Contoh Naskah Drama

Pasti, kamu semua udah sering mendengar kata “Drama”.

Dan sebelum membuat sebuah drama, tentunya harus memiliki naskah drama agar cerita yang dibuat bisa berjalan dengan baik dan terstruktur.

Lalu apa sih, yang dimaksud dengan naskah drama itu? Jadi,

Naskah drama yaitu bahan dasar dari sebuah drama dan bahan dasar tersebut belum dikatakan sempurna apabila belum dipentaskan dalam sebuah drama.

Selain itu, naskah drama juga berupa sebuah ungkapan pernyataan dari sang penulis (play wright) yang berisi nilai-nilai pengalaman umum juga merupakan ide dasar buat actor.

Nah, dibawah ini ada beberapa contoh naskah drama. Ingin tahu? Simak langsung ulasannya!


Contoh Naskah Drama Teater

Contoh Naskah Drama Teater

Judul : Janji Senja

Pemain : Ibu dan Anak Gadis

Kala senja itu, Ibu dan Anak Gadisnya sepertinya biasa duduk di bangku panjang depan rumahnya.

Mereka tengah menatap senja menunggu, menanti seseorang yang telah lama dinanti. Setelah larut dalam diam beberapa saat, sang anak memulai pembicaraan.

  • Anak : Ibu… Jangan kau ceritakan lagi apapun tentang Ayah.
  • Ibu : Kenapa?
  • Anak : (Sambil memandang kearah langit senja), karena Ayah tak pernah datang, dan kukira dia emang tak akan pernah datang.
  • Ibu : (Tenang/datar) Ayahmu berjanji akan datang saat senja.
  • Anak : (Agak meninggikan nada bicara) Sudah tak terhitung lagi jumlah senja yang kita lalui, disini, tempat ini, sedari dulu waktu aku masih dalam kandungan sampai kini, tapi Ayah tak juga datang.
  • Ibu : (Tetap tenang sedikit parau) Ayahmu lelaki yang baik. Dia akan datang, dia pasti datang menepati janjinya.
  • Anak : (Terus mencecar) kenapa Ayah berjanji akan datang saat senja? Kenapa tidak pagi atau siang aja?
  • Ibu : Karena senja bukan akhir, dia adalah permulaan sebuah hari.
  • Anak : (Sedikit emosi) Haaaaah….Sudahlah! Aku tidak mengerti maksud perkataan Ibu itu. (Berlalu masuk kedalam rumah).

Contoh Naskah Drama Singkat

Contoh Naskah Drama Singkat

Judul : 4 Sahabat Remaja

Pemain:

  • Yudi
  • Rubi
  • Pose
  • Guni

Di sebuah kota kecil, hiduplah 4 sahabat remaja yaitu Yudi, Rubi, Pose, dan Guni. Suatu hari mereka bermain bersama di taman dan mengobrol.

  • Yudi : “Teman-teman kalian udah kerjain PR belum?”
  • Rubi : “Emang ada PR ya Yud?”
  • Yudi : “Iya, kan ada PR biologi 10 soal.”
  • Pose : “Oh iya, aku lupa ngerjain lagi.”
  • Guni : “Iya ni sama, aku juga belum.”
  • Yudi : “Ya udah deh mending kita pulang aja, terus kerjain PR daripada besok dimarahin.”

Mereka pun kembali ke rumah masing-masing. Saat sampai di rumah, Yudi, Pose dan Rubi segera menyelesaikan PR mereka. Berbeda dengan Guni, dia malah melanjutkan bermain PS. Keesokan paginya di sekolah.

  • Yudi : “Eh, PR kalian udah selesai belum.”
  • Pose dan Rubi : (Sambil melakukan tos) ” Oh jelas sudah dong!”
  • Yudi : “Kalo kamu Ni?”
  • Guni : “Aku tadi malam gak sempat kerjain PR Yud, aku main PS hehe.”
  • Yudi : Ya ampun Ni! Terus nanti gimana? Kamu kok males belajar?”
  • Guni : “Ah itu gampang aja kok!”

Lalu bel masuk pun berbunyi, semua siswa segera masuk ke kelas masing-masing. Dan guru mereka, pak Toni masuk kedalam kelas.

  • Pak Toni : “Anak-anak segera kumpulkan PR kalian dulu ya!”
  • Yudi : “Baik pak!”

Mereka pun segera mengumpulkanm PR mereka ke meja pak Toni. Tapi, saat pak Toni mengecek tidak ada buku Guni disana. Guni pun dipanggil ke depan.

