi bentuk-bentuk geometris seperti segitiga, segiempat kerucut, lingkaran, silinder, dan kubus.


 

 

Sejarah Kubisma

Sejarah Kubisma

Awal bermulanya kubisme yaitu sekitar tahun 1907, saat Picasso mulai menggunakan gaya kubisme dalam karya berjudul “Demoiselles D’Avignon”.

Karya ini disebut sebagai prototype atau karya pra-Kubisme.

Dalam karya ini, udah tampak berbagai ciri aliran kubisme seperti distori yang radikal pada hidung, latar yang terfragmentasi, dan mata yang posisinya janggal tapi memberikan ekspresi artistik.

Georges Braque yang melihat lukisan itu di studio Picasso, tertarik dan menanggapi gaya yang digunakan Picasso dengan mengeksplorasi gaya yang serupa.

Akhirnya, aliran tersebut tercipta melalui eksperimen mereka berdua, Pablo Picasso dan Georges Braque.

Kolaborasi erat antara Picasso dan Braque dimulai pada tahun 1909 dan memiliki dampak penting untuk asal-usul aliran kubisme.

Kedua seniman tersebut, bertemu secara teratur buat membahas perkembangan eksperimen mereka.

Keduanya tinggal di bagian Montmartre Bohemian di Paris pada tahun-tahun sebelum dan selama Perang Dunia I. Hal itu membuat kolaborasi mereka lebih mudah buat dilakukan.


 

 

Inspirasi Kubisme

Inspirasi Kubisme

Kubisme bisa dikatakan dipengaruhi dan terinspirasi oleh karya-karya Paul Cezanne, sampai salah satu fase awalnya disebut “Cezzanian Cubism”.

Karya Cezanne udah gak memperhatikan perspektif yang akurat. Jadi, karya yang dia lukis gak memiliki perspektif yang konsisten, beberapa objek  tampak ganjil karena gak adanya perspektif yang jelas.

Tapi, itu merupakan salah satu hal yang membuatnya tampak lebih menarik, dibandingkan dengan karya klasik yang pada masa itu udah dianggap terlalu datar.

Pablo Picasso juga terinspirasi oleh topeng-topeng dari suku Afrika. Gaya yang dipakai untuk membuat topeng-topeng itu sangat tidak natural/realistik, penuh distorsi tapi tetap menghadirkan citra manusia yang hidup.

Picasso sempat berkata: “Wajah terdiri dari mata, hidung, dan mulut yang bisa didistribusikan dengan cara apapun sesuai dengan keinginan anda”.

Artinya, bisa aja kamu menggambar mulut diatas hidung dan mata dibawah hidung, kalo kamu menginginkannya.

Itu merupakan salah satu cara pandang Kubisme yang penting untuk di garis bawahi.


 

 

Ciri-Ciri Kubisme

Ciri-Ciri Kubisme

Berikut dibawah ini, ada beberapa ciri-ciri dari aliran seni rupa kubisme, diantaranya yaitu:

  • Menggunakan beberapa perspektif sekaligus dalam satu gambar, jadi menunjukkan objek dari berbagai sudut pandang.
  • Melakukan deformasi dan dekonstruksi terhadap objek yang di lukis (mulut diatas mata, hidung dibawah).
  • Menyederhanakan objek menjadi mirip dengan bentuk geometris (hidung seperti segitiga, siku seperti trapesium).
  • Mengeksplorasi bentuk terbuka, membiarkan ruang mengalir melalui bentuk, memadukan latar belakang ke objek didepannya.
  • Pada fase kedua Kubisme (Synthetic Cubism) seniman kubisme banyak menggunakan benda sehari-hari sebagai tanda abstrak (potongan koran).

 

 

Jenis-Jenis Kubisme

Jenis-Jenis Kubisme

1. Kubisme Cezannian (1908-1909)

Cezannian yaitu fase awal dari kubisme, yang masih mentah-mentah terinspirasi dari karya-karya Cezanne.

Pandangan retrospektif terhadap Cezanne banyak mengilhami seniman-seniman untuk mengambil sisi positif dari karyanya.

Salah satunya adalah kebebasan perspektif yang bisa membuat karya lebih dinamis dan tidak cuma mengimitasi alam.

