Contoh Hikayat

Apa sih, yang dimaksud dengan hikayat itu?

Hikayat yaitu salah satu bentuk sastra prosa,terutama dalam Bahasa Melayu yang berisikan tentang kisah, cerita, undang-undang, sejarah yang bersifat rekaan, kepahlawanan, keagamaan dan dongeng.

Umumnya, mengisahkan tentang kehebatan atau kepahlawanan seseorang lengkap dengan keanehan, kesaktian dan mukjizat tokoh utama.

Sebuah hikayat dibacakan sebagai hiburan, pelipur lara ataupun buat membangkitkan semangat juang.


1. Contoh Teks Hikayat Abu Nawas

Contoh Teks Hikayat Abu Nawas

Judul : Kisah Enam Ekor Lembu yang Pandai Bicara

Di suatu pagi yang cerah, Sultan Harun al-Rasyid memanggil Abu Nawas menghadap ke Istana. Kali ini Sultan ingin menguji kecerdikan dari Abu Nawas. Sesampainya di hadapan Sultan, Abu Nawas pun memberi penghormatan.

Dan Sultan berbicara, “Hai, Abu Nawas, aku menginginkan enam ekor lembu berjenggot yang pandai bicara, bisakah engkau mendatangkan mereka dalam waktu seminggu? Kalo gagal, akan aku penggal lehermu.

“Baiklah, tuanku Syah Alam, hamba junjung tinggi titah tuanku.”

Semua punggawa istana yang hadir pada saat itu, berkata dalam hati, “Mampuslah kau Abu Nawas!”

Abu Nawas bermohon diri dan pulang ke rumah. Begitu sampai di rumah, ia duduk berdiam diri merenungkan keinginan Sultan. Seharian dia tidak keluar rumah, jadi membuat tetangga kebingungan.

Dia baru keluar rumah setelah seminggu kemudian, yaitu saat batas waktu yang diberikan Sultan telah tiba.

Ia segera menuju kerumunan orang banyak, lalu berucap, “Hai orang-orang muda, hari ini hari apa?”

Orang-orang yang menjawab benar akan dia lepaskan, tapi orang-orang yang menjawab salah, akan dia tahan.

Dan ternyata, tidak ada seorangpun yang menjawab dengan benar. Tak ayal, Abu Nawas pun marah-marah kepada mereka, “Begitu aja kok enggak bisa jawab. Kalo begitu, mari kita menghadap Sultan Harun Al-Rasyid, untuk mencari tahu kebenaran yang sesungguhnya.”

Keesokan harinya, balairung istana Baghdad dipenuhi warga masyarakat yang ingin tahu kesanggupan Abu Nawas mambawa enam ekor Lembu berjenggot.

Sampai di depan Sultan Harun Al-Rasyid, dia pun menghaturkan sembah dan duduk dengan khidmat. Lalu, Sultan berkata, “Hai Abu Nawas, mana lembu berjenggot yang pandai bicara itu?”

Tanpa banyak bicara, Abu Nawas pun menunjuk keenam orang yang dibawanya itu, “Inilah mereka, tuanku Syah Alam.”

“Hai, Abu Nawas, apa yang kau tunjukkan kepadaku itu?”

“Ya, tuanku Syah Alam, tanyalah pada mereka hari apa sekarang,” jawab Abu Nawas.

Ketika Sultan bertanya, ternyata orang-orang itu memberikan jawaban berbeda-beda. Maka berujarlah Abu Nawas, “Jika mereka manusia, tentunya tahu hari ini hari apa.

Apalagi kalo tuanku menanyakan hari yang lain, akan tambah pusinglah mereka. Manusia atau hewan kah mereka ini? “Inilah lembu berjenggot yang pandai bicara itu, Tuanku.”

Sultan heran melihat Abu Nawas pandai melepaskan diri dari ancaman hukuman. Maka, Sultan pun memberikan hadiah 5.000 dinar kepada Abu Nawas.


2. Contoh Teks Hikayat Ramayana

Contoh Teks Hikayat Ramayana

Judul : Sri Rama Mencari Shinta

Legenda percintaan Rama dan Shinta dimulai, saat mereka dan lesmana (adik Rama) pergi memburu di hutan Dandaka.

Dalam perjalanan Shinta menginginkan seekor kijang emas dan segeralah Rama pergi menangkap kijang emas tersebut.

