Sistem Reproduksi Pria

Sistem reproduksi manusia berbeda antara perempuan dan laki-laki.

Sistem reproduksi pria yaitu sistem biologis yang terdiri dari organ dan jaringan yang digunakan untuk reproduksi atau berkembangbiak pada pria.

Pada sistem reproduksi pria, ada alat reproduksi atau alat kelamin yang memproduksi sel untuk berkembangbiak.

Fungsi sistem reproduksi yaitu untuk memproduksi sperma untuk berkembangbiak.


Fungsi Alat Reproduksi Pria

Fungsi Alat Reproduksi Pria

Organ dari alat reproduksi pria memiliki beberapa fungsi utama, diantaranya yaitu:

  • Untuk menghasilkan, menjaga, transportasi sperma (sel reproduksi laki-laki), dan cairan pelindung (semen).
  • Untuk mengantarkan semen yang mengandung sperma kedalam alat genital wanita.
  • Untuk memproduksi dan sekresi hormon seks pria.

Lalu, bagaimana fungsi sistem reproduksi laki-laki?

Alat reproduksi laki-laki secara keseluruhan bergantung pada hormon yang merangsang atau mengatur aktivitas sel-sel atau organ.

Baca juga : Metode Kontrasepsi

Hormon-hormon utama yang terlibat dalam fungsi sistem reproduksi laki-laki, seperti:

  • Follicle-stimulatinghormone (FSH).
  • Luteinizinghormone (LH).
  • Testosteron.

FSH dan LH diproduksi oleh kelenjar pituitari yang terletak di dasar otak.

FSH diperlukan untuk memproduksi sperma (spermatogenesis), dan LH merangsang produksi testosteron yang diperlukan untuk melanjutkan proses spermatogenesis.

Testosteron juga penting dalam pengembangan karakteristik pria, termasuk massa dan kekuatan otot, distribusi lemak, massa tulang dan dorongan atau hasrat seks.


Organ Reproduksi Pria dan Fungsinya

Alat reproduksi pria terdiri dari beberapa bagian, terutama pada organ eksternal dan juga internal.

Dan, setiap bagian dari organ reproduksi tersebut memiliki fungsinya masing-masing. Berikut penjelasannya:

1. Organ Reproduksi Luar

Organ Reproduksi Luar

Berikut dibawah ini, ada beberapa organ reproduksi pria bagian luar, diantaranya yaitu:

A. Penis0

Organ reproduksi pria ini bukan berupa otot, tapi jaringan seperti spons yang berisi darah.

Saat kamu menerima rangsangan, penis yang sehat akan mendapat aliran darah masuk dan mengisi ruang kosong didalamnya.

Aliran darah yang deras ini, lalu akan menciptakan tekanan. Jadi, penis membesar dan mengeras yang disebut sebagai proses ereksi.

Secara umum, anatomi penis memiliki tiga (3) bagian utama, diantaranya seperti ini:

  • Akar (Radix)

Akar (radix) merupakan bagian pangkal penis yang terletak di dekat dasar panggul.

Akar penis memiliki tiga jaringan ereksi dan dua otot, yaitu ischiocavernosus dan bulbospongiosus.

  • Batang (Corpus)

Batang (corpus) merupakan bagian penghubung akar dan kepala penis yang terdiri dari tiga silinder jaringan ereksi.

Tiga silinder jaringan ereksi tersebut, yaitu dua buah corpora cavernosa dan satu buah corpus spongiosum.

  • Kepala (Glans)

Kepala (glans) yaitu bagian ujung penis dengan bentuk mengerucut yang ada lubang saluran uretra untuk mendukung fungsi penis sebagai tempat keluar urine dan air mani.

B. Skrotum

Skrotum merupakan sebuah kantong kulit yang menggantung di belakang penis.

Organ reproduksi pria ini, memiliki fungsi untuk membungkus testis dan mengontrol suhu testis.

Testis harus ada pada suhu yang tepat, supaya bisa memproduksi sperma yang normal.

Bagusnya, testis harus berada pada suhu yang sedikit lebih dingin daripada suhu tubuh.

Otot-otot khusus yang ada di dinding skrotum memungkinkan testis mengerut atau menegang, kalo terjadi perubahan suhu dari lingan sekitarnya.