 

2. Kubisme Analitik (1910-1912)

Kenapa disebut analitik? Karena, pada fase ini kubisme berkembang dengan cara yang sangat sistematis.

Karya didasarkan pada observasi objek dalam konteks latar belakang dan eksplorasi berbagai sudut pandangnya.

Pablo Picasso dan Georges Braque membatasi subjek mereka pada genre potret tradisional dan still life.

Mereka juga membatasi palet mereka pada warna bumi (earth tone) dan abu-abu yang dimatikan buat mengurangi kejelasan antara bentuk figur dan objek yang terfragmentasi.

 

3. Kubisme Sintesis (1912-1914)

Pada tahun 1912, Pablo Picasso dan Georges Braque mulai memperkenalkan unsur-unsur asing kedalam komposisi mereka.

Pablo Picasso menambahkan wallpaper yang mirip anyaman pada karyanya yang berjudul: Still Life with Chair-Caning (1912).

Georges Braque menempelkan guntingan koran ke kanvasnya, memulai eksplorasi gerakan kolase.

Intinya fase ini disebut Sintesis, karena mereka mulai menyusun dan menggabungkan benda non cat pada lukisannya.

 

4. Kubisme Kristal (1915-1922)

Kubisme kristal merupakan bentuk penyederhanaan dari berbagai fase sebelum-sebelumnya.

Pada fase kristal ini, kubisme ditekankan terhadap bidang geometris datar yang saling tumpang-tindih (juxtaposed).

Disini, kubisme menjadi lebih dekat pada abstrak formalistik, karena bentuk nonrepresentatif geometris hampir mengontrol seluruh elemen karya seni.


 

 

Contoh Seni Rupa Aliran Kubisme

1. Lukisan Potret Jeune Fille Endormie

Lukisan Potret Jeune Fille Endormie

Rumah lelang Christie’s London, pernah melakukan pelelangan terhadap salah satu lukisan karya Pablo Picasso yang jarang sekali terlihat.

Dan lukisan itu, laku dijual dengan harga yang diluar dugaan yaitu $22 juta atau sekitar Rp. 188 miliar. 

Saat itu, lukisan potret Jeune Fille Endormie yang dibuat pada tahun 1935, cuma ditaksir akan laku sekitar $5,4 juta atau $7,2 juta.

Dr. Michael Spence dari University of Sydney, udah menyatakan kalo lukisan tersebut udah disubangkan kepada lembaganya.

Dan, hasil dari pelelangan lukisan itu dipergunakan untuk pembiayaan riset mengenai obesitas, gangguan kardiovaskuler, dan penyakit gula.

 

2. Lukisan Femme Assise

Lukisan Femme Assise

Lukisan Femme Assise terinspirasi dari kekasinya Pablo itu yang bernama Francoise Gilot yang sedang hamil besar.

Lukisan itu, dilelang di Inggris dan terlelang dengan harga 8 juta poundsterling atau dirupiahkan sekitar Rp.126 miliar.

Harga tersebut juga menjadi harga termahal dalam pelelangan tersebut.

Selain lukisan Picasso, banyak karya seni lainnya yang mendapat harga yang fantastis.

Salah satunya yaitu harga tertinggi kedua setelah lukisan Pablo, lukisan karya Rene Magritte. Lukisan tersebut terjual seharga 7.209.250 poundsterling.

 

3. Lukisan Tete de Femme

Lukisan Tete de Femme

Sebenarnya, lukisan Tete de Femme pernah dicuri dari sebuah galeri Weinstein di San Faransisco pada tahun 2011.

Lukisan pensil Pablo Picasso tersebut, dibuat pada tahun 1965 dan ditaksir harganya bernilai US$ 275.000.

Lukisan itu dicuri oleh seorang pria yang mengenakan kacamata hitam yang terekam kamera CCTV. Tapi, saat lukisan tersebut ditemukan dalam keadaan tanpa bingkai.


Selamat belajar dan semoga pembahasan diatas bisa membentu 😀

Beri konten ini 5 bintang dong
[Total: 1 Average: 5]
Avatar
Aditya Rangga

Pelajar yang insyaallah tidak pelit ilmu.

Update : 1 Mei 2021 - Published : 1 Mei 2021