Wawancara Kerja Bahasa Inggris

Bagaimana cara kamu menghadapi wawancara kerja bahasa Inggris? Pasti masih banyak orang yang bingung, bagaimana cara menjawabnya, bagaimana cara meyakinkan recruiter bahwa kamu orang yang kompeten.

Tenang, cerdika bakal bahas secara lengkap tips interview kerja bahasa inggris berikut ini.


Pertanyaan Wawancara Kerja Bahasa Inggris

Setiap pewawancara pasti akan memberikan pertanyaan yang akan menunjukkan karakteristik dari kandidat. Berikut merupakan beberapa pertanyaan wawancara kerja dalam bahasa Inggris, yaitu:

1. Please, Introduce Yourself

Salah satu pertanyaan yang sangat mendasar dan pasti ditanyakan pada tahap proses wawancara adalah mengenai perkenalan diri. Pewawancara ingin Kamu bisa memperkenalkan diri dengan singkat. 

Pihak perekrut akan melihat bagaimana kandidat mendeskripsikan diri atau memperkenalkan diri terhadap orang lain. Berikut adalah contoh perkenalan yang dapat Kamu katakan: 

“My name is Sukma. I am twenty-four years old. I have graduated from X University, majoring in Economy. For now, my activity is filming and editing video as a content creator. I am also active in communities that are related to my educational background”.

Kamu bisa mengenalkan diri dengan menyelipkan informasi yang relevan dengan posisi yang dilamar. Apabila diperlukan, Kamu juga bisa memberikan gambaran mengenai kemampuan atau keterampilan yang dimiliki untuk menunjang pekerjaan tersebut.

2. What Department do You Choose / What Position do You Apply and Tell Me the Reason Behind That?

Setelah berhasil memperkenalkan diri kepada pihak pewawancara, biasanya Kamu akan diberikan pertanyaan mengenai posisi yang dilamar lengkap dengan alasan pemilihan posisi tersebut.

Pihak HRD ingin mengetahui motivasi yang Kamu miliki dari pemilihan posisi tersebut. 

Selain itu, dari jawaban yang Kamu berikan pihak HRD bisa melihat kesungguhan kandidat saat melamar suatu posisi. 

Contoh dialog untuk menjawab pertanyaan tersebut:

“I want to apply for an Accountant position. I am always interested to work with data and finance things because it’s something that I worked on in and relevant with my background”.

Kamu harus bisa menjelaskan bagian atau posisi yang ingin dilamar serta alasannya. Berikan alasan yang jelas dan logis, lebih baik lagi jika memberikan contoh pengalaman yang pernah Kamu lakukan dan berhubungan dengan pekerjaan pada posisi tersebut. 

Kamu harus bisa menjelaskan bagian atau posisi yang ingin dilamar serta alasannya. Berikan alasan yang jelas dan logis, lebih baik lagi jika memberikan contoh pengalaman yang pernah Kamu lakukan dan berhubungan dengan pekerjaan pada posisi tersebut. 

Tunjukkan bahwa Kamu adalah orang pantas untuk mengisi posisi yang diinginkan.

3. Why Did You Leave Your Previous Company?

Baik dalam wawancara bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris, pertanyaan mengenai alasan resign adalah hal yang sensitif. Namun, Kamu tetap bisa mengatakan jawaban yang sebenarnya kepada pihak HRD. 

Pewawancara hanya ingin mengetahui alasan serta sifat Kamu dalam menghadapi hal tersebut. Dialog yang dapat Kamu katakan: 

“In my previous job, my position was not related to my educational background. I feel that I can’t bring my hidden potential and passion to maximize my capacity as an accountant”.

Sebenarnya, pertanyaan ini bisa menjebak para kandidat. Oleh karena itu, berikan alasan yang tepat, sebenarnya, dan tanpa harus menjelek-jelekan pihak yang terlihat. 

