Majas Alegori

Kamu pernah tidak, menggunakan majas alegori dalam tulisan atau percakapan sehari-hari?

Pasti pernah sih, mungkin kamu tidak menyadarinya. Majas ini cukup sering digunakan dalam berbagai jenis karya sastra atau percakapan sehari-hari.

Sebenarnya apa sih, yang dimaksud dengan majas alegori itu? Penasaran? Yuk simak ulasan dibawah ini!


Pengertian Majas Alegori

Pengertian Majas Alegori

Kata alegori ini diambil dari bahasa Yunani kuno, yaitu “allegorein” yang artinya “bicara sebaliknya”.

Jadi, secara sederhana majas alegori adalah

Gaya bahasa yang menyampaikan suatu maksud atau menerangkan sesuatu secara tidak harafiah, tapi melalui kiasan atau penggambaran.

Majas alegori ini, masih termasuk kedalam majas perbandingan yaitu majas yang menyandingkan suatu objek dengan objek lainnya dengan cara penyamaan, penggantian, atau pelebihan.

Dalam hal ini, alegori menjelaskan suatu maksud dengan menggunakan bahasa kiasan atau penggambaran yang berkaitan didalam satu kesatuan yang utuh.

Jenis majas alegori ini, banyak digunakan dalam karya sastra fiksi dan non fiksi, seperti novel, cerpen, dan puisi.

Baca juga : Arti Majas Personifikasi


Pengertian Majas Alegori Menurut Para Ahli

Pengertian Majas Alegori Menurut Para Ahli

1. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI)

Alegori diartikan sebagai cerita yang dipakai sebagai lambang (ibarat atau kias) perikehidupan manusia yang sebenarnya buat mendidik tentang moral dan menerangkan sesuatu.

2. Menurut Nurgiantoro (2017:239)

Alegori merupakan sebuah cerita kiasan yang mempunyai makna tersembunyi pada makna literal.

Jadi, terkandung dua makna sekaligus dalam sebuah alegori. Yaitu makna literal (bukan sebenarnya) dan makna sebenarnya yang tersembunyi dan harus ditafsirkan.

Dalam penggunaannya, bisa dilakukan dengan cara melakukan personifikasi (memanusiakan) sesuatu yang bukan manusia, fabel.

Selain itu, alegori juga bisa diterapkan dengan cara membuat cerita pembanding terhadap cerita yang sedang dibawakan, jadi terbentuk alegori metafora.

3. Menurut Keraf (2010:140)

Alegori merupakan cerita singkat yang mengandung sebuah kiasan.

Makna kiasan ini, harus ditafsirkan dari bawah permukaan cerita tersebut.

Dalam alegori, nama-nama pelakunya adalah sifat-sifat yang abstrak (hewan yang bisa berbicara) buat mewakili pelaku sebenarnya yang konkret (manusia).

4. Menurut Tarigan (2013:24)

Alegori merupakan cerita yang dikisahkan melalui lambang-lambang majas yang diperluas secara berkesinambungan sebagai tempat atau wadah objek atau gagasan yang diperlambangkan.


Ciri-Ciri Majas Alegori

Ciri-Ciri Majas Alegori

Majas alegori memiliki ciri-ciri yang unik, jadi bisa dengan mudah dibedakan dengan jenis majas lainnya, yaitu seperti ini:

  • Suatu kalimat yang mengandung majas alegori biasanya merujuk pada penggunaan retorika dalam menyampaikan suatu maksud.
  • Majas alegori menggunakan kiasan atau penggambaran dalam menjelaskan suatu hal.
  • Majas alegori yang ada pada suatu cerita atau uraian tertentu, maka akan membuat penjelasannya menjadi lebih kompleks.

Ketahui juga : Arti Majas Metafora


Contoh Majas Alegori

Contoh Majas Alegori

Berikut ini, ada beberapa contoh penggunaan majas alegori dalam sebuah karya sastra, diantaranya yaitu:

  • Waktu itu ibarat uang dan harta, kalo dikelola dengan baik akan menghasilkan manfaat, dan kalo gak dikelola dengan baik maka akan mendatangkan kerugian.
  • Dunia ini ibarat panggung sandiwara, setiap orang memiliki dan melakukan perannya masing-masing.
  • Hubungan manusia itu seperti rangkaian huruf, seindah apapun huruf yang diukir, tidak akan ada maknanya tanpa adanya spasi, tidak bisa dimengerti tanpa adanya jeda, kasih sayang tidak muncul tanpa adanya jarak.
  • Amarah manusia itu bagaikan api yang sedang membara, semakin disulut akan semakin membakar. Makanya, orang yang marah harus disejukan hatinya.
  • Ilmu pengetahuan itu laksana cahaya yang bisa menerangi kehidupan manusia.
  • Seorang anak bayi itu bagaikan kertas putih yang masin kosong. Dia belum mengetahui apa-apa, dan orang tuanya yang menentukan seperti apa anak itu nantinya.
  • Buku itu bagaikan jendela dunia, didalamnya ada pengetahuan yang membuat kamu tahu dunia melalui tulisan dan gambar.
  • Otak dan pikiran manusia itu bagaikan mata pisau. Kalo diasah akan semakin tajam, tapi kalo dibiarkan akan menjadi tumpul.
  • Hidup itu bagaikan mengendarai sepeda, kamu harus terus mengayuh dan maju untuk menjaga keseimbangan.
  • Mencintai seseorang itu ibarat sedang menggenggam pasir. Tidak digenggam akan hilang, tapi kalo digenggam terlalu erat malah keluar dari celah jari.

Sebuah karya sastra yang menggunakan majas alegori, didalamnya akan memperindah dan membuat hidup karya tersebut.

Kiasan tersebut seperti butiran-butiran mutiara yang akan menghiasi lautan.

Dengan memahami majas alegori, maka karya sastra yang kamu buat akan semakin imajinatif dan juga kreatif lho!

Semoga bisa membantu dan bermanfaat 😀

Beri konten ini 5 bintang dong
[Total: 0 Average: 0]
Aditya Rangga

Pelajar yang insyaallah tidak pelit ilmu.

Update : 19 Mei 2021 - Published : 2 Februari 2021