Kas Kecil

Pernahkah kamu jadi bendahara di kelas dan mengumpulkan uang kas?

Uang tersebut biasanya dipakai untuk kebutuhan kelas .

Sama halnya dengan kas dalam sebuah perusahaan yang juga digunakan untuk memenuhi semua kebutuhan, berkaitan dengan operasional dan kegiatan lainnya.

Ada beberapa jenis kas, salah satunya adalah kas kecil yang memiliki peran penting dalam keuangan perusahaan.

Dalam dunia ekonomi kas kecil disebut juga dengan petty cash yang harus selalu tersedia di kantor dengan jumlah yang terbatas.

Lantas apa sebenarnya pengertian jenis kas ini, apa tujuan adanya anggaran tersebut?

berikut ini informasi lengkapnya untuk kamu pahami.

Pengertian Kas Kecil

Petty cash atau kas kecil ini adalah anggaran berbentuk uang baik kertas maupun logam, yang dipakai untuk membayar berbagai biaya operasional perusahaan atau kebutuhan pimpinan yang berkaitan dengan kegiatan perusahaan tersebut.

Jumlah uang kas ini relatif kecil dan akan masuk dalam laporan keuangan dengan rincian yang jelas.

Alasan adanya jenis kas kecil adalah ini adalah karena perusahaan pastinya memerlukan pengeluaran dalam jumlah kecil dan dalam waktu yang singkat.

Sehingga daripada harus jauh mengambil dana ke bank, maka dipersiapkanlah sejumlah dana yang biasanya dipegang oleh bagian keuangan atau oleh pimpinan perusahaan.

Sehingga, dapat dipakai kapanpun dibutuhkan.

Dikaji dari pendapat ahli, Soemarso menyebutkan kalau kas ini merupakan dana dengan jumlah tertentu yang disiapkan untuk pengeluaran yang jumlahnya tidak besar.

Sedangkan menurut Wikipedia dikatakan sebagai dana untuk pembelian dengan nilai relatif kecil kalau dibandingkan dengan transaksi lainnya.

Ada juga pengertian menurut Weygant yang mengatakan bahwa petty cash merupakan uang yang dipakai untuk membayar.

Walaupun jumlahnya kecil tapi tetap dikelola dengan cara yang tepat.

Kemudian menurut Henry Simamora kas kecil adalah anggaran kas yang digunakan untuk pembiayaan dengan jumlah kecil.


Tujuan Kas Kecil

Sejumlah tujuan dan juga manfaat kas kecil dinilai sangat membantu proses operasional perusahaan.

Makanya tak ada perusahaan, instansi, atau organisasi yang tak memiliki anggaran petty cash ini.

Berikut  beberapa tujuan kas kecil.

  • Meminimalisasi transaksi jual beli yang rumit dalam kondisi mendadak, contohnya harus membeli alat tulis kantor saat itu juga karena dibutuhkan untuk presentasi.
  • Mengefisienkan kegiatan pimpinan yang membutuhkan anggaran on time, contohnya saat harus membayar langsung biaya jasa konsultasi keuangan.
  • Memenuhi kebutuhan kantor dengan lebih cepat, contohnya membeli lampu ruang meeting yang putus, atau transaksi pembelian kursi tamu yang sudah tidak layak dipakai.
  • Memaksimalkan pelayanan pada konsumen di bidang keuangan, misalnya ada transaksi tak terduga ketika konsumen langsung membeli barang tertentu pada kasir perusahaan.
  • Mempermudah mencatat transaksi keuangan yang dilakukan oleh divisi keuangan, karena ada kelompok-kelompok anggaran yang jelas dengan bukti yang akurat. Sehingga saat membuat laporan keuangan keseluruhan, tidak membuat bagian keuangan bingung dan lama melakukan penghitungan.

Ciri-ciri Kas Kecil

Untuk membedakannya dengan jenis anggaran lain, petty cash punya sejumlah ciri penting.