Apabila menjelek-jelekan perusahaan, pihak HRD akan berpikir bahwa Kamu bisa melakukan hal yang sama lagi.

4. What If in This New Job You Feel the Same as You Did in Your Last Job?

alasan resign

Setelah bertanya mengenai alasan Kamu resign dari pekerjaan sebelumnya, maka pihak HRD mungkin menanyakan hal ini tergantung dari jawaban yang Kamu berikan.

Usahakan bahwa alasan resign yang diberikan tepat, agar Kamu tidak diberi pertanyaan yang cukup menjebak.

Jika Kamu mendapat pertanyaan tersebut, contoh dialog yang dapat dikatakan:

“I feel okay with that. I apply for this job because I think this position is more suitable for me. I love to gain more experience and face the same problems with a different solution”.

5. When Did You Feel Satisfied With Your Work?

Kamu mungkin akan ditanyakan oleh pewawancara, kapan Kamu merasa sangat puas dengan pekerjaan Kamu? 

Pihak pewawancara ingin mengetahui apakah Kamu orang yang tepat untuk posisi tersebut, dan karakteristik yang dimiliki tepat untuk menangani pekerjaan yang ada. 

Jawaban yang bisa Kamu katakan:

“I feel the most satisfied when I made a big impact on others and the company. I also feel happy when I can finish my work on time with great results”.

6. What Are Your Top Three Strengths? Please, Describe It.

Jika diberi pertanyaan mengenai kekuatan atau kelebihan yang dimiliki, maka Kamu bisa menjawab kelebihan yang berhubungan dengan pekerjaan. Pihak HRD ingin mengetahui apa saja keahlian yang Kamu miliki. 

Karena, perusahaan selalu berusaha untuk memperoleh orang terbaik yang sesuai dengan posisi tersebut. Oleh sebab itu, Kamu harus jujur dalam menjawab kelebihan yang dimiliki tanpa harus menyombongkannya. 

Jawaban yang dapat Kamu katakan:

“My strengths are I am a fast learner, have creative and innovative solutions, and I love to share my knowledge with others. With this position, I will try to learn as fast as I can, so I will feel more adaptive in this new job”.

7.     What are Your Top Three Weaknesses and How to Overcome It?

Setelah menjelaskan mengenai kelebihan yang Kamu miliki, biasanya pihak pewawancara juga ingin mengetahui kelemahan yang dimiliki. Tidak semua kelemahan adalah hal buruk, setiap orang pasti memiliki kelemahan. 

Namun, pewawancara ingin mengetahui bagaimana kandidat menilai kelemahan yang dimiliki dengan solusi yang diusahakan untuk meminimalisir hal tersebut. Kamu harus menjawab pertanyaan ini sesuai dengan kelemahan yang dimiliki. 

Contoh jawaban yang dapat Kamu katakan: 

“My weaknesses are that I feel that I am easily bored, feel tired, and I am a perfectionist. I need more challenges as I finish my job so I can always feel excited and motivated. For the last three months, I have been trying to live more healthy and exercise regularly”.

8.     Why Must We Choose You For This Position / Why Should The Company Hire You as A Worker?

Alasan Resign Kerja

Walaupun keputusan penerimaan pekerja berasal dari perusahaan, namun Kamu bisa menjual diri  dengan baik. Berikan alasan yang logis dan didukung dengan penjelasan yang menunjukkan bahwa Kamu adalah orang yang tepat untuk posisi tersebut. 

Jawaban yang diberikan dari pertanyaan yang diajukan mengenai alasan perusahaan harus mempekerjakan Kamu akan menentukan seberapa besar keseriusan yang dimiliki. 

Kamu bisa mengatakan jawaban,

“I have enough job experience in this position. I believe that I can use and optimize my skill to give better results for company growth”.

Berikan alasan yang kuat agar pihak perekrut merasa yakin dengan diri dan kemampuan yang Kamu miliki. Buat pewawancara percaya, bahwa Kamu adalah orang yang memiliki keinginan besar dan bisa memberikan dampak positif bagi perusahaan. 

