Bagian – Bagian Mesin Bubut

Tahukan kamu, apa yang dimaksud dengan mesin bubut? Nah, jadi Mesin bubut merupakan salah satu metal cutting machine dengan gerak utama berputar.

Prinsip kerjanya yaitu benda kerja dicekam oleh chuck dan berputar, sedangkan pahat potong bergerak maju buat melakukan pemotongan dan pemakanan.

Proses bubut adalah proses pemesianan buat menghasilkan bagian-bagian mesin berbentuk silinder yang dikerjakan dengan memakai mesin bubut.

Eitts, sebelum menggunakan mesin bubut, apa kamu udah tahu bagian-bagian dari mesin bubut? Nah kalo belum, yuk simak pembahasan berikut ini.


 

Bagian – Bagian Mesin Bubut

Banyak sekali bagian-bagian yang ada di mesin bubut yang perlu kamu tahu, sebelum menggunakan mesin bubut yaitu:

1. Kepala Tetap

Kepala Tetap Mesin Bubut

Kepala tetap ini punya poros spindle mesin yang fungsinya sebagai tempat kedudukan cekam (chuck), jadi pada saat poros spindle berputar maka cekam akan berputar.

Di dalam kepala tetap ada juga puli (pulley) dan belt (sabuk) dihubungkan dengan motor penggerak.

Buat mengubah kecepatan dan arah putaran mesin, puli ini dihubungkan dengan poros spindle mesin lewat susunan roda gigi transmisi di dalam gearbox (kotak roda gigi).

NOTE: Putaran mesin harus berlawanan arah dengan mata potong pahat atau alat potong yang dipakai.

 

2. Motor Penggerak

Motor Penggerak

Motor penggerak ini berada dibawah kepala tetap dan gearbox yang fungsinya buat mengubah energi listrik jadi energi mekanik atau memberikan mesin tenaga buat bergerak.

 

3. Tombol Emergency Stop

Tombol Emergency Stop

Tombol emergency stop ini dipakai dalam keadaan darurat, buat mematikan mesin bubut dan tombol ini termasuk hal yang penting buat keselamatan kerja.

 

4. Handle atau Tuas

Handle atau Tuas

Handle pada setiap mesin bubut ini berbeda – beda. Jadi beda pabrik, beda ukuran berbeda juga handle – handlenya.

Cara memakai handle, bisa disesuaikan atau berpedoman pada tabel yang menempel pada mesin tersebut.

Ada beberapa macam fungsi dari sebuah Handle atau Tuas, diantaranya yaitu:

  • Pengaturan kecepatan spindle (rpm)
  • Pengaturan feeding atau kecepatan pemakanan secara otomatis
  • Pengaturan arah pemakanan
  • Pengaturan penguliran
  • Menyalakan dan mematikan mesin
  • Pengaturan arah putaran spindle.

 

5. Eretan

Eretan Mesin Bubut

Disini, eretan dibagi menjadi tiga macam dan diantaranya sebagai berikut:

a. Eretan Alas

Eretan alas yaitu eretan yang kedudukannya pada alas mesin dan bisa bergerak ke kiri atau ke kanan sepanjang alas tersebut.

Didalamnya, ada perlengkapan mekanik yang menggerakan eretan tersebut secara otomatis atau digerakkan dengan tangan.

b. Eretan Lintang

Ada diatas eretan alas dan kedudukannya melintang terhadap alas. Gerakan melintang yaitu menjauhi atau mendekati operator, baik diputar dengan tangan atau secara otomatis.

Gunanya eretan ini yaitu buat memberikan tebal pemakanan pahat atau menggerakan pemakanan pahat.

Pada bagian yang dekat dengan pemutarnya ada skala ukuran dan dengan skala ini kamu bisa mengatur tebal penyayatan pahat.

c. Eretan Atas

Ada di atas eretan lintang dan diikat oleh 2 baut dan pada eretan ini terpasang rumah pahat. Kedudukan eretan ini bisa diubah-ubah atau diputar 360° sesuai dengan kebutuhan.

Pada bagian alasnya ada skala derajat. Eretan ini, khususnya untuk membuat tirus dengan sudut yang besar pada jarak pendek dan gerakannya gak otomatis.

 

6. Tool Post atau Dudukan Pahat

Terletak diatas eratan atas, dan dipakai buat memegang atau menjepit pahat bubut saat proses pembubutan. Secara umum, tool post ini ada 2 macam yaitu:

a. Standar Tools Post

Standar Tools Post

Tool post yang dalam pengaturan ketinggian mata pahat memakai ganjal dan cara pengencangan pahat dengan mengencangkan baut-baut yang ada dibagian atas tool post.

Menurut jumlah rumah pahatnya tool post standar ada 2 macam, yaitu punya rumah pahat 1 dan rumah pahat 4. Tool post dengan satu rumah pahat, menyebabkan jumlah pahat yang bisa dipasang cuma satu.

Saat harus mengganti pahat, operator harus mengatur ketinggian lagi buat pahat selanjutnya. Jadi, buat tool post dengan 4 rumah pahat, operator bisa memasang maksimal 4 jenis pahat berbeda.