Kamu wajib tahu hal itu agar tidak salah dalam menafsirkan jenis kas ini.

  1. Penggunaannya untuk kegiatan rutin harian perusahaan
  2. Yang bertanggung jawab hanyalah staf keuangan, bukan tingkat manajer keuangan
  3. Penyimpanannya di dalam kotak tertentu dan disimpan secara aman di kantor
  4. Jumlah dari kas kecil sangat dibatasi sesuai ketentuan perusahaan
  5. Bukti transaksi berupa nota jual beli atau kuitansi biasa

Metode Pengelolaan Kas Kecil

Dalam pengelolaan petty cash dibutuhkan metode yang tepat, agar saat pembuatan laporan keuangan menjadi mudah untuk dihitung.

Ada yang namanya metode tetap atau imprest fund system, dan ada juga yang disebut metode berubah-ubah atau fluctuating fund system

Metode Tetap (Imprest Fund System)

Metode ini dipakai untuk petty cash dengan jumlah yang tetap setiap jangka waktu.

Sehingga untuk pencatatannya hanya dilakukan setelah dana habis.

Sedangkan selama proses penggunaannya, penanggung jawab hanya mengumpulkan bukti yang nanti akan dijadikan acuan pembuatan laporan kas kecilbulanan, hingga tahunan.

Ciri-ciri Metode Tetap (Imprest Fund System)

  1. Setiap penarikan dana untuk pengelolaan dengan cara ini, jumlahnya akan selalu sama.
  2. Bukti transaksi selalu dikumpulkan oleh penanggung jawab kas tersebut
  3. Jika terjadi pergantian shift kerja menyangkut keuangan pada petty cash, selalu dicatat berapa sisa kas yang ada dan untuk apa saja dana yang sudah dikeluarkan.

Metode Berubah-ubah (Fluctuating Fund System)

Pada metode ini, jumlah kas kecil yang digunakan saat masa transaksi tertentu bisa berubah-ubah.

Hal itu tergantung pada kebutuhan perusahaan, jadi ketika petty cash kembali diisi, jumlahnya akan disesuaikan dengan berapa pengeluaran sebelumnya.

Bisa jadi nilai pada masa transaksi berikutnya lebih besar atau lebih kecil dari masa transaksi sebelumnya

Ciri-ciri Metode Berubah-ubah (Fluctuating Fund System)

  1. Pencatatan selalu dilakukan dalam buku yang disebut jurnal, baik itu jumlah yang sudah digunakan berdasarkan bukti yang sudah terkumpul maupun yang belum digunakan sehingga nilainya akan selalu benar.
  2. Kalau mengisi kembali petty cash maka dana tersebut wajib ditulis pada buku kas tersebut.
  3. Jumlah anggaran yang dicatat setiap masa transaksi akan terus berubah, karena akan disamakan dengan berapa kebutuhan perusahaan.

Terlihat jelas bahwa kas kecil memiliki posisi penting dalam keuangan sebuah perusahan baik skala kecil hingga skala besar.

Sudah seharusnya kamu memahami apa sebenarnya petty cash dan semua hal yang berkaitan dengannya.

Hal tersebut akan membantu kamu saat berada diposisi sebagai penanggung jawab kas, sehingga kamu dapat lebih maksimal dalam menjalankan tugas.


Daftar Pustaka

Hery. 2013. Ekonomi. Akuntansi Perusahaan Jasa dan Dagang. Bandung: Alfabeta.

Harti, Dwi. 2019. Ekonomi. Praktikum Akuntansi Perusahaan Jasa dan Dagang SMK Kelas 2. Jakarta: Erlangga.

Beri konten ini 5 bintang dong
[Total: 2 Average: 4.5]
Vira Mahdiya

Saya mendalami Ilmu Pengetahuan Sosial sewaktu SMA dan sekarang Alhamdulillah menjadi mahasiswi di salah satu universitas favorit di Yogyakarta

Update : 19 Januari 2021 - Published : 19 Januari 2021