Rumah Adat Sulawesi Tenggara

Rumah adat Sulawesi Tenggara merupakan hal yang gak bisa dipisahkan dengan budaya Sulawesi Tenggara itu sendiri.

Kenapa begitu? Karena, rumah adat atau rumah tradisional adalah warisan turun temurun dari nenek moyang.

Meskipun sebagian masyarakat ada yang beranggapan kuno dan jadul, tapi rumah tradisional memiliki nilai filosofis yang luar biasa.

Selain itu, yang gak kalah penting dari sebuah rumah adat yaitu keamanan dan kenyamanan. Kedua hal ini, udah gak diragukan lagi.

Lalu, apa aja sih nama rumah adat Sulawesi Tenggara itu? Ingin tahu? Yuk simak ulasan berikut ini!


1. Rumah Adat Sulawesi Tenggara Laikas

Rumah Adat Sulawesi Tenggara Laikas

Rumah adat Laikas adalah rumah adat suku “Tolaki”, yaitu suku yang tinggal di sekitar kota Kendari, Kabupaten Konawe, Konawe Utara.

Rumah adat Sulawesi Tenggara Laikas ini, mempunyai bentuk rumah panggungbyang biasanya terdiri dari 3-4 lantai, yaitu:

  • Lantai pertama dan kedua rumah adat Leikas digunakan sebagai tempat tinggal raja dan permaisuri.
  • Lantai ketiga akan digunakan untuk menyimpan berbagai benda pusaka.
  • Dan, lantai keempat digunakan sebagai area buat beribadah dan bersemedi.

Pada bagian kanan dan kiri lantai kedua, ada ruangan khusus yang akan dipakai buat menenun kain atau pakaian tradisional yang disebut dengan “Bone”.

Pada bagian bawah atau kolong rumah adat Leikas ini, digunakan buat memlihara hewan ternak seperti ayam atau babi.

Keunikan dari rumah adat Laikas atau Malige ini, yaitu gak memakai bahan logam sama sekali seperti paku.

Tapi, cuma memakai semua bahan yang udah disediakan alam seperti kayu dan bagian atap terbuat dari rumbai alang alang atau nipah.

Sedangkan, buat balok kayu akan dipakai buat tiang dan buat dinding atau badan rumah memakai material papan.

Semuanya ini, akan disatukan menjadi bangunan menggunakan serat kayu atau pasak kayu.


2. Rumah Adat Sulawesi Tenggara Banua Tada

Rumah Adat Sulawesi Tenggara Banua Tada

Rumah Adat Banua Tada adalah salah satu peninggalan kesultanan Buton yang masih bisa kamu temui sampai saat ini

Salah satu ciri khas rumah adat Banua Tada ini, yaitu ada ornamen hiasan atau simbol-simbol yang banyak terpengaruh oleh ajaran Tasawuf.

Mayoritas rakyat Buton beragama islam, makanya Rumah adat ini menjadi bukti eksistensi peradaban islam di kerajaan Buton pada zaman dahulu.

Rumah Adat Banua Tada yaitu rumah adat berbentuk panggung dengan material utamanya berupa kayu tanpa memakai paku sebagai penyambung antara satu bagian dengan yang lainya.

Secara bahasa, rumah Banua Tada tersusun atas dua suku kata yaitu “Banua (Rumah)” dan “Tada (Siku)”. Jadi, Banua Tada bisa diartikan rumah siku.

Secara umum, rumah adat Banua Tada mempunyai 3 jenis diantaranya yaitu:

  • Banua Tada Tare Pata Pale : Yaitu rumah siku yang memiliki 4 tiang sebagai tenpat tinggal pejabat dan pegawai istana.
  • Kamali atau Malige : Merupakan tempat tinggal raja dan para keluarganya.
  • Banua Tada Tare Talu Pale : Merupakan rumah bagi masyarakat biasa yang memiliki 3 buah siku.

3. Rumah Adat Sulawesi Tenggara Mengkongga

Rumah Adat Sulawesi Tenggara Mengkongga

Rumah adat Mekongga yaitu rumah adat Suku Raha atau lebih dikenal dengan sebutan Mekongga yang berarti “Poiaha”.

Rumah adat Mengkongga ini berukuran luas dan besar dengan bentuk segi empat.

Rumah adat Mengkongga yaitu jenis rumah panggung dengan 12 tiang penyangga, 30 anak tangga yang memiliki arti 30 helai bulu sayap burung kongga dan memiliki 4 buah ruang atau bilik.

Material yang digunakan buat membangun rumah adat Mengkongga, yaitu dari kayu dan juga beratap dan disanggah dengan beberapa buah tiang besar dengan tinggi sekitar 20 kaki dari permukaan tanah.

Rumah adat Mekongga ini ada di sebuah tempat yang terbuka khususnya didalam hutan dan dikelilingi dengan rumput alang dengan bangunan setinggi 60-70 kaki.

Rumah adat Sulawesi Tenggara ini digunakan sebagai tempat raja melakukan berbagai acara yang bersifat seremonial atau upacara adat.


4. Rumah Adat Sulawesi Tenggara Buton

Rumah Adat Sulawesi Tenggara Buton

Rumah adat Buton berasal dari Sulawesi Tenggara ini, dikenal juga dengan nama Banua Walio, dan yang ditempati oleh sultan dinamakan dengan Malige.

Secara umum, masyarakat lebih mengenal Malige dengan sebutan rumah adat Buton. Rumah ini memiliki bentuk rumah panggung dengan atap pelana bertumpang dua.

Buat rumah bangsawan yang cukup berpengaruh, bentuk bangunan bisa setinggi 4 lantai dimana ruang bubungan juga akan dipakai jadi tempat buat melakukan aktivitas.

Tiang penyangga rumah adat ini, diteruskan dari bawah sampai atas dan dari atap akan ditumpangkan pada pondasi umpak berbentuk piramida terpancung.

Bagian tangga utama buat mencapai lantai panggung cukup besar dan luas yang berada di bagian depan.

Sebelum sampai di bagian dalam rumah, akan ada teras yang lebarnya sama dengan tangga. Baik tangga dan teras akan dibatasi dengan pagar karawang pendek.

Denah rumah adat Buton ini, memanjang ke arah belakang dengan 5 buah tiang depan yang mengartikan 4 modul struktur pada bagian depan.

Sedangkan buat sisi lain, jumlah tiang samping akan berbeda yang disesuaikan dengan status sosial pemilik rumah.

Kalo jumlah tiang 4, maka rumah tersebut milik rakyat biasa. Kalo jumlah tiang sebanyak 6 maka digunakan bangsawan, dan kalo berjumlah 8 maka ditempati oleh Sultan.


Itulah pembahasan lengkap mengenai beberapa Rumah Adat Sulawesi Tenggara diatas. Gimana? Mudah dipahami kan?

Oiya, kalo ada kekurangan atau pertanyaan lainnya, langsung tulis aja dikolom komentar dibawah ini yak!

Semoga pembahasan diatas membantu dan bermanfaat buat kalian semua 😀

Beri konten ini 5 bintang dong
[Total: 1 Average: 5]
Avatar
Aditya Rangga

Pelajar yang insyaallah tidak pelit ilmu.

Update : 9 Maret 2021 - Published : 9 Maret 2021