Karena Rama pergi terlalu lama, Lesmana pergi menyusul Rama. Sebelum pergi, Lesmana membuat lingkaran untuk melindungi Shinta.

Berbagai usaha yang dilakukan Rahwana untuk menculik Shinta selalu gagal, sampai akhirnya Rahwana menjelma menjadi seorang musafir dan berpura-pura meminta bantuan kepada Shinta. Alhasil, Shinta berhasil diculik oleh Rahwana.

Kijang emas cuma jelmaan anak buah Rahwana, dan betapa terkejutnya Rama mengetahui Shinta tidak ada dalam lingkaran yang dibuat Lesmana.

Dalam perjalanan mencari Shinta, Rama bertemu dengan Jatayu yang sedang terluka parah dan sebelum meninggal Jatayu menceritakan apa yang terjadi pad Shinta. Untuk membalas jasa Jatayu, Rama kemudian membantu untuk menguburkan sesuai keinginan Jatayu.

Pencarian Shinta membuahkan hasil, mereka berhasil menemukan Shinta dengan bantuan dari pasukan kera yang dipimpin oleh kera putih bernama Hanoman.

Rama berhasil mengalahkan Rahwana dan pasukannya. Bukan kebahagiaan yang didapat Shinta, melainkan kekecewaan karena Rama menganggap Shinta udah tidak suci lagi.

Untuk membuktikan kesetiaan, Shinta menceburkan diri dalam kobaran api. Shinta tidak terbakar sama sekali dan tubuhnya masih utuh.

Hal ini dikarenakan, kesucian dan bantuan dari Dewa Api. Rama sangat bahagia mengetahuinya dan akhirnya mereka hidup bahagia kembali.


3. Contoh Teks Hikayat Hang Tuah

Contoh Teks Hikayat Hang Tuah

Hang Tuah dikenal sebagai seorang ksatria hebat. Pada saat berumur 10 tahun, Hang Tuah dan empat sahabatnya berlayar ke laut Cina.

Dalam perjalanan, mereka diserang oleh gerombolan bajak laut, tapi mereka dapat melawannya.

Kegigihan dan kehebaran para ksatria tersebut menjadikan mereka sebagai Tuan Bendara karena menyelamatkan dari serangan bajak laut.

Berita tentang ksatria sampai pada telinga Raja, sampai mereka diundang ke kerajaan. Baginda Raja mengangkat mereka sebagai seorang anak angkat.

Beberapa tahun kemudian, Baginda Raja berhasil mencari pusat kerjaan yang baru.

Baginda Raja ingin meminang Raden Galuh Mas Ayu yang merupakan putri tunggal Seri Betara Majapahit. Sehari sebelum pernikahan, terjadi kegaduhan yang disebabkan oleh Taming sari.

Tapi, Hang Tuah berhasil menghalangi dengan menukar keris Taming. Keberhasilan tersebut menjadikan Hang Tuah sebagai seorang laksamana dan mendapatkan hadiah berupa keris Taming.

Bertahun-tahun Hang Tuah menjadi kepercayaan raja dan pasti sangat disayang oleh raja, sampai membuat yang lain merasa iri.

Suatu hari, Hang Tuah di fitnah telah berperilaku tidak sopan kepada dayang istana.

Sebagai hukuman, Hang Tuah pergi meninggalkan istana dan menjadi anak angkat Tun Bija Sura di Indrapura. Selang beberapa lama, Hang Tuah ditarik kembali oleh Baginda Raja.

Fitnah kedua muncul dan membuat Baginda Raja sangat marah, sampai menyuruh Hang Tuah untuk dibunuh.

Berkat Tuan Bendahara, Hang Tuah diminta mengungsi ke Hulu Melaka. Posisi Hang Tuah digantikan oleh Hang Cuan seorang pemabuk berat.

Raja tidak tahan dengan perilaku Hang Cuan dan meminta Hang Tuah untuk mengalahkan Hang Cuan.

Pertarungan dua sahabat tidak bisa dihindarkan, sampai  akhirnya Hang Cuan meninggal dipangkuan Hang Tuah. Kemudian, Hang Tuah mejabat sebagai laksamana.


4. Contoh Teks Hikayat Pengembara yang Lapar

Contoh Teks Hikayat Pengembara yang Lapar

Ada 3 orang sahabat yang sedang mengembara, yaitu Buyung, Kendi, dan juga Awang.

Selama ada diperjalanannya, ketiga sahabat itu membawa bekal makanan seperti susu, buah-buahan, beras, dan juga daging.

