Kompetensi Adalah

Apa sih, yang dimaksud dengan kompetensi itu? Jadi,

Kompetensi adalah suatu kemampuan atau kecakapan yang dimiliki oleh seseorang dalam melaksanakan suatu pekerjaan atau tugas di bidang tertentu.

Kompetensi merupakan salah satu hal yang pantas dilakukan untuk mengetahui kemampuan sebuah individu.

Selain itu, kompetensi sendiri terkadang menjadi sebuah acuan yang digunakan dalam sebuah lembaga.

Nah, supaya kamu lebih mengetahui apa itu kompetensi? Yuk, simak pembahasannya dibawah ini!


 

 

Pengertian Kompetensi Menurut Para Ahli

Pengertian Kompetensi Menurut Para Ahli

1. Menurut Stephen Robbin

Kompetensi yaitu suatu keahlian atau kapasitas setiap orang untuk mengerjakan tugas-tugas dalam suatu pekerjaan, dimana kemampuan itu didasarkan pada faktor fisik dan intelektual.

2. Menurut Van Looy, Van Dierdonck, dan Gemmel

Kompetensi yaitu suatu karakteristik yang dimiliki oleh manusia untuk bisa saling berhubungan dengan efektivitas suatu performa yang bisa dilihat dari bagaimana mereka bertindak, berpikir, dan berperilaku.

 

3. Menurut A.A. Anwar Prabu Mangkunegara

Kompetensi yaitu sebuah faktor utama yang ada pada diri seseorang yang emang memiliki kemampuan lebih dan membuatnya berbeda dengan orang lain dalam hal kemampuan.

 

4. Menurut Sedarmayanti

Kompetensi yaitu suatu karakter yang membuat seseorang untuk bisa saling berhubungan dengan efektivitas performa individu dalam melakukan pekerjaannya.

 

5. Menurut UU No. 14 Tahun 2003

Kompetensi kerja yaitu suatu keterampilan kerja yang dimiliki oleh setiap orang yang meliputi unsur pengetahuan, keterampilan, dan sikap kerja yang sesuai dengan standar yang sebelumnya udah ditetapkan.


 

 

Jenis-Jenis Kompetensi

Jenis-Jenis Kompetensi

Berdasarkan ahli, memiliki pandangannya sendiri terkait jenis-jenis kompetensi tersebut.

Nah, beberapa ahli mengemukakan ada beberapa jenis-jenis kompetensi, diantaranya yaitu:

1. Menurut Dean Lyle Spencer dan Matthew Lyle Spencer

Kedua ahli tersebut berpendapat, kalo kompetensi bisa terbagi menjadi dua jenis utama, diantaranya yaitu:

  • Kompetensi Dasar

Yaitu suatu ciri khas yang wajib dimiliki oleh seseorang, supaya mampu melakukan berbagai tugas pekerjaannya.

  • Kompetensi Pembeda

Merupakan berbagai faktor yang mampu membedakan performa kerja pada setiap individu.

 

2. Menurut Charles E. Jhonson

Menurut Charles E. Jhonson, membagi kompetensi menjadi 3 (tiga) bagian, diantaranya yaitu:

  • Personal Competency

Yaitu keahlian setiap orang dalam berbagai hal yang berkaitan dengan perkembangan kepribadian seseorang.

  • Professional Competency

Yaitu keahlian seseorang dalam berbagai hal yang erat kaitannya dengan pelaksanaan dan penyelesaian berbagai tugas tertentu didalam pekerjaannya.

  • Social Competency

Yaitu keahlian seseorang dalam berbagai hal yang berkaitan dengan kehidupan dan juga kepentingan sosial.

 

3. Menurut Kunandar (2007)

Kunandar dalam bukunya yang diterbitkan pada tahun 2007 mengatakan, kalo kompetensi terbagi menjadi 5 jenis, yaitu:

  • Kompetensi Intelektual 

Yaitu seperangkat pengetahuan yang dimiliki oleh seseorang yang diperlukan untuk melaksanakan pekerjaannya.

  • Kompetensi Fisik

Merupakan kemampuan fisik seseorang untuk menyelesaikan berbagai tugasnya.

  • Kompetensi Pribadi

Yaitu seperangkat perilaku yang erat kaitannya dengan keahlian seseorang dalam memahami, mewujudkan, identitas, dan transformasi diri.

  • Kompetensi Sosial

Merupakan seperangkat perilaku khusus yang menjadi acuan dasar pemahaman diri sebagai bagian dari kehidupan sosial.

  • Kompetensi Spiritual

Merupakan kemampuan seseorang dalam memahami, menghayati, dan melakukan berbagai ajaran keagamaan.