Testis secara alamiahakan mengerut atau mengecil ukurannya saat mereka terkena suhu dingin.

Dan begitu juga sebaliknya, testis bisa menjadi elastis saat berada di suhu yang hangat.

C. Testis

Testis atau pelir atau biji kemaluan ini, berbentuk oval. Testis dibungkus oleh skrotum dan terletak di belakang penis.

Testis akan mulai tumbuh, saat laki-laki memasuki masa pubertas sekitar usia 9-15 tahun.

Saat organ reproduksi pria ini tumbuh, maka kulit di sekitar skrotum nantinya akan diselimuti rambut halus, berwarna lebih gelap, dan menggantung kebawah.

Pada umumnya, setiap pria mempunyai ukuran testis yang berbeda-beda.

Fungsi utama dari testis adalah memproduksi dan menyimpan sperma.

Tidak cuma itu, testis juga berfungsi buat memproduksi hormon testosteron, yaitu hormon buat memberikan perubahan pada bentuk tubuh pria selama masa pubertas dan menghasilkan sperma.

2. Organ Reproduksi Dalam

Organ Reproduksi Dalam

A. Epididimis

Epididimis merupakan saluran panjang, yang terletak di belakang testis.

Organ ini berfungsi untuk membawa dan menyimpan sel sperma yang udah diproduksi di testis.

Selain itu, epididimis adalah organ reproduksi pria yang berfungsi dalam mematangkan sperma, yang dibentuk oleh testis.

Setelah matang, sperma baru bisa melakukan tugasnya dalam membuahi sel telur.

B. Vas Deferens

Fungsi vas deferens merupakan untuk mengantar sperma keluar tubuh saat ejakulasi.

Organ vas deferens ini adalah saluran panjang dan tebal, mulai dari epididimis sampai ke rongga panggul.

Dari epididimis, sperma disalurkan melalui vas deferens, lalu menuju saluran kemih alias uretra. Organ ini, ada di belakang kandung kemih. 

C. Vesikula Seminalis

Vesikula seminalis yaitu organ berbentuk kantung yang menempel pada vas deferens, didekat bagian dasar kandung kemih.

Organ vesikula seminalis ini, berguna dalam memproduksi cairan, sebagai pemberi energi sperma untuk bergerak.

D. Kelenjar Prostat

Kelenjar prostat ada dibawah kandung kemih dan mengelilingi saluran kemih (uretra), yaitu saluran tempat keluarnya urine dan sperma dari dalam tubuh.

Fungsi utama prostat yaitu menghasilkan cairan yang bercampur sel sperma yang diproduksi testis untuk proses ejakulasi.

Cairan prostat ini juga memiliki fungsi untuk menjaga sel sperma, supaya tetap sehat dan juga kualitasnya baik.

Karena, memiliki komponen antibodi untuk melindungi dari bakteri dan patogen penyebab penyakit.

E. Uretra

Uretra merupakan saluran yang membawa urin dari kandung kemih ke luar tubuh.

Pada laki-laki, uretra mempunyai fungsi tambahan untuk mengeluarkan (ejakulasi) semen saat pria mencapai orgasme.

Saat penis ereksi, aliran urin diblokir dari saluran uretra sehingga cuma semen yang keluar pada saat orgasme (ejakulasi).


Gangguan Sistem Reproduksi Pria

Gangguan Sistem Reproduksi Pria

Berikut dibawah ini, ada beberapa gangguan sistem reproduksi pada pria, diantaranya yaitu:

1. Hipogonadisme

Hipogonadisme yaitu penurunan fungsi testis yang disebabkan oleh gangguan interaksi hormon, seperti hormon androgen dan testoteron.

Gangguan ini menyebabkan infertilitas, impotensi dan tidak adanya tanda-tanda kepriaan. Penanganan bisa dilakukan dengan terapi hormon.

Disfungsi erektil yang disebut impotens, yaitu ketidakmampuan buat mencapai atau mempertahankan ereksi yang cukup buat menyelesaikan koitus.

Pasien bisa melaporkan penurunan frekuensi ereksi, ketidakmampuan buat mencapai ereksi yang keras atau detumescence ( menghilangkan ereksi ) yang cepat.

2. Kriptorkidisme

Kriptorkidisme yaitu kegagalan dari satu atau kedua testis buat turun dari rongga abdomen kedalam skrotum pada waktu bayi.