Kamu harus bisa memberikan jawaban yang logis tanpa melebih-lebihkan, agar tidak terdengar sombong.

9. Do You Have Any Plans or Strategies to Contribute to Our Business Income?

Jika melamar pada posisi yang berhubungan dengan operasional pekerjaan, mungkin Kamu akan memperoleh pertanyaan mengenai strategi. Perusahaan ingin mengetahui cara pola pikir Kamu dalam menentukan strategi dan cara yang dilakukannya. 

Pertanyaan tersebut perlu dijawab sebaik mungkin untuk menunjukkan potensi yang Kamu miliki dalam pembuatan strategi.

Contoh dialog yang dapat Kamu katakan:

“After I learned about the products offered by the company, I felt that it needed a new way of marketing. My strategy is to utilize social media as a more cost-effective and efficient way of promotion”.

Berikan jawaban yang inovatif sesuai dengan hal-hal yang perlu ditingkat oleh perusahaan. Perusahaan akan menghargai pemikiran yang Kamu berikan, artinya Kamu mempelajari mengenai perusahaan dengan sungguh-sungguh.

10.  How Much Salary Do You Want?

Pertanyaan mengenai gaji terkadang bingung untuk dijawab bagi sebagian orang. Jika menjawab jumlah gaji yang besar, kandidat merasa takut dianggap memiliki banyak keinginan. Namun, tidak ingin juga menjawab dengan jumlah yang terlalu kecil.

Supaya terlihat bahwa Kamu adalah pribadi yang teguh, Kamu bisa langsung mengatakan nominal yang diinginkan. Namun, tentu saja penyebutan nominal gaji harus disesuaikan dengan posisi yang dilamar dan kontribusi yang bisa diberikan. 

Kamu bisa mencari rata-rata gaji untuk posisi yang sama atau berpatokan pada gaji Kamu sebelumnya.

11.  Could You Mention Any Computer Program or Software You Are Good At?

Hampir setiap perusahaan mengharapkan memiliki pekerja yang bisa menggunakan software komputer dengan baik. Saat ini hal-hal yang sederhana saja sudah dilakukan menggunakan komputer, sehingga kemampuan penggunaan software adalah hal yang dasar.

Selain itu, jika Kamu software komputer yang sangat Kamu kuasai bisa menjadi nilai tambah untuk diri Kamu. 

Jawaban yang bisa dikatakan, yaitu: “I am an expert in Microsoft Office, especially Microsoft Excel because I use it every time. I am also good at design software, not an expert but pretty good to make a simple design”.

12.  What Course Did You Attend?

riset-pekerjaan-sebelum-membuat-cv

Saat ini melakukan kursus atau sertifikasi adalah hal yang sangat penting dalam dunia kerja.

Jika tim HRD melakukan wawancara dengan kandidat yang aktif mengikuti kursus dan yang tidak pernah, maka perusahaan akan memilih kandidat yang memiliki banyak kemampuan.

Pelatihan yang berhubungan dengan skill dalam dunia kerja, akan menjadi elemen pendukung peluang diterimanya kandidat dalam sebuah posisi. 

Jawaban yang dapat Kamu katakan,

“I have been attended many courses in the past two years. One of the courses that I attended is an international course about UX design by virtual that was held two months ago”.

13.  What Do You Know About This Company?

Tentu saja, Kamu harus mengetahui latar belakang perusahaan yang Kamu lamar. Jangan sampai Kamu sembarang melamar tanpa persiapan apapun. Tim perekrut ingin mengetahui pengetahuan dan minat yang Kamu miliki saat melamar untuk pekerjaan tersebut. 

Untuk jawaban singkat Kamu bisa menjawab,

“This company is a company that provides many services for big companies”. Dari jawaban yang singkat, Kamu bisa menambahkan hal-hal spesial yang dimiliki oleh perusahaan tersebut.