Apabila mereka lelah, mereka akan berhenti untuk mengisi perut mereka dengan bahan makanan yang dibawanya.

Sampai tepat di suatu hari, mereka berada disuatu hutan yang sangat lebat. Mereka pun merasa lapat, tapi tidak bisa makan karena bekal yang mereka bawa udah habis.

Dan, dihutan itu mereka tak bisa menjumpai seseorang yang bisa dimintai pertolongan. Sambil memikirkan suatu solusi, mereka juga lalu beristirahat dibawah pohon ara yang cukup rindang.

Kendi pun mengatakan, “Apabila ada nasi sekawah, maka aku bisa menghabiskannya sendiri.” Buyung yang juga merasa lapar juga mengucapkan, “Kalo lapar begini, maka ayam panggang sebanyak 10 ekor pun mampu aku habiskan.”

Tidak seperti teman-temannya, Awang cuma mengharapkan ada nasi sepinggang dan juga lauk yang cukup untuk dapat mengobati perut laparnya.

Dan tidak disangka-sangka, apa yang mereka harapkan didengarkan oleh pohon ara yang ajaib itu.

Pohon itu menggugurkan 3 daunnya yang tiap-tiap helai daunnya berubah menjadi makanan apa yang mereka inginkan.

Buyung dan Kenda merasa sangat senang menemukan makanan itu dan kemudian bergegas untuk menyantapnya.

Awang merasa bersyukur udah mendapatkan makanannya meskipun tidak sebanyak kedua temannya itu, yang terpenting yaitu cukup mengisi perutnya. Saat selesai makan, Awang memperhatikan dua sahabatnya yang masih makan.

Meskipun udah makan banyak dan juga kekenyangan, Kendi juga tidak sanggup menghabiskan jatah makananya itu.

Nasi yang ada didalam kawah itu ternyata bisa berbicara dan meminta mereka untuk menghabiskannya.

Tapi mere udah tak sanggup lagi, dia tidak mau menghabiskannya. Kemudian, nasi-nasi itu marah dan kemudian menggigiti tubuh Kendi.

Begitu juga dengan Buyung yang cuma bisa menghabiskan 1 ekos ayam aja, lalu dia membuang 9 kedalam semak-semak.

Beberapa saat kemudian didalam semak itu muncul 9 ayam jantan dan kemudian menyerangnya.

Pada saat melihat kejadian itu yang menimpa teman-temannya tersebut. Awang tertegung sesaat dan dia merapa seperti di alam mimpi.

Tapi, saat telah sadar, dia sudah mendapati kedua temannya tersebut meninggal.


5. Contoh Teks Hikayat Antu Ayek

Contoh Teks Hikayat Antu Ayek

Di Sumatera Selatan, ada suatu keluarga petani yang hidup sederhana dan tingga si sekitaran aliran sungai. Keluarga itu memiliki seorang anak wanita yang cantik bernama Juani.

Tak cuma memiliki wajah yang cantik, badannya pun langsing dan membuat banyak gadis yang lain iri dengannya.

Makanya, banyak lelaki tampan yang tertarik kepadanya dan ingin buat meminangnya. Tapi, tidak ada satu orang pun yang Juani terima pinangannya karena dia belum minat buat menikah.

Orang tuanya juga merasakan khawatir kalo anak mereka akan menjadi perawan tua.

Tapi, gadis tersebut dapat meyakitkan kedua orangtuanya kalo ada pria bias yang sesuai dengan kriterianya akan datang.

Sampai pada suatu hari, daerah itu dilanda kekeringan yang menyebabkan kebin kopi tumpuan keluarganya mengalami gagal panen.

Kemudian, ayah Juani berhutang terhadap rentenir yang kaya buat bisa memenuhi biaya hidup sehari-hari sampai dengan panen yang selanjutnya.

Dan lama kelamaan, hutang ayahnya makin menumpuk karena tidak mampu membayar pada saat ditagih.

Rentenir itu pun mengatakan, dia akan menganggap hutang keluarga itu lunas apabila ayah Juani bersedia buat menikahkan anaknya itu dengan putranya.

Dan Juani dengan terpaksa setuju buat menikah dengan anak rentenir itu. Anaknya itu bernama Bujang Juandan.

Walaupun menikah dengan anak yang kaya, tapi itu semua tidak membuatnya merasa bahagia.

Karena, lelaki tersebut menderita penyakit kulit yang tidak bisa disembuhkan yang ada di sekujur tubuhnya.