Hal itu bisa ditangani dengan pemberian hormon human chorionicgonadotropin untuk merangsang terstoteron. Kalo belum turun juga, dilakukan pembedahan.

3. Masalah-Masalah Ejakulasi

Ejakulasi premature terjadi saat pria tidak bisa secara sadar mengontrol reflex ejakulasi dan sekali terangsang, pria akan langsung mencapai orgasme atau segera setelah masuk ke liang vagina (intromisi).

Kondisi tersebut, merupakan disfungsi umum pada pria.

Ejakulasi Lambat (Retarded Ejaculation). Ejakulasi lambat yaitu penghambatan imvolunterreflek ejakulasi.

Berbagai respon mencakup ejakulasi okasional melalui hubungan seksual atau stimulasi mandiri atau ketidakmampuan komplit buat ejakulasi dibawah segala situasi.


Penyakit Sistem Reproduksi Pria

Penyakit Sistem Reproduksi Pria

Dibawah ini, terdapat beberapa penyakit pada sistem reproduksi pria, diantaranya yaitu:

1. Sifilis

Sifilis merupakan penyakit kelamin yang disebabkan oleh bakteri.

Ada beberapa tanda-tanda yang terkena penyakit kelamin sifilis, diantaranya yaitu:

  • Luka pada alat kelamin, rektum, dan bibir.
  • Pembengkakan getah bening pada bagian paha.
  • Bercak-bercak di seluruh tubuh.
  • Tangan dan sendi terasa nyeri pada tubuh, khususnya tangan dan telapak kaki.

Penyakit kelamin ini bisa hilang, tapi bakteri penyebab penyakit tersebut tetap masih didalam tubuh.

Kalo dibiarkan, maka setelah beberapa tahun bisa menyerang ke otak, jadi bisa mengakibatkan kebutaan dan gila.

Penyakit sifilis ini, bisa disembuhkan kalo dilakukan pengobatan dengan penggunaan antibiotik secara cepat.

2. Gonore (Kenting Nanah)

Kencing nanah disebabkan oleh bakteri. Gejala dari gonore yaitu keluarnya cairan seperti nanah dari saluran kelamin, rasa panas, dan sering kencing.

Bakteri penyebab penyakit ini bisa menyebar ke seluruh tubuh, jadi menyebabkan rasa nyeri pada persendian dan bisa mengakibatkan kemandulan.

Penyakit ini, bisa disembuhkan kalo dilakukan pengobatan dengan penggunaan antibiotik secara cepat.

3. Herpes Genetalis

Herpes genetalis disebabkan oleh virus. Virus penyebab penyakit herpes genetalis yaitu herpes simpleks.

Gejala penyakit herpes genetalis, yaitu timbulnya rasa gatal atau sakit pada daerah kelamin dan adanya luka yang terbuka atau lepuhan berair.

4. Kanker Prostat

Sesuai namanya, kanker prostat merupakan kanker yang berkembang didalam kelenjar prostat.

Menurut World Health Organization (WHO), kanker prostat yaitu gangguan pada sistem reproduksi pria yang paling banyak diderita.

Penyebabnya bisa beraneka ragam, ada yang dikarenakan pertambahan usia, obesitas, pola makan kurang sehat, paparan bahan kimia, penyakit menular seksual, dan keturunan.

Awalnya, penderita tidak merasakan gejala apapun, tapi saat kanker membesar dan kelenjar prostat mengalami peradangan, maka penderita akan merasakan gangguan buang air kecil.

5. Prostatitis

Prostatitis adalah peradangan yang terjadi pada kelenjar prostat. Gangguan ini, bisa terjadi secara tiba-tiba atau berkembang perlahan dalam waktu yang lama.

Biasanya, penderita nantinya akan mengalami nyeri dan sulit buang air kecil. Penyebab gangguan ini yaitu bakteri.


Itulah beberapa pembahasan lengkap mengenai Sistem Reproduksi Pria. Gimana? Sangat mudah dipahami kan?

Semoga pembahasan diatas, bisa membantu dan bermanfaat untuk kalian semua sobat cerdika.com 😀

Aditya Rangga

Pelajar yang insyaallah tidak pelit ilmu.

Update : 19 Juli 2021 - Published : 5 Juli 2021