14.  Tell Me The Reason Why You Choose This Company?

Pertanyaan yang selanjutnya adalah mengenai alasan Kamu ingin bekerja untuk perusahaan tersebut. Pewawancara berharap bahwa pelamar kerja memiliki keinginan dan ketertarikan yang kuat dengan pekerjaan dan perusahaan tersebut. 

Kamu harus bisa memberikan jawaban yang dapat meyakinkan pewawancara dan menunjukkan bahwa Kamu adalah kandidat yang serius. Kamu bisa mengatakan dialog:

“This company is one of the best cosmetic companies in Indonesia. I’d love to gain more experience in this company”.

15.  Can You Work Under Pressure And With Many People?

Dalam dunia kerja tentu Kamu tidak hanya bekerja sendirian, Kamu harus bisa bekerja dengan baik di dalam tim. Selain itu, tuntutan pekerjaan yang banyak mengharuskan Kamu untuk bekerja di bawah tekanan yang cukup berat. 

Oleh karena itu, berikan jawaban bahwa Kamu mampu bekerja secara baik. Perusahaan ingin melihat bagaimana Kamu mengelola stres, emosi, serta ketenangan saat menghadapi suatu hal. 

Dialog yang bisa dikatakan:

“Yes, I can. I think we need the pressure to finish the task than given by the company. This position needs big responsibility for sales, so with target and pressure I will try to give my best to improve myself and give a good contribution to the company”.

16.  What Makes You the Best Candidate Than Others?

Ketika menanyakan pertanyaan tersebut, perusahaan ingin mengetahui apa yang bisa Kamu tawarkan atau apa yang membuat Kamu lebih unggul dibandingkan kandidat yang lainnya. 

Hal tersebut sangat sulit untuk dijawab, jangan sampai Kamu merasa sombong dan menjatuhkan orang lain yang bahkan belum Kamu ketahui.

Berikan jawaban yang yakin dan penuh percaya diri. Selain itu, tambahkan penjelasan yang relevan dengan kualifikasi kerja tersebut.

17.  Tell Me When You Feel You’ve Failed?

Tidak hanya prestasi yang dimiliki kandidat yang ingin diketahui oleh pewawancara. Namun, pewawancara juga ingin mengetahui bagaimana pandangan yang Kamu miliki terhadap kegagalan yang pernah dialami.

“I handled a project before. For the past three months, we have spent planning the event. However, within two weeks before the event, the company that promised to sponsor couldn’t be reached. So, we were trying to find a new sponsor, but the results were beyond our expectations”.

18.  What Motivates You The Most?

motivasi terbesar

Dari pertanyaan ini, tim HRD ingin melihat seberapa besar motivasi yang Kamu miliki untuk bisa melakukan pekerjaan dengan baik. Berikan jawaban berdasarkan apa yang membuat Kamu merasa termotivasi.

Contoh jawaban yang bisa dikatakan:

“I have a strong desire to gain more experience as an accountant. I feel like I can develop my skills better. I love that my team feels proud of the achievement that they got”.

19.  What Are Your Goals?

Kandidat yang baik adalah orang yang mampu mengetahui mimpi atau tujuan hidupnya secara jelas. Pihak perusahaan akan mengharapkan kandidat yang memiliki tujuan hidup yang terarah dengan cara untuk mewujudkannya. 

Kamu bisa menjelaskan tujuan jangka pendek yang dimiliki saat ini dengan melibatkan perusahaan sebagai cara untuk mewujudkannya. Jawaban yang bisa dikatakan:

“I want to be a professional worker that can value myself better than before”.

20.  Do You Have Ambitions That You Want to Reach In Your Life?

Umumnya, pewawancara ingin mengetahui ambisi dan target yang ingin Kamu peroleh dari pekerjaan tersebut. Oleh karena itu, pastikan memberikan jawaban yang relevan sesuai dengan pekerjaan yang Kamu lamar. 