Pada hari pernikahananya, Juani merasa tidak sanggup lagi apabila harus meneruskan acara itu.

Dan dikepalanya udah membayangkan dia akan dicemooh orang-orang karena udah menolak sejumlah lelaki tampan dan akhirnya dia malah menikah dengan lelaki yang berpenyakitan.

Juani juga merasa putus asa dan mengakhiri hidupnya dengan terjun ke sungai yang sangat dalam.

Dan beberapa saat kemudian, keluarganya menyadari yang terjadi. Tapi semuanya telah terlambat.

Keesokan harinya, mayat gadis itu ditemukan udah tidak bernyawa. Dan konon, sejak kematiannya, di sungai itu terdengar suara dari seorang gadis yang meminta tolong dan menangis.


6. Contoh Teks Hikayat Indera Bangsawan

Contoh Teks Hikayat Indera Bangsawan

Hikayat Indera Bangsawan adalah salah satu karya sastra melayu lama yang mendapatkan pengaruh dari cerita India.

Hikayat Indera Bangsawan merupakan contoh teks hikayat yang populer, sampai pernah diterbitkan Balai Pustaka dalam buku Perintis Sastar karangan C. Hooykaas.

Seperti pada kebanyakan contoh hikayat, latar belakang dalam cerita ini juga tentang kehidupan kerajaan.

Disebuah kerajaan, Raja Indra Bungsu memiliki dua anak kembar yang bernama Syahpri dan Indra Bangsawan.

Kedua anak lelaki itu mendapatkan kasih sayang penuh dari Sang Raja. Mereka tumbuh sebagai pemuda yang baik, tanggung, dan sakti.

Pada suatu waktu, Raja Indra Bungsu mulai bingung siapa diantara kedua anak lelakinya yang akan menggantikannya sebagai seorang Raja.

Sampai suatu malam, Raja bermimpi dengan buluh perindu yaitu semacam alat musik yang memiliki suara merdu.

Raja sangat terpesona dengan buluh perindu, sampai Sang Raja mengadakan sayembara barang siapa yang bisa membawa pulang buluh perindu, dia akan menjadi seorang raja.

Kedua anak lelaki raja berangkat untuk mencari buluh pelindu. Mereka berdua terpisah, karena badai besar.

Syahpri berada disebuah taman dan menemukan gendang. Dalam gendang bersembunyi seorang puteri Ratna Sari yang diculik oleh garuda. Singkatnya, Syahpri menikahi puteri Ratna Sari.

Saudara kembar lainnya, Indra Bangsawan tersesat dalam gua yang berpenghuni raksasa perempuan.

Karena ketangguhan dan kesaktian Indra, Raksasa akhirnya bisa ditaklukan oleh Indra, Raksasa memberikan ajimat untuk Indera.

Dalam perjalanananya, Indera mendapatkan seorang isteri sebagai hadiah sayembara yang dia menangkan. Indra juga berhasil mendapatkan buluh pelindu.

Saat Indra dan istrinya pulang ke negeri Indra, mereka diserang oleh Buraksa sampai mereka sakit keras.

Mendengar hal itu, Syahpri menyusul saudaranya dan membawa pulang buat diobati sampai sembuh.
Indra mendapatkan tahta sebagai raja, karena mampu membawa buluh pelindu pulang.

Sebagai balas budi, indra memberikan ajimat yang bisa digunakan untuk membangun kerajaan dan semua perlengkapannya. Seiring berjalan waktu, kedua negara hidup damai dan saling membantu.


7. Contoh Teks Hikayat Bayan Budiman

Contoh Teks Hikayat Bayan Budiman

Hikayat Bayan Budiman merupakan teks hikayat melayu lama yang disusun kembali oleh Sukasaptati India.

Hakikat Bayan Budiman menceritakan tentang sepasang Burung Bayan yang memperingatkan seorang isteri untuk tidak berselingkuh.

Pada kerajaan Azam, hiduplah saudagar kaya dan keluarganya. Saudagar kaya yang dimaksud bernama Khojan Mubarok.

Walaupun hidup bergelimang harta, tapi kebahagiaan belum lengkap tanpa kehadiran seorang anak.

Mereka berdoa tanapa putus asa tetap memanjatkan doa kepada Allah agar segera diberikan momongan.

