Doa Nurbuat

Riki Ramdhani 3 April 2023

Doa terbagi menjadi dua yang pertama doa ma’tsur yaitu doa yang terdapat didalam Al Qur’an dan As Sunnah.

Doa yang kedua adalah ghoiru ma’tsur yaitu doa yang dibuat oleh para Ulama yang tidak bertentangan dengan Al Qur’an dan As Sunnah.

Imam Ibnu Hajar Al Asqalani dalam kitabnya Fathul Bari menjelaskan bahwa “Apabila terdapat doa yang tidak bertentangan dengan Al Qur’an dan As Sunnah dan maknannya baik maka, boleh diamalkan”

Lalu Bagaimana dengan doa Nurbuat ?


Penjelasan Mengenai Doa Nurbuat

Para Ulama berbeda pendapat mengenai doa Nurbuat, ada yang membolehkan dan adapula yang melarangnya.

Ustadz Abdul Somad Lc Ma menjelaskan mengenai doa nurbuat ini, apabila didalam teks doa tersebut tidak bertentangan dengan Al Qur’an dan As Sunnah maka silahkan amalkan.

Namun… Apabila didalam teks doa nurbuat ini bertentangan dengan Al Qur’an dan As Sunnah maka silahkan tinggalkan.

Yang SALAH adalah apabila mengatakan bahwa doa nurbuat ini datang dari Nabi


Teks Doa Nurbuat

Teks Bacaan Doa Nurbuat Arab

اللَّهُمَّذِىالسُّلْطَانِالعَظِيموَذِىالـمَنِّالقَدِيموَذِىالوَجْهالكَرِيموَوَلِيِّالكَلِمَاتالتآماتوَالدَّعَوَاتِالـمُسْتَجَبَاتعَاقِلِالحَسَنِوالحُسَينِمنانفسالحقعينالقدرةوالناظرينوعينالجنوالإنسوالشياطين. وَإِنيَكَادُالذِّينَكَفَرُوالَيُزْلِقُونَكَبِأَبصَارِهِملماسمعواالذكرويقولونإنهلمجنونوماهوالاذكرللعالمينومُستجابُالقرآنالعظيموورثسليمانداودعليهماالسلامالودودذوالعرشالمجيدطَوِّلْعُمْرِيوصححجسديواقضحاجتيواكثرامواليواولاديوحببنيللناساجمعينوتباعدالعداوةكلمنبنيآدمعليهالسلاممنكانحياويحقالقولعلىالكافرينانكعلىكلشيءقديرسبحانربكربالعزةعمايصفون.والسلامعلىالمرسلينوالحمدللهربالعالمين.

Teks Bacaan Doa Nurbuat Latin

“Allaahumma dzissulthanil’adziim. Wa dzilmannil qadiim. Wa dzilwajhil kariimi wa waliyyil kalimaatittaammaati wadda’awaatil mustajaabati‘aaqilil hasani wal husaini min anfusil haqqi‘ainil qudrati wannaaziriina wa‘ainil insi wal jinni.

Wa in yakaadulladziina kafaruu layuzliqunaka bi absaarihim lammaa sami’udzdzikra wa yaquuluuna innahuu lamajnun.

Wa maa huwa illaa dzikrullil‘aalamiin. Wa mustajaabu luqmaanal hakiimi wa waratsa sulaimaan daawuuda‘alaihimassalaamul waduudu dzul’arsyil majiid. Thawwil‘umrii wa shahhih ajsaadii waqdi haajatii waktsir amwaalii wa au laadii wa habbib linnaasi ajma’iin.

Wa tabaa’adil‘adaawata kullahaa min bani aadama‘alaihissalaamu man kaana hayyan wa yahiqqoal qaulu‘alal kaafiriin. Wa qul jaa al haqqu wa zahaqal baathilu innal baathila kaana zahuuqan.

Wanunazzilu minal qur’aani maa huwa syifaa un wa rohmatun lilmu’miniin. Wa laa yaziiduzzaalimiina illaa khasaaraa. Subhaana rabbika rabbil‘azzati‘ammaa yashifuun. Wa salaamun‘alalmursaliina wal hamdulillaahirabbil‘aalamiin.”

Arti Bacaan Doa Nurbuat

Wahai Tuhanku, pemilik kekuasaan yang agung, yang memiliki anugerah yang terdahulu, memiliki wajah yang mulia, menguasai kalimat-kalimat yang sempurna, dan doa-doa yang mustajab, penanggung Hasan dan Husain dari jiwa-jiwa yang haq, dari pandangan mata manusia dan jin.

Dan sesungguhnya orang-orang kafir benar-benar akan menggelincirkan kamu (Muhammad) dengan pandangan mereka,ketika mendengar Al Quran (dibaca) lalu mereka berkata :

“Sesungguhnya (Muhammad) itu benar-benar orang gila.’ Dan Al Quran itu tidak lain hanyalah peringatan bagi semua umat. Dan mengijabahi Lukmanul Hakim dan Sulaiman yang telah mewarisi Daud as.

Allah adalah dzat yang maha pengasih lagi memilik singgasana yang mulia, panjangkanlah umurku, sehatkanlah jasadku, kabulkanlah hajatku, perbanyaklah harta bendaku dan anakku, cintakan semua orang, jauhkanlah permusuhan anak cucu Adam a.s. dari orang-orang kafir.”

Dan katakanlah : “Yang haq telah datang dan yang batil telah musnah. Sesungguhnya yang batil itu pasti musnah.”Dan kami turunkan Al Quran suatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang-orang beriman, dan Al Quran tidak akan menambah kepada orang-orang yang berbuat aniaya melainkan hanya kerugian. Maha suci Allah, Tuhan yang Maha Mulia dari segala sifat yang diberikan orang-orang kafir. Dan semoga keselamatan tetap bagi para rasul. Dan segala puji bagi Allah Tuhan Semesta Alam.”