Jangan sampai menceritakan semua mimpi yang Kamu miliki dalam hidup, pewawancara akan menganggap Kamu sebagai orang yang tidak profesional.

21.  What Positive Things Would Your Last Leader Tell About You?

Siapkan-Kontak-Referensi-Jika-Ada

Jika meninggalkan perusahaan dalam keadaan tidak ada masalah, maka biasanya pimpinan akan menyampaikan kata-kata mengenai kinerja atau diri Kamu.

Pihak HRD ingin mengetahui bagaimana pandangan pimpinan atau orang yang telah bekerja bersama terhadap diri Kamu.

Oleh karena itu, di perusahaan mana saja Kamu bekerja pastikan untuk selalu bersikap baik. Hal tersebut dilakukan agar kesan yang Kamu tinggalkan juga baik di mata orang lain. Jawablah kata-kata positif yang pernah dikatakan oleh atasan Kamu.

22.  Do You Have Any Experience in This Position?

Apabila Kamu belum pernah bekerja dalam posisi yang sama, beritahu saja yang sebenarnya.

Namun, jika Kamu pernah memiliki pengalaman, maka bisa menjadi nilai lebih. Pewawancara akan merasa senang jika kandidat sudah memiliki pengalaman dibidang yang sama. 

Dari hal tersebut dapat disimpulkan, bahwa kandidat bisa beradaptasi dengan pekerjaan secara cepat dan tidak harus menjalani asa latihan yang cukup lama.

23.  Any Questions About This Company or This Job?

Banyak kandidat yang merasa sudah lelah menjawab pertanyaan hingga melewatkan kesempatan untuk bertanya.

Padahal hal tersebut adalah kesempatan terakhir yang dapat dilakukan saat proses wawancara untuk menunjukkan bahwa Kamu memiliki ketertarikan.

Kandidat yang serius ketika melamar kerja akan memiliki banyak pertanyaan mengenai pekerjaan tersebut.

Ajukan pertanyaan yang membuat Kamu ingin tahu, dan dengarkan pewawancara dengan baik ketika menjawab pertanyaan yang diajukan.


Tips Wawancara Kerja Bahasa Inggris

Setelah Kamu mengetahui pertanyaan-pertanyaan wawancara dalam bahasa Inggris, selanjutnya Kamu harus mempersiapkan diri dengan yakin.

Berikut merupakan beberapa tips yang dapat Kamu terapkan saat melakukan persiapan, dan wawancara kerja menggunakan bahasa Inggris:

1. Observasi Bidang Kerja yang Dilamar

Pertama, Kamu harus mencari tahu informasi yang lengkap mengenai posisi dan bidang yang dilamar. Kamu perlu mencari informasi penting mengenai divisi tempat bekerja, deskripsi pekerjaan, serta ruang lingkup yang berhubungan dengan pekerjaan tersebut.

Selain itu, Kamu juga harus melakukan penelitian mengenai perusahaan yang dilamar lengkap dengan industri perusahaan tersebut bergerak.

Pencarian informasi atau observasi ini memiliki peran penting untuk mencari tahu mengenai kosa kata yang berhubungan dalam bahasa Inggris.

2. Persiapkan dan Berlatih Menjawab Kemungkinan Pertanyaan

Sebelum melakukan interview kerja yang sesungguhnya, lebih baik Kamu meluangkan waktu untuk berlatih, agar lebih fasih dalam berbicara menggunakan bahasa Inggris.

Kamu bisa menyiapkan catatan singkat yang berisi jawaban dari kemungkinan pertanyaan yang akan ditanyakan.

Ketika pewawancara bertanya menggunakan bahasa Inggris, Kamu perlu menjawab pertanyaan tersebut secara padat dan singkat. Ketika diminta untuk mendeskripsikan diri, Kamu bisa menceritakan pengalaman yang relevan yang pernah Kamu lakukan.