Harapan dan doa dari Khojan Mubarok dan isteri udah dikabulkan oleh Allah. Khojan Maimun yaitu anak laki-laki yang hadir ditengah keluarga Khojan Mubarok dan isterinya.

Anak laki-laki tersebut, tumbuh menjadi pribadi yang baik dan saleh. Khojan Maimun mendapatkan seorang istri bernama Bibi Zaenab yang juga anak dari saudagar kaya.

Setelah menikah, Khojan Maimun meminta ijin sang isteri untuk pergi berlayar.

Sebelum pergi, sang suami memberikan sepasang burung tiung sebagai teman bercerita Bibi Zaenab. Tiba saatnya Khojan Mubarok berlayar, dan tinggalah Bibi Zaenab yang sangat kesepian.

Suatu hari, ada anak raja yang tertarik dengan Bibi Zaenab. Akhirnya, mereka berkenalan sampai pergi bersama.

Sebelum pergi bersama anak raja, Bibi Zaenab berpamitan dengan butung tiung. Tapi, Bibi Zaenab marah dan membanting sangkar karena butung tiung mencegahnya pergi.

Bibi Zaenab berpamitan juga dengan burung bayan yang sedang berpura-pura tidur.

“Anda boleh pergi. Hamba akan menanggung semua yang udah Anda lakukan. Apa yang dicari manusia selain martabat, kesabaran, dan kekayaan? Aku ini cuma seekor burung bayan yang dicabut bulunya oleh istri tuanku.” jawab burung bayan.

Sejak saai itu, Bibi Zaenab sering berpergian bersama anak raja. Setiap berpamitan, burung bayan selalu menasehati Bibi Zaenab dengan menceritakan berbagai kisah.

Akhirnya, Bibi Zaeanab sadar dan tidak mengulangi perbuatannya lagi.


8. Contoh Teks Hikayat Malim Demam dan Bidadari

Contoh Teks Hikayan Malim Demam dan Bidadari

Suatu hari, hiduplah seorang pemuda bernama Malim Demam yang bekerja sebagai penjaga ladang milik Pamannya.

Tidak jauh dari ladang itu, ada seorang janda tua yang sering berbagi makanan dengan Malim Demam. Janda tua yang baik hati kepada Malim bernama Mandeh Rubiah.

Suatu malam, Malim pergi ke rumah Mandeh untuk meminta minum. Tapi, dia terkejut dengan suara sejumlah perempuan yang ada di kolam dekat rumah Mandeh.

Tanpa berpikir panjang, Malim menuju kolam tersebut dan terkejutlah Malim melihat 7 Bidadari sedang mandi disana. Malim terpesona dengan kecantikan 7 bidadari tersebut.

Tidak berselang lama, mata Malim tertuju pada 7 selendang yang berada tidak jauh dari kolam.

Malim mengambil satu selendang dan menyimpan di rumah Mandeh. Saat para bidadari selesai mandi, mereka kembali ke khayangan dengan memakai selendang masing-masing.

Cuma satu bidadari yang tidak bisa pulang, yaitu di bungsu.

Bidadari bungsu lalu diangkat anak oleh Mandeh dan Maling semakin sering berkunjung ke rumah tersebut.

Akhirnya, Bidadari Bungsu dan Malim Demam menikah, kebahagiaan mereka terasa lengkap dengan kehadiran sang anak laki-laki.

Suatu hari, Malim tidak pulang karena perilaku yang gemar berjudi. Sang istri sangat marah dengan kelakuan Malim.

Sampai akhirnya, Bidadari bungsu menemukan selendang miliknya didalam rumah Mandeh.

Putri Bungsu menyuruh Malim buat segera pulang dan mengancam apabila tidak segera pulang, Malim tidak akan pernah melihat isteri dan anaknya lagi.

Ancaman sang isteri tidak diperhatikan oleh Malim. Akhirnya, sang isteri pergi ke khayangan dengan membawa anak lelakinya.

Betapa terkejutnya Malim saat pulang kerumah yang tidak bisa menemukan anak dan isterinya lagi. Akibat kejadian ini, Malim sangat menyesal terhadap sikapnya selama ini.


9. Contoh Teks Hikayat Abu Nawas dan Dua Orang Ibu

Contoh Teks Hikayat Abu Nawas dan Dua Orang Ibu

Abu Nawas diminta Raja Harun buat memecahkan persoalan tentang perebutan seorang bayi oleh 2 orang yang mengaku ibu kandung dari bayi tersebut.

