Puasa Syawal

Puasa syawal adalah puasa sunnah yang dilakukan setelah menyelesaikan puasa wajib yaitu puasa Ramadhan.

Banyak sekali hadist yang menjelaskan mengenai puasa syawal ini, sebenarnya apa saja si faedah dari puasa syawal ini ?


3 Keutamaan Puasa Syawal

1. Seperti Berpuasa Satu Tahun Penuh

Orang orang yang menjelankan puasa syawal diberikan ganjaran oleh Allah seperti berpuasa satu tahun penuh tanpa henti.

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ صَامَ رَمَضَانَ ثُمَّ أَتْبَعَهُ سِتًّا مِنْ شَوَّالٍ كَانَ كَصِيَامِ الدَّهْر

Barangsiapa yang berpuasa Ramadhan kemudian berpuasa enam hari di bulan Syawal, maka dia berpuasa seperti setahun penuh.

HR. Muslim no. 1164

Para ulama merinci hitungan pahala puasa satu tahun penuh itu, bahwa apabila seseorang berpuasa Ramadhan selama genap 30 hari itu layaknya berpuasa sepuluh bulan.

Yaitu (30 Hari X 10 = 300 Hari atau sama dengan 10 bulan) sama halnnya dengan puasa enam hari syawal yaitu (6 hari X 10 sama dengan 60 hari atau 2 bulan)

Jadi orang yang berpuasa Ramadhan selama 30 hari penuh, kemudian ia melanjutkan puasannya dengan enam hari syawal, maka ia sama saja berpuasa seperti 1 tahun penuh.

2. Menyempurnakan Puasa Wajib

Ibadah sunnah adalah sebuah ibadah yang menyempurnakan dari ibadah yang wajib,

Kita tidak pernah tau ketika kita menjalankan puasa wajib sudah benar benar ikhlas atau masih kadang setengah setengah.

Dan untuk menyempurnakannya yaitu dengan menambah ibadah yang sunnah, contohnnya puasa sunnah enam hari syawal.

3. Ciri Orang yang Puasa Ramadhan di Terima

Orang orang yang diterima amalnya, salah satu cirinnya adalah orang tersebut akan ditunjukan ibadah yang lainnya oleh Allah.

Tujuannya, agar orang tersebut semakin mendekat kepada Allah.

Bayangkan saja, apabila kita dekat dengan pejabat bukankah urusan kita menjadi lebih mudah ? dekat dengan bupati urusan kita pasti akan lebih mudah.

Tapi coba bayangkan ketika kita dekat dengan Rabb (Tuhan) pencipta alam semesta, langit dan bumi beserta isinnya.

Jangankan masalah dunia, masalah akherat yang belum ada jaminan bagi setiap orang saja, bisa mudah jika kita dekat dengan Allah.


Tata Cara Melaksanakan Puasa Syawal

Puasa syawal adalah puasa yang dilakukan setelah menjalankan puasa Ramadhan, tepatnnya berada dibulan Syawal.

Adapun tata cara pelaksanaannya adalah sebagai berikut :

  1. Puasa Syawal dilakukan selama 6 hari.
  2. Puasa syawal bisa dilakukan mulai tanggal 3 syawal, atau H+3 setelah lebaran idul fitri sampai dengan tanggal 30 syawal.
  3. Lebih utama dilakukan secara berurutan selama enam hari penuh.
  4. Apabila ada udzur atau halangan yang tidak bisa menjalankan puasa syawal, maka itu tidak mengapa, puasa syawal bisa dilakukan terserah kita selama masih berada dibulan syawal.
  5. Apabila ada puasa ramadhan yang bolong atau kurang maka alangkah baiknya untuk menyempurnakan puasa Ramadhan terlebih dahulu.

Ada perbedaan pendapat mengenai orang yang memiliki hutang puasa dibulan Ramadhan kemudian ia hendak berpuasa syawal.

Yang lebih utama puasa syawal terlebih dahulu atau menyempurnakan puasa Ramadhan ?

Kalau pendapat kami, kami lebih memilih menyempurnakan puasa Ramadhan terlebih dahulu, kemudian dilanjutkan untuk menjalankan puasa syawal.


Niat Puasa Syawal

Niat puasa boleh dibacakan atau tidak, karena niat itu pada asalnya adalah sebuah keinginan didalam hati.

Apabila kita sudah berkeinginan untuk berpuasa syawal maka itu sudah termasuk sebagai niat.

Namun apabila hati kita ragu, kita bisa membaca :

Bacaan Niat Puasa Syawal Arab

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ الشَّوَّالِ لِلهِ تَعَالَى

Bacaan Latin Niat Puasa Syawal

Nawaitu Shauma Ghadin ‘An Ada’i Sunanatis Syawwali Lillahi Ta’ala.

Arti Bacaan Niat Puasa Syawal

Saya niat berpuasa sunnah Syawal esok hari karena Allah Ta’ala.

Waktu Membaca niat puasa syawal ini boleh dilakukan setelah matahari terbit, karena puasa syawal adalah termasuk puasa sunnah, dalilnya :

Dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha, ia berkata,

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa menemuiku lalu ia berkata, “Apakah kalian memiliki makanan?” Jika kami jawab tidak, maka beliau berkata, “Kalau begitu aku puasa.”

(HR. Muslim, no. 1154 dan Abu Daud, no. 2455).

Rukun Puasa

Dalam menjalankan puasa perlu diperhatikan hal hal yang berkatian dengan puasa salah satunnya adalah rukun puasa.

Rukun puasa atau fardhu puasa itu ada dua yaitu Imsak (menahan diri dari berbagai macam hal yang membatalkan puasa) dan juga berniat.

Allah subhanahu wa ta alla berfirman :

وَكُلُوا وَاشْرَبُوا حَتَّى يَتَبَيَّنَ لَكُمُ الْخَيْطُ الْأَبْيَضُ مِنَ الْخَيْطِ الْأَسْوَدِ مِنَ الْفَجْرِ ثُمَّ أَتِمُّوا الصِّيَامَ إِلَى اللَّيْلِ

Dan makan minumlah hingga terang bagimu benang putih dari benang hitam, yaitu fajar. Kemudian sempurnakanlah puasa itu sampai (datang) malam.

QS. Al Baqarah: 187

Daftar Pustaka :

  1. Rumayhso.com Ustadz MUhammad Abduh Tuasikal, MSc “Rukun Puasa”
  2. Rumayhso.com Ustadz MUhammad Abduh Tuasikal, MSc “Lima Faedah Puasa Syawal”
  3. Rumayhso.com Ustadz MUhammad Abduh Tuasikal, MSc “Cara Puasa Syawal Menurut Ulama Syafi’iyah”
  4. Rumayhso.com Ustadz MUhammad Abduh Tuasikal, MSc “Jangan Lupa Lakukan Puasa Syawal”
Avatar
Riki Ramdhani

Mahasiswa Pendidikan Agama Islam di Universitas Muhammadiyah Purwokerto. Founder salah satu program kemanusiaan terbaik di Purwokerto, Musharaka Project.

Update : 11 Juli 2020 - Published : 11 Juli 2020