Lebih baik Kamu menghindari menceritakan mengenai keluarga, tempat lahir, serta hobi jika tidak ditanyakan oleh pewawancara.

Kamu juga harus bisa menggunakan bahasa Inggris formal dengan baik, karena walaupun menggunakan bahasa Inggris interview dilakukan secara profesional.

3. Pelajari Pengucapan dan Aksen

Menguasai bahasa Inggris secara tertulis saja ternyata belum cukup menjamin Kamu bisa berbicara dengan baik. Kamu harus berlatih berbicara menggunakan bahasa Inggris, terutama saat mengucapkan kosakata yang sulit untuk diucapkan.

Jika terdapat kesalahan dalam pengucapan sebuah kata, maka arti dari kata tersebut akan menjadi berbeda dan salah.

Dengan demikian, Kamu harus bisa belajar mengenai pelafalan supaya menjadi nilai tambah yang membantu terlihat lancar dalam menjawab pertanyaan.

Kamu juga bisa menggunakan aksen dalam penggunaan bahasa Inggris. Akses yang biasa digunakan, yaitu akses British, Amerika, atau Kanada.

4. Pelajari Tata Bahasa

Sama dengan bahasa Indonesia, penggunaan kalimat yang baik dalam bahasa Inggris juga memerlukan tata bahasa yang benar. Interview kerja adalah hal yang formal, sehingga Kamu harus bisa berbicara dan menyusun kalimat dalam bentuk normal.

Aturan tata bahasa ketika interview kerja dalam bahasa Inggris biasanya penggunaan kata dalam bentuk present tenses, simple past, serta conditional tense.

5. Akrab dengan Recruiter

Perasaan gugup ketika melakukan wawancara adalah hal yang wajar. Namun, Kamu harus bisa beradaptasi dengan cepat dan berusaha untuk akrab dengan pewawancara.

Apabila bisa mencairkan suasana ketika proses wawancara berlangsung, semakin besar peluang Kamu bisa merasa akrab dengan pewawancara.

Salah satu keuntungan yang bisa Kamu dapatkan adalah wawancara bisa berlangsung dengan lebih santai, dan pertanyaan yang diberikan mungkin lebih mudah. Kamu juga bisa melakukan pembicaraan yang ringan dengan pewawancara.

Pewawancara akan merasa bahwa Kamu adalah orang yang mudah akrab dan cocok dengan perusahaan tersebut.

6. Ceritakan Pengalamanmu

Ketika Kamu membuat catatan persiapan untuk wawancara, Kamu juga harus menyiapkan naskah yang menceritakan mengenai pengalaman yang dimiliki. Ceritakan pengalaman kerja yang relevan dengan posisi yang Kamu lamar saat ini.

Kam bisa mulai menceritakan dari riwayat pekerjaan yang paling baru dan mundur ke pekerjaan yang sebelumnya.

Walaupun begitu, jangan sampai menceritakan pengalaman kerja terlalu panjang, karena akan membuat pewawancara merasa jenuh mendengar cerita Anda.

Kamu bisa memanfaatkan cerita mengenai pengalaman sebagai sarana untuk menjual diri sendiri. Jelaskan mengenai prestasi kerja yang pernah Kamu capai selama bekerja.

Lengkapi dengan contoh pengalaman yang berkaitan selama Kamu bekerja sampai saat ini.

Wawancara dalam bahasa Inggris tidak boleh menggunakan bahasa sehari-hari. Sehingga, Kamu juga harus bisa memperhatikan gaya bahasa yang digunakan, agar tidak menimbulkan kesalahpahaman.

7. Kenali Kekurangan dan Kelebihanmu

Pertanyaan yang cukup sering ditanyakan oleh pewawancara adalah mengenai kekurangan serta kelebihan yang Kamu miliki. Kamu harus bisa menggali potensi yang dimiliki untuk dijadikan kelebihan yang bisa menunjang pekerjaan.

