Rumah Adat Jawa Tengah

Indonesia sangat identik dengan keunikan budayanya. Karena, semua daerah di Indonesia memiliki ciri khas budayanya masing-masing.

Bisa dilihat dari pakaian adatnya, upacara adatnya, senjata tradisionalnya, dan rumah adatnya juga sangat beragam.

Pulau Jawa ini, di Indonesia terbagi menjadi 3 bagian, diantaranya yaitu Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur.

Nah bicara mengenai Jawa Tengah, sangat identik dengan tujuan wisatanya.

Tapi, selain identik dengan tempat wisata, Jawa Tengah juga identik dengan sejarahnya. Hal itu termasuk juga dengan rumah adat Jawa Tengah.

Kamu udah tahu belum, apa aja sih rumah adat Jawa Tengah itu? Ingin tahu? Simak ulasannya dibawah ini yuk!


1. Rumah Adat Jawa Tengah Joglo

Rumah Adat Jawa Tengah Joglo

Awalnya, emang orang Jawa Tengah dulu membangun rumah berlandaskan fungsi dan status sosialnya.

Rumah adat Joglo ini, sangat dikenal sebagai rumah buat para bangsawan atau orang kaya pada zaman itu.

Kenapa? Karena, rumah adat Joglo ini berbahan utama kayu yang lebih mahal dan tentunya berkualitas.

Rumah adat Joglo ini, memiliki beberapa ciri-ciri yaitu terdapat empat tiang utama pada depan rumah.

Didalam ruangan juga ada 2 bagian, Bagian rumah induk seperti Pendopo, Emperan, Pringgitan, Senthong Tengah, Senthong Kiwa, Senthong engen.

Sedangkan, bagian rumah tambahan terdapat ruangan Gandhok.


2. Rumah Adat Jawa Tengah Limasan

Rumah Adat Jawa Tengah Limasan

Rumah adat Limasan ini, mengacu pada atapnya yang berbentuk limas. Atap rumah adat limasan, memiliki 4 sisi dan hampir mirip dengan rumah adat Sumatra Selatan.

Tapi, rumah adat limasan ini terdiri berbagai macam juga loh yaitu Lawakan,Gajah Mungkur, Klabang Nyander, dan Semar Pindohong.

Rumah adat ini, biasanya terbuat dari material bata bata yang kokoh, dan uniknya rumah adat Limasan ini gak dicat atau dibalut lapisan lainnya tapi tetap terlihat indah walaupun sederhana.

Baca juga : Jenis Rumah Adat Papua


3. Rumah Adat Jawa Tengah Kampung

Rumah Adat Jawa Tengah Kampung

Rumah adat Kampung ini, mempunyai fungsi sebagai tempat tinggal seperti rumah adat Joglo.

Tapi, rumah adat ini ditujukan sebagai tempat tinggal buat rakyat biasa atau kalangan sosial menengah kebawah seperti petani, pekerja pasar, dan peternak.

Ciri khusus rumah ini adalah memiliki jumlah tiang berkelipatan 4. Bangunan rumahnya berbentuk persegi panjang dana memiliki 2 lapis tiang buat menyangga atap rumah.

Tiang penyangganya terbuat dari usuk, balok, dan kayu reng yang sifatnya kuat. Biasanya, rumah ini memiliki teras di depan dan belakang rumah.


4. Rumah Adat Jawa Tengah Panggang Pe

Rumah Adat Jawa Tengah Panggang Pe

Dibandingkan dengan rumah adat Jawa Tengah lainnya, rumah adat Panggang Pe ini termasuk kedalam rumah adat yang paling sederhana.

Rumah adat Panggang Pe ini, memiliki bentuk dasar dari berbagai bangunan rumah adat Jawa Tengah lainnya. Memiliki tiang penyangga, yang berjumlah 4 atau 6 yang sederhana.

Jadi, rumah adat ini cuma berfungsi sebagai warung buat berjualan atau pos penjaga, yaitu siskampling atau semacamnya.


5. Rumah Adat Jawa Tengah Tajug

Rumah Adat Jawa Tengah Tajug

Berbeda dengan konsep rumah lainnya, rumah adat Tajug ini dibuat bukan untuk dihuni melainkan untuk melaksanakan ibadah.

Makanya, rumah adat ini gak boleh dibangun sembarangan. Contoh rumah adat Tajug yang sangat populer di Indonesia yaitu Masjid Agung Demak.

Rumah adat Tajug juga terdapat beberapa macam, yaitu Lambang Sari, Mangkurat, Semar Tinandhu, dan Semar Sinongsong.

Atap rumah adat ini, memiliki bentuk yang hampir mirip dengan atap rumah adat Joglo. Ujung atap rumah adat ini, berbentuk segitiga yang melambangkan keabadian dan keesaan Tuhan.


Itulah pembahasan lengkap mengenai beberapa jenis Rumah Adat Jawa Tengah diatas. Gimana? Mudah dipahami kan?

Oiya, kalo ada kekurangan atau pertanyaan lainnya, langsung tulis aja dikolom komentar dibawah ini yak!

Semoga pembahasan diatas membantu dan bermanfaat buat kalian semua 😀

Beri konten ini 5 bintang dong
[Total: 1 Average: 5]
Avatar
Aditya Rangga

Pelajar yang insyaallah tidak pelit ilmu.

Update : 22 Februari 2021 - Published : 22 Februari 2021