  • Pak Toni : “Guni di mana PR mu?”
  • Guni : “Maaf pak saya tidak mengerjakan PR, karena habis bermain PS tadi malam pak.”
  • Pak Toni : “Lalu bagaimana kamu menentukan masa depan kalo kamu tidak belajar? Kamu kira sukses itu mudah!”
  • Guni : “Maaf pak, tapi saya kelelahan untuk mengerjakan PR pak.”
  • Pak Toni : “Gun sekarang kamu bayangkan, kalo misalnya manusia tidak mendapatkan ilmu tentang cara memasak apakah mereka bisa memasak?”
  • Guni : “Tidak bisa pak.”
  • Pak Toni : “Nah itu kamu tau! Sebelum kita melakukan sesuatu, kita harus punya ilmu dulu dengan belajar. Jadi, apa kamu masih mau bermalas-malasan?”
  • Guni : “Maaf pak, saya tidak akan mengulanginya lagi. Terima kasih pak.”

Kini Guni pun sadar, akan pentingnya belajar.


Contoh Naskah Drama Komedi

Contoh Naskah Drama Komedi

Judul : Pulang Sekolah

Pemain:

  • Andika : Preman 1
  • Arief : Preman 2
  • Vikko : Pelayan Kafe
  • Igo : Murid sekolah
  • Ryan : Murid sekolah

Setelah bel pulang sekolah berbunyi, Ryan dan Igo pulang bersama, karena cuaca terik mereka merasa lapar dan haus, dan igo pun mengajak Ryan untuk pergi makan ke kafe level pedas.

  • Igo : “Yan, daritadi aku ngerasa lapar belum makan, di depan ada kafe baru buka kemarin, mampir kesana yuk!”
  • Ryan : “Iya, aku dari ngerasain lapar juga, yaudah yuk mampir.”

Igo dan Ryan pun masuk ke level pedas tersebut, setelah masuk mereka memesan makanan pada pelayan kafe.

  • Pelayan : “Mau pesan apa mas?”
  • Igo : “Saya mau pesan mie goreng level 1 aja mas.”
  • Ryan : “Wah bayi kamu Go, masak pesanya cuman level 1? Saya pesan mie goreng level 10 mas cabainya banyakin ya mas.”
  • Igo : “Yaudah aku ganti menu, mie goreng level 10 cabainya banyakin, tapi jangan terlalu banyak. Kalo bisa gak pakai cabai.”
  • Pelayan : “Iya mas, minumnya apa?
  • Ryan dan Igo : “Ini…!” (Mengeluarkan aqua yang mereka bawa)
  • Pelayan : “Dasar duo pelit.”
  • Ryan : “Udah mas itu aja, gak pakai lama ya mas.”

Pesanan yang dipesan oleh Igo dan Ryan tidak kunjung datang, 30 menit kemudian makanan mereka baru tiba.

  • Pelayan : “Ini mas makanannya, silakan di nikmati dan ini tagihanya.”
  • Igo : “Kok lama banget sih mas, masaknya di Arab ya?”
  • Pelayan : “Maaf mas, kokinya tadi masak sambil move on.”
  • Ryan : “Ada-ada aja mas.”
  • Igo : “Udah mas kita gak jadi makan, ini kita bayar aja.”

Contoh Drama Anak Sekolah

Contoh Drama Anak Sekolah

Judul : Si Bedul

Pemain:

  • Bedul
  • Fitri
  • Aji
  • Mey
  • Tres
  • Rindy

Pagi senin yang cerah, semua siswa-siswi udah merapikan barisan dilapangan buat mengikuti kegiatan upacara bendera.

Bedul, anak laki-laki yang duduk dengan Fitri langganan telat masuk sekolah.

Pagi senin itu, Aji meminta Fitri buat memberi peringatan pada Bedul agar dia tidak nyumput dikelas saat kelas sedang tidak ada penghuni.

Dipertengahan upacara Mey merasa kurang fit, jadi dia memilih pergi ke UKS.

Saat selesai upacara, Fitri selaku bendahara kelas menangis saat membuka tas dikarenakan uang Kas yang tersimpan didalam tasnya hilang.