Sementara itu, Kamu bisa menceritakan satu kelemahan yang dimiliki, dan menjadikan kelemahan itu sebagai proses pembelajaran serta terdapat solusi untuk memperbaiki diri.

8. Tenang dan Percaya Diri

Banyak orang yang gagal dalam tahap interview akibat orang tersebut merasa tidak tenang selama proses wawancara. Apabila kandidat merasa tidak tenang, maka orang tersebut tidak bisa berbicara dengan lancar dan baik.

Salah satu tips yang dapat Kamu gunakan, agar merasa tenang adalah dengan menganggap proses wawancara sebagai komunikasi biasa dengan lawan bicara. Namun, tetap menggunakan bahasa formal yang sesuai dengan tata bahasa.

Pemikiran tersebut akan membuat Kamu merasa lebih tenang, sehingga pihak HRD merasa nyaman saat proses interview.

Proses wawancara harus disertai dengan kepercayaan diri. Pewawancara akan lebih menyukai kandidat yang tidak merasa ragu dalam berbicara, menjawab pertanyaan, dan membuat keputusan.

Oleh karena itu, buatlah diri Kamu sebagai pribadi dengan kepercayaan diri yang baik.

Jika ingin sukses dalam melakukan wawancara kerja bahasa Inggris, Kamu harus tenang dan percaya diri saat berbicara. Hal tersebut akan membuat pewawancara merasa lebih yakin bahwa Kamu adalah orang yang tepat untuk posisi tersebut.

9.Cermati Pertanyaan yang Diberikan

tambahkan-softskills-pada-cv

Sebelum berbicara untuk menjawab pertanyaan yang diberikan, Kamu harus selalu mencermati pertanyaan yang dikatakan oleh pewawancara.

Apabila pertanyaan terlalu panjang, maka Kamu bisa menggunakan kata kunci penting yang diucapkan sebagai dasar jawab pertanyaan tersebut.

Misalnya, saat pewawancara menanyakan mengenai tanggung jawab dalam pekerjaan sebelumnya, Kamu bisa menjawab dengan penggunaan kata “responsibilities”. Buat jawaban yang sesuai dan berhubungan dengan setiap pertanyaan yang diajukan.

Apabila merasa sulit untuk menangkap pertanyaan yang diajukan, Kamu tidak perlu malu untuk meminta pewawancara mengulangi pertanyaan tersebut.

10. Manfaatkan Komunikasi Non Verbal

Jika merasa kesulitan dalam menjawab pertanyaan menggunakan bahasa Inggris, Kamu bisa menambahkan komunikasi non verbal. Komunikasi non verbal atau isyarat yang Kamu gunakan bisa membantu dalam menyampaikan hal yang sederhana.

Contohnya, jabatan tangan yang kuat dan senyum akan menunjukkan, bahwa Kamu adalah seseorang yang ramah. Selain itu, Kamu bisa menganggukan kepala untuk memperlihatkan perhatian kepada pewawancara.

11. Tanyakan Seputar Perusahaan di Akhir Interview

Ketika proses wawancara kerja berakhir, pewawancara biasanya akan mengizinkan Kamu untuk memberikan pertanyaan. Kamu harus bisa memanfaatkan tersebut dengan sebaik mungkin.

Apabila tidak memiliki pertanyaan, pewawancara akan menganggap Kamu kurang tertarik dan tidak antusias dengan perusahaan tersebut. Oleh karena itu, usahakan untuk selalu memberikan pertanyaan yang berhubungan dengan pekerjaan atau perusahaan.

Saat pewawancara menjawab pertanyaan Kamu maka dengarkan dengan sungguh-sungguh serta penuh perhatian.

Proses wawancara kerja biasanya merupakan tahap terakhir seleksi kerja, sehingga Kamu harus bisa menunjukkan kemampuan secara maksimal.

Lakukan persiapan dengan mempelajari pertanyaan yang mungkin ditanyakan dan terapkan tips wawancara kerja supaya berjalan lancar.