Jadi, cuma perlu mengatur ketinggian pahat sekali aja buat setiap pahat dan bisa mengganti pahat tanpa harus menyetel pahat lagi.

b. Adjustable Tool Post

Adjustable Tool Post

Tool post yang dalam mengatur ketinggian mata pahat tanpa memakai ganjal. Karena, udah dilengkapi dengan perlengkapan mekanik yang bisa mengatur ketinggian pahat.

Tool post ini ada 2 macam, yaitu mempunyai rumah pahat satu dan lebih dari satu. Penggunaannya sama dengan standar tool post.

 

7. Lampu Penerangan

Lampu Penerangan

Lampu penerangan ini dipakai buat membantu operator melihat benda kerja saat akan dibubut dan juga buat membantu operator melihat hasil pengukuran benda kerja

Tapi, gak semua mesin bubut ini dilengkapi dengan lampu penerangan.

 

8. Selang Coolant atau Pendingin

Selang Coolant atau Pendingin

Selang coolant ini berfungsi buat menyemprotkan cairan coolant saat sedang melakukan pembubutan.

Coolant juga berguna buat menyetabilkan suhu alat potong, sehingga ketajaman mata potong bisa lebih awet dan hasil pembubutan lebih optimal.

Contohnya: Dalam proses pengeboran benda kerja. Tapi, gak semua jenis alat membutuhkan coolant dalam proses pembubutan.

 

9. Kepala Lepas

Kepala Lepas

Kepala lepas merupakan bagian mesin bubut yang letaknya disebelah kanan mesin dan dipasang diatas alas mesin.

Fungsi bagian ini yaitu tempat penahan ujung benda kerja yang dibubut, tempat kedudukan bor waktu mengebor dan lain sebagainya.

Kepala lepas bisa digeser dan dikunci oleh operator di sepanjang alas mesin dan kedudukannya ada pada alas tersebut diikat dengan baut dan mur.

Porosnya berlubang tirus, jadi bisa dipasang bor yang tertangkai tirus.

Kepala lepas ini terdiri dari 2 bagian, yaitu alas dan badan. Kedua bagian tersebut diikat oleh 2 atau 3 baut dan bisa digeserkan.

Pergeseran ini diperlukan, apabila kamu akan membubut tirus dengan benda kerja terpasang diantara 2 senter.

 

10. Alas Mesin

Alas Mesin

Alas mesin ini dipakai sebagai tumpuan gaya pemakanan pada waktu pembubutan dan juga sebagai tempat kedudukan kepala lepas, eretan dan penyangga diam (steady rest).

 

11. Poros Transportir dan Poros Pembawa

Poros Transportir dan Poros Pembawa

Poros transportir yaitu poros berulir berbentuk segi empat atau trapesium dengan jenis ulir withworth (inchi) atau metrik (mm) yang terletak dibawah eretan alas.

Fungsinya buat membawa eretan pada waktu pembubutan secara otomatis, contohnya pembubutan arah memanjang/melintang dan ulir.

Poros transporter buat mesin bubut standar pada umumnya kisar ulirnya antara dari 6 sampai 8 mm.

Poros pembawa yaitu poros yang selalu berputar buat membawa atau mendukung jalannya eretan dalam proses pemakanan secara otomatis.

Buat pengaturan kecepatan pemakanan otomatis, bisa dilihat dari tabel pemakanan pada mesin. Supaya bisa memilih kecepatan yang tepat dan dapat hasil pembubutan sesuai dengan kebutuhan.

Cara pengaturannya juga mirip dengan pengaturan rpm dengan mengatur handle.

 

12. Rem Kaki

Rem Kaki Mesin Bubut

Rem kaki dipakai buat menghentikan mesin. Rem kaki ini sangat membantu saat mengulir dan berhenti pada posisi tertentu saat sedang membubut.

Dalam keadaan darurat, operator juga bisa menggunakan rem kaki buat menghentikan mesin.


 

Macam – Macam Pembubutan

Ada beberapa jenis pembubutan, yaitu:

1. Membubut Lurus

Membubut Lurus

Ada 2 cara membubut lurus, yaitu pembubutan memanjang (sejajar benda kerja) dan pembubutan permukaan rata (facing) buat menghasilkan pembubutan permukaan datar pada benda kerja.

 

2. Membubut Alur

Membubut Alur

Untuk membuat alur, dipakai pahat bubut pengalur. Pahat ini berbentuk lurus, bengkok, berjenjang ke kanan atau kekiri.

 

3. Mengebor

Mengebor

Pembubutan ini dipakai buat pembubutan sebuah lubang pada benda kerja.

 

4. Membubut Dalam

Pembubutan ini dipakai buat memperbesar sebuah lubang pada benda kerja.

 

5. Membuat Ulir

Membuat Ulir

Membuat ulir menggunakan pahat khusus seperti: Pahat ulir segitiga, segiempat, trapesium, bulat, dan bentuk lainnya. Pekerjaan ini bisa membuat ulir dalam ataupun ulir luar pada benda kerja.

Nah, itulah tadi beberapa bagian-bagian terpenting yang ada didalam sebuah mesin bubut. Gimana? Udah tahu? Alhamdhulilah kalo udah mengetahui cuy 😀

       

Tinggalkan komentar