Kesalahan Dalam Doa Nurbuat

Guru kami ustadz Ammi Nur Baits pernah ditanya perihal doa Nurbuat ini, lalu apa jawaban beliau ?

1. Kesalahan Dalam Tata Bahasa Doa Nurbuat

Dalam teks bacaan doa nurbuat diataas bisa dilihat bahwa teks tersebut tidak sesuai dengan kaidah nahwu (tata bahasa arab).

Contohnnya dalam teks “اللَّهُمَّ ذِى السُّلْطَانِ” yang seharusnya di baca ذَا yaitu dengan ditambah huruf Alif bukan ذِى

Karena Munada Mudhaf seharusnnya di Mansub bukan Majrur.

Dan kesalahan seperti ini diulang ulang dalam teks doa nurbuat di bagian ma’thufnya.

2. Susunan Kalimat yang Tidak Sesuai

Didalam doa nurbuat sering ditemukan kalimat kalimat yang tidak sesuai atau tidak bermakna, contohnnya di pada bagian awal doa yang dimana disitu tertulis memuji Allah, kemudian mengutip ayat,

وَإِن يَكَادُ الذِّينَ كَفَرُوا لَيُزْلِقُونَكَ بِأَبصَارِهِم…

“Hampir saja orang-orang kafir hendak menjatuhkanmu dengan pandangan mata mereka.

Ayat diatas menceritakan mengenai sikap orang kafir yang hendak menyerang nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dengan penyakit ‘ain (Pandangan hasad).

Jika diperhatikan lebih teliti ayat ini tidak memiliki keterkaitan langsung dengan pujian untuk Allah dalam bait doa nurbuat sebelumnya.

3. Isi Permintaan yang Tidak Tepat

Jika dicermati permintaan didalam teks doa nurbuat sedikit ada yang tidak tepat, contohnnya pada lafadz طَوِّلْ عُمْرِي (Ya Allah, Panjangkanla Umurku).

Meminta umur yang panjang itu tidak salah, hanya saja lebih tepat apabila meminta keberkahan dari umur yang diberikan, umur yang panjang tetapi tidak berkah sama saja tidak baik.

Contohnnya sebagaimana yang dilakukan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa salam ketika mendoakan sahabat Anas bin Malik,

اللَّهُمَّ أَكْثِرْ مَالَهُ وَوَلَدَهُ ، وَبَارِكْ لَهُ فِيمَا أَعْطَيْتَهُ

“Ya Allah, perbanyaklah harta dan anaknya, serta berkahilah apa yang engkau karuniakan padanya.”

HR. Bukhari no. 6334 dan Muslim no. 2480

Syaikh Muhammad bin shaleh Al-Utsaimin pernah ditanya perihal hukum memberikan ucapan “Selamat Panjang Umur”

Lalu kata beliau, tidak sepantasnya seseorang mengucapkan “Semoga Panjang Umur” tanpa di ikuti dengan kriteria yang lain, contohnya apabila kita mengucapkan “Semoga Allah memanjangkan umurmu diatas ketaatan dan ketakwaan kepadaNya” maka ini diperbolehkan (Lihat, Fatawa as-Syimaliyah, Hal.24)

4. Keutaman yang Terlalu Berlebihan

Banyak sekali yang menjelaskan mengenai keutamaan doa nurbuat ini, tetapi keutamaan didalam doa nurbuat ini hanya terkait dengan kesenangan dunia saja.

Padahal prinsip doa yang diajarkan oleh syariat islam adalah untuk memperbanyak kepentingan akhirat.

Diantara Keutamaan yang aneh dari doa nurbuat ini seperti,

  1. Dapat melihat jin dan juga merubah rupa
  2. Apabila doa nurbuat ini di tulis kemudian disimpan didalam rumah akan menjadi penjaga rumah dari berbagai macam gangguan jin, sihir, santet dll.
  3. Dapat menunjukan hal hal yang aneh apabila dibaca hingga 100x pada malam sabtu.
  4. Dapat membuat awet muda jika dibaca pada malam minggu.
  5. Menjadikan wajah tampak cantik dan tampan apabila dibaca malam kamis, dll.

Lalu apakah salah apabila kita mengamalkan doa nurbuat ?

Itu tergantung dari persepsi masing masing, karena para guru kitapun berbeda pendapat soal ini.

Semoga uruaian diatas dapat membuka wawasan kita, dan dapat menjadikan kita lebih teliti terhadap hal hal yang tidak bersumber dari Allah dan Rasulnnya, wallahu a’lam bishawab


Daftar Pustaka :

  1. Konsultasisayriah.com, Ustadz Ammi Nur Baits, “Doa Nurbuat”
  2. Muslim.or.id, Ustadz Muhammad Nur Ichwan Muslim, ST “Doa Nabi, Doa Terbaik”
  3. Muslim.or.id, Ustadz Ari Wahyudi, S.Si “Shalwat Nariyah”
  4. Majalah As Sunnah Edisi 00/Tahun XI/1428H/2007M

Riki Ramdhani

Mahasiswa Pendidikan Agama Islam di Universitas Muhammadiyah Purwokerto. Founder salah satu program kemanusiaan terbaik di Purwokerto, Musharaka Project.

Tinggalkan komentar

Artikel Terkait

Nama Malaikat


Warning: Undefined variable $url in /www/wwwroot/cerdika.com/wp-content/themes/gpblogpro/single.php on line 74
Riki Ramdhani
1 Agustus 2023

Tahiyat Akhir


Warning: Undefined variable $url in /www/wwwroot/cerdika.com/wp-content/themes/gpblogpro/single.php on line 74
Riki Ramdhani
31 Mei 2023