 

 

Aspek Kompetensi yang Harus Diperhatikan

Aspek Kompetensi yang Harus Diperhatikan

Pakar pendidikan Surya Dharma, MPA, Ph.D menyebutkan, untuk meraih proses perolehan kompetensi harus mampu melewati penilaian khusus, yaitu:

1. Aspek Pengakuan (Recognition)

Aspek pengakuan yaitu proses pengenalan, dimana para individu akan diberikan suatu pilihan pada suatu kompetensi yang relevan.

Pada penilaian satu ini, individu harus memilih suatu aspek yang menurutnya sesuai dengan pengalamannya.

Hal tersebut mempunyai tujuan untuk melihat potensi dari individu itu sendiri.

 

2. Aspek Pemahaman (Understanding)

Pada hal ini, individu akan diberikan suatu pemahaman pada suatu uji kompetensi. Hal tersebut bertujuan guna melihat hasil dari penerapan suatu kompetensi.

 

3. Pengkajian (Assessment)

Pengkajian merupakan salah satu usaha kesimpulan dari hasil kompetensi yang udah diikuti oleh para peserta.

Dengan begitu, para peserta ataupun individu tersebut bisa mengetahui batasan-batasan yang ia miliki.

Tentu saja, hal satu ini mempunyai tujuan guna membangun motivasi yang jelas supaya para kandidat lebih ideal.

 

4. Umpan Balik (Feedback)

Umpan balik yaitu suatu latihan supaya peserta bisa mengimplementasikan minat serta aspek yang berhubungan dengan individu dalam suatu kompetensi.

 

5. Permohonan Kerja (Job Application)

Selepas mengerjakan serangkaian penilaian kompetensi dan beberapa latihan, maka setiap peserta bisa mengimplementasikan didalam kehidupan nyata.


 

 

Manfaat Kompetensi

Manfaat Kompetensi

Kompetensi yang dimiliki oleh setiap orang memiliki peranan yang penting terhadap efektivitas pelaksanaan berbagai tugas pekerjaan.

Ruky menjelaskan, kalo udah banyak perusahaan besar yang memanfaatkan kompetensi sebagai suatu dasar kriteria dalam merekrut tenaga kerja.

Menurutnya, ada beberapa manfaat merekrut kerja dengan berdasarkan kompetensi, diantaranya yaitu:

  • Memperjelas suatu standar kerja dan juga impian yang ingin diraih oleh perusahaan.
  • Untuk menyeleksi tenaga kerja yang potensial.
  • Memaksimalkan produktivitas perusahaan.
  • Mengembangkan sistem remunerasi.
  • Untuk membantu adaptasi perusahaan atas perubahan yang terjadi.
  • Menyeimbangkan perilaku kerja dengan kaidah yang ada didalam perusahaan.

 

 

Pengaruh Kompetensi di Lingkungan Kerja

Pengaruh Kompetensi di Lingkungan Kerja

Tahu tidak, kalo kompetensi itu mempunyai pengaruh yang sangat penting didalam lingkungan kerja.

Hal tersebut disebabkan, kompetensi ini berjalan beriringan dengan perkembangan sebuah perusahaan.

Semakin tinggi kompetensi yang ada di lingkungan kerja, maka akan semakin tinggi juga perkembangan perusahaan tersebut.

Dengan begitu, perusahaan tersebut nantinya akan lebih mudah untuk meraih tujuannya.

Kompetensi juga bisa membantu suatu perusahaan, guna mengetahui sejauh apa karyawan bisa berkontribusi sesuai dengan visi-misi perusahaan yang udah diterapkan.


 

 

Cara Meningkatkan Kompetensi Kerja

Cara Meningkatkan Kompetensi Kerja

Perusahaan juga harus turut membantu meningkatkan kompetensi kerja karyawannya.

Kenapa begitu? Karena, hal tersebut saling mempengaruhi antara karyawan dan perusahaan.

Ada berbagai macam kegiatan untuk bisa meningkatkan kompetensi karyawan, diantaranya seperti dibawah ini:

1. Pelatihan Skill Secara Profesional

Program pelatihan kerja yaitu suatu agenda penting yang harus diadakan oleh perusahaan agar bisa meningkatkan kompetensi kerja karyawannya.

Program pelatihan kerja, juga dilakukan buat bisa mempertahankan sekaligus meningkatkan produktivitas dan performa perusahaan.

 

2. Job Enrichment

Job enrichment yaitu suatu kegiatan memberikan jobdesk dan tanggung jawab yang lebih besar pada karyawan.