Persoalan ini sempat di tangani oleh hakim pengadilan, tapi para hakim tidak mendapatkan solusi sampai meminta Raja Harun buat menyelesaikan masalahnya.

Abu Nawas terkenal sebagai seorang yang cerdik, sampai diberi kepercayaan untuk menangani masalah ini.

Saat sidang diselenggarakan, Abu Nawas meletakkan bayi diatas sebuah meja dan meminta Algojo buat membelah bayi tersebut.

“Sebelum saya mengambil tindakan, apakah salah satu diantara kalian bersedia menyerahkan bayi itu kepada ibu kandungnya?” Tanya Abu Nawas sebelumnya.

Ibu pertama tidak bersedia menyerahkan bayi tersebut, karena merasa dia yang berhak atas bayi tersebut.

“Tolonglah, jangan belah bayi itu. Berikanlah bayi itu kepada perempuan yang mengaku sebagai ibu kandungya. Aku rela asalkan bayi itu tetap bisa hidup.”Jawab ibu yang kedua.

Mendengar jawaban dari masing-masing ibu, Abu Nawas udah mengetahui secara pasti siapa yang emang ibu kandung dari bayi tersebut.

Abu Nawas menyerahkan bayi kepada ibu yang kedua, karena tidak ada seorang ibu yang rela anak kandungnya terluka.

Dia juga meminta kepada hakim, buat menghukum ibu yang pertama karena telah berbohong.


10. Contoh Teks Hikayat Abu Nawas dan Botol Ajaib

Contoh Teks Hikayat Abu Nawas dan Botol Ajaib

Kisah Abu Nawas dimulai saat Raja Harun Ar-Rosyid memanggil Abu Nawas di Istana.

Saat tiba di istana, Abu Nawas disambut dengan senyuman oleh Baginda Raja. Maksud dan tujuan Abu Nawas di panggil ke istana tidak lain buat menyelesaikan masalah Baginda Raja Harun Ar-Rosyid.

Baginda mengalami sakit perut yang cukup sering dan berdasarkan pemeriksaan tabib istana Baginda Raja mengalami serangan angina.

Abu Nawas cuma terheran dan bingung dengan ucapan Baginda. Lalu, dia memberanikan diri buat bertanya pada baginda pekerjaan apa yang sebenarnya akan ditugaskan kepadanya.

“Tangkap dan penjarakan angin itu untukku”, perintah Baginda sekaligus menjawab pertanyaan Abu Nawas tersebut.

Dan betapa terkejutnya Abu Nawas tentang perintah yang diberikan kepadanya. Abu Nawas cuma diberi waktu tiga hari buat menyelesaikan tugas dari Baginda Raja tersebut.

Dalam perjalanan pulang ke rumah, Abu Nawas cuma terdiam dan bingung mecari cara bagaimana mungkin untuk menangkap angin.

Padahal angin adalah sesuatu yang tidak bisa dilihat bahkan ditangkap. Waktu terus berjalan, sampai pada hari kedua Abu Nawas tidak mendapatkan cara buat menyelesaikan perintah raja. Abu nawas terus berfikir keras sampai dia tersadar tentang Jin yang juga tidak bisa terlihat.

Abu Nawas dengan sangat gembira menyiapkan botol dan bergegas menuju istana buat bertemu dengan Baginda Raja.

Saat tiba di istana, Baginda langsung bertanya keberadaan angin yang diperintahkan pada Abu Nawas. Diberikan botol yang dibawa pada Baginda dan menunjukkan kalo angin ada didalam botol.

Baginda membuka botol sesuai dengan arahan Abu Nawas. Betapa terkejutnya Baginda Raja dengan bau busuk yang keluar dari botol tersebut dan bertanya pada Abu Nawas bau apa yang busuk itu.

Dengan ketakutan, Abu Nawas menjelaskan kalo itu adalah angin kentut dirinya dan menutup botol agar angin tidak keluar.

Baginda tidak marah karena yang dijelaskan oleh Abu Nawas sangat masuk akal dan dia mendapatkan imbalan karena selesai menjalankan perintah Baginda Raja Harun Ar-Rosyid.


Nah, itulah beberapa contoh teks hikayat yang bisa kamu ketahui dan pelajari.

Semoga pembahasan diatas bisa membantu dan bermanfaat buat kalian semua sobat cerdika.com 😀

Aditya Rangga

Pelajar yang insyaallah tidak pelit ilmu.

Update : 18 Mei 2021 - Published : 2 Mei 2021