  • Aji : Jangan nangis Fit, nanti gua kasih tahu wali kelas kita.
  • Fitri : Jangan Aji.
  • Aji : Loh kenapa jangan Fit?
  • Fitri : Coba kita cari dulu, sebelum anak kelas kita tercemar namanya, Bedul tadi pas upacara lo ngumpet di kelas kan?
  • Bedul : Lo nuduh gua?
  • Fitri : Gue gak nuduh lo, gue mau nanya ada anak lain masuk kelas ini gak tadi?
  • Bedul : Udah lah Fit, lo nuduh gua kan?
  • Tres : Kok lo sensi Dul, kenapa juga lo ngumpet dikelas setiap upacara kan nyurigain, kalo lo emang gak ngambil lo bisa santai.
  • Bedul : Kalo lo pada nuduh Gua, periksa noh tas gua.
  • Fitri : Gak usah nyudutin siapa-siapa, nanti biar Gue sendiri yang ganti.
  • Rindy : Bukan salah lo Fit, kelas ini emang keknya ada yang mau jadi pemaling.

Seketika, Bedul membuka bajunya dan dia kibaskan, selain 4 keping uang koin Rp. 1000 tidak ada lagi yang jatuh, dia lempar isi semua tasnya tapi nihil tak lain yang jatuh cuma buku dan pena.

  • Bedul : Lo pada boleh hina gua karena gua miskin, tapi orang tua gua gak ngajarin gua maling.

Selang beberapa hari yang mencuri uang kas ternyata adalah Mey.

Setelahnya Bedul tidak pernah datang lagi ke sekolah, karena merasa sangat bersalah Mey mendatangi Bedul yang sedang berjualan koran jadi mau kembali lagi bersekolah.


Contoh Drama Tradisional

Contoh Drama Tradisional

Judul : Malin Kundang

Pemain:

  • Malin Kundang
  • Mande (Ibunya Malin Kundang)
  • Puteri

Malin Kundang adalah seorang anak yang telah lama merantau meninggalkan tanah kelahirannya.

Dia mengembara mengadu nasib demi mendapatkan kehidupan yang lebih baik. Ia meninggalkan Mande, ibu kandungnya seorang diri di tanah kelahirannya.

Singkat cerita, akhirnya Malin Kundang berhasil menikah dengan seorang putri saudagar kaya raya.

Dia pun, kembali ke tanah kelahirannya bersama sang putri.

  • Malin : Istriku, inilah tanah kelahiranku dulu (sambil menunjuk kearah daratan dari atas perahu yang bersandar).
  • Putri : Sungguh indah sekali tanah kelahiran kau ini Kanda.
  • Mande : (Berlari tertatih-tatih setelah mendengar kabar kalo anaknya udah sukses dan pulang) Malin! Kau kah itu nak? (berteriak-teriak kegirangan).
  • Putri : Siapakah wanita tua itu Kanda?
  • Malin : (Menyembunyikan wajah terkejut saat melihat ibunya berlari ke arah perahu) Kanda tak tahu Dinda. Mungkin itu cuma pengemis yang ingin meminta sedikit sumbangan dari kita aja. Sudah jangan pedulikan lagi dia.
  • Mande : Malin, ini ibumu nak. Sudah lupakah kau pada ibu yang udah mengandung dan membesarkan kau ini Malin?
  • Malin : Wahai wanita tua! Jangan sekali-kali kau berani mengaku sebagai ibuku. Enyahlah kau! Ibuku bukan wanita tua renta sepertimu, dan ibuku udah lama meninggal. Pergi kau dari sini! Jangan sampai kau mengotori kapalku ini! (berteriak emosi sambil menunjuk ke ibunya).
  • Mande : (Mendengar kata-kata anaknya, dia menangis menahan kesedihan) Ya Tuhan, kenapa pula anakku berubah menjadi seperti ini? Apa salahku ini Tuhan? Kalo emang dia bukan anakku, maka maafkanlah dia yang telah menghinaku ini. Tapi, kalo dia benar anakku si Malin Kundang, maka hukumlah dia yang telah durhaka itu (sambil menengadahkan tangan memohon kepada Tuhan).

Tiba-tiba terdengar suara gemuruh, petir datang menggelegar. Badai besar tiba-tiba datang dan kapal Malin Kundang terbalik.

Seketika kilat menyambar tubuh Malin dan istrinya. Anehnya, mereka berdua kemudian berubah menjadi batu.

Itulah kekuatan doa seorang ibu, jangan sampai kita menjadi anak yang durhaka kepada kedua orang tua.


Nah, itulah beberapa Contoh Naskah Drama yang bisa kamu ketahui dan pelajari.

Semoga pembahasan diatas bisa membantu dan bermanfaat buat kalian semua sobat cerdika.com 😀

Beri konten ini 5 bintang dong
[Total: 1 Average: 5]
Aditya Rangga

Pelajar yang insyaallah tidak pelit ilmu.

Update : 18 Mei 2021 - Published : 5 Mei 2021