Peningkatan jobdesk ini bisa berbentuk kompleksitas sistem atau kuantitas dari jobdesk itu sendiri.

Didalamnya, karyawan akan merasa tertantang buat bisa melakukan berbagai tugas dan tanggung jawab yang baru, jadi kompetensi mereka juga akan meningkat secara otomatis.

 

3. Studi Banding

Studi banding yaitu aktivitas yang bisa dilakukan oleh perusahaan buat bisa meningkatkan pengetahuan dalam penerapannya di perusahaan.

Supaya, penerapan tersebut bisa dilakukan dengan baik dan kompetensi karyawan bisa meningkat.

Studi banding ini, biasa dilakukan perusahaan yang bergerak dengan bidang industri yang sejenis atau dengan kompetitornya.

Selain itu, studi banding juga akan memotivasi karyawan supaya bisa lebih inovatif dan lebih kreatif lagi dalam bekerja.

Nantinya, kompetensi karyawan akan berkembang secara otomatis karena adanya motivasi tersebut.

 

4. Promosi Jabatan

Promosi Jabatan yaitu pemindahan tugas dari suatu jabatan ke jabatan lain yang tingkatannya lebih tinggi dengan penghasilan, tunjangan, tanggung jawab, jobdesk, dan potensi yang lebih besar lagi untuk bisa meningkatkan karirnya.

Sekumpulan tugas baru yang diberikan oleh karyawan, nantinya akan memotivasi mereka buat bisa bekerja lebih rajin daripada biasanya.

 

5. Rotasi Kerja

Rutinitas kerja yang itu-itu aja, tentunya akan membuat karyawan menjadi cepat bosan dan jenuh, jadi akan menurunkan produktivitasnya.

Hal tersebut, nantinya juga akan menurunkan kompetensi karyawan. Makanya, diperlukanlah rotasi kerja.

Rotasi kerja yaitu pemindahan karyawan dari cabang atau tempat lain sesuai dengan jobdesk dan divisi yang sama dengan yang sebelumnya.

Nantinya, karyawan akan memiliki rutinitas baru yang tentunya tidak membosankan, jadi akan mendorong mereka buat bisa bekerja lebih efektif dan lebih efisien lagi.

 

6. Membangun Team Work

Dalam suatu perusahaan, pastinya akan terdiri dari berbagai macam latar belakang individu yang berbeda.

Walaupun begitu, membangun team work sangat diperlukan guna memudahkan dan mempercepat perusahaan dalam merealisasikan tujuannya.

Kerjasama yang dilakukan oleh masing-masing individu dalam suatu team work yang baik, akan menciptakan solusi yang lebih cepat dan tepat dalam menghadapi tantangan perusahaan.

 

7. Menciptakan Lingkungan Kerja yang Menyenangkan

Lingkungan kerja yang menyenangkan bisa diraih dalam berbagai cara.

Seperti penataan fasilitas yang cukup yang diperlukan oleh karyawan atau membangun suasana kerja yang harmonis antar sesama karyawan.

Fasilitas yang memudahkan karyawan akan membuat mereka bisa bekerja lebih fokus.

Sedangkan, suasana kerja yang harmonis antar tiap karyawan akan membuat karyawan menjadi lebih betah dan akan menumbuhkan rasa memiliki perusahaan.

Gabungan dari cara tersebut, bisa membuat lingkungan kerja yang lebih menyenangkan untuk karyawan.

 

8. Melakukan Kegiatan di Luar Rutinitas

Kegiatan di luar rutinitas kerja ini, bisa berbentuk makan bersama atau rekreasi apapun.

Walaupun tidak sering dilakukan, tapi ini cara yang baik untuk membuat karyawan menjadi betah di lingkungan kerjanya.

Saat mereka lebih betah, maka mereka juga akan lebih terdorong buat meningkatkan kompetensi kerjanya secara otomatis.

 

9. Personal Development

Kepribadian individu merupakan suatu hal yang tidak mungkin bisa dipisahkan oleh setiap orang.

Makanya, tim HRD harus bisa menciptakan suatu kegiatan yang mampu membangun kepribadian personal setiap karyawan dengan baik.

Kepribadian yang baik tersebut, nantinya akan membuat relasi kerja antar setiap karyawan menjadi semakin kompak.


Nah, itulah pembahasan tentang Pengertian Kompetensi dan contohnya yang bisa kamu ketahui dan pelajari.

Semoga pembahasan diatas bisa membantu dan bermanfaat buat kalian semua sobat cerdika.com 😀

Aditya Rangga

Pelajar yang insyaallah tidak pelit ilmu.

Update : 2 Juni 2021 - Published : 2 Juni 2021